Gadget

Kenalan Yuk dengan John Hanke, Sang Creator Game Pokemon Go

Kenalan Dengan John Hanke, Sang Creator Game Pokemon Go

Siapa yang tidak kenal dengan game Pokemon Go? Dari anak kecil hingga orang dewasa, semua kecanduan dengan game baru ini. Apabila anda sering memainkan game Pokemon Go, maka anda harus tahu siapa pencipta game yang sangat asyik dimainkan itu. Dibalik hal besar, pasti selalu ada orang hebat dibalik layar. Karena tidak mungkin, sesuatu yang besar langsung datang begitu saja. Semuanya butuh proses dan waktu yang panjang.

Pokemon Go adalah game yang memakai konsep augmented-reality. Dimana kita memanfaatkan dunia nyata untuk bermain game. Kalau biasanya game hanya duduk di depan pc atau smartphone, tapi kali ini Pokemon Go hadir dengan terobosan baru yang berbeda. Sehingga wajar, kalau dimana-mana semua orang suka dengan game ini. Sejak peluncuran perdananya pada 6 Juli lalu, game ini mencatatkan rekor dengan pengguna lebih dari 10 juta orang.

Prestasi yang fantastis ini bukanlah perjuangan biasa saja, karena ada sosok John Hanke yang jadi creator game Pokemon Go. Ingin tahu lebih dalam mengenai sang pembuat game ini? Yuk kenalan dulu dengan John Hanke.

Butuh Waktu 20 Tahun Membuat Game Pokemon Go

Sukses itu tidak ada yang instan, semuanya butuh proses dan waktu yang panjang. Hal ini juga dialami oleh John Hanke (Hanke). Sejak tahun 1996 silam, saat masih jadi mahasiswa dirinya sudah mengembangkan game berbasis augmented-reality. Namun untuk membuat itu semua tidak mudah, dia harus melewati banyak sekali kegagalan sehingga bisa sukses seperti sekarang ini.

Saat itu, dirinya tidak langsung membuat Pokemon Go, tapi dimulai dengan membuat Meridian 59 yang memiliki konsep MMO (massively multiplayer online game). Konsep Meridian 59 adalah game yang bisa dimainkan oleh beberapa orang sekaligus. Tidak berhenti disitu saja, dirinya akhirnya membuat terobosan baru untuk mengintegrasikan lokasi dunia nyata dengan game. Sehingga saat ini lahir Pokemon Go yang laris dimana-mana.

Pantang menyerah dan terus melakukan inovasi merupakan kunci sukses John Hanke. Bayangkan saja kalau dia tidak membuat inovasi baru, mungkin saat ini belum ada game Pokemon Go yang sedang populer.

Membuat Aplikasi Keyhole

Saat ini siapa yang tidak kenal dengan Google Earth? Semua orang tahu aplikasi maps paling populer dari Google ini awalnya dari aplikasi Keyhole. Yang mana aplikasi Keyhole juga dibuat oleh John Hanke pada tahun 2000. Setelah sukses dengan game Meridian 59. Diriya tidak diam saja dan langsung membuat inovasi baru yang tidak kalah hebat.

Hingga akhirnya Google kepincut dengan aplikasi buatan John Hanke. Saat itu juga langsung dibeli oleh Google untuk dijadikan Google Earth. Tidak berhenti disitu saja, ia juga terus mengembangkan semua hal yang terintregasi dengan GPS. Karena menurutnya, dunia nyata itu jauh lebih menyenangkan dari pada dunia maya. Sehingga dia tidak mau meninggal dunia yang seharusnya ada untuk manusia.

Mendirikan Niantic Labs

Setelah sukses dengan berbagai terobosan mengenai GPS dan selalu melakukan perubahan pada Google Earth. Akhirnya John Hanke merintis perusahaannya sendiri yang bernama Niantic Labs. Pada tahun 2010 perusahaanya itu resmi berdiri. Walaupun masih dapat sokongan dana dari Google, namun itu bukan jadi halangannya untuk selalu membuat inovasi game yang terintegrasi data GPS sehingga bisa dimainkan secara nyata.

Berawal Dari Game Ingress

Game Ingress memang tidak sepopuler Pokemon Go. Namun ternyata, ini adalah game pertama yang dirilis Niantic Labs pada tahun 2012. Game Ingress juga memanfaatkan dunia nyata untuk bermain sehingga harus terhubung dengan GPS. Awal peluncuran game ini mendapatkan respon positif dari pecinta game. Sehingga John Hanke semakin senang dan semakin bersemangat untuk membuat terobosan baru.

Pada 2014, baru muncul sebuah ide untuk mengembangkan game Pokemon Go. Saat itu, pihak Google juga sudah kerja sama dengan Pokemon Company untuk merayakan April Fools Day. Pada perayaan April Fools Day itu, para pengguna aplikasi Google Map bakal kaget karena ada Pokemon di dalamnya. Respon positif terus berdatangan, sehingga John Hanke semakin yakin untuk membuat game tersebut.

Dana US$ 25 Juta Harus Dikeluarkan Untuk Mengembangkan Pokemon Go

Untuk membuat game Pokemon Go butuh dana hingga US$ 25 juta. John Hanke terus berusaha dengan timnya setiap hari hingga akhirnya dana tersebut cair dari Google, Nintendo dan Pokemon Company. Dari pengalaman membuat game Ingress, ia coba terapkan lagi pada Pokemon Go namun dengan inovasi baru yang masih fresh. Salah satu inovasinya adalah fitur Pokestop dan Gym, yang mana para pemain bisa lebih merasakan sensasi bermain game.

Uji coba yang dilakukan juga tidak sedikit, banyak sekali kegagalan yang harus dilewatinya. Namun dirinya tidak menyerah, sampai akhirnya pada tanggal 6 Juli lalu game Pokemon Go resmi rilis di Amerika Serikat, Australia dan Selandia Baru. Tak ayal game ini langsung digandrungi anak muda. Bahkan aplikasi game Pokemon Go jadi yang paling populer di toko aplikasi Android maupun iOS. Setelah melewati tantangan yang berat, saat ini mereka mampu menampung keuntungan US$ 2 juta per hari.

Dari John Hanke kita bisa belajar banyak hal, namun yang lebih penting menurut saya adalah inovasi. Setiap orang pasti bisa membuat game. Namun hanya sedikit orang yang bisa membuat terobosan baru. Hal ini bisa anda terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Semoga bermanfaat.

 

ikhwanazmi

I'am newbie, but i want to learn more.
Don't be lazy, let's study.
More about me visit to inma-xp.com
Thanks ^_^

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • Hai, sahabat Indoblognet 😁 Selamat beraktivitas dan menjalani hari penuh berkah, aamiin
.
Sahabat, tau gak kalian, kalau saat ini menulis content yang hanya berupa tulisan rasanya jadi kurang menarik, khususnya untuk konten sosmed ya guys πŸ˜€ Karena saat ini konten yang menarik perhatian  audiens adalah konten yang dikemas dalam bentuk infografik (yaitu konten dalam bentuk visual: tabel, gambar, animasi, dll)
.
Berdasarkan survey, konten infografik mendapatkan like dan share yang lebih banyak 3X lipat dibandingkan konten yang hanya berupa tulisan πŸ˜‰ Nah, yuk ah belajar meningkatkan kualitas kontenmu dengan mencoba berbagai bentuk infografik πŸ˜€
.
#indoblognet #mbcommunication #infografik #konten #tipscontent #trending #popularpost #viralcontent #socialmedia

Follow Me

Copyright Β© 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top