Gaya Hidup

Kiat Menjalani Pernikahan Long Distance Relationship

Hubungan jarak jauh antara suami dan istri atau sering disebut LDR (Long Distance Relationship) bisa saja terjadi. Di kalangan anggota militer atau polisi LDR malahan sering terjadi . Maklum personil yang bertugas di bidang pertahanan dan keamanan ini cukup sering mengikuti pendidikan atau berpindah tugas. Mereka yang menjadi TKI (Tenaga Kerja Indonesia) dan bekerja di luar negeri juga tidak sedikit yang mengalami hubungan jarak jauh.

Jarak dan lamanya hubungan ini bervariasi. Ada yang hanya berjarak puluhan kilometer, ada yang dipisahkan oleh lautan, bahkan ada pula yang jaraknya amat sangat jauh. Lama hubungan ada yang hanya beberapa bulan dan ada pula yang beberapa tahun. Kombinasi antara jarak dan lamanya LDR juga ada. Mereka yang bekerja sebagai TKI umumnya menjalankan LDR cukup lama dan jaraknya juga cukup jauh sehingga tidak bisa saling berkunjung karena berbagai faktor, misalnya keuangan.

Saya juga beberapa kali menjalankan hubungan jarak jauh dengan istri. LDR pertama terjadi ketika saya mengikuti pendidikan di Fort Huachuca, Amerika serikat selama 10 minggu. Ketika saya menjadi anggota Kontingen Garuda dalam misi perdamaian PBB (UNTAG) di Namibia, Afrika Barat Daya,  saya dan istri juga terpisah selama 9 bulan. Demikian pula ketika ketika saya mengikuti Army Staf College di Wellington, India. Puncaknya terjadi ketika saya dinas di Jakarta. Istri dan anak tetap tinggal di Surabaya. Dilihat dari waktu, LDR kali ini terhitung paling lama yaitu selama 7 tahun. Namun dilihat dari jarak dan kemudahan komunikasi termasuk yang paling dekat. Saya bisa menengok keluarga setiap dua minggu, atau paling lama satu bulan. Komunikasi juga bisa dilakukan dengan telepon atau SMS-an. Istri saya juga sering ke Jakarta karena ada kegiatan dari Darma Wanita.

UNTAG Nambia

Sedikit atau banyak sebuah Long Distance Relationship memunculkan berbagai situasi yang lidak lazim dibandingkan dengan ketika suami istri tinggal dalam satu atap. Beberapa di antaranya sebagai berikut:

1. Suami harus membiayai dua dapur yaitu untuk dirinya sendiri dan untuk keluarganya. Suami harus menyisihkan penghasilan untuk makan, minum, dan keperluan sehari-hari selama tinggal jauh dari istri. Sebagian lagi dari gajinya harus dikirimkan kepada istrinya yang tinggal di kampung atau kota lain untuk belanja kebutuhan dapur, pendidikan anak, bayar listrik, air, dan lain-lainnya.

2. Jika gaji atau upahnya tidak terlalu besar maka yang dibagi pun juga hanya secukupnya. Masalah keuangan tidak akan terlalu berpengaruh jika gaji atau upahnya cukup banyak. Ketika saya bertugas di Nambia jumlah MSA (Mission Subsistence Allowance) yang saya dapatkan lumayan besar. Sebagian dari MSA tersebut saya gunakan untuk sewa rumah, belanja kebutuhan isi perut, dan rekreasi selama di daerah penugasan. Saya juga bisa mengirimkan uang kepada istri dalam jumlah yang cukup banyak pula. Sedangkan gaji yang saya dapatkan dari pemerintah setiap bulan juga dipegang oleh istri.

3. Hubungan suami istri tidak seintens ketika tinggal dalam satu atap. Tak bisa setiap saat bercengkrama dengan anak istri, makan bersama, nonton televisi atau rekreasi ketika weekend tiba. Termasuk di dalamnya hubungan suami istri, apalagi bagi pasangan yang baru saja menikah.

4. Tak bisa saling bantu tenaga ketika salah satu membutuhkan pertolongan. Untuk urusan mengganti genting yang pecah, lampu yang putus, kamar mandi yang bocor, mengantar anak sekolah, mengantar berobat ke dokter atau rumah sakit serta kejadian-kejadian lainnya jelas suami tak bisa turun tangan membantunya. Demikian pula sebaliknya, istri juga tak bisa membantu menjahitkan kancing baju yang lepas, mencuci, dan menyetrika pakaian suami. Suami dan istri harus bisa mandiri mengatasi kesulitan yang timbul manakala dalam status LDR.

5. Rawan terhadap godaan setan. Long Distance Relationship bisa menimbulkan gangguan terhadap keharmonisan rumah tangga. Banyak contoh yang diperlihatkan dalam film atau sinetron tentang terjadinya perselingkuhan yang dilakukan oleh suami atau istri sehingga mengakibatkan pernikahan mereka terganggu bahkan sampai pada perpisahan. Tetapi semuanya itu tergantung bagaimana iman dan taqwa serta kesetiaan masing-masing terhadap pasangannya. Faktanya pasangan yang sukses melaksanakan LDR banyak.

6. Absennya figur ayah dan kesibukan ibu bisa menimbulkan situasi yang kurang bagus bagi anak-anak. Buah hati bisa tak terurus, makan tidak teratur, banyak bermain, melalaikan kewajibannya sebagai pelajar, membolos sekolah, dan situasi lain yang tidak menguntungkan. Dalam hal ini ibu memang harus benar-benar bisa diandalkan untuk mengendalikan putra-putrinya.

Guna meminimalisir situasi yang kurang menguntungkan dalam Long Distance Relationship maka perlu dilakukan langkah-langkah sebagai berikut.

1. Suami dan istri selayaknya mengingat-ingat kembali niat untuk menikah yaitu menikah sebagai ibadah. Selain itu juga wajib memegang janji dan komitmen yang telah disepakati bersama. Saling menghormati, menghargai, dan saling menguatkan harus dilakukan.

2. Berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar selalu diberi kekuatan, bimbingan, petunjuk, dan kekuatan lahir batin serta dijauhkan dari aneka godaan yang dapat mengganggu keharmonisan rumah tangganya. Selain itu juga banyak berdzikir kapan saja, di mana saja, dan dalam keadaan apa saja untuk mengingat Allah. Suami dan istri juga saling mendoakan kebaikan untuk pasangannya.

3. Bagi istri yang bekerja di luar rumah hendaknya bisa menjaga diri dalam ucapan, sikap, tingkah laku termasuk dalam cara berpakaian. Ini untuk menjaga agar tidak memancing pikiran, sikap, dan tindakan negatif dari lawan jenis. Demikian pula halnya untuk suami.

4. Meningkatkan hubungan dengan memanfaatkan sarana komunikasi yang tersedia. Ini sebagai kompensasi atas berkurangnya kontak fisik antara suami dan istri yang biasanya dilakukan saat masih berada dalam satu atap. Jaman sekarang sudah ada sarana komunikasi yang canggih, cepat, dan murah. Dengan menggunakan handphone/smartphone kita bisa saling SMS atau telepon. Juga ada WhatsApp untuk chating dan saling berkirim foto. Dengan memanfaatkan sosial media (Facebook, Twitter) pasangan suami istri bisa saling chating, berbagi cerita, dan berkirim gambar. Pada saat berkomunikasi seperti ini harus dibangun kemesraan, keromantisan, serta saling melepas rindu. Jangan sebaliknya, berkomunikasi malah saling mengeluhkan situasi, menumpahkan rasa cemburu, saling menuduh, menyindir, dan menumpahkan kekesalan.

5. Hindari pertemuan, menerima tamu, mengunjungi dan atau melakukan komunikasi dengan lawan jenis yang dapat menimbulkan fitnah. Jika perlu ajak orangtua atau famili untuk menemaninya.

6. Untuk membunuh kejenuhan lakukan kegiatan positif dan bermanfaat. Tekuni kembali hobi yang baik untuk menambah kegiatan.

7. Untuk mengatasi gejolak seks lakukan olahraga, berdzikir, dan kesibukan lain yang postif.

8. Jika keadaan memungkinkan dilihat dari segi dana, waktu, jarak, kesehatan, dan kesempatan bisa juga mengadakan kunjungan secara berkala.

9. Saling menjaga dan memberikan kepercayaan dengan menumbuhsuburkan pikiran positif.

Komunikasi adalah basis dari hubungan antar manusia termasuk pasangan suami istri. Itulah sebabnya komunikasi yang efektif baik formal maupun informal selayaknya terus-menerus dilakukan tanpa menganggu kesibukan pasangannya. Dengan cara ini maka Long Distance Relationship dapat berjalan dengan baik.

Editor: Indoblognet

Abdul Cholik

Abdul Cholik adalah seorang purnawirawan TNI dengan pangkat terakhir Brigadir Jenderal TNI. Ngeblog sejak tahun 2009 dan mempunyai beberapa blog termasuk di kompasiana. Telah menerbitkan lebih dari 20 buku berbagai topik, termasuk buku antologi.
Selain menulis review buku, produk, dan jasa juga sering memenangkan lomba blog atau giveaway.
Pemilik www.abdulcholik.com ini dapat ditemui dengan mudah di Facebook/PakDCholik dan Twitter/@pakdecholik

Latest posts by Abdul Cholik (see all)

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • Mitra Blogger dan Netizen Gorontalo, kalian keren ya ! Terima kasih atas dukungannya untuk @klink_indonesia_official. 
Semoga makin sering diadakan event-event di sana. Netizennya semangat untuk belajar  dan berkembang. 
Proud...proud of you guys !! #bloggergorontalo #mbcommunication #klinksolusihidupmu #Klinkmember15olusi #indoblognet #kkidsomegaGorontalo

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top