Entrepreneur

Melesatkan Bisnis dengan Digital Marketing dan Foto Produk yang Apik

Momen-momen penting selalu diabadikan dengan smartphone. Itu adalah realita jaman sekarang seiring dengan dunia yang berubah.

Demikian salah satu materi yang dipaparkan Digital Marketer Feri Ferdiansyah dalam Workshop One Day Shoot: Great Strategy for Online Business Marketing pada 8 April 2017. Workshop tersebut diselenggarakan Kriya Cantik Bekasi bekerja sama dengan Indoblognet. Feri mengangkat topik Low-Budget High-Impact Marketing Techniques. Feri menyampaikan, 60% orang memiliki smartphone dan 40% orang cek smartphone sebelum tidur. Terdapat 48% pengguna Facebook, 24% pengguna Instagram, dan 22% pengguna Twitter. Mengapa kita harus memilih Facebook dan Instagram? Karena 70% dan 59% orang menggunakan Facebook dan Instragam.

Ada beberapa hal yang harus dipahami pebisnis online, yaitu mengenali nama dan jenis usaha, omset, target market (usia, jenis kelamin, hingga profesi), daerah pemasaran, kapasitas produksi per bulan, jumlah sumber daya manusia, promosi yang dilakukan selama ini (melalui WhatsApp, Facebook, atau menyebarkan flyer), nilai tambah atau point lebih produk atau jasa, apakah ada saingan atau tidak, hubungan dengan pelanggan, mitra usaha, dan keterampilan (menghasilkan produk saja atau menjual saja). “Mengenal bisnis itu penting,” tutur Feri yang sembilan tahun menekuni bisnis online.

Media sosial memberikan kemudahan mencari tahu pelanggan dan target konsumen, menemukan konsumen baru, memperluas target pasar, membuat informasi atau konten menjadi viral (viral adalah content yang dipersiapkan dengan serius untuk dishare orang), membantu konsumen mengetahui bisnis Anda, mendekatkan dengan konsumen, serta meningkatkan brand awareness dan promosi dengan biaya yang minim.

Media sosial bukan wadah berjualan, melainkan media bersosialisasi. Ada etika-etika yang dijalani, salah satunya menciptakan image yang baik. Perilaku di social media perlu dijaga apalagi yang berkaitan dengan pro dan kontra. Berhati-hatilah, sebaiknya tidak tag foto di akun Facebook teman karena mengganggu, menimbulkan spam, dan merusak image brand Anda. “Berpromosi pada tempatnya, seperti Facebook yang menyediakan fasilitas untuk berpromosi dengan layanan fanpage,” kata Feri yang juga berprofesi sebagai Account&Marcomm Manager Sygma Media Inovasi.

Bagaimana supaya Instagram Anda dikenal? Buatlah username dengan brand produk Anda, pisahkan akun pribadi dan akun brand. Perkenalkan brand produk atau jasa yang Anda miliki.  Berikan deskripsi yang lengkap, cantumkan kontak (lebih intim dengan WhatsApp atau Line, bukan DM). Buat penjadwalan posting, posting minimal tiga content dalam sehari dengan 20 hashtag. Hashtag bisa diletakkan di caption atau komentar. Content is king. Content berupa foto produk, gambar, atau artikel yang bermanfaat. Maka persiapkan content dengan baik. Jika mengambil content artikel dari sumber lain, cantumkan sumbernya.  “Jam 6-8 pagi posting quote, bukan produk. Kalau isi Instagram semuanya produk, orang jenuh,” kata Feri.

Share konten yang inspiratif atau menggugah hati. Angkat topik yang kekinian tapi hindari berbau agama. Lakukan approach dengan tepat. Terkait promosi, Anda menjual manfaat yang menimbulkan penasaran, bukan hanya produk. Perilaku konsumen jaman sekarang, orang yang terkenal itu berpengaruh terhadap promosi produk karena fans akan meniru apa yang dipakai idolanya. Dalam melakukan pelayanan kepada konsumen, perlakukan chatting dengan customer seperti ngobrol, smiling atau emoticon menunjukkan keramahan Anda dan berikan kesempatan bertanya. “Perjuangan memang berat di awal. Selama konsisten, pasti ada hasilnya,” tutur Feri yang memiliki skill di bidang digital marketing, marketing communication, SEO, dan blogging.

Branding

Narasumber berikutnya adalah Sydney based Photographer Boni Febrianda. Pria yang akrab disapa Bode itu memaparkan How to Make Great Photo Product by Smartphone. Menurut Bode, kekuatan visual berupa warna dan detail itu penting. Anda harus terus update pada segala hal yang terjadi saat ini. Apa yang bisa Anda lakukan dengan trend dan data yang dimiliki? Jangan bergantung kepada ‘apa’. Setiap bagian kamera memiliki kelebihan dan kekurangan.  Kelebihan apa yang bisa Anda peroleh dengan kekurangan?

Identifikasi produk yang mau difoto dalam bentuk jenis, (misalnya makanan atau boneka), bentuk (dimensi), warna, serta kelebihan dari produk atau jasa yang dijual. Do it, kerjakan itu semua sekarang juga! Identifikasi marketing channel terutama yang berhubungan dengan cost. Buat katalog dan referensi diri sendiri.

Sebelum memotret ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan. Pada prinsipnya bayangan dan highlight (yang terkena sinar matahari) itu yang menghasilkan dimensi atau bentuk. Untuk itu penting mencari lokasi. Soul dari admin Instagram atau Facebook itu bisa diarahkan atau diatur. Kalau bisa arah cahaya 45 derajat. Bode menyampaikan, cahaya matahari paling bagus dihasilkan pada pk 09.00-10.30 atau pk 14.00-16.30.

Ubah Instagram dari berjualan menjadi branding. Apa yang Anda inginkan. Kompetitor seperti apa. Instagram dimainkan asumsi. Oleh karena itu Anda harus konsisten posting foto, usahakan terangnya sama. Konsistensi warna, konsistensi style itu penting. Sensitivitas kamera berbeda dengan mata kita, adjust sesuai dengan mata kita. Semakin enak di mata, orang semakin senang.

Cari backdrop yang sesederhana mungkin, jangan mengalahkan produk aslinya, jangan ada pattern. Kalau bisa visualnya selengkap mungkin, terlihat tampak depan atau tampak samping serta menunjukkan label. Semakin banyak informasi yang Anda kirimkan ke customer, semakin berkurang pertanyaan dan membuat dia yakin ini produk yang dia cari. Ambil close up. Kenali kelebihan produk Anda. “Jujur. Nama baik penyebarannya lebih efisien daripada beriklan,” kata Bode yang fokus pada fotografi fashion, lifestyle, food, dan commercial.

.

Ignasia

Saya Ignas, hobi membaca dan menulis. Bagi saya, setiap hari adalah kesempatan baru untuk mempelajari hal-hal menarik.

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • Sebagian besar konsumen yang merasa kecewa dengan sebuah produk memilih untuk diam (tidak komplen terhadap pemilik produk), dan akhirnya beralih pada produk lain
.
.
.
#indoblognet #mbcommunication #product #business #selling #consumer #customer

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top