Menulis Yuk

Kisah Pengemis Cilik di Shenchen – China

Cerita ini gue alami ketika sedang melakukan traveling ke Negara China, tepatnya di Shenchen. Seperti biasa, setiap kali traveling, gue pasti mendapat pengalaman yang menurut gue seru, unik dan juga bisa menjadi pelajaran hidup bagi gue.

Pengalaman ini sebenarnya tidak ada hubungannya dengan gue. Alias bukan gue yang mengalami musibahnya. Tapi, konon katanya di Shenchen, banyak pengemis anak-anak (berusia antara 5 hingga 10 tahun) menjadi pengemis. Ya, memang sih, di Negara kita sendiri bertaburan pengemis-pengemis cilik. Bahkan, masih bayi sekalipun sudah “dikorbankan” menjadi pengemis.

Uniknya di Shenchen, pengemis anak-anak tersebut mengenakan pakaian-pakaian yang sepintas tidak seperti pengemis. Mereka mengenakan jaket tebal dan penampilannya juga nggak kucel of the kumal. Bahkan terlihat sehat dan cantik. Tapi, bocah-bocah itu memiliki taktik yang licik. Untuk mendapatkan “mangsa” bocah-bocah itu melihat-lihat kira-kira siapa yang layak dijaikan korban. Kebanyakan yang jadi korban perempuan atau ibu-ibu muda. Mungkin jiwa keibuannya lebih sensitif dibandingkan laki-laki.

Waktu itu, gue dan teman seperjalanan gue sedang berada di sebuah pusat keramaian. Kami melihat anak kecil dengan wajah yang menggemaskan sedang membawa beberapa tangkai bunga. gue pikir mereka baru mendapat bunga itu dari sekolah atau dari mana. Ternyata bunga-bunga tersebut adalah “alat” yang dipakai mereka untuk mengemis paksa.

Setelah mendapatkan target sasaran, bocah-bocah itu mengikuti dari belakang. Kemudian, melihat suasana semakin ramai, bocah perempuan itu sengaja menginjak sepatu si perempuan (target). Kemudian si bocah pura-pura terjatuh. Tentu perempuan yang diinjak sepatunya juga kaget. Apalagi melihat ada anak kecil terjatuh disebelahnya.

Lalu, si bocah menjerit dan menangis-nangis seolah-olah dia yang jadi korban si permepuan. Si perempuan semakin panik mencoba mendiamkan bocah perempuan itu. Tapi, bukannya diam malah semakin kencang. Si permepuan jongkok dan kembali mencoba mendiamkan si bocah dengan bahasa mereka. Mungkin dialognya kira-kira seperti ini:

“Kamu kenapa? Sakit? ”

Bukannya menjawab, si bocah perempuan malah terus menangis dan menangis. Karena panik, si perempuan mencoba mendiamkan si bocah dengan menyodorkan uang. Tapi, si bocah tidak mau. Dia kemudian memaksa si permepuan membeli semua bunga yang ada di tangannya dengan harga yang tidak masuk diakal.

“Kalau kamu tidak membeli semua bungaku dengan harga sekian, saya akan menjerit dan menangis.” mungkin seperti itulah kata si bocah perempuan. Mendapat ancaman seperti itu, si perempuan bukannya iba malah mencoba pergi meninggalkan si bocah perempuan. Eh, si perempuan tidak bisa pergi beranjak karena kakinya dipegangi si bocah permepuan dengan kencang. Adegan tersebut mirip ibu dan anak yang sedang ngambek.

Karena malu dilihatin banyak orang, perempuan tersebut mengeluarkan uang lalu menyerahkan pada si bocah. Tapi dia tetap tidak mau. DIa malah terus menjerit kesetanan. Si perempuan semakin panik dan kesal. Karena dia tidak bisa pergi gara-gara kakinya ditahan si bocah. Sampai akhirnya, dengan kekesalan yang teramat kesal, si perempuan mengambil uang yang lebih besar lau menyerahkan pada si bocah. Melihat nominalnya besar, si bocah mengambil uang tersebut kemudian lari sekencang-kencangnya meninggalkan si perempuan. Bungan yang seharusnya diberikan pada si permepuan pun dibawanya pergi.

Sambil emnarik nafas kekesalan, si permepuan ngomel-ngomel pakai bahasa China. Terlihat jelas kalau permepuan itu mengutuk perbuatan si bocah.

Karena penasaran, gue pun menanyakan sebab musabab ke salah satu orang yang ada disekitar kejadian. Mereka menjelaskan kalau hal-hal seperti itu sudah sering terjadi. Bahkan bocah-bocah itu nekad membawa kabur tas atau dompet korban. Meski sudah sering ditangkap polisi setempat, namun, kejadian tersebut masih sering terjadi.

Oleh karena itu, untuk Anda yang ingin melakukan perjalanan ke China, khususnya Shenchen, perlu lebih waspada agara Anda tidak menjadi korban kejahatan bocah-bocah cilik berkedok pengemis.

 

 

 

Very Barus

Seorang penulis buku, blogger, fotografer dan Videografer. Menyukai dunia traveling dan adventure. Telah menjelajahi beberapa daerah dan negara di Asia. Mendaki beberapa gunung di indonesia Dan sangat menyayangi dan melindungi binatang dan tangan-tangan jahil manusia.

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • Good morning, sahabat Indoblognet 😁 Jangan lupa siapkan amunisi (sarapan) terbaikmu pagi ini, supaya aktivitasmu kuat dan semangat 💪🏃
.
Guys, tau gak siiih, postingan yang mengandung unsur pertanyaan, lebih besar kemungkinannya untuk direspon dibandingkan postingan non question, lho 😄
.
Hihi, iya juga sih, kita seringkali "tergelitik" untuk ikut menjawab pertanyaan yang diajukan, ya 😂 Apalagi kalau pertanyaannya memang "mancing" banget 😅
.
Jadi, salah satu tips nih guys, kalau kamu pingin bikin postingan yang lebih direspon, buatlah postingan question posts 😉
.
#mbcommunication #indoblognet #morning #tuesday #instagram #instadaily #viral #followme #tips

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top