lomba blog

Menjadi Muslimah Cerdas yang Tunduk pada Aturan Allah

Jadi wanita itu harus bla bla bla, karena wanita itu bla bla bla

Perempuan itu nggak boleh bla bla bla, tapi harus bla bla bla, supaya hidupnya bla bla bla.

Bagi anda pembaca wanita, dan saat ini tengah membaca tulisan ini, mungkin, beragam saran dan nasehat seperti ilustrasi diatas, telah puluhan kali anda dengar.

Ya. Terlahir sebagai wanita, kita tak hanya dikaruniai dengan beragam anugerah dan kelebihan, namun semakin beranjak usia, ada pelbagai tuntutan dan kewajiban yang harus kita penuhi, sesuai kodrat dan kapasitas kita sebagai wanita. Kewajiban kita sebagai hamba Allah, kewajiban untuk menjaga kehormatan diri, kewajiban untuk melayani suami (bagi yang sudah berumah tangga), kewajiban untuk mendidik dan membesarkan anak-anak (bagi yang sudah memiliki anak), kewajiban untuk merawat orang tua, dan sebagainya. Dan pada diri seorang wanita, kerap disematkan harapan (atau bahkan tuntutan?) untuk menjadi superwoman yang mampu melaksanakan semua tugas dan kewajibannya dengan baik.

Jadi, jangan heran, jika sesuatu yang buruk terjadi di dalam rumah tangga atau keluarga, wanita kerap menjadi pihak yang disudutkan. Suami selingkuh, istri yang dituduh kurang melayani suami, anak terjerumus narkoba, sang ibu yang dianggap lalai mendidik, keuangan keluarga morat-marit, sang ibu juga yang dianggap tidak cakap dalam mengelola finansial.

Jadi, kesimpulannya, menjadi wanita itu…..susah?

Ups. Konklusinya nanti saja ya. Tulisan ini belum selesai. Sebenarnya, nggak hanya kaum wanita, kaum pria pun memiliki sejumlah tanggung jawab dan kewajiban yang tak kalah berat. Di pundak kaum pria, terbeban kewajiban untuk menjadi pemimpin, minimal, memimpin rumah tangga dan keluarganya. Kaum pria, khususnya yang sudah berkeluarga, wajib memimpin dan membawa keluarganya menuju jalan keselamatan dan terhindar dari siksa neraka. Kaum pria bertanggung jawab penuh terhadap mereka yang dipimpinnya : istri dan anak-anak. Jadi, jika istri dan anak-anaknya terjerumus dalam dosa dan maksiat, sang kepala keluargalah, yang pertama-tama akan dimintai pertanggungjawaban di akherat kelak.

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. QS. Al-Tahrim: 6

Ah….sepertinya perbincangan kita rada melebar ya. Mari kita kembali ke pangkal jalan. Ke topik utama dari tulisan ini, yaitu tentang wanita. Lebih fokus lagi, tentang wanita muslimah. Jujur saya akui, menjadi wanita di era modern ini bukanlah perkara mudah. Ada banyak tantangan dan kesulitan yang kerap menjadi penghalang untuk tetap istiqomah dalam menunaikan seabreg tugas dan kewajiban.

Oleh sebab itu, menjadi seorang muslimah yang cerdas adalah keharusan. Kecerdasan bagi seorang muslimah tak hanya menjadi bekal penting untuk menunaikan beragam tugas dan kewajiban, namun juga akan mendatangkan banyak manfaat dan kemaslahatan, diantaranya :

  • Muslimah cerdas adalah sumber daya manusia yang potensial, karena seorang muslimah cerdas memiliki visi dan misi hidup yang jelas, self-control yang baik, tangguh, tidak mudah terprovokasi, mudah beradaptasi dengan lingkungan dan bisa diandalkan
  • Muslimah yang cerdas memiliki potensi besar untuk mendidik anak-anaknya menjadi generasi yang cerdas. Dan di tangan generasi yang cerdas, insya Allah, masa depan bangsa dan negara ini kelak akan menjadi lebih baik.
  • Keluarga adalah madrasah pertama dan utama bagi anak-anak. Muslimah yang cerdas adalah tonggak penting untuk membentuk keluarga yang berkualitas, dan keluarga yang berkualitas adalah elemen penting untuk membangun sebuah bangsa yang berkualitas. Semakin banyak jumlah keluarga yang berkualitas, maka semakin besar pula peluang untuk menuju sebuah bangsa dan negara yang berkualitas
  • Wanita diibaratkan sebagai tiang negara. Jika baik wanitanya, maka baik pulalah negaranya, jika rusak wanitanya, maka rusak pulalah negaranya. Jadi, memiliki muslimah cerdas sebagai tiang negara atau penopang kehidupan, insya Allah akan membawa banyak kebaikan bagi suatu negara

Sebelum kita mulai berbincang tentang kriteria muslimah cerdas, mari kita lihat dulu definisi cerdas. Menurut KBBI, cerdas mengandung dua makna : 1. Sempurna perkembangan akal budinya (untuk berpikir, mengerti, dan sebagainya), tajam pikiran, dan 2. Sempurna pertumbuhan tubuhnya (sehat, kuat).

Dari kedua makna ini, jika disimpulkan, maka cerdas mengacu pada seseorang yang sempurna akal pikirannya dan juga pertumbuhan fisiknya.

Dalam perkembangannya, cerdas ini tak hanya berada di ranah intelektual dan fisik, tetapi juga terus berkembang pada wilayah emosional, sosial dan spiritual. Seseorang dikatakan memiliki kecerdasan emosional apabila ia mempunyai kendali yang baik atas hati dan perasaan, memiliki kepedulian dan empati antar sesama manusia, makhluk lain serta alam sekitar. Seperti yang dikatakan Goleman, bahwa kecerdasan emosional adalah kemampuan seseorang mengatur kehidupannya dengan intelegensi. Kecerdasan sosial terkait dengan kemampuan seseorang untuk berinteraksi sosial secara positif di lingkungan masyarakat. Sementara kecerdasan spiritual pula, erat hubungannya dengan keyakinan seseorang kepada Sang Maha Pencipta, dan bagaimana keyakinan itu menjadi landasan dari setiap amal perbuatannya.

Tentu, untuk memiliki kecerdasan di semua wilayah tersebut (intelektual, fisik, emosional, sosial dan spiritual) bukanlah hal yang gampang. Butuh keteguhan niat, kekuatan tekad dan kerja keras untuk mewujudkannya. Dan sebagai seorang muslimah, satu hal yang harus kita sadari, bahwa segala upaya kita agar menjadi cerdas di semua wilayah tersebut, haruslah tetap bergerak di dalam koridor aturan Allah.

Yup. Inilah keyword dari perbincangan kita : Menjadi muslimah cerdas sesuai ajaran Islam dan tunduk pada aturan Allah.

Lantas, bagaimana kriteria muslimah cerdas yang sesuai tuntunan Islam dan bagaimana pula kiat-kiat untuk mencapainya? Mari kita telisik satu per satu :

sumber : www.pixabay.com

sumber : www.pixabay.com

Pertama, kecerdasan intelektual.

Seorang muslimah dikatakan memiliki kecerdasan intelektual apabila ia memiliki kemampuan yang baik terkait penggunaan akal pikiran, misalnya dalam hal belajar, memahami sesuatu, menganalisa, merencanakan, memecahkan masalah, dan sebagainya.

Tidak semua kita terlahir dengan bibit genetis IQ yang tinggi dan memiliki kemampuan pikiran lebih cepat dan lebih baik dibandingkan orang lain. Namun, hal ini bisa kita upayakan dengan tekun belajar. Apalagi, setiap muslimah diwajibkan untuk menuntut ilmu sesuai anjuran Islam.

“Mencari ilmu itu adalah wajib bagi setiap muslim laki-laki maupun muslim perempuan” (HR Ibnu Abdil Barr).

Ditambah dengan perkembangan zaman yang sangat pesat, membuat setiap muslimah harus senantiasa meng-update ilmu pengetahuan. Jangan sampai kita menjadi muslimah yang gaptek dan ketinggalan zaman.

Tentunya, upaya untuk menjadi muslimah yang cerdas secara intelektual ini, jangan sampai menyalahi aturan Islam.

Kita wajib menuntut ilmu setinggi-tingginya, tetapi bukan ilmu yang membelokkan kita dari ajaran Islam.

Kita diperintahkan untuk menuntut ilmu bahkan hingga ke negeri China, tetapi jangan sampai mengabaikan batasan-batasan syar’i yang harus kita pedomani sebagai seorang muslimah.

Kita dianjurkan untuk terus belajar hingga ajal menjemput, tetapi jangan sampai, kesibukan kita dalam belajar, melalaikan kita dari kewajiban sebagai hamba Allah, sebagai istri, ibu, anggota masyarakat, dan lain-lain.

Dan yang tak kalah penting, usaha kita dalam menuntut ilmu hendaklah dibarengi niat karena Allah dan tujuannya pun adalah untuk menegakkan asma Allah. Maka Insya Allah, kerja keras kita pun akan diridhoi dan dilancarkan olehNya.

Kedua, kecerdasan fisik

Istilah ini mungkin terdengar agak asing, ya? Tetapi, kenyataannya kecerdasan fisik adalah salah satu cabang dari definisi cerdas. Kecerdasan fisik bagi seorang muslimah ditandai dengan kemampuan dalam menjaga kondisi fisiknya agar selalu sehat, bugar, rapi, bersih dan terhindar dari gangguan penyakit.

Kesehatan fisik adalah salah satu karunia Allah yang terbesar. Dan salah satu cara kita mensyukuri karunia ini, adalah dengan menjaganya dengan sebaik-baiknya. Baik menjaga kesehatan maupun keindahannya.

Ada begitu banyak kiat-kiat menjaga kesehatan dan kecantikan dalam Islam yang dapat kita pedomani. Karena Islam, adalah agama yang sangat menjunjung tinggi kebersihan dan keindahan. Diantaranya, pedoman untuk bersuci, mandi, menggosok gigi, mengenakan pakaian yang bersih dan rapi, dan sebagainya.

Dan tentu saja, upaya kita dalam menjaga kesehatan dan keindahan ini, tidak boleh melanggar aturan Islam.

Kita boleh memelihara kecantikan wajah, tetapi tidak boleh melakukan hal-hal yang dilarang, seperti mencabut alis, merenggangkan gigi atau menyambung rambut.

Kita dianjurkan mengonsumsi makanan yang halal dan thayyib untuk menjaga kesehatan fisik, oleh karenanya, kita harus berhati-hati untuk tidak mengonsumsi makanan yang diragukan kehalalannya ataupun yang dapat membawa mudharat pada tubuh.

Kita boleh berhias diri, tetapi tidak boleh menampakkannya pada yang bukan muhrim, tidak boleh berlebihan dan tidak boleh atas dasar ingin dipuji dan menarik perhatian.

Dan hal terpenting yang tak boleh kita lupakan, bahwa upaya untuk memiliki kecerdasan fisik ini harus kita niatkan untuk mensyukuri nikmat Allah dan agar bisa beribadah dengan lebih baik.

Ketiga, kecerdasan emosional

Istilah kecerdasan emosional pertama kali dilontarkan pada tahun 1990 oleh psikolog Peter Salovey dan John Mayer untuk menerangkan kualitas emosional yang penting bagi keberhasilan seseorang. Kecerdasan emosional erat hubungannya dengan karakter positif kejiwaan. Seorang muslimah yang memiliki kecerdasan emosional berarti memiliki kemampuan yang baik dalam me-manage hati, mengendalikan diri, dan memiliki sejumlah karakter positif terkait kondisi psikisnya seperti keberanian, kejujuran, optimisme, kemandirian, dan sebagainya.

Kecerdasan emosional akan berdampak pada pergaulan sehari-hari dan ujud citra seorang muslimah di mata masyarakat. Islam adalah agama yang indah, damai dan membawa keselamatan. Oleh karenanya, sudah menjadi kewajiban kita sebagai seorang muslimah, untuk menampilkan sisi-sisi ini melalui kecerdasan kita dalam mengelola emosi, bertutur kata dan berakhlak perilaku.

Apalagi, sebagai seorang muslimah, kecantikan kita akan terpancar bukan dari kecantikan fisik semata, melainkan dari kebersihan hati, keindahan akhlak dan kehalusan budi pekerti. Untuk itu, sudah menjadi kewajiban kita untuk menjadi muslimah yang cerdas emosional agar dapat membawa pengaruh positif pada karakter kepribadian kita serta hubungan sosial kita di masyarakat.

Ada begitu banyak pelajaran tentang kecerdasan emosional di dalam Islam. Contohnya saja, bagaimana belajar untuk selalu ikhlas, sabar, dan tawakkal. Meskipun di luar sana, ada banyak ilmu tentang pengendalian emosi menurut versi para ahli, tetap saja, ilmu yang terbaik adalah yang langsung bersumber dari Sang Maha Pemilik Ilmu. Ilmu yang telah Ia titipkan dalam kitab suciNya Al-Quranul Karim. Oleh karenanya, setiap muslimah harus belajar memiliki kecerdasan emosional berdasarkan ilmu yang diajarkan oleh Islam.

Satu hal yang harus selalu kita tanamkan, bahwa nawaitu kita untuk memiliki kecerdasan emosional adalah dalam rangka melaksanakan ajaran Islam dan menegakkan keindahan Islam. Kita juga tak boleh lupa berdoa kepada Allah, mohon kepadaNya agar tidak tergelincir, karena Allah adalah Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, maka hanya kepadaNya kita bermohon agar kebaikan dalam hati kita tetap terjaga, dan terhindar dari virus-virus yang berpotensi mengganggu upaya kita untuk memiliki kecerdasan emosional yang baik. Sungguh, tiada tempat yang lebih baik untuk meminta penjagaan hati selain hanya kepada yang menciptakannya.

Keempat, kecerdasan spiritual

Inilah tingkat kecerdasan tertinggi sekaligus tersulit. Yaitu kondisi di mana jiwa kita mampu membangun diri secara utuh dan mengatasi persoalan dengan kemampuan kita dalam memaknai kehidupan. Di dalam Islam, kecerdasan spiritual ini ditandai dengan keyakinan yang utuh dari pemeluknya terhadap eksistensi Allah swt dibalik setiap kejadian, dan dapat mengambil hikmah dari kejadian tersebut sebagai bekal kehidupan.

Seorang muslimah yang memiliki kecerdasan spiritual, dapat kita lihat ciri-cirinya melalui beberapa indikator berikut ini : a) berpikiran jernih b) bersikap bijak c) memiliki wawasan dan sudut pandang yang luas d) Selalu termotivasi untuk menjadi lebih baik e) tidak egois f) berempati dan menghargai orang lain g) selalu bersyukur h) taat beribadah i) sabar dan tawakkal j) tidak gampang mengeluh dan terpuruk   k) dan lain-lain.

sumber : www.pixabay.com

sumber : www.pixabay.com

Untuk meraihnya, inilah beberapa hal penting yang harus kita bangun :

  • kekokohan iman dan keyakinan kita kepada Allah,
  • menjadikan Allah swt sebagai satu-satunya tujuan hidup,
  • kesadaran bahwa Allah swt selalu membersamai langkah kita serta tak pernah luput sedetik pun mengawasi setiap perbuatan kita.
  • Upaya istiqamah untuk melaksanakan segala perintahNya dan menjauhi laranganNya

Wah….berat juga ya ternyata, untuk jadi muslimah yang cerdas?

Berat atau tidak, semuanya tergantung ketulusan niat kita. Dengan niat yang tulus, insya Allah langkah kita akan terasa lebih mudah. Dengan niat yang tulus, insya Allah upaya kita akan diberkahi dan dilancarkan olehNya. Dengan niat yang tulus, motivasi kita akan selalu terjaga. Dan dengan niat yang tulus, insya Allah segala upaya kita akan menuai hasil yang kita harapkan.

Pingin jadi muslimah cerdas tanpa dibayang-bayangi rasa berat untuk mencapainya? Kita bisa mengupayakannya dengan melakukan amalan rutin. Berikut adalah 7 (tujuh) aktivitas yang bisa kita amalkan secara rutin, yang insya Allah dapat mendekatkan kita pada tujuan untuk menjadi muslimah yang cerdas sesuai ajaran Islam :

  1. Membaca Al-Quran
sumber : www.ummi-online.com

sumber : www.ummi-online.com

Al-Quran adalah pedoman hidup umat Islam dan sumber ilmu tertinggi. Oleh karenanya, yuk biasakan membaca Al-Quran dan tafsirnya setiap hari. Lebih baik lagi jika mampu menghapalnya. Penelitian membuktikan, bahwa membiasakan membaca Al-Quran setiap pagi akan membuat pikiran kita lebih cerdas. Dengan rutin membaca Al-Quran dan mempelajari isinya, benak kita akan selalu terisi dan tercerahkan dengan ilmu-ilmu yang bersumber dari Sang Maha Pemilik Ilmu, hati akan selalu memperoleh ketenangan, iman kita pun akan bertambah. Dengan demikian, membaca Al-Quran sangat bermanfaat untuk mengasah kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional dan sekaligus spiritual. Dan dengan mengamalkan isinya, insya Allah hidup kita akan memperoleh keselamatan.

Abdullah bin Abbas ra berkata: “Allah telah menjamin bagi siapa yang mengikuti Al Quran, tidak akan sesat di dunia dan tidak akan merugi di akhirat.”

  1. Beribadah

“Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyaat [51]: 56)

Menjalankan ibadah adalah kewajiban setiap muslim dan muslimah. Manfaat ibadah dalam Islam, seperti sholat, zakat, puasa, dan lain-lain untuk meningkatkan kecerdasan intelektual, fisik, emosional, dan spiritual telah banyak dibahas dalam berbagai literatur. Akan terlalu banyak jika kita uraikan di sini. Satu contoh, ibadah puasa yang sedang kita jalani saat ini, adalah ibadah yang bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan tubuh dan detoksifikasi (kecerdasan fisik), melatih kesabaran (kecerdasan emosional), mengasah empati (kecerdasan sosial), dan juga meningkatkan hubungan kita dengan Sang Pencipta (kecerdasan spiritual).

Satu hal yang penting untuk kita sadari, ibadah harus kita laksanakan dengan sungguh-sungguh, khusyu dan semata-mata mengharapkan keridhoan Allah, sehingga manfaat ibadah untuk meningkatkan kecerdasan secara holistik pun akan tercapai.

  1. Membaca buku

Semua pasti setuju, bahwa rajin membaca buku adalah cara efektif untuk menjadi cerdas. Terutama buku yang bermanfaat dan mengajak kita untuk lebih memahami karunia Allah. Sebagaimana dilansir oleh www.manfaat.co.id, buku memiliki banyak manfaat untuk meningkatkan kecerdasan secara holistik, sebagai berikut :

–   kecerdasan intelektual

  • menambah wawasan,
  • memperkaya kosakata,
  • Meningkatkan memori
  • Melatih keterampilan berpikir dan menganalisa
  • Meningkatkan fokus dan konsentrasi

–  Kecerdasan emosional

  • Menstimulasi mental
  • Mengurangi stress
  • Mendorong motivasi

–  Kecerdasan sosial

  • Meningkatkan empati
  • Meningkatkan hubungan sosial

–  Kecerdasan fisik

  • Mencegah penurunan kemampuan fungsi kognitif

–  Kecerdasan spiritual

  • Meningkatkan kemampuan memahami ciptaan dan hikmah Illahi

Jadi, yuk biasakan membaca buku setiap hari, meski hanya beberapa lembar asalkan rutin, insya Allah akan sangat bermanfaat untuk meningkatkan kecerdasan kita secara holistik.

  1. Introspeksi dan bertaubat

Mari luangkan waktu setidaknya beberapa menit setiap hari, khususnya menjelang tidur untuk merenungi apa yang sudah kita jalani seharian. Akan ada banyak pertanyaan yang muncul dalam momen introspeksi ini : kenapa hari ini saya masih mengeluh? Kenapa hari ini saya mengalami hal yang buruk? Kenapa hari ini ibadah saya menurun? Kenapa hari ini saya merasa gelisah? Dan lain-lain.

Sekian menit yang kita gunakan untuk introspeksi, akan menyadarkan kita tentang betapa besar rahmat Allah dan limpahan karuniaNya, betapa banyak kekurangan diri kita dalam mensyukuri dan mengabdi kepadaNya, dan betapa setiap peristiwa menyimpan hikmah berharga andai kita mau sejenak merenungkannya. Lalu barengilah dengan istigfar dan janji untuk bertaubat terhadap kesalahan yang sudah kita lakukan. Seorang penulis berkebangsaan Belanda, Francistal, dalam tulisan yang dimuat dalam majalah Islam yang diterbitkan oleh Jam’iyah Islamiyah di Inggris berkata: “Taubat dalam Islam adalah media bagi seseorang untuk merubah dirinya. Taubat adalah senjata akhlak (etika) yang sangat penting. Di dalam taubat terdapat penyesalan, perubahan, dan peralihan.” (dilansir dari facebook Istigfar Untuk Solusi)

Dengan melakukan introspeksi dan taubat yang sungguh, insya Allah akan memudahkan langkah kita untuk menjadi seorang muslimah yang cerdas secara emosional dan spiritual.

  1. Banyak berinteraksi dengan komunitas yang menebar semangat kebaikan

Lingkungan pergaulan punya dampak yang besar terhadap diri kita. Oleh sebab itu, usahakan untuk selalu berinteraksi dengan komunitas atau orang-orang yang selalu menebar semangat kebaikan dan mengajak kepada kebaikan. Karena sesungguhnya, teman sejati adalah teman yang selalu menginspirasi kita untuk berbuat baik dan bukan sebaliknya.

Agama seseorang sesuai dengan agama teman dekatnya. Hendaklah kalian melihat siapakah yang menjadi teman dekatnya.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi, dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Silsilah Ash-Shahihah, no. 927)

  1. Mengisi waktu dengan hal-hal yang bermanfaat

Hidup hanya sekali. Waktu yang kita lalui pun terasa sangat cepat berlalu. Jadi, batasilah diri dari aktivitas yang kurang manfaatnya dan hanya untuk hura-hura belaka. Sebaliknya, isilah dengan melakukan hal-hal bermanfaat dan membawa perubahan positif pada diri kita.

“Tidak tergelincir dua kaki seorang hamba pada hari kiamat sehingga Allah SWT menanyakan empat hal :

  1. Umurnya, untuk apa selama hidupnya dihabiskan.
  2. Waktu mudanya, digunakan untuk apa saja.
  3. Hartanya, darimana dia mendapatkan dan untuk apa saja dihabiskan.
  4. Ilmunya, apakah diamalkan atau tidak”. (Hadits Hasan, HR. Tirmidzi).
  1. Berdoa
sumber : www.ummi-online.com

sumber : www.ummi-online.com

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, Maka sesungguhkan Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia (benar-benar) berdoa kepada-Ku. Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran” (QS. Al-Baqarah: 186)

Berdoa adalah perintah Allah dan menjadi kewajiban setiap umat Islam. ‘wilayah’ manusia adalah pada usaha. Namun ‘wilayah’ hasil, itu wewenang Allah. Maka, sudah menjadi kewajiban kita sebagai hambaNya untuk memohon agar upaya kita diberkahi olehNya dan dilancarkan hingga ke tujuan, termasuk upaya kita untuk menjadi muslimah yang cerdas.

Demikianlah opini saya tentang menjadi muslimah cerdas yang tunduk pada aturan Allah serta bagaimana langkah-langkah untuk menggapainya. Langkah demi langkah yang sampai hari ini, masih saya tapaki dengan tertatih-tatih.

Sebagai penutup, saya kutip quote dari teman facebook saya Indira Kurnia Afiyati, untuk menjadi renungan kita para muslimah :

“Cantikkan Akhlakmu, Indahkan Tutur Katamu hingga Allah dan makhlukNya mencintaimu.”

Semoga tulisan ini bermanfaat. Dan mari kita sama-sama berupaya menjadi muslimah yang cerdas sesuai ajaran Islam dan tunduk pada aturan Allah.

 

 

riawani elyta

Riawani Elyta. Penulis novel dan non fiksi. Mentor Kelas Menulis Novel online Smart Writer. Book Blogger. Contest-Hunter Blogger.
Riawani Elyta memulai passion menulisnya pada tahun 2008 dengan memenangi lomba Cerber Femina. Sejak itu, antusiasnya untuk menekuni dunia kepenulisan terus berlanjut. Sampai hari ini, ia telah menghasilkan 16 novel, 4 nonfiksi yang ditulis secara duet, juga lebih dari 20 antologi.

Passion lainnya dalam dunia menulis ia salurkan di blog pribadinya www.riawanielyta.com. Blog yang isinya didominasi oleh resensi buku, sesuai hobinya sejak kecil yaitu membaca buku.

Pada tahun 2015 lalu, bersama Leyla Hana, ia merintis kursus menulis online Smart Writer, yang membimbing para peserta untuk menulis buku, baik fiksi maupun nonfiksi secara online. Sampai saat ini, kursus menulis ini telah dibuka sampai angkatan keempat. Selain memberikan bimbingan online menulis buku secara privat, kursus ini juga membagikan tips-tips menulis yang dapat diakses secara gratis melalui blog www.smartnulisblogspot.co.id.

Dalam kesehariannya, Riawani Elyta yang akrab dipanggil Lyta ini adalah seorang istri dan ibu dari 3 orang anak, dan bekerja sebagai PNS di Kabupaten Bintan.

Penggemar berat minuman cappuccino ini bercita-cita ingin concern dalam menulis buku, meningkatkan minat baca buku masyarakat Indonesia sekaligus membantu para calon penulis menggapai impian mereka dalam menulis buku.

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • Good morning, sahabat Indoblognet 😁 Jangan lupa siapkan amunisi (sarapan) terbaikmu pagi ini, supaya aktivitasmu kuat dan semangat 💪🏃
.
Guys, tau gak siiih, postingan yang mengandung unsur pertanyaan, lebih besar kemungkinannya untuk direspon dibandingkan postingan non question, lho 😄
.
Hihi, iya juga sih, kita seringkali "tergelitik" untuk ikut menjawab pertanyaan yang diajukan, ya 😂 Apalagi kalau pertanyaannya memang "mancing" banget 😅
.
Jadi, salah satu tips nih guys, kalau kamu pingin bikin postingan yang lebih direspon, buatlah postingan question posts 😉
.
#mbcommunication #indoblognet #morning #tuesday #instagram #instadaily #viral #followme #tips

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top