Inspirasi

Ketika Para Selebriti Berkampanye Menyuarakan “Stop Animal Abuse”

 

Sabtu kemaren, (29/10), bertempat di Taman Honda Tebet, Garda Satwa Indonesia menggelar acara Paw Helloween 2. Kebetulan momennya berdekatan dengan Helloween, jadi acara pun memakai unsur-unsur Helloween. Meski sesungguhnya acara tersebut lebih mengajak masyarakat dan pecinta hewan untuk berkumpul dan berbagi informasi dan mengkampanyekan stop kekerasan terhadap hewan atau #STOPANIMALABUSE. Melihat begitu banyak hewan-hewan yang teraniaya, dianiaya atau bahkan ditelantarkan oleh ownernya sendiri. Selain itu, kesadaran masyarakat untuk lebih awera akan nasib satwa masih sangat sedikit. Cenderung banyak yang tidak peduli dan bahkan tega menganiaya hewan yang dianggap tidak layak untuk dipelihara. Menyedihkan bukan?

Beberapa selebritis tanah air yang juga sangat peduli dan concern terhadap nasib hewan berkumpul bersama-sama, diantaranya Davina Veronica, Melanie Soebono, Kameita, Richard Kyle, Chef Malinka dan beberapa selebriti lainnya. Mereka bersama-sama menyuarakan untuk tidak menyakiti binatang.

Masing-masing punya pengalaman mengharukan terhadap hewan-hewan piaraan mereka. Seperti Melanie Soebono, dengan hati teriris-iris terpaksa mengadopsi seekor anjing yang dibuang ownernya setelah anjing tersebut dianggap sudah tidak bermanfaat lagi. Melanie langsung membawa anjing malang tersebut ke Vet untuk diperiksa kesehatannya. Ternyata, anjing tersebut mengidap tumor pada bagian kemaluannya. Dengan segenap hari Melanie rela merogoh koceknya dalam-dalam demi keselamatan nasib hewan tersebut. Sampai akhirnya, setelah berjuang melawan tumor, anjing tersebut mati dengan damai di kediaman Melanie.

thumb_img_6088_1024

Kisah yang tidak kalah tragis lagi, datang dari Davina Veronica, selaku CEO Garda Satwa Indonesia. setelah mendapat informasi kalau ada beberapa hewan piaraan yang tidak pernah diurus ownernya, selama bertahun-tahun hewan-hewan tersebut dikurung di dalam kandang sempit. Davina dan beberapa rekannya pun langsung mendatangi kediaman owner yang tega mengurung hewan piaraannya selama hampir tujuh tahun lamanya. Makanan dikasih seadanya sehingga hewan-hewan tersebut terlihat kekurangan gizi dan sangat kurus.

“Kok tega ya ownernya membiarkan hewan piaraannya sampai kurus kering begitu? padahal ownernya tergolong orang berada.” ujar Davina kesal.

Banyak kisah-kisah mengharukan tentang hewan. Mulai dari seekor buaya yang disiksa dan matanya ditusuk pakai benda tajam hanya gara-gara buaya yang ditemukan di rawa-rawa di dekat perkampungan di Bekasi, disebut-sebut sebagai buaya jadi-jadian. Hmm, ini warga kebanyakan nonton film Suzana kali ya. Sehingga masih percaya hal-hal yang berbau mistis. Akhirnya, dengan segenap rasa kasihan dan ingin menyelamatkan nasib buaya malang itu, beberapa teman pecinta satwa mendatangi perkampungan tersebut untuk menyelamatkan buaya yang sudah diikat muncungnya pakai tali sehingga buaya tersebut tidak bisa makan.

screen-shot-2016-10-30-at-9-34-12-pm

Buaya selamat, lalu diberi pertolongan medis, dirawat dan akhirnya setelah dinyatakan sembuh, teman-teman pecinta satwa membawa buaya tersebut ke Bandar Lampung untuk di lepaskan di sebuah rawa-rawa yang merupakan tempatnya untuk bertemu dnegan habitatnya.

Ada juga kasus seekor kucing yang lehernya hampir putus gara-gara diikat pakai gelang karet. Gelang tersebut sampai masuk ke dalam daging di bagian leher si kucing. Alangkah menyedihkan melihat kucing tersebut begitu tersiksa menahan sakit karena lehernya hampir putus gara-gara seuntai gelang karet.

Bicara tentang satwa, hewan atau binatang (meski artinya sama), hati gue memang selalu terketuk. Ya, karena gue memang sangat sayang dan peduli terhadap nasib satwa. Jika Ada orang menganiaya hewan di depan mata gue, tanpa ada rasa takut, gue akan membela nasih si hewan. Karen ague yakin, hewan segalak apapun tidak akan pernah mengganggu jika mereka tidak diganggu. Mereka hanya ingin melindungi diri mereka dari tangan-tangan jahil manusia.

Untuk itu, acara Paw Helloween 2 kemaren digelar bertujuan untuk memberikan edukasi pada masyarakat umum untuk tidak menganiaya binatang. Karena, sekarang sudah ada undang-undang yang berlaku, jika ada yang melakukan penganiayaan, penyiksaan atau penelantaran hewan, maka si owner akan dikenakan sanksi hukum.

screen-shot-2016-10-30-at-9-38-45-pm

Berikut kutipana kata-kata yang disampaikan Davina veronica pada acara Paw Helloween kemaren yang ditulisnya pada akun instagram pribadinya @davinaveronica_gsi.

“Terima kasih kepada semua pendukung acara dan teman teman kami pada acara Paw Halloween 2. Semoga acara ini bisa memberikan dampak yang positif dan membawa perubahan bagi satwa domestik khususnya, dimana mereka hidup berdekatan dan masuk dalam kehidupan manusia.
Kampanye #StopKekerasanPadaSatwa#StopAnimalAbuse adalah teriakan dari hati kami para pemerhati satwa dan pecinta satwa. Banyak sekali kejadian-kejadian kekerasan terhadap satwa yang terjadi di Indonesia, betapa memprihatinkannya tingkat kesadaran moral dan perlakuan masyarakat Indonesia terhadap satwa. Di acara kemarin, kami ingin meningkatkan kesadartahuan dan kepedulian (yang tinggi) pada masyarakat tentang perlakuan terhadap satwa.

Siapakah kita manusia, yang seolah olah merasa paling kuat dan berkuasa sehingga berani menyakiti yang lemah?
Sebaiknya dan sudah seharusnya kita justru melindungi, mengayomi, menolong dan mencintai mereka yang lemah(satwa). Mereka adalah mahluk yang memiliki rasa dan karsa.

Mereka dapat merasakan sakit sebagaimana halnya manusia. Dan dengan derajat yang berbeda-beda, mereka pun memiliki kehendak (karsa) seperti manusia. Oleh karena itu, satwa memiliki hak untuk hidup layak yang bebas dari penyiksaan. Mereka memang tidak bisa berbicara, tetapi mereka berhak atas perlindungan hukum di negeri ini!

 

Mereka memiliki hak hidup yang sama layaknya kita manusia dibumi ini. Kita disini sama sama penghuni bumi, kita berbagi tempat dengan mahluk hidup lain dibumi ini, manusia bukanlah penguasa bumi. Kita harus saling mengasihi sesama mahluk hidup, kita harus saling menghargai keberadaan mahluk hidup lain selain manusia. 

Ingatlah, manusia tidak mungkin dapat bertahan hidup tanpa binatang (dan alam). Tidak ada ruginya bagi kita manusia melakukan kebaikan untuk satwa, justru adalah tugas kita untuk memastikan mereka mendapat kehidupan yang layak dan sejahtera. Jika kita baik kepada mahluk hidup lain maka itu semua akan kembali untuk kebaikan manusia itu sendiri. 

Kami juga sadar bahwa aktivitas dan gerakan penyadartahuan yang kami lakukan tidak bisa terwujud tanpa peran dari semua pihak masyarakat dan pihak yang berwenang. Pentingnya peran edukasi dan gerakan penyadartahuan (raising awareness) juga harus disertai dengan kokohnya hukum dan tindakan tegas yang diambil oleh para penegak hukum di negara kita tercinta ini, Indonesia.

Baik pihak pelapor maupun pihak berwajib, wajib untuk mendukung semua proses dalam penegakan hukum yang terkait dengan hal ini.” (Davina Veronica, CEO Garda Satwa Indonesia)


So, together we can fight this,#StopAnimalAbuse!

 

 

 

 

Very Barus

Seorang penulis buku, blogger, fotografer dan Videografer. Menyukai dunia traveling dan adventure. Telah menjelajahi beberapa daerah dan negara di Asia. Mendaki beberapa gunung di indonesia Dan sangat menyayangi dan melindungi binatang dan tangan-tangan jahil manusia.

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • Sebagian besar konsumen yang merasa kecewa dengan sebuah produk memilih untuk diam (tidak komplen terhadap pemilik produk), dan akhirnya beralih pada produk lain
.
.
.
#indoblognet #mbcommunication #product #business #selling #consumer #customer

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top