Indo Blog Net

Tanaman

Mengenal Media Tanam Kaktus dan Cara Membuatnya

media tanam kaktus

Salah satu jenis tanaman hias yang banyak digemari adalah kaktus. Kaktus merupakan tanaman yang tahan terhadap cuaca panas, sehingga dapat beradaptasi dengan baik dengan iklim tropis Indonesia. Cara menanam dan merawatnya pun terbilang mudah. Maka tak heran jika banyak orang yang membudidayakan tanaman ini di rumah.

Fungsi tanaman hias bukan hanya untuk menambah estetika interior maupun eksterior rumah saja, tanaman hias juga bermanfaat bagi kesehatan. Ya, tanaman hias seperti kaktus dapat membantu menyerap racun di udara. Sehingga udara di sekitar ruangan yang terdapat tanaman kaktus jadi lebih bersih.

Dengan udara yang bersih tentunya kesehatan tubuh lebih terjaga, khususnya kesehatan paru-paru.

Agar tanaman kaktus ini dapat tumbuh dengan cantik dan memberikan manfaat yang optimal, salah satu faktor yang harus Anda perhatikan adalah media tanam kaktus.

Mengenal Media Tanam Kaktus

Jika membahas media tanam apa yang paling bagus untuk tanaman kaktus, sebenarnya hal ini relatif. Ada berbagai faktor yang memengaruhi komposisi media tanam.

Komposisi media tanam pada suatu daerah terkadang tidak cocok diterapkan pada daerah lain. Jika media tanam yang Anda gunakan ternyata tidak cocok, tak ada salahnya jika Anda coba menggantinya dengan media tanam yang lain.

Baca juga: Manfaat Tanaman Kaktus bagi Kesehatan dan Cara Mudah Merawatnya

Pada prinsipnya media tanam kaktus itu yang sifatnya porous, yaitu  mudah membuat air meresap dan tidak menyimpan air dalam waktu lama. Biasanya media yang memiliki porousitas tinggi itu adalah yang berpasir. 

Bahan dasar utama yang digunakan sebagai media tanam kaktus dan sukulen : pasir malang, sekam bakar, dan pumice. Ketiga bahan ini saja dicampur, sudah menjadi media tanam yang bagus untuk kaktus.

Mari kita ulas terlebih dahulu mengenai bahan-bahan tersebut.

1. Pasir malang

Pasir Malang terbuat dari lahar atau magma gunung berapi yang mendingin secara cepat. Pasir ini banyak dihasilkan dari daerah dataran tinggi atau gunung berapi yang terletak di sekitar Malang, itu sebabnya dinamakan Pasir Malang.

Jika dibandingkan dengan pasir biasa harga Pasir Malang memang lebih mahal. Sebab pasir ini hanya diperoleh dari daerah dataran tinggi saja, yaitu di dekat kawah gunung berapi.

Pasir Malang ini sering dijadikan campuran dalam media tanam kaktus karena lebih cepat melewatkan air, sehingga media tanam tidak mudah lembab atau becek.

Berbeda dengan pasir biasa yang teksturnya lembut dan halus, pasir biasa akan menahan air sehingga media tanam jadi mudah lembab, becek dan akar membusuk.

Kaktus merupakan tanaman yang berasal dari daerah panas dan kering, jadi saat berada di tanah yang lembab dan becek kaktus lebih mudah mati.

Selain tidak mudah lembab dan becek, kelebihan lain dari Pasir Malang adalah lebih bersih dan steril sebab berasal dari lahar atau magma gunung berapi, sehingga tidak mudah ditumbuhi lumut maupun jamur. Pasir Malang yang diletakkan di bagian atas media tanam akan membuat tanaman menjadi lebih kering dan bersih.

2. Sekam

Sekam atau jerami banyak dimanfaatkan sebagai salah satu media tanam untuk mengurangi limbah padi supaya tidak terbuang percuma. Sekam ini diperoleh dari sisa penggilingan beras.

Sekam ini bermanfaat dalam proses penggemburan tanah agar akar tanaman menyerap unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman. Selain itu, sekam juga berfungsi untuk memperbaiki tingkat keasaman tanah.

Sekam ini ada dua macam, sekam biasa (mentah) dan sekam bakar atau yang disebut arang sekam. Perbedaan sekam biasa dan sekam bakar terdapat pada unsur hara yang dikandungnya.

Sekam bakar mengandung Zinc yang bermanfaat untuk kesuburan tanaman. Selain itu kandungan silika pada sekam bakar dapat memperkuat daun agar tumbuh lebih tegak.

Dengan adanya proses pembakaran, ini membuat sekam bakar lebih steril dibanding sekam biasa sehingga tidak mudah ditumbuhi jamur. Proses membakar sekam ini terbilang cukup sulit, sebab jika pembakarannya tidak tepat sekam malah bisa menjadi abu dan tidak bisa digunakan sebagai media tanam.

Proses pembakaran pun memerlukan banyak waktu dan banyak bahan bakar. Maka tak heran jika harga sekam bakar lebih mahal dibanding sekam biasa.

3. Pumice

Dikenal sebagai batu apung. Batuan yang terbentuk dari batuan piroklastik kaca dengan dinding batuan beku gunung berapi. Cirinya berongga, tahan terhadap api, tahan jamur, dan mengapung di air. Pumice sangat cocok untuk tanaman yang butuh porous tinggi (daya serap tinggi).

Untuk kebutuhan media tanam kaktus, digunakan pumice berukuran 3-5 mm yang dicampurkan dengan pasir malang. Ada juga yang berukuran lebih besar, biasanya digunakan sebagai dasar pot saja, sebelum diletakkan media tanam.

Kelebihan mencampurkan pumice pada media tanam kaktus diantaranya :

  1. Tidak membuat akar membusuk dan berjamur
  2. Mengikat unsur hará yang dibutuhkan tanaman karena bentuk pumice berongga
  3. Mengandung mineral yang baik untuk tanaman

Tetapi sekali lagi, jika di daerah Anda sulit mendapatkan pumice, tidak menjadi masalah. Media tanam masih bisa optimal menumbuhsuburkan tanaman.

4.Cocopeat

Cocopeat atau sabuk  atau tempurung kelapa yang dihaluskan ini juga banyak dipakai untuk media tanaman hias atau hidro ponik. Ia memiliki kemampuan menyerap air yang bagus dan lebih tahan hama. Komposisi yang digunakan, sedikit saja. Dibandingkan dengan sekam atau pumice sekitar 3 ; 1.

Penggunaan cocopeat sebaiknya tidak disarankan pada musim hujan. Bedangnya media tanam yang menggunakan cocopeat dan tidak adalah pada frekuensi penyiramannya. Jika memakai cocopeat, kaktus cukup disiram 1x seminggu pada bagian tanah disekeliling kaktusnya saja. Namun, jika dalam media tanam tidak menggunakan cocopeat, tanaman kaktus bisa disiram 2x seminggu.

5. Pupuk

Selain pasir dan sekam, komposisi utama dari media tanam kaktus adalah pupuk. Pupuk bermanfaat untuk menutrisi tanah sehingga kaktus bisa tumbuh dengan sehat dan tidak mudah mati. Sebaiknya gunakan pupuk organik yang diperoleh dari sumber hewani atau nabati.

Dibanding pupuk buatan, pupuk organik ini lebih bermanfaat untuk tanaman karena mengandung nutrisi alami. Di samping itu, pupuk organik juga tentunya lebih aman bagi tanaman dan manusia.

Jenis pupuk organik yang biasa digunakan sebagai media tanam kaktus adalah pupuk kandang dan pupuk kompos, Anda bisa pilih salah satunya.

Pupuk kandang adalah pupuk yang paling sering digunakan karena harganya yang murah dan mudah didapatkan. Pupuk kandang bersumber dari kotoran hewan ternak atau unggas, seperti sapi, ayam, domba, atau kambing. Pupuk kandang bermanfaat untuk menyuburkan tanah dan tanaman karena mengandung banyak unsur hara makro maupun mikro.

Sedangkan pupuk kompos merupakan pupuk yang diuraikan melalui proses biologis dengan melibatkan bantuan makroorganisme serta mikroorganisme. Sumbernya biasanya berasal dari tumbuhan atau limbah organik.

Pupuk kompos bermanfaat untuk mengaktifkan dan memperkuat zat hara pada tanah, memperbaiki struktur serta pori-pori tanah, dan juga menambah daya serap air pada tanah.

Selain pasir Malang, sekam dan pupuk, media tanam kaktus juga bisa ditambah dengan pumice (batu apung) serta cocopeat (sabut kelapa yang dihaluskan). Pumice terbentuk dari pecahan batu apung yang merupakan muntahan magma. Pumice ini berfungsi agar akar tanaman kaktus tidak mudah busuk atau berjamur.

Bentuknya yang berongga membuat pumice dapat mengikat unsur hara yang dibutuhkan tanaman. Pumice juga mengandung mineral yang bermanfaat untuk tanaman.

Sedangkan cocopeat ini terbuat dari kulit ari atau sekam buah kelapa yang biasanya diperoleh dari limbah industri produk yang menggunakan bahan baku kelapa.

Cara Membuat Media Tanam Kaktus

Nah, setelah mengenal apa saja komposisi media tanam untuk kaktus, pertanyaan sealnjutnya adalah bagaimana cara membuat media tanam kaktus? Caranya mudah kok, Anda bisa mempraktekkannya sendiri di rumah. Namun sekali lagi, ini buat tutorial yang kaku ya. Sangat bisa disesuaikan dengan kondisi dan karaketeristik cuaca di wilayah kamu termasuk juga ketersediaan bahan bakunya.

Sambil terus mempraktekkan, bisa simak ulasannya berikut ini :

1. Siapkan Media Tanam yang Akan Digunakan

Pertama-tama, siapkan media tanam yang akan digunakan. Misalnya pasir malang, sekam biasa (tidak dibakar), sekam bakar, dan pupuk kandang/pupuk kompos. Dengan perbandingan komposisi 5 bagian pasir Malang, 2 bagian sekam biasa, 2 bagian sekam bakar, dan 1 bagian pupuk (5 : 2 : 2 : 1).

Atau jika di daerah Anda mudah menemukan pumice, bisa juga digunakan. Perbandingan pumice bisa disamakan dengan pasir malang, dengan komposisi : 70% terdiri dari pasir malang dan pumice, 30 % sekam bakar. Sekam biasa boleh dicampurkan, boleh juga tidak.

Sedangkan untuk pemberian pupuk, ada sejumlah perbedaan pendapat. Menurut petani tanaman hias dan kaktus asal Cipanas, Guntur Eka Satria Malik, sebaiknya pupuk tidak digunakan atau dicampurkan dalam media tanam. Melainkan, bisa ditaburi setelah akar stabil beradaptasi dengan media tanam non pupuk.

Untuk kaktus yang baru ditanam atau belum ada akar, pupuk diberikan setelah tanaman ditanam selama 2 minggu. Itu pun diusahakan tidak mengenai batangnya atau akarnya.

Pengalaman Guntur, pemberian pupuk kandang atau lainnya dalam media tanam untuk tanaman baru, terlebih yang belum berakar atau akar yang masih sedikit, cenderung membuat tanaman menjadi tidak sehat, lembek, dan menguning.

Bahkan tidak jarang membuat akar cepat membusuk. Pupuk mengandung bahan kimia yang kadang sulit beradaptasi dengan akar dan ada berpeluang besar terkontaminasi  dengan bakteri yang berbahaya bagi pertumbuhan tanaman.

Disarankan Guntur, sebaiknya selektif memilih pupuk yang dijual di pasaran. Pupuk yang terkenal bagus kualitasnya oleh petani, salah satunya adalah dekastar.

Alif, dari pengelola chanel tanaman JR Jogjagurun juga memberikan tips pemberikan pupuk pada media tanam melalui channel youtubenya “Cara meracik media tanam kaktus“. Menurutnya bisa saja dicampur dalam media tanam, hanya saja perlu diatur penempatannya. Dan, sebaiknya, tanamannya sudah ada akarnya.

pupuk kaktus

Penempatan pemberian pupuk dalam media tanam kaktus. Sumber : youtube JR Jogjagurun, cara meracik media tanam kaktus

 

Urban rutan media tanam dari dasar pot :

1. Dasar: arang / cocoblock / cacahan pakis.

2. Media.

3. Pupuk eek kambing yang sudah halus / musim hujan dan kelembapan tinggi tidak rekomendasi kecuali sudah pro.

4. Media (Pupuk Dekastar bisa campur disini).

5. Pupuk Dekastar.

6. Media dan Topping.

2. Masukkan Media Tanam ke Dalam Pot

Selanjutnya masukkan komposisi media tanam tersebut ke dalam pot yang akan digunakan untuk menanam kaktus. Setelah media tanam siap, baru Anda bisa meletakkan kaktus ke dalamnya. Dan kaktus pun siap untuk dijadikan penghias rumah. Oh ya, perhatikan juga ukuran potnya ya. Jangan terlalu besar atau terlalu kecil. Jika terlalu besar membuat akar menjadi cepat membusuk. Dan, jika terlalu kecil, menyebabkan tanaman tidak subur karena kekurangan nutrisi. 

Selain menggunakan pot, kita juga bisa membuat dekorasi terarium untuk tanaman kaktus jika ingin menjadikan tanaman ini sebagai hiasan di ruang tamu.

Pot dari tanah liat  yang lucu bisa menjadi daya tarik kaktus sehingga berkesan istmewa, selain juga menjadi mood booster yang pas. Kamu bisa cek IG @kaktusQulucu untuk melihat aneka koleksi kaktus yang menarik untuk souvenir atau hadiah.

souvenir unik kaktus

Ganti Media Tanam Secara Rutin

Media tanam sebaiknya diganti secara berkala, terutama kalau kandungan unsur hara yang dibutuhkan tanaman telah habis. Khususnya jika kaktus ditanam di daerah bersuhu panas.

Penggantian media tanam perlu dilakukan untuk memperbaiki kondisi media tanam. Hal ini bisa dilakukan sekitar 6 bulan – 1 tahun sekali.

Anda bisa melakukan pengecekan terlebih dahulu apakah tanaman kaktus telah kehabisan unsur hara atau belum. Ciri-ciri tanaman kaktus yang telah kehabisan unsur hara adalah kondisinya yang tiba-tiba layu, warnanya memudar, dan penampilannya yang tidak segar.

Dengan media tanam yang tepat, tanaman kaktus Anda akan tumbuh lebih sehat dan segar.

Untuk mengetahui lebih detail mengenai media tanam kaktus, Anda juga bisa saksikan video berikut ini: Media tanam Kaktus, sukulen dan Caudex

Editor : Kartina Ika Sari (owner @kaktusQulucu)

Bagikan Jika Bermanfaat

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

Instagram has returned invalid data.

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top