lomba blog

Menjadi Ibu Idaman Buah Hati, ala Mamah Muda

MENJADI IBU IDAMAN BUAH HATI, ALA MAMAH MUDA. Pernahkah terbayangkan, mempunyai ibu seperti ibunya si X, si Y, bahkan si Z? Atau pernahkah terpikirkan, kelak jika aku menjadi seorang ibu, aku ingin seperti ibu itu, atau ibu ini? Jujur, dalam benak saya, saya pernah memikirkannya. Saya pernah berangan, mbok mamaku seperti mamanya dia. Bahkan saya juga pernah berpikir, aku ingin seperti ibu itu, biar nanti anak aku senang. Dan bla… bla…

Tapi itu semua dulu. Iya, dulu sebelum saya menikah dan punya anak. Kalau sekarang? Buat saya, ibu saya adalah ibu terbaik. Ibu yang mengandung, melahirkan dan mendidik saya hingga saya seperti saat ini. Ibu yang bisa menjadi tempat saya bermanja sekaligus menjadi teman setia mencurahkan isi hati. Meski saya tidak bisa berdusta, sempat dan pernah berbeda pendapat antara saya dan ibu, pernah pula bertengkar. Tapi bagaimanapun keadaan itu, beda pendapat hingga pertengkaran terjalin, ibu tetaplah tempat yang selalu saya cari dan tempat saya kembali dalam pelarian atas rasa kesal.


Lantas, sudahkah saya menjadi ibu yang baik?


Definisi ibu yang baik itu relatif. Tergantung pribadi masing-masing. Bahkan dulu saya sempat berfikir, ibu yang baik itu yang melahirkan secara normal, memberi ASI ekskluif, MPASI-nya homemade, fulltime mom dan tidak bekerja di luar. Pokoknya, ibu yang baik itu yang Cuma dan hanya mengabdikan diri pada keluarga serta cukup menggadaikan ijazahnya pada suami.

Tapi itu dulu, ya. Sebelum saya menemukan quote di bawah ini :

blogger-image-1470306309

Dan jika melihat definisi ibu yang baik versi saya dulu, jelas sekali saya ini bukan ibu yang baik. Kenapa? Saya melahirkan anak saya secara SC, saya memberikan anak saya ASI campur sufor, MPASI-nya anak saya bukan homemade dan saya bukan fulltime mom melainkan working mom. Bahkan saya menitipkan anak saya ke ibu saya tatkala saya bekerja.


Lantas, salahkah?


Menjadi ibu yang baik atau tidak itu pilihan. Kita tidak bisa mengatakan ibu yang melahirkan SC itu bukan ibu yang baik. Kenapa? Keadaan seorang individu satu dengan yang lain itu berbeda. Seperti saya misalnya, saya melahirkan anak saya secara SC karena vonis dokter, panggul saya sempit. Kalau panggul sempit, apa ya harus dipaksa lahiran normal? Ada juga kasus lain, ibu yang melahirkan secara SC karena air ketuban sudah habis atau posisi anak sungsang, apa ya harus ditunggu sampai bisa lahiran normal?

Menurut saya, lahiran SC itu menurut kondisi ibu dan bayi. Jika memang harus SC, kenapa tidak? Yang penting ibu dan bayi selamat. Karena bagi saya, ibu yang baik bukanlah ibu yang harus melahirkan normal, melainkan seorang ibu yang memilih yang terbaik untuk anaknya. Jangan dikira melahirkan SC itu tidak sakit, tidak butuh perjuangan. SC itu sakit dan pemulihannya lebih lama.

Sementara ibu yang memberi ASI plus sufor atau bahkan sufor saja, apakah ibu itu bukan ibu yang baik? Kembali ke penjelasan di atas, kondisi setiap individu itu sendiri-sendiri dan kita tidak bisa menyamaratakan. Ada loh seorang ibu yang ASI-nya sedikit bahkan ada yang ASI-nya sama sekali tidak keluar (teman saya mengalaminya).

Begitupun ibu yang memberi anaknya MPASI buatan pabrik sampai ibu yang bekerja. Semua itu adalah pilihan. Dan bagi saya, ibu yang baik itu adalah ibu memberikan yang terbaik untuk anaknya. Bukan memaksakan kehendak yang tidak sesuai kenyataan, melainkan yang memberikan suatu hal yang terbaik atas kenyataan yang ada.

 

Menjadi ibu yang baik, bagi saya tidaklah mudah. Berusaha selalu tampil baik dalam suatu kondisi dan bahkan terkadang harus menekan keegoisan.

Bagi saya pribadi. Menjadi ibu yang baik itu adalah keadaan di mana saya bisa merawat dan membesarkan anak saya menjadi diri sendiri dan bertindak yang terbaik sesuai dengan keadaan saya. Selalu berusaha menjadi ibu yang diidamkan anak agar kelak anak selalu rindu dan mencari saya serta tidak menginginkan ibu yang lain.


Ibu idaman ala mamah muda…


Judul 2

Saya mempunyai beberapa kriteria menjadi ibu idaman. Ini menurut pengalaman saya  menjadi seorang anak sekaligus impian saya menjadi seorang ibu loh, ya?

  1. Mengajari anak bersikap lemah lembut penuh kasih sayang, sopan dan pemberani

Karena anak saya lelaki, pemberani itu adalah suatu sikap yang harus dimilikinya. Agar kelak, anak saya tidak menjadi lelaki yang penakut. Akan tetapi, di balik sikap beraninya, dia tetap menjadi sosok yang lemah lembut dan penuh kasih sayang, serta memiliki sikap sopan santun.

  1. Tidak membentak, memarahi apalagi membandingkan anak dengan anak lain

Membentak dan memarahi anak itu bukanlah suatu tindakan yang baik. Saya tahu, seorang anak itu terkadang menjengkelkan, apalagi kalau sudah nakal tingkat tinggi atau punya keinginan yang harus dituruti. Tapi membentak dan memarahinya itu bukan suatu alternatif. Karena membentak dan memarahi hanya akan menjadikan anak bertambah marah. alangkah lebih baik jika kita menasehatinya secara sabar, berbicara secara lembut dari hati ke hati.

Lantas membandingkan dengan anak lain? Setiap anak terlahir dengan sikap dan talenta yang berbeda. Bukan hal yang baik jika kita sebagai orang tua justeru membandingkannya dengan anak lain. Alangkah lebih baik, jika kita selalu bangga atas prestasinya dan selalu mensupportnya dikala dia terjatuh.

  1. Tidak selalu menuruti keinginan anak

Menuruti setiap keinginan anak itu juga bukan hal yang baik. Karena itu hanya akan memanjakannya. Ada kalanya permintaannya langsung dituruti, ada kalanya juga permintaannya dituruti dengan syarat (misal ingin beli itu tapi dibelikan kalau dia bisa rangking satu) dan ada kalanya juga permintaannya sma sekali tidak kita turuti.

  1. Menjadi pendengar yang baik ketika anak berkeluh kesah

Kalau anak punya keluhan, lebih baik didengarkan. Jangan sampai dia merasakan terabaikan apalagi malah memilih curht kepada orang lain.

  1. Our time bersama anak

Our time ini adalah suatu hal wajib bagi saya yang juga bekerja. Haari libur dan waktu sepulang kerja adalah milik anak. Jangan sampai anak merasa terabaikan dan tidak dekat dengan orang tuanya. Tidak ada salahnya selalu meluangkan waktu untuk anak, seperti : bermain berdua bersama anak, mengajaknya jalan-jalan atau berbelanja.

5 hal di atas adalah hal-hal yang saya lakukan agar saya bisa menjadi ibu idaman bagi anak saya. Berusaha sabar menghadapi anak, berusaha memberikan yang terbaik.

Nah, di atas adalah definisi ibu yang baik ala saya sekaligus hal-hal agar saya bisa menjadi ibu idaman. Kalau definisi ibu yang baik dan hal-hal agar menjadi ibu idaman ala ibu-ibu di luar apa? Yuk berbagi cerita…

 

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • Cara termudah untuk menghasilkan konten visual yang bagus adalah: buat konten yang memiliki keterikatan dengan audiens, mengandung unsur emosional, dan juga orisinal .
.
.
DOUBLE TAP IF YOU AGREE
.
.
.
#indoblognet #mbcommunication #trendingpost #popularpost #viralpost #content #brandingcontent

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top