Indo Blog Net

Ekonomi

Kemnaker Siapkan SDM yang Siap Berkompetisi di Era Globalisasi

Tahun 2019 Kemnaker Siapkan SDM yang Siap Berkompetisi di Era Globalisasi

Saat ini salah satu program prioritas Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) adalah pembangunan SDM. Program tersebut sejalan dengan arahan Presiden Jokowi yang menetapkan tahun 2019 sebagai era pembangunan SDM dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Hanif Dhakiri pun giat dan intensif membicarakan pembangunan SDM, termasuk menyiapkan SDM yang siap berkompetisi di era globalisasi. Menaker juga fokus pada sistem pendidikan dan pelatihan dengan vokasi.

Upaya tersebut berbeda dengan kabinet sebelumnya yang fokus pada infrastruktur. “Mengapa menaker berpihak pada angkatan kerja? Karena SDM berhubungan dengan kerja, aktivitas,” kata Sekretaris Jenderal Kemnaker Khairul Anwar pada 28 Desember 2018 lalu.

Bekerja tidak hanya di sektor formal, juga di sektor yang memberi kontribusi kepada ekonomi negara misalnya berwirausaha. Pada 2019 banyak program yang direncanakan, antara lain konsep menangani SDM yang mencakup skilling, up-skilling, dan re-skilling.

Skilling ditujukan bagi orang yang belum bekerja. Mereka disiapkan dengan skill-skill tertentu yang sesuai dengan pasar kerja. Up-skilling adalah peningkatan kompetensi bagi orang yang sudah bekerja. “Data menunjukkan 58% angkatan kerja hanya berpendidikan SMP ke bawah,” tutur Khairul.

Pelatihan Pendidikan

Re-skilling adalah pelatihan pendidikan vokasi yang diperuntukkan bagi angkatan kerja yang membutuhkan pekerjaan karena mengalami pemutusan hubungan kerja atau ingin bekerja di sektor lain. Tujuannya adalah menciptakan kompetensi tertentu.

Pada 2019 menaker akan melakukan masifikasi pelatihan dengan menyiapkan lembaga-lembaga pelatihan yang mudah diakses dan terjamin kualitasnya. Dua faktor itu menjadi acuan dalam menyiapkan infrastruktur.

“Salah satu caranya adalah mendorong lembaga-lembaga pelatihan masyarakat. Ini adalah potensi yang luar biasa,” kata Khairul.

Pemerintah bertugas memastikan lembaga pelatihan siap menjalankan program-program yang sesuai dengan kebutuhan industri. Manaker mengarahkan program pelatihan atau pendidikan itu harus menyesuaikan dengan permintaan pasar kerja.

Oleh karena itu infrastruktur yang dibangun Kemnaker adalah program Ayo Kerja. Diharapkan tahun 2019 Kemnaker bisa mendorong dan menyiapkan infrastruktur dalam hal penggunaan teknologi informasi.

Menaker telah melakukan banyak terobosan, salah satunya Innovation Room yang beroperasi sejak Juni 2018. Dahulu ruangan tersebut adalah lahan parkir. Di dalamnya anak muda dengan concern terhadap pengembangan SDM sehari-hari beraktivitas, khususnya di bidang IT.

Ada beberapa program yang diinisasi, diantaranya training, inkubasi bisnis, pengembangan jejaring bisnis, dan riset. “Saat ini ada 15 start up yang diberikan pendampingan di Innovation Room ini,” tutur Khairul.

Data BPS menunjukkan, terdapat 133 juta angkatan kerja dengan rincian 124 juta bekerja dan 7 juta menganggur. Jika dipersentasekan angka pengangguran itu mencapai 5,3%. Angka tersebut merupakan penurunan yang sangat signifikan selama masa kepemimpinan Presiden Jokowi.

Artinya keseriusan pemerintah dalam hal ketenagakerjaan telah terlihat hasilnya. Namun demikian bukan berarti urusan ketenagakerjaan selesai. Pasalnya kita sama-sama tahu lingkungan global mengalami perubahan yang begitu cepat. Kita harus bisa mengantisipasi perubahan tersebut.

Ada empat program efektif yang didorong menaker, yakni SDM, kolaborasi dengan pihak-pihak yang terkait dengan program ketenagakerjaan, inovasi yang mengikuti perubahan lingkungan, dan penggunaan teknologi informasi. Masyarakat perlu mengapresiasi kebijakan pemerintah yang berpihak dan berkomitmen pada pembangunan SDM.

Salah satu target Kemnaker adalah masifikasi lembaga pelatihan. Tahun 2019 akan dibangun 1.000 BLK Komunitas. Sebelumnya pada 2017 dibangun 50 BLK Komunitas dan pada 2018 dibangun 75 BLK Komunitas. Di BLK komunitas diberikan pendampingan oleh Kemnaker terkait infrastruktur dan subsidi anggaran pelatihan.

“Kemnaker memastikan output yang dihasilkan lembaga pelatihan itu betul-betul sesuai dengan apa yang diharapkan,” kata Khairul.

Inovasi Kemnaker 

Sehubungan dengan infrastruktur vokasi, ada tiga hal yang perlu dipastikan yaitu demand pasar kerja, kredibilitas lembaga pelatihan yang terukur, dan sertifikasi. Lembaga pelatihan baik pemerintah maupun swasta harus terakreditasi.

Banyak variabel yang diukur dalam akreditasi, diantaranya kompetensi, instruktur yang bersertifikat, program yang sesuai, serta sarana dan prasarana yang memadai. Sertifikasi menjadi perhatian menaker.

Saat ini Badan Nasional Sertifikasi Profesi sudah membentuk anggota yang baru untuk memastikan sertifikasi berjalan dengan baik.

“Bagaimanapun juga sertifikasi adalah satu-satunya quality control yang bisa memastikan SDM kompeten dalam jabatan tertentu baik di bidang pendidikan maupun pelatihan. Kalau sertifikasi berjalan dengan baik, kita bisa bersaing di  pasar kerja,” ujar Khairul.

Inovasi lainnya yang dilakukan Kemnaker adalah fokus pada beberapa program kejuruan yang menghasilkan hingga puluhan ribu produk dalam satu tahun. Selain itu menaker mengubah konten program menjadi bernilai tambah.

Salah satu contohnya adalah program pelatihan menjahit diubah menjadi fashion technology di Semarang. Peserta program fashion technology yang berkembang pesat didampingi desainer profesional dalam menciptakan desain pakaian yang menarik.

Sejak tahun 2017 Kemnaker tengah menyiapkan sistem informasi ketenagakerjaan berbasis pelayanan. Saat ini progressnya mencapai 60%. Ada tiga stakeholder yang menjadi sasaran utama pelayanan, yakni masyarakat baik tenaga kerja maupun pencari kerja, perusahaan, dan lembaga pelatihan yang memproduksi SDM.

“Kemnaker sedang menyiapkan aplikasi  dalam konteks pelatihan sehingga masyarakat bisa dengan mudah mengakses informasi pelatihan di daerahnya melalui gadget. Mudah-mudahan Maret 2019 bisa beroperasi,” ujar Khairul.

Khairul menambahkan sejak 10 bulan lalu perusahaan harus mengisi aplikasi wajib lapor ketenagakerjaan online. Dengan demikian pemerintah memiliki peta ketenagakerjaan skala kabupaten/kota, provinsi, dan nasional yang mencakup jumlah perusahaan hingga jumlah tenaga kerja.

Aplikasi tersebut mengacu pada UU No. 7 Tahun 1981 tentang Wajib Lapor Ketenagakerjaan di Perusahaan.

Ignasia

Saya Ignas, hobi membaca dan menulis. Bagi saya, setiap hari adalah kesempatan baru untuk mempelajari hal-hal menarik.
Bagikan Jika Bermanfaat

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • Congrats! ! ! 
Inilah pemenang Hampers eksklusif lomba foto #KartiniAndalanFimela dari @andalanfemininecare dan @fimeladotcom
Selamat kepada: 
@cindaranii
@primasariamirati
@nadia.fathiya
@yesiintasari
@nings.ahh.yeah
@yulianasari.17
@aprilliaarifiyanti
@no_vie92
@karinnmarzuki
@the_sisworo_s
______
Hadiah dipersembahkan  oleh @andalanfemininecare dan @fimeladotcom
___
Bagi para pemenang silahkan DM alamat pengiriman barang ke Instagram @ dengan fotmat: 
Nama: 
No.HP: 
Alamat Lengkap: 
Kec/Kelurahan: 
Kode pos: 
___
#Kuisgratis #lombafoto #kuisgratisterbaru #lombafototerbaru #kuisberhadiah #infokuis #infolomba #infolombaapril #giveaway #LomaFotoInstagram #LombaFoto #fotochallange #pemenangkuis #FreshInspiration #BeraniAlami #KartiniAndalanFimela

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top