Blogging

Membuat Buku dari Postingan Blog, Mengapa Tidak?

Cara menerbitkan buku

Setiap berkunjung ke blog sahabat, saya selalu menemukan artikel yang menarik dan bermanfaat. Tulisan para blogger beraneka ragam topiknya. Mulai dari puisi sampai artikel traveling, kesehatan, fashion, motivasi dan pengembangan diri, fiksi, dan masih banyak lagi. Bagi saya, blog bak universitas terbuka dengan banyak fakultas dan jurusan sehingga layak diserap ilmunya. Selain itu, cukup banyak kisah kehidupan manusia yang patut dicermati dan diambil pelajaran darinya. Alangkah menariknya jika artikel atau postingan dalam blog dibuatkan jadi buku. Pasti manfaatnya akan lebih besar lagi.

Buku juga bisa menjadi kenangan bagi anak cucu. Maklum tidak semua orang melek atau menyukai dunia internet. Dengan mengabadikan artikel blog dalam sebuah buku tentu semakin banyak kerabat atau sahabat yang membaca tulisan kita. Bangganya, buku kita menjadi bacaan yang mencerahkan anak cucu, generasi mendatang

Keuntungan postingan kita dibukukan juga banyak. Salah satunya, untuk menyelamatkan karya kita dari kerusakan sistem di internet.

Ambil saja sebuah contoh. Seorang blogger perempuan telah menulis ratusan artikel cara memasak makanan. Tulisan itu berasal dari pengalamannya memasak makanan untuk keluarganya. Artikelnya sudah tersusun rapi mulai dari bahan yang diperlukan, bumbu, cara memasak langkah demi langkah, dan diakhiri dengan cara menyajikan masakan tersebut. Tak lupa disisipkan pula gambar atau foto yang menarik sehingga resepnya menarik dan mudah diterapkan oleh pembacanya. Tiba-tiba saja karena suatu hal blognya rusak, tidak bisa diakses. Berbagai upaya telah dilakukan namun apa daya blognya tak bisa diperbaiki lagi dan artikelnya hilang semua. Sialnya pula dia tidak mempunyai arsip resep tersebut. Untuk menulis ulang tentu memakan tenaga, waktu, dan pikiran. Oleh sebab itu sebelum kasus seperti itu terjadi ada baiknya artikel blog diabadikan dalam sebuah buku. Jika belum bisa menerbitkan sekarang minimal draft buku sudah disusun.

Mengabadikan artikel blog dalam sebuah buku tidak terlalu sulit. Yang penting ada niat dan kemauan untuk mewujudkannya. Soal format buku dan cara menerbitkannya juga tersedia banyak referensi yang bisa dipelajari di internet. Tak peduli apakah artikel blog hanya satu topik atau beraneka ragam. Jika blog hanya berisi resep masakan memang lebih mudah tinggal mengedit agar lebih rapi. Sedang pemilik blog yang isinya aneka topik juga lebih beruntung karena bisa menerbitkan beberapa buku dengan topik yang berbeda-beda. Nah, tak ada yang sulit, bukan?

Langkah praktis menerbitkan buku dari blog : 

1. Pilih artikel blog yang akan dijadikan bahan buku. Jika blog hanya berisi artikel satu topik tinggal mengurutkan artikel mana yang akan berada pada urutan teratas. Sebagai contoh jika blog berisi tutorial tentang blog WordPress maka urutannya disusun secara logis. Umumnya dimulai dari tip yang paling mudah. Sebaliknya jika artikel terdiri dari berbagai topik silakan dikelompokkan sesuai topiknya. Tiap topik bisa menjadi judul Bab.

2. Baca artikel tersebut satu-persatu dan lakukan editing. Maklum ketika kita menulis blog kadang ada kata atau kalimat lebay. Mungkin ada juga emoticon di antara kata atau kalimat tersebut. Artikel lomba tentu ada link, baner lomba, dan lain sebagainya yang perlu diedit. Editing juga untuk memperbaiki tata bahasa, salah ketik, penggunaan huruf besar, istilah asing, dan lain sebagainya.

3. Naskah bisa dibagi dalam bab-bab atau tanpa bab. Buku resep masakan misalnya bisa dibagi dalam jenisnya: Masakan Eropa, Masakan Nusantara, Masakan Oriental, Masakan Timur Tengah, dan lain sebagainya. Jika hanya masakan Indonesia maka bisa dibai dalam bab sesuai bahan dasarnya. Semua tergantung kreasi penulisnya. Buku resep masakan tentu lebih menarik jika disertai gambar yang sesuai. Pilih gambar terbagus koleksi Anda.

4. Tuangkan naskah tersebut dalam format buku. Pada langkah ini perlu ditentukan ukuran kertas, jenis dan ukuran font, marjin kiri-kanan-atas-bawah, dan spasi. Misalnya ukuran kertas A4, font Times New Roman, ukuran 12, spasi 1,5, marjin Normal.

5. Lengkapi naskah buku dengan halaman Judul dan Nama Penulis, Kata Pengantar, Daftar Isi, Daftar Pustaka, Profil Penulis.

6.  Lakukan editing lagi agar naskah benar-benar rapi, bebas salah ketik, dan nyaris sempurna.

7. Simpan naskah tersebut dalam file yang telah diberi judul. Misalnya Naskah Buku Resep Masakan. Ini penting untuk memudahkan pencarian.

8. Setelah naskah mengendap beberapa hari silakan dibaca lagi. Jika masih menemukan kata atau kalimat yang kurang pas, salah ketika, salah eja, dan kesalahan lain silakan diedit lagi.

Kini sahabat sudah mempunyai naskah buku. Bagaimana cara menerbitkannya?

Cara menerbitkan buku

Secara garis besar ada dua cara untuk menerbitkan buku yaitu menerbitkan secara mandiri (melalui penerbit indie) dan mengirimkan naskah buku tersebut ke penerbit mayor (major publisher) untuk diterbitkan oleh mereka.

Menerbitkan buku secara mandiri berarti sahabat harus bersiap mengeluarkan biaya sedangkan menerbitkan buku melalui penerbit mayor bebas biaya walaupun seleksi naskah juga cukup ketat. Saya menyarankan agar sahabat mencoba mengirimkan naskah buku ke penerbit mayor terlebih dulu. Cari penerbit yang sesuai naskah buku. Di internet cukup banyak nama penerbit mayor. Baca syarat dan ketentuan pengiriman naskah agar naskah buku Anda pas dengan ketentuan tersebut.

Jika sudah mentok dan ditolak oleh beberapa penerbit maka lakukan langkah terakhir yaitu menerbitkan buku melalui penerbit indie. Di internet juga banyak penerbit indie lengkap dengan biaya yan harus dibayar sesuai paket penerbitannya. Buku saya ada yang diterbitkan oleh penerbit mayor dan tak sedikit pula yang diterbitkan oleh penerbit indie.

Sambi menunggu naskah buku Anda diterbitkan sebaiknya jangan berpangku tangan. Susun naskah buku lagi dan kirim ke penerbit. Dengan cara itu maka sahabat akan mempunyai beberapa naskah buku. Jika menulis buku sudah menjadi kebiasaan maka kelak sahabat akan merasa bahwa menerbitkan buku itu tidak sesulit yang dibayangkan orang. Kuncinya adalah niat yang baik, kerja keras, tekun, dan sabar. Insha Allah label sahabat akan bertambah, sebagai blogger dan penulis buku.

Dulu pernah ada isu akan datangnya kiamat internet. Walaupun hingga sekarang belum terbukti namun isu itu cukup mengejutkan dan menimbulkan kekhawatiran. Tak terkecuali dengan diri saya. Bagaimana nasib artikel saya yang beraneka ragam dan tersebar di beberapa blog itu? Walaupun kiamat internet tidak terjadi toh hilangnya artikel juga bisa disebabkan karena blog rusak sehingga artikelnya musnah. Bukankah Google juga tak segan-segan mem-ban blog atau situs yang dibangun dengan susah payah jika Google beranggapan bahwa blog atau situs itu tidak sejalan dengan policy mereka. Belum lagi ulah hacker yang bisa memporak-porandakan blog dengan berbagai alasan.

Munculnya kesadaran tentang bahaya atau ancaman yang mungkin timbul itulah maka saya mengabadikan artikel blog dalam beberapa naskah buku dan menerbitkannya. Kini saya sudah menerbitkan lebih dari 25 buku, baik buku solo maupun buku antologi.

Sudahkah sahabat mengabadikan artikel blog dalam buku? Jika belum silakan mulai dari sekarang lalu rasakan sensasi dan manfaatnya.

Abdul Cholik

Abdul Cholik adalah seorang purnawirawan TNI dengan pangkat terakhir Brigadir Jenderal TNI. Ngeblog sejak tahun 2009 dan mempunyai beberapa blog termasuk di kompasiana. Telah menerbitkan lebih dari 20 buku berbagai topik, termasuk buku antologi.
Selain menulis review buku, produk, dan jasa juga sering memenangkan lomba blog atau giveaway.
Pemilik www.abdulcholik.com ini dapat ditemui dengan mudah di Facebook/PakDCholik dan [email protected]

Latest posts by Abdul Cholik (see all)

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • Kabar bahagia nih khususnya bagi warga Tangerang Selatan dan sekitarnya. Sekarang ga susah lagi mencari kebutuhan oleh-oleh haji dan perlengkapan muslim, @bursa.sajadah sudah ada di BSD loh. Tepatnya di Ruko Tol Boulevard C No. 11-12. Jalan Pelayangan BSD, Tangerang Selatan.

Alhamdulillah Bursa Sajadah sejak didirikan tahun 1998, terus berekspansi. Bursa Sajadah di BSD ini merupakan cabang ke-9, setelah di  Bandung, Bekasi, Bogor, Jakarta, Malang, Solo dan Surabaya.

Tuk yang mau belanja2 kebutuhan lebaran atau ingin memberikan sesuatu yang spesial tuk orang2 tersayang, selagi masih grand opening di BSD, siapa tahu dapat harga yang spesial :) Tuk rekan2 blogger terpilih di wilayah Tangsel, kita nanti bersilaturahmi ya di Grand Opening Bursa Sajadah BSD, Kamis, 1 Juni 2017.  #BursaSajadah #bursasajadahBSD #skvgroup #Tangerangselatan

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top