Kuliner

Melepas Penat di Cangkir Coffee Surabaya

Bicara Kota Surabaya, kita pasti membayangkan sesosok ‘perempuan kuat’. Tris Rismaharini, atau yang lebih akrab dipanggil dengan Bu Risma. Walikota Surabaya saat ini yang namanya sudah cukup akrab di telinga masyarakat Jawa Timur, bahkan seantero Nusantara. Perempuan yang oleh sebagian kelompok masyarakat dicoba untuk ‘diangkat’ menjadi calon Gubernur DKI Jakarta pada Pilgub 2017 nanti.

Kali ini saya tidak akan berbicara banyak hal tentang beliau. Namun sisi lain dari  Kota Surabaya yang tak bisa diabaikan. Apalagi kalau bukan cerita tentang makanan khas yang banyak ragamnya di kota ini. Semanggi Suroboyo, rujak cingur, kripik terung, lontong balap, nasi rawon, atau makanan ringan tradisional lainnya yang masih banyak dijumpai. Mulai dari sudut pasar tradisional, cafe, hingga restoran besar maupun hotel-hotel telah menyediakan makanan khas Surabaya dan Jawa Timur(an) pada umumnya.

Nasi Rawon

Siapa sih yang tidak menelan air liur bila mendengar nama menu ini? Kuah hitam pekat dan aroma kuat rempah menjadi ciri khas ‘Jangan Rawon’. Demikian masyarakat Surabaya dan sekitarnya lebih familiar menyebut makanan tersebut. Sangat pas disajikan dengan nasi atau lontong sebagai alternatif pengganti nasi. Sebagaimana salah satu menu andalan di Cangkir Coffee, maka saya pilih Nasi Rawon untuk menu makan siang saya (yang tertunda) Ahad (4/9) kemarin.

Pisang keju dan es kopi hitam yang yummy. (dokpri)

Pisang keju dan es kopi hitam yang yummy. (dokpri)

Sebelumnya, tak lupa saya pesan juga Black Coffee Ice dan Pisang Keju sebagai ‘pemanasan’ sebelum menyantap menu utama. Minuman dengan rasa soft dan cukup terasa kopinya. Sementara pisang keju terasa legit dengan taburan keju serta coklat yang tak terlalu rapat. Ini cukup pas bagi saya, sebab saya tidak begitu menyukai coklat granul.

Kurang lebih sekitar 15 menitan, sampai juga pesanan nasi rawon saya. Rawon dan nasi dihidangkan secara terpisah. Kuah rawon yang tak terlalu pekat warnanya dan tidak begitu nampak kaldunya. Mungkin di daerah lain, biasa kita jumpai kuah rawon dengan warna yang hitam pekat serta kaldu yang cukup tebal. Sementara daging dengan irisan kecil-kecil yang langsung dicampur dengan kuah. Kecambah dan sambal diberi wadah khusus yang bisa minta tambah jika kita penyuka pedas.

Lihat gambarnya saja, pasti sudah menggugah selera. (dokpri)

Lihat gambarnya saja, pasti sudah menggugah selera. (dokpri)

Ukuran nasi lebih dari cukup menurut saya. Demikian juga dengan rawonnya. Nasi disajikan bersama sepotong tempe goreng dan ‘krupuk uyel’, serta taburan ‘brambang’ (bawang merah) goreng. Jika biasanya kita temui nasi rawon dengan nasi yang pera, maka tidak demikian di sini. Nasi putih pulen yang akan terasa nikmat bila dimasukkan ke dalam kuah rawon. Sensasi rasa akan berbeda dengan nasi yang diguyur kuah rawon.

Secara keseluruhan untuk rasa nasi rawonnya cukup pas dengan lidah arek Suroboyo. Ringan dan tidak njindel (kuah bergajih). Dengan harga 20 ribu rupiah saja, cukup sebanding dengan tempatnya. Demikian juga untuk pisang keju (10 ribu) dan black coffee ice yang dibandrol dengan harga 10 ribu saja.

Cangkir Coffee

Cafe yang dibuka pada bulan Ramadhan kemarin ini terhitung ‘pemain baru’. Tapi bukan berarti cafe ini tak cepat merebut hati pelanggannya. Pada Piala Eropa 2016 Juli kemarin, acara nonton bareng sudah digeber bersama salah satu fans klub sepak bola Liga Inggris. Tak pelak, dalam waktu singkat tempat ini pun sudah cukup dikenal oleh khalayak muda. Tempat strategis berada di Jalan Ngagel Timur, tepat berhadapan dengan Kantor PLN Ngagel. Memudahkan bagi siapa saja untuk menuju tempat ini.

Cafe yg cukup diminati oleh kawula muda. (dokpri)

Cafe yg cukup diminati oleh kawula muda. (dokpri)

Satu lokasi dengan Kiki cuci mobil, membuat cafe ini secara tak langsung juga membidik golongan menengah. Tempat yang cukup leluasa memberi pilihan juga bagi mereka yang membutuhkan ruang khusus untuk presentasi (ber-AC). Buka mulai jam 8 pagi hingga jam 12 malam. Tapi jam tutup terkadang fleksibel menyesuaikan dengan jam kedatangan pelanggan.

Pilihan menu makanan, makanan ringan, dan minuman sangat bervariasi. Harga minuman dibanderol mulai 5 ribu rupiah. Untuk makanan ringan mulai 7 ribu rupiah dan makanan utama mulai 12 ribu rupiah. Tak akan membuat kantong sampai bolong tentu saja. Oh ya, bagi penggemar dimsum, tersedia juga lho di sini.

Jika masih penasaran dan mau tanya-tanya, boleh juga langsung kontak nomor di bawah ini. Bila ke Surabaya, tak ada salahnya mencoba salah satu stasiun makanan enak di tengah Kota Surabaya.

IMG_20160828_145217

Mas Nuz

Pecinta keluarga yang kadang suka nulis dan jalan-jalan.

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • Good morniiing, beautiful people 😍 Pagi ini cerah banget, lho.. masa kamu enggak? Hihi. Semangat supaya aktivitasmu juga maksimal ya, guys 😁
.
Kamu termasuk yang suka buka video di Facebook gak, sih? Berdasarkan survey nih guys, sebagian besar orang menonton video di Facebook tanpa suara alias di silent mode 😆 Kira-kira kenapa yaaa? Apa karena nontonnya pas jam kerja, jadi di silent supaya gak ketauan bos 😂 hehe.. *bisa jadi bisa jadi 😋 Kamu punya alasan lain? Share dong sini..
.
#indoblognet #mbcommunication #socialmedia #survey #video #trending #viral #contentvideo #popular

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top