Gaya Hidup

Kenapa Harus Menunda, Jika Bisa Tepat Waktu?

We must use time wisely and forever realize that the time is always ripe to do right.
[Nelson Mndela]

Rini yang sedang asyik berbincang dengan Tuti kelabakan ketika bosnya telepon. “Rin, makalahnya bawa ke sini karena waktu presentasi proyek kita dmajukan. Kamu sekalian ikut mendampingi saya, ya”. Menurut jadwal, presentasi baru akan dilaksanakan minggu depan. Itulah sebabnya Rini santai saja, toh masih ada waktu. Dia sangat menyesal tidak mengikuti perintah si bos ketika dia menanyakan kapan bahan harus diserahkan. “Halah, kerjakan saja secepatnya. Makin cepat selesai kan makin cepat pula kamu istirahat”. Dengan membawa draft yang masih mentah dan nyali ciut Rini menghadap atasannya. Sudah dapat ditebak, Rini yang tidak siap menghadapi pendadakan itu disemprot habis oleh atasannya.

Waktu yang dimiliki oleh setiap manusia dalam sehari sama yaitu 24 jam. Yang berbeda adalah cara mengelolanya. Ada pengelola waktu yang baik dan ada pula yang buruk. Ada yang menggunakan waktu untuk sebesar-besar manfaat bagi dirinya dan orang lain. Tak sedikit pula orang yang menyia-nyiakan waktu yang ada untuk melakukan hal-hal yang kurang berguna. Rini adalah salah satu contohnya. Dia tak kuasa berkata ‘Tidak’ jika sahabat karibnya bertandang ke ruang kerjanya dan mengajaknya ngobrol.

Lihat di ruang tunggu di bandara. Di sana bisa kita lihat berbagai gaya calon penumpang yang sedang menunggu waktu untuk masuk ke pesawat udara. Ada yang membaca buku, koran, atau majalah. Mereka memanfaatkan waktu yang hanya beberapa menit atau beberapa jam untuk menambah ilmu pengetahuannya.  Dalam buku novel atau kumpulan cerpen tentu juga ada pelajaran yang bisa dipetik oleh pembacanya, tersurat maupun tersirat. Buku teka-teki silang pun bermanfaat untuk mengasah otak, bukan? Ada pula yang menggunakan waktu luangnya untuk melakukan komunikasi dengan orang lain melalui telepon atau SMS an. Komunikasi tersebut mungkin urusan bisnis, urusan keluarga, urusan pekerjaan, dan lain sebagainya. Sering juga saya lihat ada yang menulis sesuatu di laptop. Mungkin berkaitan dengan pekerjaan kantornya atau menyiapkan naskah buku yang akan diterbitkan. Berapa orang yang asyik berbincang ria dengan orang lain? Ratusan. Yang berdoa dan berdzikir? Tentunya ada juga.

Mari kita layangkan pandangan kita ke lingkungan pekerjaan. Para karyawan, pegawai atau buruh tentu melakukan kegiatan sesuai job description (uraian tugas). Dari 8 jam kerja berapa yang digunakan secara efektif untuk melaksanakan tugas yang dibebankan kepadanya? Dikurangi waktu untuk istirahat, sholat, dan makan (sering disebut ishoma) apakah masih ada waktu lagi yang diambil untuk santai?  Itu tergantung di mana mereka bekerja dan seberapa ketat kontrol dari atasan atau mandornya.

Pengelola waktu yang baik bisa mengidentifikasi jam paling produktif di antara waktu yang tersedia. Dengan cara itu dia juga menetapkan waktu untuk melakukan hal yang paling produktif. Saya misalnya, merasa bahwa waktu paling produktif adalah di pagi hari. Setelah sholat subuh, ketika rumah dan lingkungan sekitar masih sepi itulah waktu yang saya anggap paling bagus untuk menulis. Pikiran masih fresh, isteri dan anak cucu belum melakukan aktivitas yang kadang bisa mengganggu konsentrasi saya dalam mengembangkan ide menjadi tulisan. Sementara sahabat yang lain mengaku baru bisa menulis pada malam hari.

Dari waktu sebanyak 24 jam itu sepertiganya untuk istirahat dan tidur. Itu juga berarti sepertiga dari umur kita yang tidak bisa kita manfaatkan selain untuk tidur. Dengan demikian maka hanya dua pertiga waktu yang tersisa itulah yang harus dikelola dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Mereka yang menggunakan waktu dengan baik akan mendapat keuntungan.  Sebaliknya, orang yang menyia-nyiakan waktu akan rugi.

Ada yang menyatakan, ‘time is money’ tidak harus diartikan bahwa waktu adalah uang.  Lebih tepat jika ditafsirkan lebih luas bahwa waktu adalah sesuatu yang sangat berharga. Selayaknya waktu yang kita miliki kita manfaatkan untuk berfikir dan berbuat sesuatu yang berguna bagi kehidupan kita di dunia maupun di akhirat kelak.

Pengelola waktu yang baik tidak akan boros dengan menghambur-hamburkan waktunya untuk kegiatan yang kurang bermanfaat. Mari kita kelola waktu yang tersedia dengan sebaik-baiknya. Jika waktu kita habis maka kita tak akan bisa mengambilnya kembali.

Banyak orang yang menggerutu ketika sebuah acara terlambat dimulai.  Tak sedikit orang yang gagal bertemu klien penting karena pesawat yang ditumpangi molor dari jadwal keberangkatan yang sudah ditentukan di tiket. Rapat penting terpaksa ditunda karena jumlah peserta yang hadir tak memenuhi kuorum.  Jutaan dolar bisa hilang karena pihak klien membatalkan perjanjian dengan mitra kerja yang tak berhasil memenuhi pesanan sesuai tenggat waktu yang telah disepakati. Masalahnya ternyata sama yaitu tidak bisa menepati waktu karena berbagai alasan.

Menepati waktu sesungguhnya berkaitan erat dengan disiplin. Untuk bisa menepati waktu banyak hal yang harus dilakukan.  Salah satu di antaranya adalah memperhitungkan waktu dan mengaitkannya dengan keadaan cuaca, lalu lintas di jalan, dan kemungkinan gangguan di sepanjang rute. Suatu tempat yang bisa dicapai dalam waktu satu jam belum tentu sama waktunya dalam keadaan hujan lebat. Dalam keadaan seperti ini banyak kendaraan yang berjalan lebih lambat. Oleh karena itu setiap orang harus cermat dalam menghitung waktu tempuh pada musim penghujan. Belum lagi hambatan lain misalnya ada aksi unjuk rasa, kecelakaan lalu lintas atau peristiwa kebakaran.

Ketidakmampuan untuk menepati waktu bisa juga terjadi karena kelupaan. Hal ini bisa terjadi jika orang yang bersangkutan tidak mencatat dengan cermat agenda kegiatannya. Padatnya pekerjaan bisa menyebabkan orang melupakan banyak hal. Zaman sekarang sudah tersedia aneka alat yang dapat dipakai sebagai pengingat waktu. Di handphone juga ada fitur pencatat kegiatan yang dilengkapi alarm. Dengan memanfaatkan fitur pencatat kegiatan ini setidaknya faktor kelupaan bisa dikurangi.

Karyawan yang piawai mengelola waktu sehingga bisa menepati waktu berarti menunjukkan sikap yang terpuji. Dalam lingkungan orang yang disiplin, siapapun yang datang terlambat dalam sebuah kegiatan akan terlihat ganjil atau aneh. Tentu tak elok jika kita dianggap sebagai orang yang tak menghargai waktu dan sekaligus tidak menghargai orang lain.

Mereka yang bergerak dalam bidang jasa juga harus menepati waktu.  Seorang penjahit yang berjanji akan menyerahkan pakaian yang dipesan oleh konsumen maka waktu itu harus benar-benar ditepati. Jika dia gagal menepati waktu bisa-bisa dia akan kehilangan pelanggannya. Bayangkan jika penyedia jasa katering terlambat mengantar hidangan ke tempat resepsi pernikahan. Tak elok jika ratusan tamu undangan sudah hadir sementara meja prasmanan masih kosong melompong. Bisa-bisa shohibul hajat dan pengantinnya pingsan di atas pelaminan.

Karyawan yang tak bisa mengelola waktu akan rugi. Waktu yang tersedia disia-siakan. Mereka lebih asyik main internet atau ngobrol dengan teman karena menganggap pekerjaan bisa ditunda. Akibatnya di meja mereka tampak surat bertumpuk. Karyawan seperti ini akan kaget jika suatu saat mendapat pimpinan yang disiplin dan pekerja keras.

Seorang muslim pasti memahami sebuah hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang artinya: “Gunakanlah lima perkara sebelum datang yang lima; masa mudamu sebelum datang masa tuamu, masa sehatmu sebelum datang masa sakitmu, waktu kayamu sebelum datang waktu miskinmu, waktu luangmu sebelum datang waktu sibukmu, dan masa hidupmu sebelum datang ajalmu.” (HR. Hâkim, dishahihkan oleh Al Albâni).

Mengenai waktu ini saya juga ingin mengutipkan quote dari Jenderal George S. Patton: A good plan violently executed now is better than a perfect plan executed next week. 

Mari kita kelola waktu yang tersedia dengan sebaik-baiknya guna menghindari kerugian yang tidak perlu.

Source image: kaboompics.com

Editor: Indoblognet

Abdul Cholik

Abdul Cholik adalah seorang purnawirawan TNI dengan pangkat terakhir Brigadir Jenderal TNI. Ngeblog sejak tahun 2009 dan mempunyai beberapa blog termasuk di kompasiana. Telah menerbitkan lebih dari 20 buku berbagai topik, termasuk buku antologi.
Selain menulis review buku, produk, dan jasa juga sering memenangkan lomba blog atau giveaway.
Pemilik www.abdulcholik.com ini dapat ditemui dengan mudah di Facebook/PakDCholik dan [email protected]

Latest posts by Abdul Cholik (see all)

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • Merdeka itu berani beragam dan bekerja sama. Kemerdekaan itu adalah Kerja Bersama.

Dirgahayu Indonesia ke-72. Semoga Indonesia menjadi bangsa yang maju dan bermartabat. Merdeka !

#hutri72 #kemerdekaan72 #kemerdekaanRI72

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top