Inspirasi

Mengulik Keajaiban Rezeki

Rezeki yang mengejar kita atau kita yang harus mengejar rezeki. Bukankah setiap makhlukNya telah mendapatkan garis takdir rezeki tersendiri? Sering saya merenungkan dan mengulik keajaiban rezeki. Pikiran saya kemudian mentok pada kesimpulan bahwa takdir Allah yang sudah ditetapkan jauh hari adalah mati, jodoh dan rezeki. Tetapi untuk menjemput rezeki itu makhlukNya wajib melakukan ikhtiar. Bahkan binatang melata pun setidaknya berikhtiar dengan membuka mulut menanti mangsa, masa manusia sekedar mengandalkan doa dan tidak mau berusaha? Eh iya perlu dicatat juga bahwa rezeki tidak melulu soal uang dan harta benda tetapi kesehatan, dukungan keluarga, sahabat sejati, ilmu termasuk rezeki juga hanya saja dalam kisah nyata kali ini saya sekedar berbagi cerita tentang rezeki berupa materi.

Lalu sebuah pengalaman unik menyadarkan saya bahwa rezeki adalah takdir berselimut misteri itu bukan sekedar kata-kata mutiara. Sebuah pengalaman pribadi yang sangat berharga dan patut menjadi renungan saya sepanjang masa. Sebagai freelance yang salah satu ikhtiar mengais rezekinya melalui rajin berlomba dan berkompetisi baik lomba foto, kuis maupun lomba menulis kadang saya merasa sedang mengalami musim kemarau panjang tanpa jeda. Upaya mengikuti lomba sudah maksimal. Harap-harap cemas di setiap upaya. Tetapi hasil berupa mention kemenangan tak kunjung tiba. Tetapi saya tak pernah berhenti berharap pada akhirnya musim hujan akan tiba. Kesabaran saya sedang diuji, begitu cara menghibur diri sendiri.

Sekedar menghibur sambil tak berhenti berusaha sering memori saya terkenang pada hadiah-hadiah yang saya peroleh dengan jalan upaya iseng belaka. Pernah saya Ikut lomba lalu lupa, tiba-tiba seorang teman menyodorkan pengumuman dan hoopla ada nama saya. Capek ikhtiar? Nggak munafik pernah atau mungkin sering saya alami juga. Biasanya saya break sejenak dari lomba-lomba yang butuh pemikiran khusus dan tergolong β€œberat”, mengais rezekinya cari yang cenderung lebih ringan seperti kuis mengisi survey atau lomba yang memberikan hadiah hiburan berupa penghargaan bagi beberapa pengirim pertama. Kadang saya juga sering ikut lomba blog yang memberikan hadiah hiburan bagi peserta dengan share link blogpost terbanyak.

Kalau ada hadiah hiburan share link terbanyak atau pengirim pertama saya semangat ikutan. Paling tidak kerja kerasnya dapat kenang-kenangan. Meski tujuan menulis bukan semata karena materi tapi kalau ada kenang-kenangan kan seneng aja dan makin semangat merangkai kata. Nah pernah itu saya mengikuti dua lomba yang berbeda satu memberikan hadiah hiburan bagi peserta pertama dan share blogpost terbanyak. Satunya lagi memberikan hadiah untuk 50 orang peserta lomba pertama. Saya yakin banget bakal menjadi salah satu yang berhak mendapatkan hadiah-hadiah hiburan berupa voucher belanja. Menulisnya nggak asal, sesegera mungkin selesai langsung posting dan share link saat itu juga di awal kompetisi, mematuhi S dan K seperti, share link juga cukup rajinlah minimal sehari tiga kali dengan jeda agar tidak nyampah di timeline. Jumlah peserta sudah saya hitung melalui penelusuran keyword dan postingan saya masih masuk dalam pengirim pertama di kedua lomba tersebut.

Kaget bukan kepalang saat pengumuman di waktu yang beda beberapa hari antara satu lomba dan lainnya. Kok nama saya sama sekali tidak tercantum sebagai pemenang kategori pengirim pertama maupun share blogpost terbanyak? Eaaa sia-sia dong ngebut nulis, posting, share link lalu merapal doa. Kira-kira Tuhan sedang mengajak bercanda atau bagaimana? Pikir saya saat itu. Ah tapi kejadian ini mengingatkan bahwa manusia hanya bisa berupaya dan berusaha tetapi tetap Tuhan yang menentukan. Kalkulator manusia berbeda jauh dengan perhitungan Tuhan.

 

Meski demikian saya belum menyerah. Harap-harap cemas saya mencoba melayangkan email protes kepada penyelenggara dengan santun dan disertai bukti-bukti yang mendukung bahwa blogpost saya sesuai ketentuan. Tak dinyana penyelenggara lomba mereply email saya dan mengkonfirmasi ulang. Rupanya terdapat salah record, blogpost saya tercatat atas nama orang lain. Setelah konfirmasi tersebut pihak penyelenggara menjanjikan akan merevisi dan memberikan hak saya sesuai ketentuan. Janji tersebut benar-benar ditepati dan vouchernya pun sangat bermanfaat.

AA
ABCD

Di lain waktu penyelenggara lomba yang satunya lagi menelepon untuk mengabarkan bahwa mereka telah merevisi pengumuman dan memasukkan blogpost saya ke dalam kategori peserta pertama sesuai fakta yang saya berikan. Oolala, jalan rezeki ada kalanya berliku dan memberikan hikmah yang sangat berharga. Sistem, mesin atau manusia bisa salah merekap data tetapi jika Tuhan telah mentakdirkan maka rezeki tak salah jalan. Jadi pelajaran juga bahwa masih terbuka kesempatan pengumuman lomba yang direvisi jika terbukti pencatatannya kurang teliti. Mengajukan koreksi kepada penyelenggara lomba adalah salah satu bentuk ikhtiar yang tak ada salahnya untuk dicoba. Andai hasilnya tak bisa berubah artinya memang bukan rezeki kita. Ah jadi paham benar mengapa kita perlu berdoa agar ikhlas menerima ketentuan saat pengumuman lomba, karena kalah dan menang bukan hanya di tangan dewan juri tetapi ada kaitannya dengan takdir Tuhan tentang misteri keajaiban rezeki.

 

 

Image source: pixabay.com

 

Dwi Aprilytanti Handayani

Ibu dua anak, senang menulis dan berbagi pengalaman. Baginya menulis adalah salah satu sarana mengeluarkan uneg-uneg dan segala rasa.

Latest posts by Dwi Aprilytanti Handayani (see all)

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • Good morning, sahabat Indoblognet 😁 Jangan lupa siapkan amunisi (sarapan) terbaikmu pagi ini, supaya aktivitasmu kuat dan semangat πŸ’ͺπŸƒ
.
Guys, tau gak siiih, postingan yang mengandung unsur pertanyaan, lebih besar kemungkinannya untuk direspon dibandingkan postingan non question, lho πŸ˜„
.
Hihi, iya juga sih, kita seringkali "tergelitik" untuk ikut menjawab pertanyaan yang diajukan, ya πŸ˜‚ Apalagi kalau pertanyaannya memang "mancing" banget πŸ˜…
.
Jadi, salah satu tips nih guys, kalau kamu pingin bikin postingan yang lebih direspon, buatlah postingan question posts πŸ˜‰
.
#mbcommunication #indoblognet #morning #tuesday #instagram #instadaily #viral #followme #tips

Follow Me

Copyright Β© 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top