lomba blog

Mau Kuliah Jurusan Teknik Lingkungan? Baca Buku Ini Dulu!

Judul      : Kuliah Jurusan Apa? Jurusan Teknik Lingkungan
Penulis   : Widyanti Yuliandari
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Tebal      : 106 +xvi
Terbitan : Tahun  2016
ISBN      : 978-602-03-2608-5

SAAT lulus Sekolah Menengah Umum (SMU), tidak sedikit pelajar yang merasa bingung untuk memilih jurusan kuliah, yang akan mereka ambil di perguruan tinggi. Masih banyak yang memutuskan pemilihan jurusan hanya berdasarkan anjuran orang tua, saran guru, kunjungan promosi universitas ke sekolah, ataupun terinspirasi dari kerabat keluarga yang bekerja di suatu bidang. Selain tentunya ada juga karena minat dan kemampuan.

Kurangnya gambaran mengenai jurusan yang dipilih, pelajaran apa yang akan didapatkan, dan profesi apa yang akan dijalani setelah lulus kuliah, tak jarang membuat sejumlah mahasiswa patah arang dan merasa salah masuk jurusan. Ada yang mampu bertahan menyelesaikan kuliah, ada yang justru kemudian menyukai ilmu yang diberikan, tetapi ada juga yang merasa tersesat, tidak sanggup dan memutuskan ganti haluan setelah tahun pertama kuliah.

Ini pula yang disampaikan oleh Widyanti Yuliandari, penulis buku Kuliah Jurusan Apa? Jurusan Teknik Lingkungan. Dalam prakata buku terbitan Gramedia tahun 2016 ini, Widyanti, yang juga merupakan lulusan jurusan Teknik Lingkungan tahun 1997 ini, tidak menampik jika awalnya pun tak terlalu ngeh apa yang akan dipelajari di jurusan Teknik Lingkungan, tempatnya berkuliah.

Noka Destalina, salah seorang alumni Teknik Lingkungan (TL), pun mengakui dengan jujur jika saat masuk TL belum ada bayangan spesifik akan berkarier seperti apa nantinya. Hanya mengikuti alur saja. Tiap semester mengambil mata kuliah, tetapi tidak juga terpikir untuk menjadi apa nantinya.

Begitu pun dengan Dewi Dwirianti, yang masuk TL pada tahun 1998. Awalnya Dewi juga menduga jika jurusan Teknik Penyehatan (sebelum diganti menjadi jurusan Teknik Lingkungan), adalah jurusan yang berhubungan dengan kesehatan. Ternyata yang dikiranya dan dibayangkannya salah karena jurusan ini lekat dengan teknik, sehingga sempat stress dan kaget di awal kuliah.

Bisa jadi, kenyataan seperti inilah yang mendorong Widyanti Yuliandari untuk menghadirkannya dalam buku berjudul Kuliah Jurusan Apa? Jurusan Teknik Lingkungan, sehingga dapat lebih menceritakan wajah jurusan Teknik Lingkungan secara proporsional.

Lulusannya Semakin Dibutuhkan

Buku bersampul warna hijau muda teduh ini terdiri atas lima bab, yakni Sekilas Jurusan Teknik Lingkungan, Belajar Apa di Teknik Lingkungan?, Teknik Lingkungan di Beberapa Perguruan Tinggi, Pilihan Karir, dan Kisah Alumni.

Dalam Bab I mengenai sekilas Jurusan Teknik Lingkungan, buku ini mencoba meluruskan salah duga mengenai jurusan Teknik Lingkungan, yang dulunya bernama Teknik Penyehatan, sehingga banyak orang yang merasa tersesat karena mengira ada kaitannya dengan kesehatan atau medis.

Padahal, kuliah ini lebih ke arah rekayasa (engineering). Perkawinan antara ilmu Teknik Sipil dan Teknik Kimia. Dibandingkan dengan jurusan teknik lainnya, seperti Teknik Mesin, Teknik Sipil, atau Teknik Elektro, jurusan ini termasuk jurusan baru dan biasanya berada di bawah fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan.

Jurusan ini muncul di latarbelakangi semakin terasanya dampak pembangunan lingkungan, yang dapat berakibat mengancam kelanjutan hidup manusia. Pencemaran dan kerusakan lingkungan membuat jurusan ini semakin dibutuhkan.

Tak Cuma Duduk di Kelas

Nah, Bab II mengupas tentang ruang lingkup Teknik Lingkungan, antara lain pengolahan dan distribusi air bersih/air minum, pengelolaan air limbah, pengelolaan sampah/limbah padat, pengelolaan limbah B3, pengendalian pencemaran udara, manajemen keselamatan kerja, pengelolaan kualitas lingkungan, drainase, analisis mengenai dampak lingkungan (amdal), perencanaan tempat pembuangan akhir sampah (TPA), dan lainnya.

Perlu diketahui, kuliah di jurusan ini, para mahasiswa tidak hanya sekedar duduk anteng di dalam kelas yang ber-AC atau berkutat di laboratorium yang nyaman. Jurusan ini membutuhkan turun langsung ke lapangan, misalnya untuk praktik sampling air, dengan membawa peralatan yang berat. Selain juga, berkotor-kotor saat menganalisis sampah. Berbeda dengan jurusan teknik lainnya yang biasanya didominasi oleh laki-laki, jurusan ini didominasi oleh perempuan.

Buku ini juga membahas apa saja yang dibutuhkan jika ingin memasuki jurusan TL.

Semakin Banyak di Perguruan Tinggi

Saat ini, jumlah perguruan tinggi yang membuka jurusan Teknik Lingkungan semakin banyak. baik negeri maupun swasta di Indonesia. Buku ini menyertakan profil 15 program studi dan jurusan Teknik Lingkungan terbaik di beberapa universitas terkemuka di Indonesia, antara lain fasilitas laboratorium dan alamat fakultas Teknik Sipil di setiap perguruan tinggi.

Salah satunya adalah profil ITB, yang memiliki cikal bakal jurusan Teknik Lingkungan pertama di Indonesia yang kini telah menghasilkan 1500 lulusan, yang tersebar di berbagai perusahaan, baik lokal, nasional, dan internasional.

Seiring dengan semakin tingginya dampak lingkungan pada sebuah kota, jurusan ini semakin banyak dibuka mulai tahun 1990-an karena semakin diminati. Jurusan ini bahkan masuk dalam top 5 pilihan mahasiswa, berdasarkan passing grade yang biasa dikeluarkan lembaga bimbingan belajar.

Apalagi ada sebuah prediksi, bidang usaha yang prospektif di masa depan adalah bidang yang berkaitan dengan tiga hal, yakni Food, Energy, and Environment (FEE) keberlangsungan hidup manusia.

Untuk melengkapi profil, bab III buku ini juga menyertakan akreditasi yang melekat pada 43 jurusan Teknik Lingkungan di perguruan tinggi untuk memudahkan calon mahasiswa. Akreditasi yang dikeluarkan oleh Badan Akreditasi Nasional-Perguruan Tinggi (BAN-PT), ada yang A, B, dan C.

Kenapa perlu? Alasannya, karena cara memilih jurusan teknik lingkungan terbaik di perguruan tinggi, melalui akreditasinya.

Pilihan Karier Beragam

Pertanyaannya kini adalah cerahkah prospek lulusan Teknik Lingkungan? Lulusan jurusan ini memiliki kesempatan berkarir di berbagai bidang, mulai dari lembaga pemerintah, lembaga pendidikan, lembaga non pemerintah, dunia swasta, technopreneur, dan lainnya.

Semua rincian dengan penjelasan masing-masing sesuai dengan jenis bidang kerja dibahas dalam bab IV buku ini.

Memikatnya Kisah Alumni

Untuk menguatkan uraian mengenai jurusan Teknik Lingkungan, dalam bab V buku ini juga dapat dibaca mengenai Kisah Alumni sukses dari berbagai perguruan tinggi dan bidang kerja.

Menariknya, para alumni ini tidak sungkan bercerita bagaimana cara mereka masuk ke jurusan ini, apa yang dipelajari, apa yang dilalui, hingga akhirnya memperoleh pekerjaan setelah lulus perkuliahan.

Namun, kebanyakan alumni yang dihadirkan disini rata-rata adalah era sebelum dan pada masa tahun 1990-an, yang kala itu informasi mengenai jurusan ini sangat sedikit diperoleh. Selain belum trennya media mesin pencari informasi untuk perkuliahan.

Alangkah baiknya jika disertakan kesuksesan lulusan pada era 2000-an. Meski demikian, kisah alumni ini sangat menarik karena dapat memancing keinginan calon mahasiswa jurusan Teknik Lingkungan bahwa bidang kerja jurusan ini sangat luas dan sudah banyak yang berhasil.

Salah satu kisah alumni disampaikan Affandi Asnan, yang meraih karir sebagai Direktur PDAM di Kota Pontianak. Menurutnya, para lulusan SMU yang hendak masuk Jurusan Teknik Lingkungan memerlukan minat yang tepat. Jika tidak begitu tertarik dengan air, limbah, pencemaran, dan lain sebagainya lebih baik memilih jurusan lain.

Secara keseluruhan, buku Kuliah Jurusan Apa? Jurusan Teknik Lingkungan ini cukup enak dibaca karena ditulis oleh orang yang sangat mengenal dan paham jurusan ini karena juga lulusan jurusan Teknik Lingkungan. Selain itu, Widyanti Yuliandari juga berkarir di Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur.

Tulisannya pun lugas mengalir. Terasa ringan dibaca dan mudah diserap sebagai informasi. Bisa jadi hal ini karena penulis juga merupakan blogger yang bergabung sebagai Kompasianer, komunitas Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN) dan Komunitas Emak Blogger.

Tidak berlebihan jika dikatakan buku ini mampu menjelaskan dengan baik mengenai jurusan Teknik Lingkungan. Judul yang berbentuk pertanyaan akan lebih mudah diingat oleh para calon mahasiswa yang sedang mencari jurusan kuliah.

Paling tidak, buku ini membantu untuk memberi gambaran bagi siswa SMU  untuk memantapkan pilihan, juga para guru SMU untuk membimbing siswanya. Selain tentunya informasi bagi para orang tua dalam mendampingi putra putrinya dalam memilih jurusan kuliah di universitas. Kenapa? Jurusan yang tepat akan sangat berpengaruh terhadap masa depan dan karir seseorang.

 

 

Editor: Indoblognet

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • Alhamdulillaah, Jum'at Mubarak 😍 Hari yang paling baik untuk melakukan amal kebaikan, termasuk beraktivitas yang bernilai ibadah 😉
.
Guys, ngomong-ngomong soal website nih ya, udah mobile responsive (mobile friendly) belum sih websitemu? 😎 Soalnya ini penting banget lho untuk diperhatikan
.
Berdasarkan survey, website yang gak mobile responsive bakal bikin pengunjung "gak jadi" mengunjungi websitemu 😆 Ya iyalahhh malesin kan ya kalau harus ribet dengan tampilan web saat kamu buka lewat hp 😅 Sementara saat ini, kebanyakan user menggunakan hp untuk mengakses internet, termasuk untuk membuka web..
.
Tuh guys, kalau kamu gak pengen web-mu sepi pengunjung gara-gara gak mobile responsive, buruan deh di upgrade supaya lebih mobile responsive 😁
.
#indoblognet #mbcommunication #jumatberkah #jumatmubarak #followme #tips #viral #website #survey

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top