Agama

Mbak Sum, Sang Pesulap Singkong Ubi Beraneka Rasa dan Rupa

“Untuk ketiga kalinya Mbak Sum mampu mengangkat nama desa kita. Tahun 2014 yang lalu Mbak Sum memperoleh Penghargaan  “Arumdalu Citra Benalu“ karena telah menciptakan tas cantik dari daun dan pelepah benalu. Benalu yang selama ini kita  anggap sebagai tanaman  perusak ternyata bisa menghasilkan uang setelah dipegang  oleh Mbak Sum. Di tangan dingin Mbak Sum, benalu-benalu itu kini menjadi  sahabat kaum wanita. Koperasi wanita kita kebanjiran order. Gadis-gadis desa kita yang sebelumnya menganggur kini sudah bisa membuat kerajinan tas. Semua itu berkat daya kreasi dan inovasi Mbak Sum.

Tahun berikutnya Mbak Sum mencetak prestasi yang mengagumkan dengan membuat masakan sehat berbahan dasar bayam. Masakan “Bobor Bayam Panca Rasa“ kreasi Mbak Sum menjadi ikon desa Merak Sejoli, Kecamatan Taman Puspo, Kabupaten Sidhoretno. Bobor bayam yang biasanya terasa gurih diberi sentuhan cabai multi level. Bagi yang suka masakan pedas, Mbak Sum menciptakan bobor bayam dengan level kepedasan sampai angka 7. Sentuhan rasanya juga beraneka ragam. Ada bobor dengan rasa kari ayam, spageti, bahkan ada bobor yang rasanya mirip sate kambing. Wow. Atas prestasi dan kreasinya itu pada peringatan Hari Kartini yang baru lalu, Mbak Sum mendapat Piala Wanodya Adi Grahito dari Menteri Negara Urusan Pesona Kridha Wanita.

Nah, prestasi Mbak Sum yang terbaru adalah membuat makanan tradisional berupa Getuk Dasa Rupa Dasa Rasa. Singkong atau ubi yang pada mulanya hanya disukai orang desa itu kini sudah disulap oleh Mbak Sum menjadi makanan yang digandrungi oleh manusia berbagai usia. Anak-anak misalnya, menyukai getuk berbentuk Angry Bird atau Donald Bebek. Sementara para ABG dan kaum remaja berbondong-bondong menyerbu getuk berbentuk Superman, Robo Cop, dan tokoh karakter yang sedang ngetren lainnya. Rasanya juga dikreasi agar getuk pas di lidah anak-anak dan kawula muda. Jika tidak percaya, ibu-ibu bisa mencoba getuk rasa pizza atau rasa makaroni schotel. Lagi-lagi, desa kita banyak dikunjungi pembeli dari desa dan bahkan dari kota lain. Semoga kedepan Mbak Sum menciptakan makanan dan minuman kreasi baru lagi.

Oleh karena itu, mari  kita berdiri sejenak dan bertepuk tangan untuk menyampaikan apresiasi kita kepada Mbak Sum yang  telah menyulap singkong dan ubi  menjadi snack tradisional dengan bentuk yang memikat dan  aneka rasa yang lezat. Getuk Dasa Rupa Dasa Rasa ini juga menjadi juara pertama pada ajang pemilihan Srikandi Pawon tingkat propinsi. Selain piala, Mbak Sum juga mendapat uang pembinaan sebesar Rp. 50 juta dari Bapak Gubernur”.

Tepuk tangan bergemuruh di aula desa Merak Sejoli. Gending Desaku Maju yang dimainkan oleh remaja desa berkumandang.

Mbak Sum membungkukkan badan memberikan penghormatan kepada para hadirin.

Wajah Mbak Sum  sumringah. Namun dua orang wanita yang berdiri tepat dibelakang Mbak Sum tampak kurang senang dengan aneka sanjungan yang disampaikan oleh Ibu Ketua Penggerak Kegiatan Wanita  Desa Merak Sejoli  (KPKWD – Merak Sejoli) itu.

“Alaaaaa…ganjen banget, sih. Kita kan juga bisa kalo hanya membuat bobor bayam dan getuk, aja. Yang penting ada bahan dan aneka bumbu pasti juga beres. Apa sih hebatnya bobor bayam dan getuk buatan  si Sumiar itu“, kata Bu Jaremoe yang  rambutnya di jambul mirip ekor ayam jago kelaparan itu. “Itu kan karena kegenitan si Sum aja tho mbakyu. Di depan juri mesam-mesem kemayu. Ya terang aja mereka kepencut. Kalo soal masakannya dibanding dengan Thunderbolt Baked Chicken buatan saya sih gak ada apa-apanya “, timpal Bu Riskan sambil memperlihatkan senyum gigi tonggosnya.

Mendengar ocehan tetangganya itu Mbak Sum hanya tersenyum sambil melempar poni kesayangannya. Obrolan nyinyir dua sejoli jago ngrumpi terhenti ketika pembawa acara mempersilahkan Mbak Sum menyampaikan sepatah dua patah kata.

“Ibu Suprobo selaku Ketua Penggerak Kegiatan Wanita Desa Merak Sejoli yang saya hormati.  Hadirin sekalian yang berbahagia.  Memang benar apa yang dibisik-bisikkan  oleh Ibu Ujarmu dan Ibu Riskan yang barusan saya dengar tadi. Saya juga sependapat jika semua kaum wanita disini bisa membuat sayur bayam atau getuk seperti yang sudah saya buat. Yang menjadi masalah adalah: adakah ibu-ibu yang pernah memikirkan apalagi mencoba membuat sayur bayam pancarasa dan getuk dasa itu? Saya kok belum pernah mendengar atau melihatnya.  Jadi kedua ibu tadi baru bisa mengatakan: “alaaaa kalo hanya sayur bayam atau getuk seperti itu sih saya bisa juga membuatnya“ , setelah saya berhasil membuatnya bukan ?” Tampaknya Mbak Sum sengaja ingin mematahkan ucapan tetangganya dengan mengadaptasi kisah Telur Columbus yang sangat populer itu.

Kedua jago ngrumpi tadi terdiam mendengar sambutan Mbak Sum.  Mereka tidak menyangka  wanita sederhana tamatan Sekolah Ketrampilan Wanita itu ciamik merajut kata yang membuat mereka bak kena jotosan Chris John.  Bu Ujarmu dan Bu Riskan sesaat serasa terjungkal dengan jambul  meraknya sengkleh. Sementara para ibu yang hadir pada acara tersebut langsung bertepuk tangan sambil tersenyum.

Di alam nyata banyak sekali manusia sejenis Ibu Ujarmu dan Ibu Riskan. Merasa iri dan dengki ketika orang lain mencapai keberhasilan dan tertawa bahagia tatkala melihat orang lain tertimpa kesusahan.

Sungguh, orang seperti ini hidupnya tak akan pernah tenteram. Rasulullah Shalallahu ’alaihi wa sallam memerintahkan kaum muslim untuk menjauhi sifat iri dan dengki sebagaimana sabda beliau yang artinya: “Jauhilah oleh kamu sekalian sikap hasad (dengki), karena sesungguhnya sikap hasad itu memakan (menghabiskan) kebaikan-kebaikan sebagaimana api memakan (menghabiskan) kayu bakar”. (HR. Abu Daud dan Ibnu Majah dari Abu Hurairah).

Tidak lama lagi kaum muslim akan melaksanakan ibadah puasa. Oleh karena itu selayaknya kita melakukan aklimatisasi menjelang Ramadhan dengan mengikis habis pikiran, ucapan, sikap, dan tingkah laku yang tidak baik agar ibadah puasa kita tidak ternoda atau sia-sia. Sangat rugi jika pada bulan yang pernah berkah dan ampunan itu kita tak mendapatkan apa-apa selain lapar dan dahaga.

Source image: pixabay.com

Editor: Indoblognet

Abdul Cholik

Abdul Cholik adalah seorang purnawirawan TNI dengan pangkat terakhir Brigadir Jenderal TNI. Ngeblog sejak tahun 2009 dan mempunyai beberapa blog termasuk di kompasiana. Telah menerbitkan lebih dari 20 buku berbagai topik, termasuk buku antologi.
Selain menulis review buku, produk, dan jasa juga sering memenangkan lomba blog atau giveaway.
Pemilik www.abdulcholik.com ini dapat ditemui dengan mudah di Facebook/PakDCholik dan Twitter/@pakdecholik

Latest posts by Abdul Cholik (see all)

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • Hai, haaai smart people 😍 Asyikkk ya weekend! Have fun ya, guys 😄
.
Guys, tau gak sih kamuuu, lebih dari 3,8 milyar orang di seluruh dunia menggunakan internet, dimana jumlahnya meningkat 38 juta orang sejak Januari 2017 😁
.
Kenaikan ini menandakan bahwa penetrasi internet di seluruh dunia mencapai 51%, atau bisa dibilang orang yang pakai internet udah lebih banyak daripada orang yang nggak pakai internet, hihi.. Memang sih, tahun 2017 ini sebenarnya peningkatan jumlah pengguna internet jauh lebih lambat daripada tahun 2016 😆
.
Daaan, dari 3,8 milyar orang pengguna internet di seluruh dunia, 2,9 milyarnya aktif menggunakan media sosial, lho! Wawww 😋 Pastinya kamu termasuk di dalamnya dong, heheee
.
Sumber: youthmanual.com
.
#indoblognet #mbcommunication #internet #survey #sosialmedia #socialnetworking #weekend #saturday #viral

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top