resensi buku teknik lingkungan

Kuliah Jurusan Teknik Lingkungan, Siapa Takut?

Bagi sebagian siswa calon lulusan SMA/SMK/MA, kuliah di jurusan teknik seolah menjadi ‘momok’ tersendiri. Apalagi bagi para perempuan. Jurusan teknik identik dengan sifat ke’macho’an, jantan banget begitulah. Maka tak heran anggapan bahwa perempuan sebaiknya menghindari jurusan teknik.

Tapi kisah Widyanti Yuliandari, yang panggilan akrabnya ‘Mbak Wid’,  menuturkan lewat bukunya “Kuliah Jurusan Apa? Jurusan Teknik Lingkungan“, semua asumsi di atas bakal dipatahkan. Perempuan murah senyum yang merupakan seorang PNS di Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kab. Bondowoso akan berbagi banyak hal seputar Jurusan Teknik Lingkungan. Oh ya, penulis ini juga aktif menulis di blog, lho. Bila membaca bukunya tidak juga merasa puas, maka disila untuk langsung kontak ke alamat di bawah ini:

Yuk…kita mengenal bukunya lebih jauh.

Data Buku

  • Judul: Kuliah Jurusan Apa? Jurusan Teknik Lingkungan.
  • Penulis: Widyanti Yuliandari
  • ISBN: 978-602-03-2608-5
  • Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama
  • Tahun Terbit: 2016
  • Harga: Rp. 40.000,-
  • Tebal: xviii + 106 halaman

Blurb

Perempuan kok kuliah jurusan teknik? Ih, teknik kan laki-laki banget? Aduh, di Teknik Lingkungan belajar apaan? Kudu jago matematika, ya? Fisika? Terus kalau lulus, entar mau jadi apa?

Itulah kira-kira pertanyaan-pertanyaan seputar Teknik Lingkungan, yang masih saja sering terdengar. Bahkan, dulu sering terjadi salah paham, karena awal keberadaannya di Indonesia jurusan ini bernama Teknik Penyehatan. Jurusan yang terbilang baru jika dibandingkan jurusan teknik lainnya ini, dianggap sangat dekat dengan dunia medis atau kedokteran.

Ada sebuah prediksi, bahwa bidang usaha yang prospektif di masa depan adalah bidang yang berkaitan dengan 3 hal yaitu Food, Energy, and Environment (FEE). Keberlangsungan hidup manusia tidak akan lepas dari 3 hal tersebut. Setidaknya ini mulai terbukti dengan semakin diminatinya kuliah jurusan Teknik Lingkungan, dan semakin banyaknya peluang kerja bagi lulusan Teknik Lingkungan.

Review Buku

Pertama kali melihat cover buku “Kuliah Jurusan Apa? Jurusan Teknik Lingkungan” sudah terasa sejuk. Warna hijau pupus yang mendominasi membuat aura kesejukan, keberuntungan, dan kesehatan. Simbol warna yang mewakili lingkungan, alam, kehidupan, serta simbol kesuburan. Ditambah dengan gambar-gambar yang fancy dan eye catching, menunjukkan bahwa  di Jurusan Teknik Lingkungan semua berasa dalam harmoni kehidupan yang penuh dengan harapan. Sementara untuk judul, cukup mewakili isi buku yang ada. Meskipun kesan judul yang ‘kurang menggigit’ masih terasa dan pilihan jenis font terasa kurang sreg. Dari kejauhan, hanya warna cover buku saja yang dominan terlihat.

Blurb sudah cukup lengkap, sangat lengkap malah. Jika pembaca sepintas membaca blurb, maka hampir 50% gambaran isi buku sudah bisa terungkap. 50%-nya berupa paparan yang sudah seharusnya layak dibaca oleh siswa calon lulusan SMA/MA/SMK yang mengambil jurusan eksakta. Meski tak menutup kemungkinan mereka yang dari jurusan sosial pun bisa belajar di Teknik Lingkungan. Sebab sebagaimana dinyatakan penulis, bahwa memiliki minat terhadap lingkungan dan pelestarian lingkungan itu justru yang menjadi modal penting.

…, setidaknya untuk masuk teknik lingkungan kamu harus punya modal terhadap mata pelajaran matematika, fisika, kimia, dan biologi. Tidak harus sangat jago, setidaknya menyukai pelajaran tersebut. Toh, nanti mata kuliah dasar tersebut akan dipelajari di semester-semester awal masa kuliah. (hlm. 4)

Jurusan Teknik Lingkungan di tahun 1990-an merupakan jurusan yang termasuk baru. Sehingga persaingan masuk PTN saat itu tidaklah begitu ketat seperti saat ini. Dimana salah satu faktor penting yang ikut mendorong dibutuhkannya para lulusan Teknik Lingkungan adalah karena adanya ‘kebutuhan pasar’. Sebab di era industrialisasi dan penerapan sistem ISO manajemen pengelolaan limbah tenaga teknik lingkungan sangat dibutuhkan. Belum lagi penerapan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dan Analisis Dampak Lingkungan (ANDAL) yang tak bisa dipisahkan dari keterampilan khusus tenaga teknis dari lulusan Teknik Lingkungan.

Bagaimana mengetahui kompetensi para lulusan tenaga Teknik Lingkungan? Jawabannya bisa dilihat pada bab ke-dua buku ini. Secara detail kita akan tahu apa saja yang dipelajari di jurusan Teknik Lingkungan. Jenis-jenis mata kuliah penting kejuruan teknik yang bersifat teori (klasikal) dijabarkan. Tak lupa sebagai tenaga teknik yang diharapkan keandalannya di lapangan, praktikum berupa praktik laboratorium dan lapangan juga dilakukan.

Nah, keandalan dalam menyerap ilmu teori dan praktik tentu ‘kurang menggigit’ jika tak disertai dengan kemampuan penunjang. Apalagi di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) seperti saat ini, tenaga teknik lingkungan dari luar cukup bebas untuk masuk ke Indonesia. Tak pelak kemampuan penunjang seperti penguasaan bahasa asing, penguasaan teknologi informasi, leadership, technopreneur skills, etika, dan lainnya mutlak diperlukan. Apalah artinya jika lulusan Teknik Lingkungan dengan IPK yang tinggi tanpa ditunjang dengan kemampuan pendukung tadi. Dia akan kelimpungan saat bekerja di lapangan, yang notabene akan berhubungan dengan banyak orang dan banyaknya instrumen yang dipegang oleh berbagai tenaga ahli lainnya.

Setelah mengetahui ilmu apa saja yang harus dikuasai oleh seorang tenaga Teknik Lingkungan, maka kita tinggal mencari PT yang pas bagi anak, saudara, atau sahabat kita. Di bab ke-tiga akan dijelaskan beberapa perguruan tinggi (PT) baik negeri atau swasta yang memiliki Jurusan/Program Studi Teknik Lingkungan. Puluhan universitas atau sekolah tinggi di seluruh Indonesia yang telah membuka Jurusan/Program Studi Teknik Lingkungan. Tak lupa penulis juga sudah mencantumkan akreditasi yang dikeluarkan oleh Badan Akreditasi Nasional (BAN) PT.

Akreditasi ini sangat penting. Bebarapa daerah mewajibkan calon PNS adalah lulusan jurusan/prodi dengan nilai Akreditasi minimal “B”. Bahkan beberapa perusahaan bonafit, mensyaratkan Akreditasi “A” bagi calon karyawan/pegawainya. Hal ini menjadi salah satu pertimbangan penting bagi para peminat jurusan Teknik Lingkungan. Sekaligus menjadi cambuk bagi PT yang memiliki jurusan/prodi Teknik Lingkungan untuk selalu meningkatkan kemampuan PT-nya. Tentu saja agar membuat alumninya menjadi lulusan yang berkualitas dan siap turun lapangan (siap pakai). Sayangnya, penyusunan daftar PT belum diurutkan sesuai lokasi provinsi/daerah. Begitu juga dengan peringkat akreditasi yang masih ditempatkan secara acak. Akan lebih nyaman lagi jika posisi PT sesuai dengan daerah dan urutan akreditasinya.

Untuk lebih meyakinkan bagi para calon mahasiswa Teknik Lingkungan, penulis tak lupa mencantumkan jenis pekerjaan apa saja seusai mereka kuliah. Pilihan berkarir ini juga kembali lagi kepada minat para alumni untuk memilih dunia kerjanya. Sebab secara teknis, mereka telah dibekali untuk bekerja di semua lini, baik di pemerintahan maupun non-pemerintahan. Termasuk jika di dalamnya ada mereka yang ingin menjadi wirausahawan. Di bab ke-empat semua peluang kerja itu dipaparkan.

Di bab terakhir (bab ke-lima), para alumni dari jurusan Teknik Lingkungan yang dianggap cukup mapan ditampilkan. Ini sekaligus menjadi motivasi bagi siapa saja alumni Teknik Lingkungan yang mau bekerja keras setelah mereka lulus kuliah. Sebagaimana pengalaman Noka Destalina yang bekerja di sebuah NGO internasional. Pertama kali masuk kuliah, tak terbayangkan nantinya ‘jadi apa’. Keberuntungan menyertainya, belum sampai lulus kuliah beliau sudah langsung ditawari untuk bekerja.

Berbeda dengan pengalaman Arisandi Dwi Harto yang cukup sukses setelah jatuh bangun merintis sebuah wirausaha. Dengan bekal kemampuan akademik, pengalaman lapangan, serta kemampuan manajerial, saat ini berkiprah sebagai direktur sebuah perusahaan besar yang menjadi rekanan pemerintah. Beberapa BUMN serta perusahaan swasta lainnya pun kini banyak bergantung konsultasi dengan perusahaan beliau. Utamanya dalam bidang pengelolaan limbah B3 (bahan berbahaya dan beracun) sebagai implementasi program 3R (Reuse, Reduce, and Recovery) yang dicanangkan pemerintah untuk penanggulangan pencemaran lingkungan.

Demikian juga dengan para alumni Teknik Lingkungan lainnya. Dengan bekal kesungguhan mempraktikkan ilmu di kampus, mereka mampu beradaptasi dengan berbagai lingkungan yang menempanya di dunia kerja. Lapangan kerja di BUMN, BUMD, hingga kampus, mengantarkan mereka menjadi tenaga ahli sekaligus menjadi manajer maupun dosen. Peluang sekecil apapun, berhasil mereka manfaatkan dengan baik.

Buku ini, secara teknis sudah bagus. Tapi ada beberapa kata/huruf yang cukup mengganggu di antaranya:

  • …, setidaknya untuk masuk teknik lingkungan kamu (?) harus punya modal… (hal. 4)
  • Dibandingkan beberapa jurusan Teknik lainnya, … (hal. 5).
  • Materi kuliahnya Pengelolaan Limbah Bahan Beracun dan Berbahaya biasanya mulai dasar-dasar B3… (hal. 20).
  • …, kurang jelasnya penjelasan beberapa Bapak/Ibu dosen dalam menjelaskan…. (hal. 85).
  • dan beberapa lagi yang tak sampai mengganggu makna kalimat.

Meski terdapat beberapa teknis penulisan yang kurang pas, namun tak mengurangi keandalan buku ini. Sebuah buku yang cukup komplit memberikan gambaran bagaimana jika seseorang berkuliah di Jurusan Teknik Lingkungan. Meskipun ada beberapa istilah yang bersifat teknis, namun secara umum akan mudah dipahami. Apalagi jika menambah referensi dari sumber lain. Menjadi tenaga Teknik Lingkungan akan memberikan gambaran pekerjaan yang cerah di masa mendatang. Mengubah kekahwatiran dan ketakutan menjadi optimisme.

Kuliah Jurusan Teknik Lingkungan, masih tidak mau juga?

 

Editor: Indoblognet

Mas Nuz

Pecinta keluarga yang kadang suka nulis dan jalan-jalan.

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • Halo, sahabat Indoblognet 😍 Minggu yang agak mendung nih, tapi enak..jadi adem-adem gimana gitu 😂 hihi. Gimana cuaca di tempatmu?
.
Oya, ngomong-ngomong tentang bisnis nih guys, kunci bisnis yang sangat penting adalah soal "kepercayaan". Ini modal yang harus kamu miliki sebagai pebisnis. Gak cukup lho hanya bikin orang lain menyukai produkmu, yang jauh lebih penting adalah membuat orang lain "percaya" dengan produkmu. Karena rasa percaya itulah yang membuat konsumen kelak akan setia dengan produkmu 😍
.
Jadi, bisnis juga sama kaya sebuah hubungan yaaa, hehe.. kunci hubungan yang langgeng adalah yang memiliki rasa kepercayaan yang kuat 😉
.
#indoblognet #mbcommunication #bisnis #entrepreneur #tipsbusiness #viralpost #popularpost #trendingpost #selling

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top