Ekonomi

Kebangkitan Indonesia melalui Kewirausahaan Kaum Muda

peserta diskusi anak muda punya usaha

Pemerintah menetapkan pada 2019 mendatang terdapat 1 juta entrepreneur. Diharapkan Indonesia  menjadi bangsa yang  mandiri, ditandai dengan anak muda yang mampu membawa perubahan menuju Indonesia yang lebih baik.

anak muda punya usaha 

Demikian  sambutan penggagas gerakan Anak Muda Punya Usaha (Ampuh) Dimas Oky Nugroho pada diskusi Ampuh Berwirausaha di Sektor Kreatif. Acara yang diadakan pada 23 Maret 2016 di Bakoel Koffie tersebut dihadiri oleh blogger dan pihak  yang concern pada isu kewirausahaan. Bekerjasama dengan Forum Berbagi Info, Ampuh menghadirkan dua pembicara, yakni Deputi III Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM Braman Setyo dan Koordinator Indonesia Entrepreneurship Initiative (IEI) Mirwan Suwarso.

Dimas memaparkan, perkembangan digital sangat menarik, didukung oleh  generasi milenial atau generasi Y yang progresif, independen, kreatif, kritis, dan selalu ingin berpartisipasi. Mereka memiliki kebudayaan yang  mempengaruhi tradisi lama menuju sebuah gaya hidup baru yang hanya dimengerti oleh mereka. Anak-anak muda ini  berhasil mendikte berbagai perilaku sosial, ekonomi, bahkan politik yang ada. Ampuh ingin melibatkan banyak orang yang concern pada gerakan kewirausahaan khususnya yang berbasis digital. “Potensi pasar Indonesia sebetulnya luar biasa,” kata Dimas yang juga dikenal sebagai aktivis dan pengamat sosial.

Penggagas gerakan Anak Muda Punya Usaha (Ampuh) Dimas Oky Nugroho memberikan sambutan (Sumber foto: Facebook Indoblognet)

Penggagas gerakan Anak Muda Punya Usaha (Ampuh) Dimas Oky Nugroho memberikan sambutan (Sumber foto: Facebook Indoblognet)

Potensi pasar tersebut sebaiknya tidak  menjadikan masyarakat Indonesia sebagai  konsumen semata. Kesempatan besar bernama kewirausahaan khususnya di era digital itu perlu didukung penuh oleh pemerintah. Ada gap antara inisiatif positif dari pemerintah dan gerakan masif di level masyarakat. Dimas berharap melalui gerakan Ampuh ini  terbentuk jembatan antara inisiatif pemerintah yang luar biasa dan gerakan masif  anak muda. Pertemuan berikutnya yang direncanakan diadakan di  kampus dari Aceh sampai Papua akan mengarahkan  anak muda menjadi kreatif dan produktif. Dengan demikian  tidak kalah dalam kontes global seperti Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Apalagi pada awal 2016 ini terjadi lonjakan drastis (74 persen) kedatangan pekerja asing paruh waktu ke Indonesia sejak MEA diberlakukan Januari lalu. “Kita lihat pemerintah sejauh mana konsisten mendukung gerakan kewirausahaan anak muda ini,” ujar Dimas.

Peserta diskusi Ampuh Berwirausaha di Sektor Kreatif yang didominasi kaum muda (Sumber foto: Facebook Indoblognet)

Peserta diskusi Ampuh Berwirausaha di Sektor Kreatif yang didominasi kaum muda (Sumber foto: Facebook Indoblognet)

Dimas mengajak siapapun yang aktif di media sosial untuk terlibat di project besar ini. Mengutip apa yang disampaikan Presiden Jokowi bahwa MEA adalah peluang jika kaum muda bisa dipersiapkan sebaik-baiknya. Implementasinya adalah fokus pada peningkatan mutu pendidikan, pelatihan untuk peningkatan kapasitas tenaga kerja, kualitas layanan publik, kemudahan dan perijinan usaha, iklim ekonomi kreatif, serta akses dukungan terhadap permodalan. Kunci bagi kebangkitan Indonesia ke depan adalah anak muda, wirausaha, dan (ber)komunitas. Mari membangun awareness dan  mengadvokasi gerakan digital ini.  Indonesia tidak kalah dari negara lain. Kota besar seperti Bandung, Malang, Bogor, hingga Yogyakarta, bahkan kota kecil seperti Trenggalek dan Purwokerto dipenuhi oleh anak muda yang kreatif. “Mereka butuh disapa dan didukung,” tutur Dimas.

 

Kebangkitan Pelaku Usaha

Braman menjelaskan, permasalahan pelaku UKM yang paling utama adalah Sumber Daya Manusia (SDM). Tahun 2013 jumlah pelaku usaha mikro sebanyak 57.189.393, usaha kecil (654.222), dan usaha menengah (52.106). Concern pemerintah adalah meningkatkan usaha mikro menjadi usaha kecil, demikian juga usaha kecil menjadi usaha menengah. Konsentrasinya adalah 1 juta UKM sampai tahun 2019. Berbagai upaya  harus dilakukan, salah satunya pengembangan SDM melalui sejumlah pelatihan. “Kami hadir untuk memberikan solusi terbaik dari sisi pengembangan SDM,” kata Braman.

Permasalahan kedua yang dihadapi pelaku UKM adalah  pembiayaan. Kementerian Koperasi dan UKM ditunjuk pemerintah untuk membuat kebijakan tentang Kredit Usaha Rakyat (KUR) serta fasilitas selain Lembaga Pengelolaan Dana Bergulir (LPDB). Sejak tahun 2011 sampai 2015 Kementerian Koperasi dan UKM telah membiayai 17.105 pelaku usaha pemula. Pada  akhir 2015 dilakukan  evaluasi, dari 17.105 pelaku usaha pemula,  45 persen tidak berkembang dan 54 persen cukup bagus. Dari  54 persen itu, 60 persennya adalah  wirausaha digital.

Era digital dengan potensi yang sangat besar harus dimanfaatkan oleh para wirausaha

Era digital dengan potensi yang sangat besar harus dimanfaatkan oleh para wirausaha

Pada 2016 ini akan difasilitasi 400 pelaku usaha karena efisiensi anggaran. Sementara tahun 2017  akan ditambah menjadi 6.200 pelaku usaha. Menjadi kewajiban pemerintah mendampingi pelaku usaha supaya berkembang. Selain itu kemudahan pembiayaan melalui lembaga perbankan. Sebanyak 70 persen pelaku usaha mikro kecil gagal karena ketiadaan  pendampingan. “Kami  sosialisasi terus-menerus mengingat ada ratusan kabupaten/kota,” kata Braman.

Sampai tahun 2019 rencananya akan diberikan modal kepada 24.800 wirausaha pemula serta pendampingan akses KUR kepada 137.600 usaha mikro dan kecil. Tujuannya adalah  mendorong kebangkitan pelaku usaha. Tidak hanya dilakukan oleh Kementerian Koperasi dan UKM, juga Dinas Koperasi dan UKM  provinsi dan kabupaten/kota di seluruh Indonesia. “Bagaimana kontribusi mereka, di  beberapa daerah dengan gubernur dan bupati/walikotanya sangat kreatif membangun wirausaha baru sesuai dengan amanat presiden,” ujar Braman.

Braman memaparkan, tahun 2017 mendatang segmen  wirausaha pemula kreatif menjadi salah satu sasaran utama. Setiap orang akan dibiayai maksimal  Rp 20 juta yang merupakan  bantuan pemerintah, bukan dana bergulir yang dikembalikan oleh wirausaha pemula. Tentunya ada hak dan kewajiban, seperti pelaporan yang diberikan setiap saat. Dilihat pula manfaat yang dirasakan penerima program. Mekanisme penyaluran pembiayaan melalui seleksi sistem online. Selain itu mekanisme proposal dan persyaratan melalui sistem e-proposal.

Deputi III Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM Braman Setyo

Deputi III Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM Braman Setyo

Permasalahan ketiga adalah pemasaran. Jika berpikir dari hulu ke hilir, di hulu itu SDM, di tengah-tengah adalah produksi dan pembiayaan, dan di hilir adalah pemasaran. Akan dibangun sinergi.  Kementerian Koperasi dan UKM memiliki  Lembaga Layanan Pemasaran (LLP), yaitu Galeri Indonesia Wow yang dibuka  untuk umum. Galeri Indonesia Wow telah  memfasilitasi dan melakukan kurasi produk dari 16 ribu pelaku UKM di Indonesia. “Manfaatkan Galeri Indonesia Wow sebagai pusat pameran, silakan berdiskusi di sana. Prinsip kami adalah  tiada hari tanpa pameran,” ujar Braman.

Target Kementerian Koperasi dan UKM adalah meningkatkan akses Koperasi, Usaha Mikro dan Kecil (KUMK) kepada sumber pembiayaan formal sebagai upaya peningkatan daya saing. Perwujudan dari target tersebut, antara lain KUMK mendapatkan fasilitas pembiayaan, mendampingi KUMK untuk mengakses penjaminan dan sumber pembiayaan, menyiapkan skema penjaminan dan membantu memiliki kolateral yang sah, serta menyiapkan sumber pembiayaan bagi KUMK. Braman menyampaikan kerjasama Kementerian Koperasi dan UKM dengan inkubator bisnis dari perguruan tinggi atau lembaga-lembaga lain diharapkan memunculkan entrepreneur anak muda yang kreatif seperti Baba Rafi. Terlebih kehadiran era digital dengan potensinya yang sangat besar.

 

Fasilitasi Anak Muda

Dalam pandangan Mirwan selaku Business Development Director Super Soccer, sesungguhnya signifikansi industri kreatif di era digital terletak pada nilai kebersamaan, solidaritas, dan progresifnya. Pria yang awalnya dikenal sebagai sutradara itu menjelaskan, membangun wirausaha artinya membangun komunitas yang turut menyejahterakan rakyat Indonesia secara lebih luas. Implikasi usaha-usaha tersebut adalah rekruitmen tenaga kerja dan merajut solidaritas antaranak bangsa.  Mirwan telah membuktikannya melalui Super Soccer yang didukung sejumlah anak muda kreatif yang mahir dalam dunia IT dan desain.

Koordinator Indonesia Entrepreneurship Initiative (IEI) Mirwan Suwarso

Koordinator Indonesia Entrepreneurship Initiative (IEI) Mirwan Suwarso

Mirwan mengisahkan, pada  2009 jumlah kunjungan ke website Super Soccer, perusahaan online media sebesar 150 dalam setahun. Setelah dikelola pada  2012 tingkat kunjungan melonjak menjadi 9 juta per tahun yang tersebar di Jakarta sebanyak 40 persen, Jawa Barat (40 persen), dan sisanya di Indonesia Timur seperti NTB. Larangan  rokok untuk mensponsori event olahraga membuat Super Soccer melepaskan diri pada 2013. Selanjutnya mereka menjalin hubungan dengan pemain dari Liga Eropa sebab  di Indonesia memiliki nilai jual. “Kami  sempat memunculkan Liga Indonesia tapi  terlalu rumit karena jadwal pertandingan tidak tentu dan penonton tidak mau bayar. Itu yang menjadi beban,” ujar Mirwan.

Super Soccer berpikir bagaimana cara mendapatkan  uang untuk menjaga  sustainabilitas usaha. Mirwan bersyukur, divisi yang mengembangkan aplikasi game berbayar mampu menjaring  270 ribu orang. Aplikasi itu dijual dengan  Rp 50 ribu per bulan. Super Soccer membuat  sedemikian rupa sehingga orang membeli aplikasi itu terus-menerus. Mirwan tahu  Indonesia memiliki dinamika yang sangat cepat dan berubah-ubah. Untuk itu harus dibuat produk yang  kuat dan bisa dipasarkan secara global. “Alhamdullilah dengan adanya App Store dan Google Play, geographical boundary tidak ada lagi,” kata Mirwan.

Mirwan mencontohkan, saat  Liga Inggris  di pinggir lapangan ada papan reklame yang menayangkan  Super Soccer. Orang bertanya-tanya. Mirwan menyampaikan,  pasar iklan Super Soccer tidak hanya di Indonesia. Efektif Juli ini aplikasi Super Soccer sudah dibeli oleh beberapa negara. Super Soccer akan launching di Bahrain pada Juni, diikuti Jerman dan  Italia. Pasar di Bahrain membuka lapangan kerja karena semua produk  menggunakan bahasa Arab. Super Soccer membuka lowongan  di sosial media mereka. “Kami terima   lamaran dari ratusan orang yang fasih berbahasa Arab dan tinggal di Indonesia,” kata Mirwan.

Dua bulan lalu muncul ide yakni membuat forum. Jika ada orang yang  melempar ide, layak digarap, dan  mencukupi dalam lingkup digital sepakbola, mengapa tidak dikembangkan bersama. Ide harus dituangkan secara proper karena menyangkut  intelectual property atau landasan hukum. Ide itu dijaga agar tidak dimanfaatkan oleh siapapun. Super Soccer mengajak anak muda Indonesia semakin berani memberdayakan dirinya masing-masing. “Ibu-ibu yang punya anak  usia 14-18 tahun pasti punya banyak gagasan. Mereka  lebih pintar daripada manajer Liga Eropa sekalipun. Jika mereka punya ide, silakan lempar ke Super Soccer. Kami tampung dan kembangkan,  semoga  bisa bermanfaat,” ujar Mirwan.

Peserta antuasis bertanya mengenai peran anak muda dalam kewirausahaan

Peserta antuasis bertanya mengenai peran anak muda dalam kewirausahaan

Saat ini Super Soccer sedang develop tiga produk yang idenya berasal dari Malang, NTB, dan Jakarta. Super Soccer juga memiliki toko. Mereka membeli produk, dikurasi, dan dijual. Dalam perjalanannya banyak orang yang mau titip jual. Lahirlah Super Soccer marketplace dengan sistem profit sharing masing-masing 50 persen. Guna memudahkan penjualan, Super Soccer bekerjasama dengan tiga bank, yaitu BII, BRI, dan Danamon. “Produk yang dijual dapat dicicil nol persen,” tutur Mirwan.

Bagaimana dengan mereka yang ingin memiliki usaha tapi terkendala modal? IEI, program yang dibentuk Super Soccer membantu mereka yang ingin memiliki usaha sendiri tanpa mengeluarkan modal sepeserpun. Anda hanya perlu mendaftar sebagai anggota dan langsung menjadi mitra pemasaran Super Soccer TV  yang merupakan layanan televisi berbayar untuk connected devices (seperti telepon genggam, tablet, dan produk semacamnya) dengan Manchester United (MU) TV sebagai salah satu layanan di dalamnya.

Indonesia mempunyai  59 juta fans MU,  pasar yang cukup menjanjikan. Sebagai satu- satunya mitra resmi MU  TV di Indonesia, Super Soccer TV menampilkan tayangan 24 jam yang menyediakan berbagai program menarik seputar MU. Apalagi harga  berlangganan yang ditawarkan Super Soccer TV  sangat terjangkau, yaitu Rp 225 ribu per tahun. Sebagai anggota IEI, Anda akan menerima bagi hasil sebesar 50 persen untuk setiap  paket langganan Super Soccer TV yang berhasil dijual dan 70 persen bagi warga dari Indonesia timur.  “Harapan kita, produk yang dijual bernilai lebih  kuat dibanding menjual t-shirt buatan sendiri,” kata Mirwa.

Bagaimana bila ingin menjual tapi masih kuliah atau  pengalaman bisnisnya minim? Mirwan menyampaikan, Super Soccer  memprakarsai workshop di Universitas Budi Luhur mengenai cara berjualan dan meningkatkan salesmanship orang-orang yang belum pernah berjualan. Bisa juga mengajukan pertanyaan ke Facebook page Super Soccer. Untuk itulah IEI dibentuk, memfasilitasi  anak-anak muda yang  ingin maju, bagaimana memanfaatkan link yang dimiliki Super Soccer untuk memberdayakan dirinya masing-masing. “Kalau selama ini orang bilang pembangunan Indonesia, kami menyebutnya pembangunan manusia Indonesia,” kata Mirwan.

Diskusi dihadiri blogger dan pihak yang concern pada isu kewirausahaan (Sumber foto: Twitter Gerakan Ampuh)

Diskusi dihadiri blogger dan pihak yang concern pada isu kewirausahaan (Sumber foto: Twitter Gerakan Ampuh)

Mirwan, lulusan Purdue University itu mengisahkan pengalamannya sebagai karyawan. Ia mempertanyakan profit pimpinannya yang bisa mencapai  triliunan rupiah sementara gaji Mirwan dan rekan-rekannya naik sangat sedikit. Hal itu  melatarbelakangi pendirian IEI dengan semangat siapapun bisa berjualan. Salah satu contohnya adalah sekelompok anak muda yang berprofesi sebagai programmer di Malang. Mereka selama ini  sering mengerjakan pesanan dari luar negeri. Mengetahui hal itu, Mirwan menawarkan kerjasama dengan mereka. “Saya bilang ke mereka,  kalau belum ada gaji nanti kami talangi empat lima bulan. Ternyata yang mendaftar itu sudah ratusan,” ujar Mirwan.

Ke depan Mirwan berencana mengembangkan  game dan industri kreatif lainnya dengan konsep pemberdayaan. Super Soccer mendapat funding yang cukup besar dari Bahrain. Sebelum bekerjasama, Mirwan melihat apakah pemberi funding memiliki mutual benefit yang sama atau  ada akses ke teknologi baru.  Kepada pemberi funding, Mirwan menawarkan Super Soccer  bisa dibesarkan, ada scalabilitynya. “Maka mengerti pasar mutlak diperlukan oleh seorang wirausaha,” kata Mirwan.

Sebagai penutup, teknologi informasi memberi peluang yang besar, maka  anak muda perlu mengembangkan diri.  Pemerintah sendiri telah menyusun banyak kebijakan dan regulasi dari aspek permodalan hingga  pajak. Sementara itu Super Soccer sebagai karya anak bangsa harus didukung sebab memberdayakan anak muda untuk berbisnis dengan cara yang mudah.

 

Ignasia

Saya Ignas, hobi membaca dan menulis. Bagi saya, setiap hari adalah kesempatan baru untuk mempelajari hal-hal menarik.

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • Desain website yang menarik memang bikin pengunjung web jadi lebih betah sih, ya 😁 Makanya sebagian orang memilih untuk "bye-bye" saat berkunjung ke web yang desainnya "malesin" alias gak bikin pengunjung nyaman. Kalian gimana? 😀
.
.
.
#indoblognet #mbcommunication #desainweb #layout #website

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top