Fotografi

Ketika Peraturan “Dilarang Foto” Tanpa Penjelasan Pasti

 

Pernah mendapat diskriminasi dilarang foto di sebuah gedung atau mall atau tempat-tempat yang sesungghnya milik publik tapi ada pemberlakuan peraturan “DILARANG MEMOTRET”

Cukup sering rasanya gue melihat ‘rambu-rambu’dilarang memotret dengan memamerkan symbol gambar kamera. Bahkan ada juga gedung atau mall yang tidak menampilkan symbol tersebut namun peraturan tetap berlaku. Sehingga kita yang sedang asyik foto-foto dengan kamera DSLR mendapat teguran dari pihak keamanan.

“Maaf, dilarang foto disini..”

“Kenapa pak?”

“Peraturannya memang tidak boleh berfoto disini.”

“Setiap peraturan tentu ada alasannya bukan? Kira-kira alasannya apa ya?” tanya gue lagi, karena pihak keamanan tidak menjelaskan alasannya apa. Gue emang tidak puas kalau mendapat jawaban yang nggak make sense. Bahkan terkadang jawabnnya asal atau tidak terkonsep sesuai peraturan yang diberlakukan.

Akhirnya, setelah debat nggak jelas dengan beberapa sekuriti lainnya, akhirnya gue pun mengalah dan memasukkan kamera gede gue ke dalam bungkusnya. Karen ague pikir ya sudahlah, buat apa berdebat kalau tidak menemukan titik terang. Sama saja debat kusir. Lalu, gue dan teman-teman kembali foto-foto menggunakan kamera kecil gue dengan kecanggihan dan kapasitas fixel-nya jauh lebih gede dan lebih bagus dari kamera gede gue.

Apa yang terjadi saudara-saudara?

Pihak sekuriti bukannya marah atau melarang gue dan teman-teman berfoto, eh mereka malah anteng-anteng saja. Mungkin di benak mereka kamera gede itu hebat dan kamera kecil itu biasa-biasa saja. Padahal kalau mereka cerdas, sekarang banyak kamera berukuran kecil memiliki kecanggihan melebihi kamera besar (professional). Namun sayang mungkin kemampuan mereka untuk memahami dan meneliti soal kecanggihan tehnologi dalam digital masih dangkal. Sehingga mereka memegang prinsip, orang yang memotret pakai kamera besar dilarang dan kamera kecil monggo!

Jelas bikin keki bukan…???

Jika ingin memberlakukan DILARANG FOTO/MEMOTRET, apa pun jenis kameranya tetap KUDU dilarang. Mau itu kamera DSLR, Poket, kamera hape atau kamera Iphone semua tidak diperbolehkan. Itu baru namanya peraturan. Tapi, kalau hanya kamera gede yang dianggap membahayakan dan dilarang, jelas mereka keliru. Sekarang kamera-kamera kecil sudah memiliki fungsi yang canggih. Bahkan mengalahkan hasil DSLR.

Tidak heran kalau sering terjadi perdebatan antara pengunjung dan pihak sekuriti atas diberlakukannya kalimat “DILARANG” tadi untuk sesuatu hal yang menurut orang lain tidak perlu DILARANG. Karena kalau merasa kawasan tersebut sarana untuk umum, ya, wajar pengunjung yang beranekaragam atau juga baru pertama kali dating ke lokasi tersebut merasa takjub dan ingin mengabadikan dirinya dilokasi tersebut.

KECUALI…..

Ada phak-pihak yang menggunakan lokasi tersebut untuk komersialisasi atau kepentingan pribadi. Misalkan foto prewedding, foto iklan atau juga foto fashion untuk rubrik di majalah, itu baru wajib mendapat teguran.

Untuk pihak-pihak pengelola gedung, kafe, resto mall atau apa saja yang merasa bangga mengeluarkan peraturan dengan embel-embel DILARANG, Mohon untuk di REVISI kembali larang tersebut berlakunya untuk apa saja? Jika memang dilarang Memotret dilokasi tersebut, anda juga harus konsisten dengan memberikan jawaban alasan yang tepat. Jadi, ketika ada pihak yang complain menanyakan alasannya, maka pihak pengelola pun bisa memberikan jawaban yang cerdas dan bisa difahami pihak yang komplain.

Seperti yang pernah gue alami ketika melakukan traveling ke Kuala Lumpur. Waktu itu gue naik bus dari Singapura ke Kl. tiba disebuah perbatasan, bus yang gue tumpangi berhenti dan semua penumpang pun turun untuk dilakuakn pengecekan. Saat itu gue merasa lokasinya cukup menarik. perbatasan dua Negara yang berbeda. Gue pun mengeluarkan kamera dari tas lalu foto-foto disekitaran lokasi tersebut. Tapi, apa yang terjadi? gue didatangi dua petuas keamanan. Mereka minta izin untuk mengambil kamera gue dan mencopot memory card-nya. Meski sempat terjadi perdebatan, karena gue merasa tidak bersalah, namun akhirnya gue menyadari telah melakukan pelanggaran. Karena ternyata disitu tertera pengumuman bertuliskan “Dilarang memotret atau merekam video..bla..bla..bla..bla..” yang intinya, jika melanggar peraturan tersebut akan dikenakan sanksi atau kamera disita atau memory card di ambil.

Lalu gue minta maaf karena itu murni kesalahan gue, pihak keamanan memaafkan, mengembalikan kamera gue dan menyuruh gue menghapus foto-foto yang ada di lokasi tersebut.

Setelah dijelaskan akhirnya gue faham, bahwa peraturan tersebut diberlakukan demi menghindari tindakan mata-mata atau pihak teroris yang sering menyamar pura-pura menjadi turis. KAlau memang demi keamanan jelas gue mendukung. Apalagi mereka menjelaskan dengan baik.

It’s Fair, right?

Source image: pixabay.com

 

Very Barus

Seorang penulis buku, blogger, fotografer dan Videografer. Menyukai dunia traveling dan adventure. Telah menjelajahi beberapa daerah dan negara di Asia. Mendaki beberapa gunung di indonesia Dan sangat menyayangi dan melindungi binatang dan tangan-tangan jahil manusia.

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • Mitra Blogger dan Netizen Gorontalo, kalian keren ya ! Terima kasih atas dukungannya untuk @klink_indonesia_official. 
Semoga makin sering diadakan event-event di sana. Netizennya semangat untuk belajar  dan berkembang. 
Proud...proud of you guys !! #bloggergorontalo #mbcommunication #klinksolusihidupmu #Klinkmember15olusi #indoblognet #kkidsomegaGorontalo

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top