ekonomi

Lamikro, Atasi Kebingungan Pelaku Usaha Mikro dalam Membuat Laporan Keuangan

Membuat laporan keuangan masih menjadi permasalahan serius di kalangan usaha mikro. Tidak sedikit diantara pelaku usaha mikro yang menganggap pencatatan keuangan  kurang begitu penting. Cukup diingat-ingat saja, atau pun jika perlu dicatat, hanya berupa coretan-coretan di dalam lembaran kertas atau buku kecil. Itu pun biasanya pencatatan hutang.

Tak heran, ketika mereka terkendala modal, dan teriak butuh pinjaman,  tak bisa menunjukkan cash flow usaha sebagai syaratnya. Ujung-ujungnya, kembali berada dalam rangkulan rentenir yang diyakini memberikan solusi cepat dan nggak ribet meski bunga mencekik leher. Kekurangpahaman pada  pentingnya catatan keuangan ini memyebabkan pelalu usaha mikro menjadi  kurang optimal dalam mengembangkan usaha dan stagnan.

Padahal, jika UMKM kita maju, dampaknya sangat besar bagi perekonomian bangsa.  Menurut catatan Badan Pusat Statistik (BPS), kontribusi UMKM terhadap perekonomian nasional mencapai 61,41 persen. Sementara, penyerapan tenaga kerja UMKM mendominasi hampir 97 persen dari tenaga kerja nasional. Bahkan secara nominal, Bank Indonesia menyebut,  kontribusi UMKM menembus Rp 850 triliun pada Produk Domestik Bruto (PDB). Itu diperoleh dari pergerakan usaha sekitar 59 juta unit UMKM.

Pencapaian tersebut,  masih begitu rentan, turun naik. Menurut ekonom Indef, Bhima Yudhistira, jika pertumbuhan UMKM kurang bagus, sangat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi nasional. “Kalau pertumbuhan UMKM kurang bagus, pertumbuhan ekonomi sulit mencapai targetnya. Apalagi 2018, targetnya mencapai 5,4 persen,” katanya pada Republika.

Karena itu, upaya menaikkan kelas UMKM ke arah digitalisasi memang solutif dilakukan berbagai pihak. Jika melihat dari persentasi keterlibatan UMKM terhadap dunia digital tergolong masih sangat kecil. Kementerian Koperasi dan Usaka Kecil Menengah (Kemenkop UKM) melansir, baru 3,79 juta UMKM atau 8 persen dari 59,2 juta yang memanfaatkan platform online dalam memasarkan produknya. Bersama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) dan pelaku e-commerce, Kemenkop UKM tengah menggagas program bertajuk 8 juta UMKM Go Online.

Untuk menumbuhkan jumlah pelaku UMKM yang berselancar di dunia maya, Kemenkop UKM dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama dengan para pelaku e-commerce menggagas program bertajuk 8 Juta UMKM Go Online. Gerakan ini bisa  menjadi dorongan kuat bagi UMKM untuk memperbaiki manajemen, terutama manajemen administrasi keuangan yang masih dinilai rumit dilakukan bagi sebagian besar pelaku usaha mikro.

Dalam rangkaian percepatan UMKM Go Digital, Kemenkop UKM meluncurkan aplikasi akuntansi keuangan Lamikro pada Oktober 2017 di Bali. Sampai saat ini, tercatat pelaku usaha mikro yang mengunduh mencapai 3.269 unit usaha. Pencapaian yang memang masih belum seberapa jika dibandingkan dengan target 8 juta UMKM Go Online. Sosialiasasi kini terus menerus dilakukan Kemenkop UKM di berbagai lini di seluruh Indonesia.

Lamikro, Laporan Keuangan Sederhana Berbasis Aplikasi

Masifnya angka pengguna smartphone di Indonesia menjadi latar belakang utama Kemenkop UKM meluncurkan aplikasi ini. Pelaku usaha tidak perlu repot atau bingung lagi memikirkan bagaimana membuat laporan keuangan yang sederhana. Aplikasi berbasis operasi android ini dirancang fleksibel dengan banyak pilihan sesuai kebutuhan pengguna.

Pelaku usaha mikro kapan saja dan dimana saja, dapat lebih praktis dan efisien dalam menghitung arus kas, belanja, pendapatan dan laba secara mudah. Kesemua fitur dalam aplikasi yang bisa diunduh gratis dan diakses di www.lamikro.com tersebut juga sudah memenuhi standar akuntasi entitas mikro kecil dan menengah yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntansi Indonesia.

“Saya lihat pembukuan atau pencatatan penjualan lebih praktis catatannya, itu sudah digital online. Jadi saya bisa mengecek pengeluaran dan penghasilan saya berapa, bisa juga menentukan harga pokok penjualan berapa, berapa kena pajak, berapa profit saya,” ungkap Nala Jati pemilik Kedai 157.

Hanya dalam genggaman jemari, pelaku usaha mikro bisa cepat melakukan pencatatan sesuai dengan pos-pos yang tersedia.

Jika pelaku usaha masih mengalami hambatan atau bingung saat pengisian, bisa menghubungi kontak yang tersedia berikut ini :

Pelaku usaha yang ingin mengunduh aplikasi ini disyaratkan telah memiliki surat ijin usaha alias badan usaha. Karena sebelum mengunduh, pelaku usaha akan diminta mengisi nomor SIUPP dan NPWP. Syarat ini bisa menjadi stimulan sebenarnya bagi pelaku usaha yang serius ingin mengembangkan usaha, svarat tersebut memang mutlak dipenuhi.

Hanya yang menjadi catatan dalam hal ini adalah jaminan keamanan (privasi) atas data-data yang teraktivasi dalam aplikasi, apakah sepenuhnya  terjamin kerahasiannya. Meski Kemenkop UKM sudah menjamin tidak ada kebocoran, tetapi setidaknya pelaku usaha bisa lebih mengantisipasi. Setidaknya apa yang ditawarkan pada aplikasi sementara bisa menjadi media pembelajaran yang efektif untuk diterapkan pada platform selanjutnya sebagaimana manajemen perusahaan. Semakin tingginya skala bisnis usaha, menuntut manajemen administrasi yang lebih complicated. Aplikasi Lamikro hanya menjadi dasar acuan bagi pembuatan laporan keuangan yang sederhana. Patut dicoba!

 

kartina Ika Sari

kartina Ika Sari

writerpreneur, founder MB Communication, Indoblognet.com & jelajahiindonesiamu.com
kartina Ika Sari
Bagikan Jika Bermanfaat

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • Bagaimana Barista keren @muhammadaga menikmati cintanya meracik kopi untuk menghidupkan kehidupan..? Aga siap berbagi cerita untuk kamu Mitra Blogger Jakarta (27 Sep) dan Bandung (1 Okt). Sampai bertemu ya 😍😍 Regrann from @promag_id -  Cerita #NikmatiHarimu Ala Barista Aga: Secangkir Kopi Terbaik
.
Menyajikan kopi terbaik bagi saya adalah tentang orang yang menikmati. Bayangin aja! Hanya dengan secangkir kopi bisa membuat penikmatnya merasa hidup lagi. Tantangan yang saya hadapi gak akan bisa menghalangi saya untuk selalu memberikan secangkir kopi dengan kualitas terbaik untuk mereka, setiap harinya.
.
Membuat orang happy dengan secangkir kopi terbaik, itu yang membuat saya bisa #nikmatihari saya.
.
-Aga (@muhammadaga), 1st Winner 2018 Indonesia Barista Championship-
.
#NikmatiHarimu #Promag #AhlinyaLambung #coffee #barista #coffeshop #lifestyle #maag #lambung #enjoy #day - #regrann

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top