lomba blog

Muslimah Seyogyanya Cerdas di Semua Lini

Membaca buku bermanfaat

 Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” [QS. Adz Dzariyat ayat 56]

Setiap muslimah mungkin sudah memahami bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala menciptakan jin dan manusia adalah agar mereka beribadah kepada-Nya. Yang dimaksud dengan ibadah tentu bukan hanya yang berkaitan dengan hubungan manusia dengan Allah (hablumminallah) tetapi juga ibadah yang berhubungan dengan manusia yang lain (hablumminannas) Sebagai makhluk sosial tentu tak elok jika manusia tak berinteraksi dan peduli dengan manusia lainnya. Apalagi terkait dengan jabatan manusia sebagai khalifah di muka bumi.

Menuntut Ilmu

Dengan perintah Allah plus peran yang begitu besar, maka manusia, termasuk muslimah, harus berilmu. Bukankah sering dikatakan bahwa ilmu tanpa agama buta dan agama tanpa ilmu lumpuh. Bagaimana mungkin seorang muslimah dapat menunaikan ibadahnya dengan ikhlas dan benar jika tidak memahami Al Quran yang merupakan petunjuk bagi orang yang bertakwa. Ibadah juga bisa kacau balau jika muslimah tidak mengikuti As Sunnah. Begitu pentingnya ilmu dalam kehidupan manusia sampai Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mewajibkan kaum muslimin untuk menuntut ilmu. Dalam sebuah hadits beliau bersabda: ”Menuntut ilmu adalah fardhu bagi tiap-tiap muslim, baik laki-laki maupun perempuan.”  (HR. Ibn Abdul Barr)

Seorang muslimah selayaknya menyadari juga bahwa jika ingin memperoleh kebahagiaan di dunia dan akhirat maka dia harus berilmu. Bukan hanya ilmu pengetahuan umum tetapi juga ilmu tentang pengetahuan agama. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga telah menegaskan tentang hal ini. Beliau bersabda: ”Barang siapa menginginkan soal-soal yang berhubungan dengan dunia, wajiblah ia memiliki ilmunya; dan barang siapa yang ingin (selamat dan berbahagia) di akhirat, wajiblah ia memiliki ilmunya pula; dan barang siapa yang menginginkan kedua-duanya, wajiblah ia memiliki ilmu kedua-keduanya pula. (HR.Bukhari dan Muslim)

Sebuah isntansi atau perusahaan mempersyaratkan karyawannya memiliki ilmu yang diperoleh dari pendidikan yang dibuktikan dengan ijazah yang dimiliknya. Ini menunjukkan bahwa untuk urusan dunia dibutuhkan ilmu. Sementara untuk dapat mendirikan shalat, berpuasa, ibadah haji dengan ikhlas dan sesuai syariat juga diperlukan ilmu pengetahuan agama. Artinya, ilmu juga diperlukan untuk urusan akhirat.

Menuntut ilmu bukan hanya dilakukan di lembaga pendidikan formal. Menuntut ilmu kepada kyai, ulama, ustadz juga termasuk di dalamnya. Membaca buku, membaca artikel di internet juga merupakan upaya untuk menambah ilmu, Tak ada batasan usia untuk menuntut ilmu. Sejak lahir hingga sebelum masuk liang lahat muslim dianjurkan untuk menuntut ilmu.

Menuntut ilmu juga harus diniatkan untuk ibadah, bukan untuk ketenaran, pamer, atau kesombongan. Selain itu ilmu yang baik dan bermanfaat sebaiknya diamalkan dan disebarluaskan agar semakin bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang lain.

Membaca buku bermanfaat

Tutup Auratmu

Menutup aurat bagi seorang muslimah memerlukan kecerdasan tersendiri. Cerdas dalam memahami perintah Allah Subhanahu wa ‘Taala dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa  sallam. Sebuah perintah dikeluarkan tentu ada manfaatnya, sebaliknya setiap larangan tentu karena ada sebab mudharatnya. Pemahaman terhadap dalil-dalil terkait akan menjadikan penutupan aurat menjadi baik dan benar. Maklum untuk urusan penutupan aurat ini, sebut saja tentang hijab, masih ada perbedaan pendapat di kalangan umat Islam.

Para muslimah seyogyanya memperhatikan dalil yang berkaitan dengan penutupan aurat. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: ”Wahai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang Mukmin, “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka !” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. dan Allâh adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” [QS. Al-Ahzaab ayat 59]

Terkait dengan perintah ini perlu juga disimak hadis riwayat Aisyah Radhiyallahu`anha, bahwasanya Asma binti Abu Bakar masuk menjumpai Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan pakaian yang tipis, lantas Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berpaling darinya dan berkata: “Hai Asma, sesungguhnya jika seorang wanita sudah mencapai usia haid (akil baligh) maka tak ada yang layak terlihat kecuali ini,” sambil beliau menunjuk wajah dan telapak tangan.” (HR. Abu Daud dan Baihaqi).

Dewasa ini hijab beraneka ragam model, bahan, warna dan bahannya serta indah-indah. Boleh-boleh saja asal tetap memenuhi syarat. Allah subhanahu wa Ta’ala juga menyukai keindahan dan memerintahkan hambaNya untuk mengenakan pakaian yang indah sesuai firman-Nya. “Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaian kalian yang indah pada setiap kalian ke masjid(Tempat ibadah) dan makanlah serta minumlah oleh kalian dan jangan pula kalian berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak suka akan orang-orang yang berlebih-lebihan.”[QS.  al-A’raf ayat 31] Namun demikian harus tetap dijaga agar pakaian yang dikenakan oleh muslimah untuk menutup auratnya tidak terlalu tipis dan terlalu sempit atau ketat sehingga memperlihatkan lekuk-lekuk tubuhnya dan menampakkan apa yang ada di balik pakaian itu.

Satu hal lagi yang perlu dicermati oleh muslimah tentang penutup aurat ini. Dari Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhu ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam telah bersabda, “Barangsiapa mengenakan pakaian ketenaran di dunia niscaya Allah akan mengenakan padanya pakaian kehinaan di hari Kiamat.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, al-Nasa’I dan Ibnu Majah)
Nah, sudah sangat jelas bahwa untuk menutup aurat pun seorang muslim harus memiliki kecerdasan tersendiri agar jangan sampai timbul kesan muslimah berpakaian namun terlihat telanjang.

Memakai hijab tak harus menunggu kesiapan mental atau didahului dengan menghijabi hati. Niat yang baik sebaiknya segera dilaksanakan.

Busana muslimah

Wanita Cerdas Pasti Mendirikan Shalat

Muslimah yang tidak berpuasa karena sedang sakit bisa dimaklumi. Demikian pula jika dia belum bisa membayar zakat karena tidak mampu. Untuk menunaikan ibadah haji idem ditto. Bagi muslimah yang belum istitho’ah (belum mampu) juga belum diwajibkan menunaikan rukun Islam kelima ini.

Tetapi untuk urusan shalat lain lagi. Tak ada alasan bagi muslimah untuk tidak mendirikan shalat selain sedang menstruasi. Rasa malas, capai, bosan, sibuk, bukanlah alasan untuk meninggalkan shalat. Ketika dia sakit masih tetap diwajibkan untuk shalat. Jika tidak bisa berdiri maka dia bisa melaksanakan shalat dengan duduk. Jika duduk tak bisa maka dia melakukannya sambil berbaring. Berbaring tak mampu maka dia bisa mengerjakan shalat dengan isyarat menggunakan matanya. Jika hal ini juga tidak sanggup maka dia akan dishalatkan, artinya dia sudah meninggal dunia.

Muslimah harus memahami dengan baik bahwa shalat merupakan amalan yang akan dihisab pertama kali. Shalat akan menjadi barometer bagi amal ibadah yang lainnya. Diriwayatkan oleh Ath-Thabarani rahimahullahu dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Amalan hamba yang pertama kali akan dihisab pada hari kiamat nanti adalah shalat. Apabila shalatnya baik tentu seluruh amalannya yang lain pun baik. Tetapi bila shalatnya jelek maka seluruh amalannya pun tentu jelek.” (Dishahihkan oleh Al-Albani dalam Ash-Shahihah 3/343)

Muslimah jangan sampai melalaikan atau mengabaikan shalat.  Ibadah mahdah ini bak tiang agama. Siapa saja yang tidak mendirikan shalat maka berarti  sama saja dengan merobohkan agama.

Muslim cerdas pasti mendirikan sholat

Menikah Adalah Pilihan Yang Cerdas

Ada orang yang bilang menikah atau tidak menikah adalah sebuah pilihan. Namun demikian bagi seorang muslimah, menikah adalah pilihan yang cerdas. Menikah bukan hanya untuk mendapatkan teman hidup, mengembangkan keturunan, atau memuaskan syahwat belaka. Lebih dari itu, menikah adalah untuk menyempurnakan agama. Silakan simak hadits ini. Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu,  ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika seseorang menikah, maka ia telah menyempurnakan separuh agamanya. Karenanya, bertakwalah pada Allah pada separuh yang lainnya”. (HR. Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman. Dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam As Silsilah Ash Shahihah no. 625)

Ketika seorang muslim atau muslimah menyatakan mencintai Raruslullah Shallallahu ‘alaihi wa salam maka mereka selayaknya mengikuti sunnahnya. Salah satu sunnah beliau adalah menikah. Hal ini dijelaskan dalam hadits yang artinya: “Nikah itu sunnahku, barangsiapa yang tidak suka, bukan golonganku.” (HR. Ibnu Majah, dari Aisyah r.a.)

Lalu apa yang harus dilakukan seorang muslimah setelah menikah? Lakukan langkah cerdas agar menjadi isteri penghuni surga. Jadikan hadits ini sebagai pedoman. “Maukah aku beritahukan kepada kalian, istri-istri kalian yang menjadi penghuni surga yaitu istri yang penuh kasih sayang, banyak anak, selalu kembali kepada suaminya. Di mana jika suaminya marah, dia mendatangi suaminya dan meletakkan tangannya pada tangan suaminya seraya berkata: “Aku tak dapat tidur sebelum engkau ridha.” (HR. An-Nasai dalam Isyratun Nisa no. 257)

Pernikahan Arum

Keshalihan Sosial Itu Penting

Okelah, muslimah sudah memahami bahwa dia diciptakan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala agar beribadah kepada-Nya. Itu tidak berarti dia harus selalu berada di tempat ibadah atau hanya shalat, berdoa, dan berdzikir di atas sajadah. Juga bukan hanya cukup menunaikan ibadah haji dan umrah sekian kali, berpuasa dengan ikhlas dan benar sebulan penuh. Ibadah yang dapat digolongan sebagai keshalihan individual itu perlu dilengkapi ibadah lain yang merupakan wujud keshalihan sosial.

Allah Subhanahu wa Ta’ala bukan Dzat yang egois yang hanya memerintahkan kepada hamba-Nya untuk menyembah-Nya. Silakan simak firman Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam al Qur’an surat An-Nisa’ ayat 36 yang artinya, “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah terhadap kedua orang tuamu, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabil, dan hamba sahaya. Sesungguhnnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri.”

Muslimah mempunyai orangtua, kerabat, sahabat, dan tetangga. Ada  kegiatan yang bernilai ibadah yang terkait hubungan antar sesama manusia. Hadits di bawah ini sangat bagus untuk dicermati oleh muslimah.

Hai anak Adam! Aku sakit, mengapa kamu tak menjenguk-Ku? 
Jawab anak Adam; Wahai Rabbku, bagaimana mengunjungi Engkau, padahal Engkau Tuhan semesta alam?
Allah Ta’ala berfirman: Apakah kamu tak tahu bahwa hamba-Ku si Fulan sakit, mengapa kamu tak mengunjunginya?
Apakah kamu tak tahu, seandainya kamu kunjungi dia kamu akan mendapati-Ku di sisinya?
Hai, anak Adam! Aku minta makan kepadamu, mengapa kamu tak memberi-Ku makan?
Jawab anak Adam; Wahai Rabbku, Bagaimana mungkin aku memberi engkau makan, padahal Engkau Tuhan semesta alam?
Allah Ta’ala berfirman: Apakah kamu tak tahu, bahwa hamba-Ku si Fulan minta makan kepadamu tetapi kamu tak memberinya makan. Apakah kamu tak tahu seandainya kamu memberinya makan niscaya engkau mendapatkannya di sisi-Ku?
Hai, anak Adam! Aku minta minum kepadamu, mengapa kamu tak memberi-Ku minum?
Jawab anak Adam; Wahai Tuhanku, bagaimana mungkin aku memberi Engkau minum, padahal Engkau Tuhan semesta alam?
Allah Ta’ala menjawab: Hamba-Ku si Fulan minta minum kepadamu, tetapi kamu tak memberinya minum. Ketahuilah, seandainya kamu memberinya minum, niscaya kamu mendapatkannya di sisi-Ku.
[HR. Muslim No.4661]

Hadits di atas menujukkan bahwa kurang elok jika seorang muslim hanya menonjolkan keshalihan individual, yang hanya mengutamakan ibadah dalam hubungannya dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dia harus juga memiliki keshalihan sosial yaitu melakukan amalan yang berhubungan dengan sesama manusia. Menghadiri undangan walimatur ursy, menengok kerabat, tetangga, atau sahabat yang sedang sakit, takziah di kala ada tetangga yang meninggal dunia, mengirim makanan kepada tetangga, menyantuni anak yatim dan fakir-miskin, adalah beberapa di antaranya. Muslim yang cerdas juga berusaha untuk menjadi sebaik-baik manusia yaitu yang bermanfaat bagi manusia yang lainnya.

Mengajarkan ilmu kepada orang lain

Muslimah seyogyanya cerdas di semua lini kehidupan dengan menunjukkan keshalilhan individual dan kehidupan sosial. Beberapa contoh sudah saya uraikan di atas. Memang tak ada manusia yang sempurna. Namun setidaknya ada usaha keras untuk meningkatkan kualitas ibadahnya agar sejalan dengan tujuan penciptaan manusia oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Artikel ini saya ikutsertakan dalam Lomba Blog Zakiah Hijab

Abdul Cholik

Abdul Cholik adalah seorang purnawirawan TNI dengan pangkat terakhir Brigadir Jenderal TNI. Ngeblog sejak tahun 2009 dan mempunyai beberapa blog termasuk di kompasiana. Telah menerbitkan lebih dari 20 buku berbagai topik, termasuk buku antologi.
Selain menulis review buku, produk, dan jasa juga sering memenangkan lomba blog atau giveaway.
Pemilik www.abdulcholik.com ini dapat ditemui dengan mudah di Facebook/PakDCholik dan Twitter/@pakdecholik

Latest posts by Abdul Cholik (see all)

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • Alhamdulillaah, Jum'at Mubarak 😍 Hari yang paling baik untuk melakukan amal kebaikan, termasuk beraktivitas yang bernilai ibadah 😉
.
Guys, ngomong-ngomong soal website nih ya, udah mobile responsive (mobile friendly) belum sih websitemu? 😎 Soalnya ini penting banget lho untuk diperhatikan
.
Berdasarkan survey, website yang gak mobile responsive bakal bikin pengunjung "gak jadi" mengunjungi websitemu 😆 Ya iyalahhh malesin kan ya kalau harus ribet dengan tampilan web saat kamu buka lewat hp 😅 Sementara saat ini, kebanyakan user menggunakan hp untuk mengakses internet, termasuk untuk membuka web..
.
Tuh guys, kalau kamu gak pengen web-mu sepi pengunjung gara-gara gak mobile responsive, buruan deh di upgrade supaya lebih mobile responsive 😁
.
#indoblognet #mbcommunication #jumatberkah #jumatmubarak #followme #tips #viral #website #survey

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top