Wisata

Mencicipi Perjalanan Udara via Halim Perdanakusuma

 

Sudah dua tahun bandara Halim Perdanakusuma melayani penerbangan komersil. Namun, baru saat perjalanan mudik lebaran ini saya bisa mencicipinya. Lebih dekat rumah dan mudah dijangkau mode transportasi umum, itulah kesan yang saya dapat.

Meskipun sempat terjadi pro dan kontra, bandara Halim Perdanakusuma akhirnya terbuka untuk masyarakat sipil yang ingin melakukan perjalanan udara ke berbagai kota di Indonesia. Tepatnya pada 10 Januari tahun 2014 Citilink pun beroperasi di Halim untuk kota tujuan Malang, Yogyakarta, Semarang, dan Palembang. Menyusul Citilink, Batik Air, Wings Air, Susi Air, dan Airfast Indonesia pun melayani penerbangan via Halim.

Meskipun rumah terletak di Jakarta Timur saya belum pernah merasakan terbang dari Halim. Padahal saya lumayan sering melewati kawasan ini untuk pulang ke rumah agar tak terlalu terjebak macet di bilangan Kramat Jati.

Kesempatan itu datang pada saat saya menuju ke kampung halaman. Saat cari-cari tiket menuju ke kampung halaman dengan harga yang tak terlalu mahal saya mendapatkan harga di bawah Rp 500 ribu. Saya merasa gembira dan lebih senang lagi ketika melihat titik start-nya berada di bandara Halim. Itu berarti kurang dari 15 kilometer dari tempat saya tinggal.

Penerbangan pukul 07.30. Dengan bantuan web check in, saya tidak perlu check in lagi di loket, sehingga lebih menghemat waktu. Sekitar pukul 06.00 pagi saya pun melaju dengan ojek online dan tiba di gerbang bandara 30 menit kemudian.

Dari gerbang menuju bangunan bandara tidaklah jauh. Saya berjalan santai dan tidak sampai 10 menit, saya sudah antri memasuki area.

Depan bandara

Oh ya seperti yang saya sebutkan di atas, bandara Halim Perdanakusuma ramah angkutan umum. Kalian bisa naik bus trans Jakarta dan dilanjutkan dengan angkutan umum atau juga bisa menggunakan bus bandara dari beberapa titik.

Mode transportasi paling murah adalah menggunakan mode bus Trans Jakarta arah PGC-Grogol, Pluit-Pinang Ranti, Kampung Rambutan-Kampung Melayu, atau Cililitan-Tanjung Priuk dan turun di Halte Cawang UKI. Selanjutnya Kalian berjalan sebentar menuju kolong jembatan yang mengarah ke Halim. Nah di situ Kalian bisa naik angkot Trans Halim Unit Puskopau hingga di gerbang bandara. Atau jika ingin cepat juga bisa naik ojek setelah turun dari jembatan halte Cawang UKI. Jika menggunakan pilihan ini maka biayanya hanya Rp 3.500,- plus Rp 4 ribu. Murah bukan?!

Atau Kalian juga bisa naik bus apapun yang bisa turun di Cawang UKI lalu dilanjutkan dengan naik angkot ini. Biayanya juga masih di bawah Rp 20 ribu.

Untuk bus bandara, rute yang dilayani adalah ke Depok, Bogor, Stasiun Gambir, Bekasi, Pulo Gebang, Rawamangun, dan Bandara Soekarno Hatta-Bandara Halim. Biayanya berkisar Rp 20-30 ribu. Jika membawa kendaraan pribadi juga bisa, Kalian tinggal menuju arah Cawang dan kemudian mengarahkan kendaraan ke arah Halim. Tempat parkirnya cukup luas dan rindang.

Di kompleks bandara Halim ini juga ada galeri ATM dan berbagai tempat makan, sehingga jika Kalian belum sempat sarapan juga bisa bersantap di sini.

Ruang tunggu bandara

Oleh karena jadwal penerbangannya tidak begitu banyak maka penumpangnya tidak terlalu berjubel. Namun saat memasuki gedung keberangkatan, lebih baik Kalian menyiapkan diri untuk melepas jaket, topi dan ikat pinggang karena ada dua kali pemeriksaan dan wajib melepas ketiga benda tersebut.

Kepedulian Masyarakat Terhadap Kebersihan di Area Bandara Masih Rendah

Kenapa masih banyak masyarakat yang cuek terhadap kebersihan lingkungan ya? saya mengeluh. Waktu berjalan melewati parkiran bandara Halim Perdanakusuma saya melihat banyak sampah plastik dan makanan bertebaran di halaman parkir. Terkesan kumuh.

Mungkin selama menjelang lebaran ini bandara Halim lebih padat dibandingkan hari-hari biasa. Namun bukan berarti kondisi tersebut membuat tindakan membuang sampah sembarangan menjadi benar. Saya menyayangkan sikap kekurangpedulian sebagian pengguna bandara ini. Bandara ini juga digunakan untuk menyambut tamu VIP lho, jadi tugas semua pengguna dan pengelola untuk menjaga kebersihan di kompleks bandara Halim.

Setelah memasuki area gedung, saya lagi-lagi terheran-heran. Astaga yang kotor bukan hanya halaman parkir yang terbuka, ruang tunggu pun kotor. Duh bukankah penumpang pesawat itu umumnya menyebut dirinya terdidik ya, mengapa mereka membuang tisu seenaknya di lantai yang tertutup karpet ataupun di kursi-kursi. Seandainya tidak ada tempat sampah, tisu itu bisa dikantongi dulu kan?! Duh saya jadi kesal, pemandangan tisu yang berserakan ini mengurangi kenyamanan ruang tunggu.

Tisu bekas bertebaran di lantai dan kursi ruang tunggu

Di ruang tunggu ini sebenarnya fasilitasnya cukup lengkap dan nyaman. Ada deretan kursi, toilet, ruang menyusui, area charger baterai, penjual makanan dan minuman, juga toko buku. Gate-nya juga langsung terhubung dengan area pendaratan/keberangkatan penumpang sehingga tidak perlu berjalan jauh. Jadinya ulah sebagian penumpang yang jorok benar-benar mengurangi kenyamanan di Halim.

Tapi saya tidak kapok sih dengan banda Halim. Oleh karena kemudahan yang ditawarkan dari lokasinya yang tak jauh dari tempat tinggal. Saya pernah mengalami ketinggalan pesawat di Cengkareng padahal sudah berangkat empat jam sebelumnya. Pengalaman ketinggalan pesawat ini membuat saya cemas jika hendak terbang. Namun dengan lokasi bandara yang dekat maka saya tidak perlu terlalu dag dug dug takut tertinggal lagi.

Area charger

 

 

Image source(featured image): pixabay.com

Puspa

Saya suka membaca dan menulis apa saja.

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • Helooo, sahabat Indoblognet 😍 Di sini gerimis romantis, gimana di tempat kalian? Hihi..
.
Ngomongin tentang bisnis nih ya, banyak yang bilang bahwa kesuksesan bisnismu tergantung dari sehebat apa rencana pemasaran bisnis yang kamu buat 😁
.
Tapi guys, kamu bisa melakukan perencanaan bisnis sebanyak yang kamu inginkan, namun bisnismu tetap akan jalan di tempat bahkan gagal jika kamu gak berorientasi untuk menciptakan sebuah produk bisnis yang bernilai
(berkualitas) 😍
.
Menjual produk tanpa kualitas yang baik, adalah kesalahan dalam bisnis. Karena, tanpa produk yang bagus dan bisa diterima di masyarakat, strategi marketing sebaik apapun gak akan membantu bisnis kamu untuk berkembang 😆
.
Kemungkinan terburuk, bisnismu bisa hancur bahkan sebelum masyarakat mengenal produk yang kamu jual 😅
.
Sumber: smartbisnis.co.id
.
#indoblognet #mbcommunication #business #smartbusiness #businesstips #success #quality #businessplan #viral

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top