Entrepreneur

Media Sosial sebagai Alat Pemasaran Produk UKM

Saat ini telah terjadi perubahan perilaku, konsumen menjadikan media sosial sebagai bahan ketika memutuskan menggunakan sebuah produk. Meningkatnya penggunaan media sosial menjadikan bisnis online semakin diminati. Kementerian Koperasi dan UKM merasa perlu memaksimalkan penggunaan media sosial ini guna meningkatkan pemasaran produk. Selaras dengan perkembangan jaman, Kementerian Koperasi dan UKM berperan aktif dalam mendorong UKM untuk ambil bagian memasarkan produknya melalui media sosial.

Demikian informasi yang disampaikan Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Agus Muharram dalam Workshop ‘Pentingnya Sosial Media untuk UMKM dalam Meningkatkan Penjualan’ pada 31Juli 2017. Dalam acara tersebut hadir pula sebagai pembicara, Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM I Wayan Dipta dan Founder dan CEO Young On Top dan GDILab.com Billy Boen.

Awalnya media sosial Kementerian Koperasi dan UKM hadir untuk mempublikasikan program sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. Namun sejak 20 Mei 2017 Kementerian Koperasi dan UKM berupaya melakukan terobosan membantu UKM untuk mempromosikan produk melalui hashtag pasar senen UKM di akun Instagram Kementerian Koperasi dan UKM. Ternyata upaya tersebut mendapat respon yang sangat signifikan dari pelaku UKM. Awalnya hanya diikuti 20 peserta, saat ini diikuti hampir 100 peserta. “Workshop yang diselenggarakan hari ini bertujuan mengedukasi pelaku UKM agar dapat memanfaatkan media sosial sesuai dengan strategi pemasaran produk,” ujar Agus.

Kehadiran media sosial membuat hambatan jarak, ruang, waktu, dan harga tereliminir. Kini tidak perlu ruang yang besar atau lahan yang luas, cukup di kamar kita bisa membuka toko online. Kapan saja dan di mana saja kita bisa memonitor bisnis. Jangkauan pemasarannya  mendunia asalkan bisa bekerja sama dan berkoordinasi dengan baik. Tenaga kerja bisa diefisienkan dan diefektifkan. Globalisasi ditandai oleh telecommunication, transportation, dan tourism. “Kalau tidak bisa mengikuti dunia maya dengan baik, akan tertinggal. Namun dunia maya hanya alat, bukan segalanya, sewaktu-waktu bisa berubah,” kata Agus.

I Wayan Dipta menjelaskan, beberapa program yang diadakan Kementerian Koperasi dan UKM dalam rangka meningkatkan daya saing UKM diantaranya pendampingan akses to finance termasuk hukum. Segera urus hak cipta atau hak paten produk Anda. Guna meningkatkan  akses pasar, Kementerian Koperasi dan UKM melatih UKM mengembangkan website termasuk media sosial. Selama dua tahun Bidang Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM telah melatih 800 UKM dari seluruh Indonesia, bekerja sama dengan marketplace termasuk Blibli dan Bukalapak. “Jangan sampai kita mempromosikan produk di dunia maya, begitu diminta tidak bisa memenuhi. Saya berharap UKM benar-benar mengukur kapasitas. Kalau tidak bisa, lebih baik bekerja sama dengan yang lain,” ujar Wayan.

Mari gunakan media sosial untuk mempromosikan produk, jangan disalahgunakan. Pasalnya  peran media sosial sangat dahsyat. Melalui media sosial kita bisa membangun awareness terhadap brand dan riset pasar. Wayan mencontohkan beberapa UKM yang diajak Kementerian Koperasi dan UKM pameran di London. Ternyata produk hijab, batik, dan bordir laku. Artinya produk Indonesia tidak kalah dengan negara lain.

Ciptakan Solusi

Billy Boen memaparkan, sosial media adalah tools yang gratis. Bagaimana memaksimalkan akun sosial media tersebut? Jaman dulu sumber daya alam hanya batubara, sekarang data. Saat ini 90% data tercipta oleh sosial media dalam dua tahun terakhir. Pengguna Facebook di seluruh dunia mencapai 2 miliar, Instagram (700 juta), Twitter (328 juta), dan Line (600 juta). Apa yang Anda inginkan dengan sosial media? Meningkatkan jangkauan dan exposure brand melalui nama brand yang mudah diingat hingga menaikkan engagement melalui interaksi dengan follower. Berikan solusi karena menjadi entreprenur bukan untuk memperkaya diri, melainkan menciptakan solusi dari permasalahan yang ada. “Semakin banyak orang yang merasakan dampak positif dari produk atau jasa Anda, semakin besar usaha Anda. Google atau Facebook bisa besar karena kita semua di sini pakai dan merasakan manfaatnya,” ujar Billy.

Billy menekankan sosial media bukan digunakan untuk selling, bentuk awareness dan engage sehingga brand Anda selalu diingat (brand loyalty). Apa yang harus Anda lakukan? Ketahui apa yang disukai dan tidak disukai follower, ketahui apa yang dikatakan follower tentang brand Anda (brand perspective), ketahui apa yang seharusnya diposting di sosial media (kapan harus soft selling, kapan harus hard selling), hingga social behavior. Tahukah Anda cara main, kegunaan, dan algoritma Facebook, Twitter, dan Instagram itu beda? Contohnya Twitter yang diibaratkan Billy dengan running text di TV, kontennya diulang-ulang. “Kunci sukses di sosial media adalah tahu tips dan triknya serta menjaga konsistensi,” tutur Billy.

Selama ini hanya perusahaan besar yang mampu membayar digital agency untuk monitoring dan merancang strategi akun sosial media mereka. Perusahaan besar tahu pentingnya sosial media untuk branding. Berbeda dengan UKM yang memandang sudah cukup punya  Facebook, Twitter, dan Instagram. Punya tapi tidak dimanfaatkan akan sia-sia. Socialmeter hadir untuk membantu UKM  mengukur dan menganalisis sosial media mereka. Setiap minggu UKM akan menerima laporan terkait kinerja sosial media. Socialmeter membuat saran dan tugas mingguan untuk UKM, misalnya tweet 2-3 kali sehari agar usaha Anda semakin dikenal orang. Tweet tersebut sebaiknya memberikan nilai tambah untuk follower. “Jangan berhenti di knowledge atau ide, please action, agar semakin banyak orang yang merasakannya,” tutur Billy.

Saat sesi tanya jawab, Nuke yang memiliki usaha jamu tradisional mengisahkan perjalanan usahanya yang telah mencapai lima negara. Selain itu selama 10 tahun jamunya menjadi minuman resmi di istana setiap 17 Agustus. Perempuan berusia 72 tahun tersebut ingin seperti pelaku UKM lain yang mendapatkan pesanan dari sosial media. Ia mengaku gaptek. Billy mengusulkan Nuke untuk membentuk tim atau hire orang yang mengelola sosial media usahanya. “Akan makan waktu lama untuk ibu mempelajari sosial media. Selain itu pesan yang disampaikan akan lebih mudah diterima ketika tim yang mengelola sosial media satu generasi dengan target market usaha ibu,” ujar Billy yang menyelesaikan pendidikan S1 bidang marketing di Utah State University.

.

 

Ignasia

Saya Ignas, hobi membaca dan menulis. Bagi saya, setiap hari adalah kesempatan baru untuk mempelajari hal-hal menarik.

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • Apa sih tujuanmu menggunakan sosial media? Sekadar pengen narsis dan eksiskah? Nope, jangan gunakan sosmedmu hanya untuk popularitas semata guys, manfaatkan sosmedmu untuk memberikan pengaruh yang baik/positif untuk orang lain
.
#indoblognet #mbcommunication #sosialmedia #viral #trending #impact #eksis

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top