lomba blog

Kupas Tuntas Jurusan Teknik Lingkungan

Kuliah Jurusan Teknik Lingkungan

Detail Buku

Judul: Kuliah Jurusan Apa? Jurusan Teknik Lingkungan

Penulis: Widyanti Yuliandari

Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama

Cetakan: 2016

Tebal: 102 halaman

ISBN: 978-602-03-2608-5

Review

Beberapa waktu yang lalu, saya membacakan sebuah dongeng dengan tema sanitasi dan air minum untuk Jav. Salah satu ceritanya yaitu tentang cara mengetes kelayakan air minum menggunakan air teh. Senang deh. Selain menambah pengetahuan Jav tentang air minum dan meningkatkan kecintaannya terhadap lingkungan, cerita tersebut juga dapat menambah wawasannya mengenai profesi di bidang Teknik Lingkungan.

Jav memang baru berusia 5 tahun. Namun saya merasa sangat penting untuk mengenalkannya pada berbagai macam profesi di usia tersebut, masa eksplorasi 0-7 tahun. Bagus kan kalau dia sudah tertarik pada beberapa profesi di usia dini. Meskipun seiring dengan berjalannya waktu hal itu bisa berubah, tapi setidaknya sudah lebih terarah. Jangan sampai seperti beberapa teman saya yang baru benar-benar mengenal profesi yang akan dijalaninya ketika sudah memilih jurusan di perguruan tinggi. Syukur kalau cocok, kalau tidak kan sayang waktu, energi, dan biaya.

Dulu, informasi mengenai seluk beluk berbagai jurusan di perguruan tinggi memang masih sulit untuk diakses. Tapi sekarang, di era digital ini, semua menjadi lebih mudah. Apalagi Gramedia Pustaka Utama juga sudah menerbitkan seri buku Kuliah Jurusan Apa.

Bagi teman-teman yang sebentar lagi lulus SMA namun masih bingung mau masuk jurusan apa, atau bagi teman-teman yang tertarik dan ingin mengenal lebih dalam mengenai jurusan Teknik Lingkungan, bisa loh membaca buku ini, Kuliah Jurusan Apa? Jurusan Teknik Lingkungan.

Saya merekomendasikan buku ini bukan hanya untuk teman-teman calon mahasiswa, tetapi juga untuk orang tua, guru, atau kakaknya. Sehingga bisa memberikan masukan serta mendampingi anak, murid, maupun adiknya dalam memilih jurusan. Berikut beberapa kelebihan yang terdapat pada buku ini.

Ditulis oleh ahli di bidangnya. Penulis buku ini merupakan seorang sarjana lulusan Teknik Lingkungan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya yang kini bekerja di Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Bondowoso Jawa Timur sebagai Kepala Unit Pelaksana Teknis Laboratorium Lingkungan. Jadi isinya dijamin valid karena berdasarkan pengalaman pribadi. Sayang sentuhan personalnya kurang banyak, hanya di bagian awal saja.

Kami akan mengambil sejumlah sampel air sungai, untuk kemudian kami bawa ke laboratorium, sehingga nantinya kami akan tahu seperti apakah kondisi air sungai saat itu. Prosedur seperti ini sudah saya pelajari sekitar tahun 1998, sejak pertama kali bersinggungan dengan mata kuliah dan praktikum laboratorium lingkungan. Tidak ada rasa rikuh, enggan atau jijik, bahkan jika perlu mencebur masuk ke sungai untuk mendapatkan contoh air. Asyik!

(Prakata Penulis)

Data pendukung mengenai jurusan Teknik Lingkungan terbaru yang digunakan penulis pun, merupakan hasil dukungan dari perguruan tinggi almamaternya. Bahkan, sambutan dalam buku ini juga ditulis oleh Prof. Ir. Joni Hermana, M.ScES., Ph.D, Rektor ITS Surabaya. Beliau menambah wawasan saya mengenai sejarah dan perkembangan jurusan Teknik Lingkungan. Hal ini menunjukkan bahwa penulisnya memiliki hubungan baik dan dipercaya oleh pihak almamaternya.

Teknik Lingkungan menitikberatkan pada kemampuan mendesain atau dalam bahasa lainnya, merekayasa suatu sistem dengan penyediaan infrastruktur agar pembangunan fisik bisa tetap berlangsung dengan dampak lingkungan yang sekecil mungkin.

(Sambutan Rektor ITS)

Cara penyampaiannya santai dan akrab, tidak kaku. Meskipun isinya membicarakan hal yang serius, namun sama sekali tidak membosankan. Dengan membaca buku ini, saya bisa mendapatkan pengetahuan baru dengan cara yang menyenangkan. Ada selipan lagu kebanggaan Teknik Lingkungan ITS angkatan 1997-nya pula. Judulnya Jreng-Jring yang menunjukkan dan menularkan perasaan hangat dan ceria dari penulisnya. Meskipun menggunakan bahasa Jawa, tapi saya bisa memahami artinya karena disertai dengan terjemahan bebasnya.

Jreng… jring

Teknik lingkungan

Melok camp munggah nang Malang

Malang akeh coban e

Songo pitu akeh cewek e

Cewek akeh malah nyenengke

Songo pitu lak pancen oye!

(Halaman 2)

Buku ini memang tipis, namun isinya lengkap, runut, jelas, dan tidak bertele-tele. Penulis dapat menjawab berbagai pertanyaan yang mungkin terbersit di kepala para calon mahasiswa.

  • Mulai dari, “Bagaimana sih Teknik Lingkungan itu?”
  • “Apa saja yang dipelajari?”
  • Setelah merasa suka dan tertarik dengan Teknik Lingkungan, “Bisa kuliah di mana saja?”
  • Kemudian, “Setelah lulus, nanti kerja di mana?”
  • Hingga, “Itu kan teorinya. Lalu bagaimana kesan dan pengalaman para alumninya?”

Semuanya dikupas secara tuntas dalam buku ini. Bab pertama berisi ruang lingkup materi yang dipelajari di jurusan Teknik Lingkungan dan modal yang harus dimiliki untuk kuliah di sana. Teman-teman yang ingin kuliah di jurusan Teknik Lingkungan harus menyukai mata pelajaran matematika, fisika, kimia, dan biologi. Tidak harus pintar menggambar, namun harus memiliki minat terhadap lingkungan dan pelestarian alam. Pada bab ini juga dijelaskan bahwa jurusan Teknik Lingkungan termasuk masih baru, namun semakin lama semakin diminati.

Ada sebuah prediksi, bahwa bidang usaha yang prospektif di masa depan adalah bidang yang berkaitan dengan 3 hal, yaitu Food, Energy, and Environment (FEE).

(Halaman 6)

Selanjutnya pada bab dua, penulis menjabarkan secara lengkap materi apa saja yang akan dipelajari di jurusan Teknik Lingkungan. Terdapat 42 mata kuliah di ruang kuliah serta 9 macam praktikum baik di laboratorium maupun di lapangan. Penulis juga tidak lupa menambahkan beberapa kemampuan penunjang yang harus dimiliki oleh mahasiswa Teknik Lingkungan agar mempunyai nilai tambah, seperti kemampuan bahasa asing, menggunakan teknologi informasi, komunikasi, dan lain-lain.

Di dunia kerja khususnya, biasanya orang-orang yang memiliki kemampuan menempatkan diri, tahu etika dan sopan-santun, akan lebih disukai dan mudah memperoleh kesuksesan dalam pekerjaan.

(Halaman 33)

Kemudian pada bab tiga, penulis memaparkan profil singkat jurusan Teknik Lingkungan di beberapa perguruan tinggi terkemuka di Indonesia, baik negeri maupun swasta. Mulai dari sejarah, fasilitas, alamat, hingga akreditasinya. Sangat bermanfaat. Bagian ini juga dilengkapi dengan foto yang mendukung pemaparan tersebut.

Salah satu indikator memilih jurusan Teknik Lingkungan di perguruan tinggi mana (juga dengan jurusan lain), biasanya dilihat dari akreditasinya.

(Halaman 53)

Pada bab empat, penulis menguraikan berbagai peluang karir bagi para lulusan Teknik Lingkungan. Ternyata banyak. Mereka tidak perlu khawatir karena bisa mengkontribusikan ilmunya di institusi pemerintahan pusat/daerah, BUMN/BUMD, pendidikan, NGO, entrepreneur, ataupun sektor swasta.

Saat ini sudah banyak para lulusan TL dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia yang menduduki berbagai jabatan penting baik di tingkat pusat yakni di kementerian hingga institusi pemerintah di daerah.

(Halaman 62)

Kemudian sebagai penutup–dan menurut saya yang paling menarik–yaitu penuturan kisah 6 orang alumni dari berbagai perguruan tinggi mengenai pengalaman dan tips kuliah di Teknik Lingkungan. Mereka juga menceritakan kiprah dalam jalur karirnya masing-masing.

Kuliah di TL asyik, terutama semester awal, mengenal bahan dasar ilmu teknik, seperti menggambar teknik. Kayaknya keren aja bikin gambar di kertas kalkir begitu.

(Noka Destalina, Short Term Consultant, Bremen Overseas Research and Development Association Germany, halaman 69)

Jurusan Teknik Lingkungan memerlukan minat yang tepat. Jadi menurut saya, untuk lulusan SMA yang hendak masuk jurusan Teknik Lingkungan, jika tidak begitu tertarik dengan air, limbah, pencemaran dan lain sebagainya, lebih baik memilih jurusan lain.

(Affandi Asnan, Direktur Utama PDAM Kota Pontianak, halaman 94)

Sarjana Teknik Lingkungan sudah sangat umum sekarang ini dibanding dulu, positifnya: kebutuhan perusahaan/industri terhadap sarjana Teknik Lingkungan ada, kesempatan menjadi konsultan pun lebih terbuka lebar. Negatifnya: banyak saingan! Tips menjadi pemenang adalah menjadi sarjana yang berkualitas, perbanyak networking baik dengan alumni maupun praktisi dari teknik lingkungan lainnya, dan kuasai kemampuan/skill di luar akademis.

(Wahyu Dwi Astuti, Integrity Engineer at Total E&P Indonesia, halaman 101)

Terakhir, buku yang sangat informatif ini dikemas dengan cantik. Sampul depannya berwarna hijau muda dengan ilustrasi yang manis sehingga memberikan kesan ringan dan segar. Lay out-nya rapi. Serta blurb di bagian sampul belangkangnya pun lengkap, memberikan gambaran yang sangat sesuai dengan isinya.

Bagaimana, siap kuliah di jurusan Teknik Lingkungan? Supaya lebih yakin, baca dulu bukunya 😉

Rating

Empat dari lima bintang.

Teknik Lingkungan adalah petualangan dan kegembiraan.

(Halaman 3)

 

Latest posts by Nathalia DP (see all)

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • YouTube saat ini bisa jadi lahan yang mendatangkan penghasilan lumayan, lho. Makanya makin banyak nih para YouTuber yang bermunculan. YouTube juga bisa jadi sarana promosi yang kekinian bagi para marketer 😀
.
#indoblognet #mbcommunication #youtube #youtuber #marketer #socialmedia #promotion

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top