Inspirasi

Lelah Bekerja? Carilah Inspirasi di Sekitar Kita

Bekerja freelance di rumah dengan penghasilan tak pasti sering menguji kesabaran. Sambil menulis dan mengikuti lomba dan kuis saya membuka loket Payment Point Online Bank. Modalnya tidak besar, cukup laptop yang usianya sudah lima tahun dan printer yang lebih tua lagi umurnya. Hanya saja tempat kerjanya mungkin tak terlalu nyaman untuk duduk terlalu lama. Meja kerja saya serupa bangku kecil untuk tempat makan lesehan. Sedikit lebih besar dari meja-meja yang biasa dipakai mengaji di TPQ. Jadi sehari-hari sambil ngelesot saya menyelesaikan orderan menulis konten, berselancar mencari lomba menulis dan aneka kuis atau mentransaksikan pembayaran listrik, telepon, tagihan internet dari pelanggan di meja kecil itu, bersandar di sofa. Kalau pegel kaki diselonjorin.

Kelamaan duduk kadang kaki dan pinggang saya terasa sakit. Mata mulai payah. Lalu di situ saya merasa lelah. “Ih fee hasilnya tak seberapa, satu transaksi paling seribu rupiah, modal gede kadang tetangga bayar belakangan” atau “menulis susah-susah tapi sudah tiga tahun feenya kok nggak ada kenaikan” dan serangkaian gerutuan meski kadang tak tersampaikan dan meninggalkan gumpalan dalam hati. Belum lagi ditambah koneksi internet yang tidak bisa diprediksi. Kalau lagi lemot otomatis menyita waktu duduk di depan laptop lebih lama lagi.

300420162094

Menggerutu, merasa paling susah sedunia tak menyelesaikan masalah. Pegal linu di kaki, pinggang nyeri dan kesemutan juga tak bakal sembuh dengan menyimpan berbagai kekesalan. Buang jauh-jauh sifat mudah mengeluh. Saya memilih flashback, berpikir tentang masa lalu, dahulu memutuskan berhenti bekerja kantoran dan memilih bekerja dari rumah karena lelah dan ingin lebih fokus menemani anak-anak yang sendiri sepulang sekolah. Maka harus berupaya untuk tidak mengeluh.

Kalau sudah merasa lelah bekerja begini saya mencari inspirasi dari orang-orang yang saya kenal. Meski belum pernah bertatap muka langsung saya mengenal beberapa teman dunia maya yang semangatnya dalam berkarya luar biasa. Ada seorang teman saya yang bahkan tidak punya koneksi internet di rumahnya. Gadis muda ini sosok yang cukup idealis, dia memilih berhenti bekerja sebagai karyawan di usia produktif dan memilih menekuni dunia yang menjadi hobinya yaitu menulis.

Setiap kali harus mengirimkan atau memposting naskah tulisan dia harus pergi ke warnet atau taman kota demi numpang wifi. Tetapi pencapaiannya sungguh luar biasa. Belasan antologinya terbit dalam berbagai segmen fiksi maupun non fiksi, novel yang ditulis bareng temannya juga mewarnai dunia literasi Indonesia, menyusul novel solonya dan baru saja dia memenangkan hadiah dari lomba kepenulisan dari salah satu penerbit ternama di Indonesia yang memberikannya kesempatan berkunjung ke perbatasan Timor Leste.

Sungguh mental saya teramat payah jika mengeluh kaki pegal linu, pinggang sakit atau internet yang lemot tiada tara ketika harus bekerja sementara teman yang saya kenal lebih keras berjuang dan lebih berkibar prestasinya. Maka suntikan semangat itu pun mulai berkobar.

Mencari inspirasi untuk menggelorakan semangat yang kadang mulai kendur tak perlu jauh-jauh. Kalau pas mental sedang jatuh lalu diberikan contoh perjuangan inspiratif dari tokoh-tokoh besar seringkali tidak menimbulkan dampak positif seperti harapan. Contohnya menyodorkan kisah tentang Rasulullah Nabi Muhammad SAW. Beliau yatim piatu sejak kecil tetapi rajin bekerja menggembala kambing dan tak pernah mengeluh sepanjang hidupnya. Manusia yang kadang bermental payah (seperti saya) kalau pas lelah jawabnya mungkin “itu kan Nabi, kekasih Allah. Hanya orang pilihan yang bisa berlaku demikian” Ya udah cari saja contoh, tauladan dari orang-orang “biasa” yang kita kenal. Sama-sama manusia biasa, masa iya kita gak bisa meniru kebaikan dan perjuangan yang mereka lakukan?

Menemukan inspirasi dari orang-orang yang kita kenal dekat seringkali lebih efektif. Sebab kita melihat, mendengar, menyaksikan sendiri perjuangan dan pencapaian mereka. Kita bisa mendapatkan hikmah dari perjuangan mereka meski hanya dari ngobrol, chit-chat biasa tanpa wawancara resmi atau meluangkan waktu khusus untuk membaca kisahnya. Tak perlu menjadi tokoh besar untuk berkarya. Tak harus juga berusaha keras meniru perjuangan orang-orang di sekitar kita namun semangat yang mereka tunjukkan akan menularkan energi positif, motivasi dan meninggalkan kesan penuh hikmah yang tak ternilai harganya.

 

 

Dwi Aprilytanti Handayani

Ibu dua anak, senang menulis dan berbagi pengalaman. Baginya menulis adalah salah satu sarana mengeluarkan uneg-uneg dan segala rasa.

Latest posts by Dwi Aprilytanti Handayani (see all)

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • Kabar bahagia nih khususnya bagi warga Tangerang Selatan dan sekitarnya. Sekarang ga susah lagi mencari kebutuhan oleh-oleh haji dan perlengkapan muslim, @bursa.sajadah sudah ada di BSD loh. Tepatnya di Ruko Tol Boulevard C No. 11-12. Jalan Pelayangan BSD, Tangerang Selatan.

Alhamdulillah Bursa Sajadah sejak didirikan tahun 1998, terus berekspansi. Bursa Sajadah di BSD ini merupakan cabang ke-9, setelah di  Bandung, Bekasi, Bogor, Jakarta, Malang, Solo dan Surabaya.

Tuk yang mau belanja2 kebutuhan lebaran atau ingin memberikan sesuatu yang spesial tuk orang2 tersayang, selagi masih grand opening di BSD, siapa tahu dapat harga yang spesial :) Tuk rekan2 blogger terpilih di wilayah Tangsel, kita nanti bersilaturahmi ya di Grand Opening Bursa Sajadah BSD, Kamis, 1 Juni 2017.  #BursaSajadah #bursasajadahBSD #skvgroup #Tangerangselatan

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top