Indo Blog Net

Entrepreneur

Kiat Sukses Calais Tea, Brand Lokal yang Membanggakan

Kisah Sukses Calais Tea, Brand Lokal yang Membanggakan

Mengamati banyaknya brand internasional hadir di mall di Indonesia, CEO Calais Tea Yenni Firdensyh memutuskan membangun Indonesian original brand.

Bagikan Jika Bermanfaat

Mengamati banyaknya brand internasional hadir di mall di Indonesia, CEO Calais Tea Yenni Firdensyh memutuskan membangun Indonesian original brand. Ia ingin brand lokal dikenal dan menguasai pasar di negeri sendiri.

 

Pada 4 Desember 2018 lalu Yenni membagikan kisahnya di Legion Knowledge Festival, Binus University. K-Link Indonesia menjadi salah satu pendukung acara tersebut. Yeni memaparkan, Calais, Artisan Bubble Tea and Coffee, dibuka untuk pertama kalinya pada November 2011 di Kuningan City.

Pada Januari 2017 Calais Tea telah berekspansi menjadi 43 outlet di seluruh Indonesia, diantaranya Jakarta, Padang,  Makassar, hingga Manokwari. Remaja, orang dewasa, dan keluarga menjadi target market Calais Tea.

Yenni kembali ke Indonesia tujuh tahun yang lalu setelah delapan tahun menetap di Seattle. Saat itu ia melihat belum banyak brand lokal. Itu adalah peluang. Yenni mencontohkan brand lokal Singapura yang menguasai pasar di negaranya sendiri. Berbeda dengan perusahaan besar yang memutuskan membawa brand internasional ke Indonesia. Pertimbangannya adalah belum ada brand lokal dengan kualitas baik.

Yenni berkomitmen memiliki brand sendiri. Ketika itu ia belum mengetahui bidang usaha yang akan digeluti, entah itu F&B atau engineering. Yenni yang menyukai bubble tea melihat belum ada usaha bubble tea di Indonesia. Bermodalkan tabungan yang dikumpulkan selama empat tahun bekerja di Amerika, Yenni membuka Calais Tea.

Dibalik Nama Calais Tea

Mengapa memilih nama Calais sebagai brand? Yenni menyampaikan, perlu dipikirkan visi dan misi saat membuat bisnis. Ia ingin brandnya merepresentasikan dua hal tersebut, yakni menjadi pembuka pintu untuk brand lokal lainnya. Jika Calais Tea dibuka di mall, mungkin ada brand lokal lain yang melakukan hal yang sama.

Calais merupakan nama kota di Perancis yang terletak di perbatasan Inggris. Calais menjadi pintu gerbang ke Perancis. “Fakta itu membuat kami merasa nama Calais sesuai dengan visi dan misi kami,” kata Yenni.

CEO Calais Tea Yenni Firdensyh membagikan kisahnya di Legion Knowledge Festival, Binus University. K-Link Indonesia menjadi salah satu pendukung acara tersebut.

Di hadapan mahasiswa Binus University, Yenni membagikan perspektifnya mengenai entrepreneurship. Dalam pandangannya, entrepreneurship tidak selalu berkaitan dengan kepemilikan bisnis atau brand. Entrepreneurship itu sebenarnya karakter yang perlu dijaga. Terkadang orang cenderung ingin membuka bisnis. Alhasil professional career tidak dilirik.

“Banyak CEO perusahaan besar atau professional dengan jabatan yang bagus memiliki mindset entrepreneurial. Sementara itu banyak juga pebisnis yang tidak mempunyai karakter entrepreneurship,” ujar Yenni, lulusan Teknik Industri, University of Washington.

Yenni mendorong mahasiswa Binus University memiliki angan-angan. Menurutnya, modal awal menjadi entrepreneur, entah itu membuka bisnis atau karier bukan uang melainkan karakter. Mahasiswa bisa mempertajam karakter itu di bangku kuliah dengan lebih banyak belajar. Apalagi semakin dewasa, semakin banyak tantangan. Sebagaimana tantangan yang dihadapi Calais Tea dalam aspek SDM dan kompetisi.

SDM terkait dengan membentuk tim yang mempunyai visi dan semangat yang sama sehingga mampu bersama-sama menghadapi permasalahan. Yenni menilai diperlukan tim dalam bekerja. Sementara itu terkait kompetisi, bagaimana caranya brand lokal menghadapi persaingan dengan brand internasional.

Saat Calais Tea pertama kalinya dibuka, Yenni mengundang teman-temannya yang sebagian besar berasal dari daerah. Setelah mencoba sejumlah menu, mereka menanyakan perihal  franchise Calais Tea di daerah. Padahal saat itu Yenni tidak memiliki ekspektasi apapun. Ia ingin menjalani proses dalam berbisnis setahap demi setahap.

Selanjutnya Yenni memutuskan membuka Calais Tea di luar kota. Sambutannya bagus lalu dibuka di kota lain, seperti snowball yang terus menggulung. “Calais Tea itu awalnya berkembang di daerah. Tahun 2019 nanti kami ingin lebih mengembangkan usaha di Jakarta,” tutur Yenni.

Kiat Sukses Calais Tea

Calais Tea sebagai brand lokal selalu mengkreasikan menu-menu dengan lidah Indonesia. Selain itu Calais Tea berhati-hati dalam pemilihan bahan. Beberapa bahan didatangkan dari negara lain. Salah satu bahan yang diperhatikan Yenni adalah pemanis. Calais Tea tidak menggunakan pemanis buatan, melainkan organic palm sugar yang aman untuk penderita diabetes.

Calais Tea dibagi menjadi Calais Cafe dengan pilihan menu bubble tea, kopi sampai pastry dan Calais Tea Bar yang menawarkan konsep take away dan express dengan pilihan menu yang tidak sebanyak Calais Cafe. Latar belakang pembagian tersebut adalahh adanya perubahan lifestyle. Dulu Calais Tea hanya ada di mall. Kemudian didirikan Calais Tea Bar untuk menawarkan kemudahan dalam berbisnis kepada para pemegang franchise.

Calais Tea, alternatif tempat hang out. (Sumber foto: www.instagram.com/calaistea/)

Yenni memaparkan, seorang entrepreneur atau owner justru harus lebih rajin dan bersemangat dibandingkan timnya. Mereka harus menjadi pemimpin yang berpikiran positif dan gesit. Itu tantangan untuk anak muda. Oleh karena itu penting sekali kita belajar dari leader lain.

Yenni mencontohkan Bill Gates dan Melinda Gates yang selalu menyemangati dan melayani orang lain. Selain itu Jack Ma dengan grit atau ketekunannya yang luar biasa. Ia membangun Alibaba saat internet belum masuk ke China.

Yenni menilai penting sekali menjalin networking terutama dengan mereka yang memiliki visi, misi, dan work ethics yang sama. Selain itu kita harus mengetahui alasan yang kuat dalam berbisnis. Hal itu yang membuat kita selalu semangat dalam berjuang. Yenni membagikan pengalamannya yang pernah gagal dalam berbisnis.

Menurutnya, jangan pernah malu ketika mengalami kegagalan. Kita tidak akan pernah belajar jika tidak gagal. Masalah adalah ujian dalam kehidupan. Menuju kesuksesan itu butuh waktu yang lama. “Grit itu  penting sekali. Latih terus diri kalian sebab karakter entrepreneurship itu bisa mulai dibangun di masa kuliah,” ujar Yenni.

kisah sukses kalais tea

Sebagai bentuk apresiasi K-Link Indonesia terhadap UKM yang inspiratif, K-Link Indonesia memberikan goodie bag produk K-Link untuk CEO Calais Tea, Yeni Liu.

 

Ignasia

Saya Ignas, hobi membaca dan menulis. Bagi saya, setiap hari adalah kesempatan baru untuk mempelajari hal-hal menarik.
Bagikan Jika Bermanfaat

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • Kuis Bola berhadiah ratusan ribu rupiah. 
Cara ikutan: 
Jawab pertanyaan berikut di dalam form 👳 Wajah siapakah dalam potongan puzzle ini ⚽ Apa nama stadion dalam puzzle slide tersebut.

JAWAB PERTANYAAN DALAM LINK BERIKUT.
http://bit.ly/AllianzExplorerCamp2019
(ATAU KLIK DI BIO)

MOHON TIDAK MENJAWAB DI KOLOM KOMENTAR.

5 orang beruntung akan mendapatkan uang tunai @100 K setiap minggunya.

Periode kuis: 
Minggu 1 : 19-25 Mei
Minggu 2 : 26 Mei - 1 Juni
Minggu 3 : 2 - 10 Juni
____
Ketentuan kuis: 
Kuis berlaku bagi mereka yang memiliki anak/sepupu/ keponakan/ adek usia 10-16 tahun.
____
Note: 
Bagi yang beruntung dan kebetulan suka bola, bisa diundang untuk seleksi oleh Allianz untuk mengikuti Allianz Soccer Camp ke Jerman dan Singapura
____
#GilaBola #Bola #SepakBola #AllianzExplorerCamp2019 #Allianz #Jerman #Singapura #BolaAnakIndonesia #Kuisbola #GAMei2019 #giveaway #GiveAwayMei2019 #LombaFoto #FotoKontes

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top