Wisata

Menikmati Kebun Teh Wonosari Lawang dengan Cara Berbeda

Kebun Teh Wonosari Lawang

Tidak salah tubuh ini terdampar dihamparan hijaunya kebun. Kebun yang segar, sejuk, dan menenangkan bila mata menatapnya lama. Tubuh pun jadi ingin berlama-lama di tempat ini.

Kesan pertama yang keluar ketika memasuki daerah Kebun Teh Wonosari Lawang, adalah segar, sejuk, damai, dan tenang. Tempat yang menurut saya sangat pas untuk relaksasi diri, mengisi energi positif, bersantai, dan menghasilkan karya.

Saya ke sini bersama lima orang teman dengan menggunakan mobil, yaitu Doni, Rohman, Mas Jaya, Mas Kukuh, dan Novi. Sebenarnya niatan awal kami tidak ke sini. Namun sesuatu terjadi, yang membuat kami segera memutuskan ke tempat ini.

Saya sendiri, ke Kebun Teh Wonosari sudah dua kali. Jadi Kamis (14/1/2016), adalah ketiga kalinya saya menginjakkan kaki ke sini.

Walau begitu, rasa bosan tidak ada dalam pikiran. Namun yang ada hanyalah kerinduan untuk menyapa dan merasakan kembali alam yang hijau dan segar.

Kami berkeliling di kebun teh, menyentuhnya, mengabadikan momen, berjalan diantara tanaman teh satu dengan lainnya, dan bersenda gurau. Serta tak lupa menghirup kuat-kuat udara segar sekitar, dan mengeluarkan dengan pelan-pelan. Hem… segar dan sejuk.

Kami semua ingin berlama-lama menikmatinya, sampai-sampai bermimpi memiliki rumah yang dekat dengan hamparan kebun teh. “Enak ya kalau punya rumah di sini,” ucap Mas Kukuh. Teman-teman yang lain, langsung membenarkan ucapan Mas Kukuh, “Iya mas, saya juga ingin seperti itu.”

Sepanjang perjalanan saya tak henti-hentinya menikmati panorama kebun teh dan mengabadikan momen yang ada dalam bentuk foto dan tulisan. Semua indra saya gunakan untuk merekam.

Mata melihat hijaunya kebun teh yang menyejukkan, hidung menghirup udara yang segar, telinga mendengarkan simfoni nyanyian alam, serta organ lainnya menikmati dengan khidmat sensasi alam.

Relaksasi alam yang membuat hati damai dan pikiran segar. Saya biasanya suka menikmati alam, saat pagi atau menjelang senja, sambil menutup mata, menghirup udara kuat-kuat, dan mengeluarkannya pelan-pelan. Rasanya nikmat dan menenangkan.

Apakah Anda pernah mencobanya? Jika belum, cobalah, rasanya nikmat sekali.

Perjalanan kami menyusuri kebun teh berhenti disemacam gubuk, yang terbuat dari kayu. Kami duduk di sana, sambil melepas lelah, dan menikmati jajanan yang telah disiapkan.

Sambil menikmati jajanan, kami berbincang-bincang banyak hal, tentang organisasi yang kami masuki, yaitu GSKB (Gerakan Sadar Kebaikan Buku). Sebuah organisasi yang fokus pada anak-anak yatim piatu sebagai sasaran program. Di mana anak-anak panti tersebut bukan kami jadikan sebagai obyek, namun subyek. Sehingga mereka bisa berekspresi dan berkembang.

Walau dalam proses perbincangan kemarin sampai pada kondisi yang menegangkan, tapi alhamdulillah bisa tetap santai. Kami masih bisa tertawa.

Dari sini saya tahu, jika memang berdiskusi di alam terbuka itu sangat nikmat dan bisa mengakrabkan satu sama lain. Makanya saya suka diskusi-rapat di ruang terbuka, daripada ruang tertutup.

Soalnya kalau di ruang terbuka pikiran juga ikut terbuka. Alhasil inspirasi hingga ide mengalir dengan lancar.

Pantas jika alam adalah guru kehidupan, dia mengajarkan banyak hal kepada manusia. Sayangnya tidak semua manusia, menyadari jika alam adalah guru.

Kebun teh Wonosari sendiri berada di Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang.  Kalau dari Lawang jaraknya ± 6 Km. Terletak diketinggian antara 950-1.250 mdpl.

Ke sini bisa ditempuh dengan sepeda motor, mobil, ataupun angkot (angkutan umum). Jika Anda dari Malang, naiklah angkot ke Terminal Lawang, setelah itu naik angkot lagi ke arah Kebun Teh Wonosari.

Perjalanan kemarin memberikan kesimpulan, jika tempat semacam ini sebenarnya, sangat disayangkan untuk lokasi selfie semata.

Karena dari tempat ini, banyak hal hebat yang bisa didapatkan. Seperti inspirasi-terciptanya ide, lokasi pas untuk diskusi hingga belajar tentang kehidupan.

Walaupun kemarin saya melihat beberapa orang berfoto ria di sini, tapi alhamdulillah masih terjaga. Semoga wisata Kebun Teh Wonosari, tetap terjaga kesejukannya.

Esok, saya ingin kembali, membuat cerita yang berbeda.

Kebun Teh Wonosari Lawang

Per orang masuk saat tidak hari libur Rp 10.000,-

Parkir mobil Rp 5.000,-

Di sini Anda bisa menginap, berenang, outbound, jalan-jalan di antara kebun teh, serta tersedia toko oleh-oleh.

 

Sandi Iswahyudi

Blogger Malang, yang memiliki dua blog, yaitu sandibrand.com dan mbolang.com yang khusus tentang traveling. Selain sebagai blogger, juga penulis konten dan reporter. Pembelajar, suka membuat kegiatan yang kreatif, dan aktif dibeberapa kegiatan sosial. Mimpinya keliling Indonesia, baru dunia.

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • Desain website yang menarik memang bikin pengunjung web jadi lebih betah sih, ya 😁 Makanya sebagian orang memilih untuk "bye-bye" saat berkunjung ke web yang desainnya "malesin" alias gak bikin pengunjung nyaman. Kalian gimana? 😀
.
.
.
#indoblognet #mbcommunication #desainweb #layout #website

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top