Inspirasi

Memulai Bisnis Kafe Dari Yang Enteng

Saya pindah ke depok, tepatnya Jalan Raden Sanim ini belum ada satu tahun. Yang menarik di sekitaran jalan Raden Sanim yang otomatis selalu saya lalui, menyuguhkan berbagai macam kafe-kafean. Kenapa saya menyebutnya kafe-kafean?

Selain tempatnya yang sederhana, beberapa hanya memanfaatkan teras di depan rumah, siang untuk duduk-duduk, malam disulap menjadi kafe sederhana dengan gubahan pada tempat duduk dan banner yang dipasang mendadak bertuliskan nama kafe atau pun bergambar sebagai penghias kafe, kreatif banget ya. Menunya pun sangat murah, bahkan cocok untuk kantong anak sekolah..

Makanya jika malam turun, akan terpapar  pemandangan kafe-kafe sepanjang jalan Raden Sanim penuh pengunjung anak  muda. Tidak sedikit pula pengunjung dewasa, termasuk saya dan suami hehehe. Namun, memang lebih mendominasi remaja. Jika di resto-resto atau kafe mentereng pengunjung muda rata-rata hanya memesan minum dan snack kecil. Di sini, jangan terkejut, kalau mereka memesan penuh semeja.. Wow!

Awal mulanya saya sangat penasaran, seperti apa sih menu-menu di sepanjang kafe Raden Sanim itu, kok bisa ya anak-anak sekolah memesan menu segemuk itu.   Uang saku mereka yang banyak atau kah menunya murah?

Mulailah hunting malam, dari mulai cafe es cream yang penuh sesak dengan remaja plus pasangan yang memiliki anak (anak-anak tentu doyan sekali dengan es cream), lalu kafe dengan jajanan kecil seperti ketan susu, sampai kafe yogurt, dan sebagainya.

Ternyata setiap menikmati menu lengkap —saya dan suami memesan minuman dan camilan dalam porsi yang membuat kenyang—-dengan merogoh lima puluh ribu rupiah ternyata masih ada kembalinya. Kalau kebetulan saya bawa anak-anak, yaitu Lintang dan Pijar, paling mahal saya mengeluarkan uang enam  puluh tiga ribu rupiah.

omah1

Salah satu kafe kopi yang menggunakan Teras Rumah

Enam puluh tiga ribu rupiah,  pesanan kami: 3 gelas Yogurt (rasa sesuai selara), satu sosis besar di panggang, satu porsi pisang keju, satu porsi pempek. Waktu di kafe es cream kami memesan dua porsi es cream cake durian dan segelas mochacino, tidak sampai lima puluh ribu rupiah. Porsinya cukup besar loh.

Tempat  sederhana, rupanya tak menghilangkan “energi bisnis” jika pandai mengemas makanan dengan menarik, dan haga terjangkau. This is real! Dibuktikan sama pemilik kafe itu. Mereka tidak hanya para anak muda yang kreatif tapi juga ada  sepasang suami istri loh. Saya pernah menjumpainya di lesehannya yang berupa  tempat nongkrong model angkringan (pakai gerobak). Temanya agak berbeda dengan kafe-kafean, lebih pada model angkringan ala pedagang minuman dan makanan di wilayah Yogyakarta. Pengunjungnya ramai sekali. Saya pernah nogkrong di sana sampai malam saat hujan bersama suami.

Mengambil tempat di teras sebuah toko baju mungil, angkringan yang dikelola sepasang suami istrinya ini menjual minuman mulai teh hangat, susu jahe, kopi jahe, kopi hitam hingga nasi kucing. Nasi sekepalan kecil yang dibungkus daun pisang dengan sejumpit lauk, dibandrol harga dua ribu rupiah. Untuk susu jahenya segelas besar atau satu mug dihargai sepuluh ribu rupiah, mak jossss….hangat dan manis yang pas.

Jangan tanya soal omzet, karena kafe-kafean ini banyak yang sudah memiliki karyawan, bahkan menjadi mata pencarian utama mereka. Filosofi mereka rata-rata, yang penting kerja dengan cinta dan pintar membaca peluang pintu rejeki.

omah4

Sebungkus De Cakleut cuma Rp.5000.-

Saya jadi ingin menulis ini dan membagikan ke pembaca ketika menatap berapa kantung cokelat dan satu botol bubuk jahe merah.  Cokelat bermerk  De Cakleut, saya pesan dari OS dengan harga satu kantung lima ribu rupiah, bisa menjadi 1 mug hot cokelat yang lezat. Lima ribu rupiah itu harga beli bukan untuk dijual lagi, dimana kalau saya membeli segelas hot cokelat dibandrol sepuluh ribu rupiah, di sebuah kafe-kafean yang sederhana. Dan bubuk jahe Labeur 350 gram saya beli di sebuah OS juga, hanya dihargai tiga puluh ribu rupiah. Cukup satu sendok bubuk jahe untuk  membuat 1 mug susu terasa jahe yang hangat di tenggorokan.

omah5

Bisa dibayangkan jika saya membuka kafe-kafean yang menyuguhkan minuman hangat? Hmm…jadi kepingin banget wujudkannya.

De Cakleut menawarkan berbagai rasa yang  disukai anak-anak dan orang dewasa. Cocok menjadi teman ngemil bersama sepotong brownies, atau cake tape, bolu ketan hitam, dan aneka kue-kue lezat lainnya. Labeur Jahe selain diracik menjadi susu jahe, dapat dicampurkan ke dalam teh manis ataupun dibuat minuman jahe campur madu.

Menyulap teras menjadi kafe-kafean, atau mungkin bekerja sama dengan teman yang memiliki tempat. Dimana pun sebenarnya peluang membuka pintu rejeki itu ada, tinggal bagaimana kita mewujudkannya.

 

Eni Martini

Ibu 3 anak, penulis novel fiksi, blogger dan owner bliblibuku.com

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • Bandung kota kreatif makin kreatif dan dinamis dengan hadirnya Rumah Cantik LBC @rumahcantiklbc persembahan dari K-Link Indonesia untuk para perempuan. 
K-Link Indonesia @klink_indonesia_official memiliki kepedulian tinggi terhadap kemajuan perempuan Indonesia yang mandiri, cantik, cerdas, enerjik, sosial, cinta keluarga dan pastinya cinta pada Tuhan.

Banyak program edukasi dikemas kreatif dan menyenangkan yang diharapkan bisa menjadi solusi berbagai permasalahan perempuan. 
Mari sahabat perempuan di Bandung yang penasaran ingin mengetahui program-program kreatif Rumah Cantik LBC, bisa datang pada Grand Launching Rumah Cantik LBC - K-Link, Minggu, 27 Agustus 2017 di Jalan Karawitan no.18, Bandung. 
#RumahCantikKlink #RumahcantikLBC #klinksolusihidupmu

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top