Blogging

Mengeruk Peluang Usaha dengan Berbekal Social Media

Fokus dan konsisten adalah kunci menjadi influencer atau buzzer yang sukses.

Bagaimana memanfaatkan social media dengan baik? Demikian pertanyaan pembuka talkshow Explore Indonesia and Grow Your Social Media with Prime 7 #Breakresistant pada 18 Desember 2017 yang disampaikan Blogger dan traveller @catatanbackpacker Ashari Yudha. Pada acara  yang diselenggarakan Polytron tersebut Yudha menjelaskan selain bekerja sendiri, ia juga memiliki tim. Yudha bersyukur menjalani pekerjaan jalan-jalan hasil kerja sama dengan berbagai pihak.

Pada November lalu ia menghabiskan waktu di rumah hanya kurang dari satu minggu. Semua itu diperolehnya dari social media. Banyak blogger yang bingung improve blognya sendiri atau menaikkan social medianya. “Sebenarnya ada tips dan trick  branding social media itu sendiri,” kata Yudha yang juga travel influencer dan social media specialist.

How to empower your social media? Sebanyak 80% millenial mengabadikan diri di social medianya saat traveling atau menggunakan social media saat melakukan hobinya. Lebih dari 100 juta orang di Indonesia menggunakan social media dengan Facebook sebagai social media terbesar di Indonesia (70 juta pengguna) diikuti Instagram, Twitter, dan lain-lain.

Influencer menjadi salah satu pilihan brand untuk menawarkan kerja sama. Mengapa? Banyak orang mengikuti influencer yang memiliki cerita unik atau karena suka dengan influencer itu. Banyak sekali orang yang ingin menjadikan social media mereka sebagai sumber pemasukan. “Sepertinya enak jadi influencer atau buzzer, hanya posting di Instagram atau blog tiba-tiba dapat uang. Siapa yang tidak mau seperti itu. Hampir setiap orang ingin seperti itu,” ujar Yudha.

Influencer atau buzzer adalah orang yang bisa mempengaruhi persepsi orang lain agar  mengikuti persepsi influencer atau buzzer tersebut. Influencer harus branding diri, harus punya ciri khas. Ketika ada brand yang melihat, kalian ingin dinilai sebagai siapa. Seorang influencer harus berani approach, tidak bisa diam menunggu brand datang. Misalnya tukar-menukar kartu nama saat event blogger untuk memperluas jaringan. Itu akan membawa hasil yang baik ke depannya. Selain itu perhatikan circle sesama influencer, cari teman dengan  hobi yang sama.

Pada kesempatan tersebut Yudha juga memaparkan perihal foto. Foto yang bagus itu ada objeknya supaya terlihat lebih hidup. Usahakan dalam membuat foto travelling ada objeknya. Tidak harus diri sendiri, bisa juga orang lain. Selain itu minimal ada foto diri sendiri. Perhatikan komposisi dan angle serta cara edit foto. Bisa juga menggunakan simetri yakni membagi dua foto agar seimbang atau framing yaitu menggunakan bangunan atau bingkai agar foto tidak terkesan clean. Moment membuat foto jauh lebih hidup dan bercerita, misalnya orang yang bermain balon. Editing menurut Yudha bisa digunakan untuk menaikkan kontras dan structure, contohnya VSCO untuk mengubah mood dan menjaga tone atau Snapseed untuk mempertajam gambar atau mengubah saturasi.

Perlu ada konsep dalam memanfaatkan social media atau blog, seperti Yudha yang fokus di travel. Sebagai pembeda dari yang lain Yudha membuat konsep informatif naratif yaitu membuat caption yang panjang. Saat itu belum ada orang yang melakukan hal seperti dirinya. Menurut Yudha, setiap foto memiliki cerita di baliknya. Bagaimana cara mendapat pekerjaan dari social media?

Pertama, buat content yang unik dan kreatif, seperti Yudha yang membuat cerita perjalanan dengan tampilan berbeda yaitu storytelling. Untuk menghindari kebosanan membaca cerita yang panjang, Yudha sesekali membuat content tips and trick misalnya  informasi tiket gratis. Kedua, konsisten misalnya seminggu sekali posting artikel di blog. Ketiga, online marketing, bagaimana kalian mempresentasikan diri entah sebagai food blogger atau travel blogger. “Misalnya saya tuliskan di bio Instagram, a massive feed with amazing stories behind. Jangan lupa gunakan hastag karena masih banyak orang yang  mencari content via hastag,” ujar Yudha.

Apresiasi

Media kit intinya berisi pengalaman atau biodata yang tak ubahnya ladang berjualan. Ketika mau approach sebuah brand, kirimkan media kit ini. Media kit dilengkapi informasi jumlah follower, impression, gender, hingga umur. Agar terlihat profesional hindari menggabungkan social media branding dan pribadi. Kalian yang belum punya pengalaman bisa mencoba mengirimkan media kit ke brand kecil. Ketika pengalaman sudah banyak bisa propose ke brand besar. Ada juga rate card, yakni ongkos sebuah postingan di blog atau social media. Harga bisa diketahui dari sesama travel blogger atau menentukannya bersama teman-teman sejawat yang engagementnya sama. Susun rate card secara detail, misalnya harga per post, harga per paket, hanya mention, atau setelah dua minggu postingan dihapus. “Rate card akan naik dengan sendirinya setelah teman-teman punya pengalaman,” kata Yudha.

Pekerjaan juga bisa diperoleh dari campaign marketplace yang berisi brand yang mencari influencer. Di media tersebut terlihat jelas brief dan fee. Setelah membuat konten jangan lupa post komentar, like, atau follow karena kita butuh teman atau komunitas. Jangan pelit memberikan apresiasi, tidak ada ruginya. Siapa tahu apresiasi itu berlanjut ke pertemuan yang berujung pada  pekerjaan. Perjalanan Yudha sebagai travel blogger diawali backpacker selama enam bulan keliling Indonesia kecuali Kalimantan dan Sulawesi. Perjalanan saat kuliah tersebut menghabiskan dana Rp 15 juta, Rp 8 juta dari uang pribadi dan Rp 7 juta pinjam teman. Yudha kecil terbiasa mengikuti pekerjaan almarhum ayah yang berpindah-pindah. Berlanjut saat SMA ia mengelilingi Palembang, Jambi, Pekanbaru, dan Padang bersama temannya. Pesan ayahnya sebelum meninggal yang selalu diingat Yudha  adalah menjadi entrepreneur dan menjelajah karena banyak hal yang bisa dipelajari dibandingkan di dunia akademik. “Terserah kalian mau aktif jemput bola seperti saya atau bikin konten yang menarik sampai brand mendatangi kalian,” kata Yudha yang bermimpi travelling ke Eropa.

Ignasia

Saya Ignas, hobi membaca dan menulis. Bagi saya, setiap hari adalah kesempatan baru untuk mempelajari hal-hal menarik.
Bagikan Jika Bermanfaat

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • Wuhuuu.. Challenge ke 4 @simba.cereal #EnergytoStyle udah dimulai nih! 🎉🎉. Sambil ngabuburit tirukan gaya personil band seperti pict di atas ya.  Yuuuk ikutan Friends, dan dapatkan voucher MAP senilai 500 ribu rupiah untuk pemenang di tiap challengenya. Hihi, lumayan buat THR, yakannn 😋
.
Jangan lupa saat registrasi, sertakan MB ya. Misal : Andri - MB. >> registrasi : http://simbaenergood.com.

DL Challenge 3 sampai tanggal 29 Mei 2018, yesss 😉
.
Regrann from @simba.cereal -  CHALLENGE 3: #ENERGYTOSTYLE

Ngabuburit bareng teman sambil foto niruin gaya personel band seperti di gambar? Siapa takut!

Buat kamu yang suka foto, Simba Cereal menantang kamu untuk posting foto dengan menirukan gaya seperti gambar di atas, Guys!

Semakin mirip gaya yang kamu tiruin, kesempatan liburan ke Bali bareng squad-mu semakin dekat, lho!

Upload hasil foto kamu di Instagram dan gunakan hashtag #EnerGood #EnergyToStyle #NamaSquadKamu dan mention @simba.cereal!

Cek syarat dan ketentuannya di kolom bio, ya! 😉 - #regrann

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top