Indo Blog Net

blog

Mengenal Lebih Dekat Google PageRank yang Mulai Terlupakan

Google merupakan sebuah perusahaan digital yang benyak berhubungan dengan jaringan perangkat lunak, salah satu yang sangat populer hingga saat ini adalah situs mesin pencari.

Meski didirikan pada tahun 1998 oleh dua mahasiswa teknik Universitas Stanford, tetapi Google baru benar-benar dikenal sebagai mesin pencari itu sekitar tahun 2000-an, ketika internet mulai merayapi di sejumlah kota di negeri ini.

Teknologi informasi memang semakin menggiring gaya hidup online-online. Platform blogspot yang didebutkan Google pada tahun 2003 pun  menyulap  kekuatan massa untuk saling berjejaring secara online lewat berbagai aktivitas.

Ya, boleh dikatakan kekuatan massa, karena memang Google memberikan power untuk penulis online di blog atau istilahnya blogger, agar eksis menyebarkan informasi yang bisa mengubah dunia.

Tetapi, eittssss nanti dulu… Bagaimana informasi yang kau tulis bisa sampai ke pembacamu dengan hanya mencari di Google? Yakin postinganmu bakal nangkring di halaman pertama, atau istilahnya halaman-halaman muda di seputaran  1 sampai 3 yang merupakan batas  pencari informasi ngubek-ngubek Google?

Di sinilah, saya ingat betul pada tahun 2008, Google mulai rewel kepada blogger agar  memperhatikan indexing dan mempelajari cara search engine bekerja (Search Engine Optimatization) atau SEO.

Sebenarnya SEO sudah diperkenalkan Googlo (nama pretty Google) sejak pertama kali lahir. Algoritmanya masih sederhana, diantaranya yang saya ingat masih berdasarkan pada referensi backlink yang tertanam pada website tertentu.

Dalam perkembangannya Google aktif mengubah-ubah algoritma. Makanya kalangan  pemain SEO selalu berupaya beradaptasi  sesuai dengan selera Google dalam memainkan algoritmanya.

Baca juga: Cara Membuat Subheading Menarik di Blog

Dahulu sempat mencuat algoritma Hummingbird, Panda, Pinguin. Dan, tahun 2020 ini sepertinya Google akan semakin kuat trennya pada kualitas konten, tingkat kepercayaan sebuah situs dan informasi yang dipublish untuk manusia yang terkandung di dalam Algoritma Google BERT, Core, RankBrain, E-A-T (Keahlian, Otoritas, Kepercayaan).

Jadi, penulis tidak perlu banyak mengulangi keyword utama di dalam artikel, tetapi cukup di bagian tertentu saja.

Lantas bagaimana kualitas konten yang bisa dengan mudah diindex dan mendorongnya lebih cepat ke halaman muda nan cantik? Hmmm rasanya untuk menjawab ini butuh pembahasan khusus. Insya Allah di postingan berikutnya saya akan membahasnya detil.

Kita kembali dulu pada pokok bahasan Page rank yang mulai terlupakan, benarkah ? Atau memang justru sengaja dilupakan atau bahkan sebaliknya banyak brand kurang memahami relevansi page rank terhadap SERP (Search Engine Result Page) atau posisi halaman postinganmu di Google?

Karena  banyak  yang terdengar dan tuntutan adalah Domain Authority (DA) dan Page Authirity (PA) yang justru dikeluarkan oleh Moz (non Google), yang konon kabarnya menentukan besaran fee blog kamu.

Baca juga : 3 Hal Penting Yang Harus Diperhatikan Dalam Membuat Meta Deskripssi di Blog

Soal ini, saya mungkin berbeda pendapat dengan rekan-rekan pemain SEO. Perbedaan bagi saya adalah hal biasa, tidak perlu diperuncing, toh tujuan akhirnya sama, bagaimana supaya postingan blog bisa tembus page 1.

Untuk parameter blog disukai Google yang mempengaruhi SEO, saya lebih yakin pada parameter yang namanya Page Rank yang dibuat  oleh Google. Logikanya, pastinya Google udah tahu kunci-kuncinya. Jadi buat apa parno dengan DA kecil, spam score gede ? itu bukan tools dari Google.

 

google page rank

Ketakutan-ketakutan yang ada sebagai akibat analisis tool diluar google menurut saya  adalah lebay tidak pada tempatnya. Blogger jadi stres, berbagai upaya menaikkan DA dengan blog walking dan lain-lain, tetapi angka DA tetap hemat.

Menulis sudah susah dan menimbulkan effort sendiri, ditambah harus memikirkan bagaimana DA naik.

Saya cukup memahami jika blogger jadi demotivasi karena blognya tidak menjual  hanya karena ukuran DA dan PA menjadi acuan diliriknya agensi atau brand.  Sekalipun blog dilirik,,  itu pun bayarannya tidak seberapa, karena dianggap blog kita kurang berkualitas.

Sebenarnya logikanya sederhana.  Yang kita targetkan adalah mesin pencari google, maka sudah barang tentu google lah yang menjadi acuan utamanya bukan website analisis lainnya.

Website analisis hanya memberikan kita patokan sejauhmana perkembangan pada blog yang kita kelola. Tetapi konsekuensinya, malah kita sendiri dibuat bingung dengan berbagai pertanyaan : bagaimana cara meningkatkan DA, bagaimana cara mengecilkan SS atau spam score.

Seharusnya seorang blogger memahami dengan baik bahwa parameter yang diciptakan oleh berbagai web analisis itu semuanya kembali kepada google. Sebuah blog yang memiliki DA 20 sekalipun, belum tentu mampu bersaing di mesin pencari dengan sebuah blog yang hanya ber- DA 10 atau 15.

Begitu pun sebaliknya,  blog dengan spam score di atas 5 atau 10, bahkan 50 persen sekalipun belum tentu tidak bisa bersaing di mesin pencari dan mengalahkan blog yang bersih pake banget.

Mengapa bisa demikian ?  jawabnya adalah selama blog dan konten yang kita buat berdasarkan ketentuan dan tidak melanggar apa yang google tetapkan  dari segi backlink dan konten yang dibuat, berapapun angka DA dan SS mu,  maka google sudah pasti menempatkannya di posisi terbaik di mesin pencari.

 Kemudian jika ada pertanyaan kenapa blog saya tidak bisa bersaing di mesin pencari padahal DA lumayan tinggi? jawabannya mudah saja, DA berhubungan dengan link building atau backlink yang kita buat. Dan, jika bicara backlink maka sudah tentu akan ada pertanyaan, dimana backlink yang kita tanam tersebut? kualitasnya bagaimana dan sebagainya.

Untuk menjawab semua itu maka kita perlu memahami lebih dahulu  kenapa mesti Page rank? di awal saya sudah sebutkan bahwa page rank merupakan parameter utama mesin pencari yang hingga kini masih menjadi kekuatan utama google dalam memfilter situs-situs yang menempati mesin pencari mereka.

Baca juga: Mengoptimalkan Google Tren Sebagai Penambang Ide Menulis

Sayangnya sejak tersiar kabar bahwa google sudah tidak lagi mengupdate PR, maka ramai-ramai blogger lebih terfokus pada peningkatan DA/PA dan spam core yang dijadikan tolak ukur utama dalam sebuah blog. Sebenarnya tidak salah juga jika akhirnya Page Rank dilupakan dan orang mencari-cari paramater lain yang dibuat oleh tetangga yaitu, DA.

Dalam frame, DA dipakai sebagai ukuran kualitas blog sudah benar.  Yang kurang tepat, menurut saya adalah DA dan Spam Score dijadikan rujukan utama dalam penentuan posisi halaman di Google. Blogger mengukur backlink berkualitas hanya dari angka DA yang gendut dan Spam Score yang ramping.  Karen justru Page Rank lah yang menentukan dalam pencarian backlink yang berkualitas untuk SERP.

Acuan yang ramai dan viral di kalangan blogger saat ini bahwa DA dan Spam score menjadi rujukan utama dalam posisi di google tidaklah keliru, tetapi kesalahan utama justru pada optimasi link building mereka yang hanya berpatokan mencari backlink dari website tertentu dengan nilai DA dan Spam Score.

Nilai kualitas sebuah backlink, saya tegaskan di sini adalah terletak pada nilai page rank suatu website, bukan pada DA dan Spam Score.

Mengenal Lebih Dekat Page Rank: Fitur Utama Mesin Pencari Google

Secara umum Page Rank atau PR merupakan sebuah algoritma utama mesin pencari yang berfungsi memfilter sebuah web atau blog, untuk menentukan seberapa populer blog yang kita kelola untuk ditempatkan  di posisi mesin pencari.

Nilai rata-rata PR adalah 1 hingga 10, dengan ketentuan semakin tinggi PR akan semakin besar peluang blog untuk berada di rank atas mesin pencari google. Besar kecilnya angka tersebut diukur dari analisis backlink yang menuju sebuah website atau blog.

Sederhananya, jika web atau blog kita ingin bisa bertengger di halaman depan mesin pencari Google, seyogyanya harus mendapatkan link dari website dengan PR tinggi, karena web dengan PR tinggi terkandung backlink yang berkualitas.

Pada tahun 2013 lalu, Mat Cutts dedengkotnya google memberikan isyarat tidak akan ada lagi update page rank. Apakah pernyataan ini benar adanya?

Dalam sebuah pembahasan algoritma hummingbird, google secara spesifik menyebutkan bahwa PR merupakan faktor utama penentu posisi halaman di mesin pencarinya. Artinya walaupun google telah menghapus toolbar PR pada tool-tool seo yang ada, tetapi keberadaan PR dibelakang layar tetap masih berlaku.

Tim Soulo penasehat CMO dan Produk di Ahrefs menyatakan keberadaan  Google Page rank masih berlaku dan masih penting sebagai salah satu upaya peningkatan kualitas blog.

Baca juga: 10 Hal tentang SEO yang Sering Ditanyakan Blogger

Hal ini ditegaskan juga  oleh Gary Illyes salah satu staff di google yang berbicara di depan publik singapura pada tahun 2017, “Page Rank masih merupakan algoritma utama dalam memfilter sebuah web.  Hanya saja dia mengatakan untuk indikator di toolbar sudah dihapus.

Jadi kesimpulan Page rank Not Dead, tidak muncul secara publik, tetapi hanya bekerja dibalik layar.  Ini yang tidak disadari oleh para blogger.

Sebagai contoh,  blog penulis berusia sebulanan, domain aktif  tanggal 2 febuari 2020 dan instal wordpress tanggal 3 febuari 2020.  Kemudian admin mengisinya dengan konten seadanya sebanyak 5 artikel.

Tanggal 5 febuari 2020, admin melakukan optimasi offpage dengan membacklink ke situs situs tertentu. Pada tahap ini, penulis mengutamakan webiste untuk menanam backlink yang memiliki page rank minimal 5 keatas, dengan asumsi, websitie yang memiliki PR minimal 5 ke atas tersebut sudah bisa dipastikan memiliki domain authority diatas 50.

Baca juga: 5 Tips Sederhana Menulis Artikel yang Ramah SEO

Perlu dipahami juga,  semakin tinggi PR akan semakin tinggi nilai DA. Tetapi tidak berlaku sebaliknya, semakin tinggi nilai DA, belum tentu berbanding lurus dengan PR.  Semuanya tergantung dari link building yang kita lakukan.

Dalam melakukan optimasi ke PR tinggi ini penulis juga mencari ke situs situs social profile, dimana mereka bisa  menyediakan ruang bagi member untuk menitipkan link blog untuk kita.

Dalam kasus ini penulis menautkan link homepage pada website social profil about me. Namun sebelum menautkan link, penulis terlebih dahulu melakukan check kekuatan pada situs tersebut dan hasilnya silahkan lihat dibawah ini :

da pa blog

Perhatikan nilai rate diatas, situs about me memiliki page rank tinggi dengan nila 8/10, secara otomatis nilai DA sudah bisa dipastikan memiliki nilai yang tinggi.

Bisa kita lihat di sana tertulis DA 92 dan PA 72.  Artinya walaupun google menyatakan tidak melakukan update PR dan menghapus PR pada toolbar, tetapi pada situs situs analisis tertentu, PR checker tetap mereka berlakukan.  Dan terbukti memang google masih menunjukkan nilai PR sebagai kekuatan utama algoritma mesin pencari mereka.

Selain pada situs about me, saya juga melakukan link building pada situs lainnya. Mengingat usia blog yang baru beberapa hari, penulis membatasi hanya membuat backlink 10 saja pada situs situs tertentu.

Dua minggu berjalan,  saya melakukan chek DA pada situs analisa. Hasilnya sudah bisa di duga, DA yang awalnya 0 berubah menjadi 8 hingga sekarang  perhatikan gambar dibawah :

 

Usia Domain satu bulan lebih

Dari sini kita bisa melihat bahwa selain DA dan indikator lainnya, page rank masih merupakan parameter utama bagi mesin pencari yang tidak bisa kita abaikan begitu saja.

DA dan SS bukan penentu posisi di serp, karena google sama sekali tidak ada memberikan nilai DA dan SS sebagai acuan mereka.

Di sini lain, pihak moz sendiri dalam situsnya menyatakan bahwa Spam score dalam sebuah web atau blog bukan berati blog tersebut adalah spam atau pelaku spaming tetapi lebih pada indikasi adanya spaming yang mereka lakukan pada external link yang kita buat.

Begitu juga DA, moz tidak  menyatakan bahwa DA akan bisa secara pasti mendapatkan posisi teratas pada halaman google, karena mereka sendiri menetapkan nilai DA juga berdasarkan pada ketentuan google sendiri.

Jadi jika kita masih saja beranggapan DA dan SS adalah faktor utama dalam menentukan posisi SEPR  blog maka menurut saya sekali lagi keliru. Tetapi,  jika dikatakan itu sebagai salah satu parameter kualitas blog mungkin saja, kenapa tidak ? karena pastinya DA dan SS adalah penentu berapa nilai job yang akan kita terima, iya kan ?

Saya yakin suatu hari nanti agensi dan brand akan menyadari ini, dan mulai memperhatikan kualitas blog dari PR. Siap bergegas meningkatkan kualitas PR blogmu !

Editor : Kartina Ika Sari

Bagikan Jika Bermanfaat

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

Instagram did not return a 200.

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top