Film

Mengungkap Pro dan Kontra Film My Generation, Pantaskah Ditonton?

Baru saja beberapa minggu trailer film My Generation ditayangkan, ternyata mendatangkan pro dan kontra.

Antusiasme masyarakat dari berbagai kalangan cukup besar. Mereka langsung menanggapi dengan menonton video berdurasi pendek itu. Begitu ramai berkomentar, menilai dari dua sisi, yaitu setuju dan tidak setuju.

Ada yang setuju dan memaklumi. Menganggap film ini akan bagus ditayangkan sebagai kritikan pada renggangnya hubungan orangtua dan anak, ada yang setuju film ini ditayangkan sebagai cermin kemunduran kehangatan keluarga, dan berharap akan ada solusinya.

Tentu saja ada yang sinis, menebar protes, tegang, nyolot. Menganggap film ini sampah karena mempertontonkan aurat dan kenakalan remaja. Gak penting ditayangkan, masih banyak prestasi baik pada remaja yang perlu diangkat. Bahkan ada yang menganggap film ini akan memberi contoh buruk sebab bisa saja akan diikuti remaja untuk semakin membantah orangtua dan guru.

Hmm.. menarik. Wajar sih, semua pasti ada pro dan kontra.

Membuatku penasaran, bagian mana sih yang dianggap sampah? Bagian apa sih yang bisa diambil manfaatnya? Bukankah banyak film-film remaja yang juga tayang bersamaan? Kenapa film My Generation ini banyak dikritik negatif?

Coba cek deh…

Sambil berfikir tenang dan santai, aku cuma bergumam: “oalah, begitu toh”, mencoba menetralkan kedua sudut pandang. Berhari-hari kuikuti informasi proyek film ini melalui instagram para pemain, sutradaranya, produsernya, maupun media sosial film itu sendiri melalui hastag #mygenerationfilm, #filmmygeneration, #nontontrailermygeneration, supaya lebih jelas alasan film ini dibuat.

Mengungkap Fakta Pro dan Kontra Jaman Now

Pro dan kontra ini sejujurnya bukan cuma pada anda, tetapi juga ada pada pikiranku. Memang sih ada beberapa adegan yang kurang ‘sreg’ dengan budaya ketimuran kita. Rambut yang dicat, paha perempuan kemana-mana, mini-mini di kolam renang, coret-coret dengan kata kasar, berteriak, kabur dari rumah, pulang malam, menjawab omongan orangtua, berdua-duaan di dalam kamar, dan lainnya.

Hufftt… kesannya nakal, harus cari tahu cara mengatasinya.

Tapi bagaimana pun, sepertinya film ini mengajak kita untuk saatnya membuka mata dan mencari solusi. Bukan masa bodoh dan menganggap itu hal yang tak perlu dirangkul atau diabaikan saja, huss..huss..

Bersyukur jika kita berada di dalam keluarga yang bahagia, tetapi bagaimana dengan anak-anak remaja yang broken home?

Rasanya tidak adil jika kita bisa langsung menilai sesuatu hanya dari kulitnya saja. Video trailer ini cuma berdurasi gak lebih dari 5 menit lho, mana mungkin bisa dinilai secara sempurna kalau belum nonton filmnya seluruhnya?

Menurutku, di dalam film ini ada beberapa kritikan mengenai sistem pendidikan dan ukuran masa depan yang sudah kurang cocok dengan kehidupan sekarang. Dulu, seseorang yang pandai matematika dianggap akan memiliki masa depan cerah, sukses, kaya.

Dulu, seorang yang pandai matematika dianggap akan memiliki masa depan cerah. Sekarang, bidang seni dan kreatifitas pun tak kalah menjanjikan hidup yang cerah.

Sekarang label itu gak bisa begitu, ternyata bidang seni dan kreatifitas tak kalah menjanjikan kesuksesan, apalagi didukung kemudahan internet. Lihat saja Youtube, Kaskus, Facebook, Google, Traveloka, Ojek Online, pendirinya sukses menjadi milyuner karena kreatifitas dan berani mendobrak hal yang tak biasa.

Begitu pun sutradara Upi langsung mengklarifikasi meredam pro dan kontra melalui konfrensi pers, pada instagramnya, mengungkap bahwa film ini memberikan fakta nyata, realistis.

Bahkan beliau bersama para pemain dan para kru tetap berani mengadakan tour promosi keliling ke beberapa sekolah seperti SMAN 34, Kanaan Global School, sekolah Tzu Chi, SMAN 2, untuk mengajak nonton bareng.

Jadi, mana mungkin Upi membuat film sampah, jika terang-terangan akan menyodorkan tayangan film ini kepada siswa-siswi di sekolah tersebut? Para guru pun diajak untuk bercermin gimana cara agar remaja ini mudah diatur.

Upi mengangkat fenomena, beginilah sebagian remaja millenial menjalani kehidupannya. Di saat mereka mencari jati diri, tetapi masih rapuh dan labil dalam mengambil keputusan. Remaja masih butuh orangtua yang memahami ambisi dan pola pikirnya tanpa mendikte, memarahi, mencurigai, tetapi berharap menjadi sahabat sejati. Sahabat remaja yang hangat, bisa tertawa dan nangis bareng.

credit foto: www.narasilia.com

Sebelum film ini dibuat, Upi melakukan riset selama dua tahun untuk mengetahui secara langsung kondisi jiwa dan gaya remaja jaman now. Dan mengerjakan proyek bersama IFI Sinema selama setahun. Film ini bukan tentang masalah percintaan remaja, bukan untuk mengajari melawan guru dan orangtua, bukan juga memberi contoh buruk.

Upi sadar, dia juga mempunyai anak remaja, sehingga tertarik menuangkan riset tersebut. Merasa perlu mengangkat fenomena pergeseran gaya hidup modern remaja masa kini. Apalagi pengaruh gadget dan internet sangat mempengaruhi tumbuh kembang generasi serba instan ini, melahirkan karakter-karakter yang unik dan sulit difahami oleh orangtua didikan jaman dulu.

Sinopsis dan Pemain Film My Generation

Film My Generation akan ditayangkan mulai tanggal 9 November 2017 di bioskop tanah air. Film besutan sutradara Upi dan IFI Sinema ini menceritakan persahabatan antara Zeke, Konji, Orly, dan Suki. Mereka memiliki kesamaan yaitu hubungan terhadap orangtua selalu bertentangan, kurang harmonis, merasa terkekang. Hal ini menjadikan ide liar mereka untuk menyampaikan protes-protes melalui rekaman video.

Film My Generation

Kreasi tersebut menjadi viral dan malah mendapat hukuman, tak boleh pergi liburan, hanya di rumah. Kebosanan mereka diisi dengan petualangan yang baru, bereaksi, terjadi pro dan kontra, menjadi kacau tidak sesuai rencana. Tetapi hal ini justru membuat mereka sadar dan menemukan pelajaran yang penting dalam kehidupan sesungguhnya.

Mari kita kenalan dengan karakter keempat remaja ini :

  1. Zeke,

Pemuda yang berisik, energik, usil, santai, cuek, tetapi sangat peduli terhadap ketiga sahabatnya. Dia akan tampil terdepan jika ada sesuatu. Tetapi dibalik sifatnya itu ternyata dia memiliki luka mendalam pada jiwanya, merasa tidak diinginkan, gerak geriknya selalu dicurigai tanpa alasan, kemudian selalu menerima amarah ayahnya.

  1. Konji,

Sifatnya kebalikan dari Zeke. Pendiam, naif, cenderung polos, dan menjadi anggota terakhir yang bergabung. Sifat ini tumbuh karena dirinya selalu dilarang ini-itu, gak boleh pacaran, ditekan aturan kuno, selalu dibandingkan pada kehidupan jaman dulu yang menurut orangtuanya lebih baik. Tetapi suatu hari justru dia tak percaya lagi pada aturan orangtuanya itu, dan balik mempertanyakan moralitas yang selama ini disanjung, karena Konji menemukan satu peristiwa yang membuatnya shock.

  1. Orly

Gadis bermata sipit tapi manis ini pintar dalam bidang sains. Namun kritis, selalu ingin mendobrak label negatif pada perempuan, terutama tentang keperawanan. Dia hidup bersama ibu yang single parent. Orly bermasalah ketika ibunya itu menjalin cinta dengan lelaki yang lebih muda. Hal yang dianggap aneh dan tidak layak dilakukan seorang wanita dewasa.

  1. Suki

Gadis remaja cantik dan imut ini paling cool diantara sahabat-sahabatnya itu, namun jiwanya rapuh, kosong. Isi hatinya dituangkan ke dalam jurnal diary. Sebenarnya dia pandai bermain gitar dan ingin mewujudkan impiannya, tetapi dilarang kedua orangtuanya. Suki malah akan dikirim sekolah ke Singapura. Dia tertekan, tidak percaya diri, merasa tak adil, padahal berharap papa mamanya adalah contoh yang bijak.

Ada yang berbeda dengan film-film besutan Upi sebelumnya (seperti 30 Hari Mencari Cinta, Radit dan Jani, Belenggu, Perempuan Punya Cerita, Serigala Terakhir, Red CobeX, My Stupid Boss). Film My Generation ini diperankan oleh pemain-pemain muda dan baru, seperti Bryan Langelo berperan sebagai Zeke, Arya Vasco sebagai Konji, Lutesha sebagai Suki, dan Alexandra Kosasie sebagai Orly. Mereka dipilih agar tercipta suasana segar, baru, lebih natural dan realistis tanpa dibuat-buat.

Tentu saja didukung oleh pemain senior seperti Tyo Pakusadewo, Karina Suwandhi, Surya Saputra, Aida Nurmala, Indah Kalalo, Joko Anwar, dan Ira Wibowo. Semua aktor dan aktris kawakan ini berperan sebagai para orangtua.

Bagaimana cerita selanjutnya? Akankah kembali keharmonisan di antara orangtua dan remaja?

Masih adakah pro dan kontra? Tunggu, kita masih harus bersabar, sebentar lagi. Ingat, tanggal 9 November ya.

Semoga film ini dapat memberikan gambaran penting pada orangtua dan anak remaja, agar tetap terciptanya keharmonisan kehidupan di rumah.

Selamat menonton..

 

lia_lathifa
hallo,

lia_lathifa

Author at Blogger
ibu rumah tangga, blogger.
lia_lathifa
hallo,

Latest posts by lia_lathifa (see all)

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • Ikuti yuk !

Creative Video Competition 
Tema : Pencegahan Narkoba ala kamu

Kategori peserta : Umum dan pelajar atau mahasiswa 
Mekanisme Lomba:
1. Follow, like & subcribe akun social media di @Indoblognet

2. Peserta wajib share ulang info lomba yang ada di sosial media Indoblognet atau repost. Bikin caption yang mengajak teman lainnya untuk ikutan Lomba Video Anti Narkoba

Timeline lomba:
• Pengumpulan video nominasi 1 November-20 November 2017.
• Pengumuman nominasi peserta lomba 25 November 2017. Nominasi ini akan kami viralkan di media sosial.
• Pengumuman pemenang lomba pada 30 November 2017 di media sosial @indoblognet

Ketentuan :
1.	Peserta lomba adalah WNI dan berdomisili di Indonesia
2.	Video dibuat berkelompok dengan penokohan yang berbeda (jumlah tim bebas, bisa 2 orang).
3.	Jenis video netizen (vlog) dan film pendek yang diuplod di youtube personal. Segmentasi target audien remaja.
4.	 Konten video tidak bermuatan SARA dan atau mendiskreditkan suatu golongan, tidak berkesan menggurui (soft campaign) dan menyentuh nurani untuk melakukan perubahan. 
5.	Durasi video : 2-4 menit
6.	 Melampirkan logo Badan Narkoba Nasional (BNN) di akhir video 
7.	 Peserta wajib menyebarluaskan video yang telah diuplod di youtube ke khalayak luas dengan hastag #IniCaraGueCegahNarkoba
8.	Bagi peserta yang sudah mengunggah youtube masing-masing, bisa mengisi formulir pendaftaran di http://bit.ly/LombaVideoMB
9.	DL kirim : 20 November 2017, pukul 24:00 Wib. 
10.	Keputusan dewan juri tidak dapat diganggu gugat. Apabila di kemudian hari Dewan Juri menemukan pelanggaran terhadap persyaratan, maka Dewan Juri berhak mendiskualifikasi dan membuat ketentuan lebih lanjut
11.	Video pemenang berhak kami atau digunakan BNN untuk kegiatan kampanye anti narkoba (non komersial

Hadiah :
Kategori umum

Juara 1 : 2.500.000
Juara 2 : 2.000.000
Juara 3 : 1.000.000

Kategori pelajar atau mahasiswa
Juara 1 : 2.000.000
Juara 2 : 1.000.000
Juara 3 :  750.000

Informasi lebih lanjut hubungi : Mira (0858 8335 5122), Ignas (0813 80741911)
www.indoblognet.com

#lombabikinvideo
#videocompetition
#lombavideokreatif #BNN #IniCaraGueCegahNarkoba #kampanyeantinarkoba  #MBcommunication #indoblognet

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top