Agama

Ke Tanah Suci Selagi Dini [Arafah, Miniatur Padang Masyar]

Ahad, 11 September 2016 saudara/i muslim kita menunaikan wukuf di Arafah. Ini merupakan berhaji yang sesungguhnya. Sekalipun kita sudah berulangkali thawaf dan sa’i di area Masjidil Haram, namun belum melaksanakan wukuf di Arafah pada tanggal 9 Dzulhijah, maka kita belum dianggap melaksanakan ibadah haji. Sekalipun saat di Arafah seseorang terkapar di kasur atau hanya berdiam diri, maka Insya Allah ibadah haji-nya sah. Iya, tapi jangan juga dong hanya cingak cinguk di Arafah atau bernasis ria selfi dengan gadget  di waktu tersebut! Sungguh, manfaatkan! Ini-lah ibadah wajib  yang sebenarnya dilaksanakan “SEUMUR HIDUP SEKALI”!

Rasa syukur teramat sangat saya haturkan kepada MAHA PENYAYANG karena memberikan kesempatan kepada saya wukuf di Arafah di hari Jumat. Saya benar-benar memanfaatkan waktu tersebut untuk berkomunikasi dengan MAHA KAYA.  Curang dikit paling hanya menulis puisi atau jajan…hihihihi…tapi sungguh, tidak ada hasrat untuk selfie di waktu dan tempat yang suci itu.

Mau baca cuplikan kisah saya selama di Arafah?? Silakan…semoga setelah membaca ini sahabat mendapatkan kesempatan ke sana segera ya…

Ketika di Arafah saya sampai harus membawa daftar doa pesanan kenalan serta doa pribadi yang panjangnya ngalahin daftar belanjaan. Daftar doa bersifat duniawi lebih banyak lagi, dari yang minta rezeki materi hingga prestasi duniawi. Tetapi tidak ada di daftar saya untuk minta lelaki. Entahlah, sejak dulu saya paling ogah kalau berdoa soal jodoh! Saya yakin bahwa lahir, umur dan jodoh adalah hak mutlak Allah SWT sehingga  tak berminat untuk ‘mengusili’ hal ini, apalagi saat itu saya sedang merasa sehat – sehatnya dan merasa sedang ‘naik daun’ di antara lawan jenis. Itu hal yang sangat saya syukuri. Nah, yang saya sadari saat ini justru ketika doa duniawi tersebut telah dikabulkan oleh Allah SWT seluruhnya. Ya Tawwaab, hamba tak sanggup lagi menghitung segala nikmat-Mu di dunia, tetapi kenapa hamba yang saat itu berada di Arafah melewatkan waktu untuk bertaubat agar bagus kehidupan akhirat-ku? Ketika itu seolah hamba mengeksploitasi-Mu dengan doa – doa duniawi yang kini telah Engkau kabulkan seluruhnya, Ya Mujiib.

Sekarang saya selalu mengingat dan menanam dalam hati mengenai kalimat yang pernah diucapkan oleh Ali bin Abi Thalib, yaitu :

Ada sekelompok orang yang berdoa dan menyembah Allah karena menginginkan pahala atau balasan, hal demikian adalah doa atau ibadah para pedagang. Ada sekelompok orang yang berdoa dan menyembah Allah karena takut akan siksa-Nya, hal demikian adalah doa atau ibadah para budak. Kelompok lain berdoa dan menyembah Allah karena bersyukur dan melakukan ibadahnya semata karena Allah SWT dengan ikhlas, maka inilah doa atau ibadah orang yang merdeka.

Kini waktunya doa saya tidak bersifat “pribadi”, karena rasanya terlalu kecil nilai doa apabila berdoa untuk diri sendiri. Yang pasti berdoa dimanapun kita berada semata karena Allah SWT. Memang berdoa di Arafah sangat terasa berbeda perasaan kita, apalagi Allah SWT sangat bangga kepada umat-Nya yang berdoa dan beribadah di padang Arafah. Ngebanggainnya ke malaikat loh. Bayangkan! Kita manusia yang berlumur dosa saja bisa menjadi kebanggaan Allah SWT apabila sedang wukuf dan beribadah di Arafah! Tentunya dengan harapan pengampunan dan semata karena Allah SWT selalu! Ya Syahiid…apapun yang kami lakukan, baik perbuatan baik maupun buruk, Engkau pasti menyaksikan. Ampunilah segala dosa kami, Ya Ghofuur.

Apabila saat ini saya diberikan kesempatan untuk berdoa kembali di Arafah saat menjalankan wukuf, tentunya saya berdoa untuk keselamatan bangsa dan negara Republik Indonesia, meminta ampun dan hidayah bagi semua manusia yang berada di bumi ciptaan-Nya – Bumi Indonesia. Ya Khobiir, kami akan tetap menjaga keutuhan bumi indah ciptaan-Mu ini. Ya Waahid, persatukan kami dalam kehidupan di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ya Muntaqim –Ya Khoofidh, jatuhkanlah mereka yang ingin memecah belah dan mereka yang ingin membodohi kami – khususnya mereka yang ingin membodohi orang – orang beriman dengan mengatas namakan-Mu.

Di Padang Arafah saat ini banyak terdapat pohon – pohon yang menghijau. Konon diantaranya adalah sumbangan dari Presiden RI yang pertama, Ir.Soekarno. Pepohonan sumbangan bangsa Indonesia saja bisa meneduhi Arafah, maka seharusnya kita – masyarakat Islam Republik Indonesia  juga dapat meneduhi lingkungan di sekitar kita bukan? Diantara pepohonan  terdapat pancuran air yang seringkali menebarkan air agar udara tidak menjadi gersang.

Arafah yang berada di 25 kilometer Timur kota Mekkah sudah sempat saya singgahi ketika menunaikan ibadah umrah. Luas Arafah berkisar antara 3,5 kilometer dikali 3,5 kilometer. Terdapat Jabal Rahmah alias Bukit Kasih Sayang, tempat pertemuan Nabi Adam AS dan Ibu Hawa yang berpisah selama 200 tahun. Nabi Adam AS diturunkan di sekitar India, sedangkan Ibu Hawa diturunkan di Irak, akhirnya di Jabal Rahmah inilah mereka  bertemu. Masya Allah , betapa dasyatnya kisah kasih sayang kedua manusia yang berasal dari surga.

Ketika ziarah ke Arafah saat melaksanakan ibadah umrah saya naik ke Jabal Rahmah. Puncaknya dikelilingi dinding setinggi 57 cm,  tugu putih  penuh coretan. Ketinggian Jabal Rahmah adalah 372 meter dari permukaan laut. Katanya sih, mereka yang berdoa disini kebanyakan  meminta jodoh atau rumah tangganya awet, tetapi saya sih lebih baik pada “tujuan akhir” saja, yakni biarpun kekasih hati ditemukannya hingga 200 tahun lagi, yang terpenting si dia adalah kekasih hati yang dipertemukan atas seizin-Nya (Walaupun awalnya lautan dan gunung memisahkan kami.). Bila berkeluarga kami bisa menjadi teladan bagi orang lain, seperti keluarga Nabi Adam AS dan Ibu Hawa. Mereka-lah yang menjadi teladan cinta kasih awal dari peradaban dunia.

Pemerintah Saudi Arabia selalu meningkatkan pelayanan kepada tamu – tamu Allah, termasuk di Arafah . Oleh karenanya fasilitas umum juga tersedia disini, misalnya rumah sakit, mesjid dan bahkan perguruan tinggi. Sekitar lima kilometer dari Arafah terdapat kampus Universitas Ummul Qura. Bisa jadi beberapa tahun ke depan fasilitas “tenda” di Arafah akan ditingkatkan, misalnya dibangun apartement atau tenda mewah full AC kelas hotel berbintang sehingga para jamah haji wukuf di Arafahnya sambil ngopi – ngopi dan diskusi agama dengan pimpinan rombongan atau para penceramah berikut kecanggihan audio visual kisah jejak para nabi. Orang tua atau orang sakit bisa dengan nyamannya rebahan di spring bed atau kasur air. Hhhmmm…asalkan para ibu – bu muda  wukuf di Arafah tidak sambil menikmati lulur ala di spa atau salon 😀

Arafah nan putih di bulan Dzulhijah, disini pula saya sempat menuliskan puisi. Saya berharap aktifitas para penulis Islami di Indonesia dapat menjadi sarana beribadah kepada-Nya. Bukan sekedar angan – angan. Menulis merupakan bagian penting dari tonggak peradaban.

Cerita : PENJUAL MAKANAN DI ARAFAH

Bagi jamaah yang menunaikan ibadah haji di tahun 2006 mendapatkan kesempatan yang sama dengan saya ketika menjalankan ibadah haji , yakni haji Akbar yang  wukuf di Arafah-nya  pada hari Jumat. Suatu keberuntungan tiada tara, namun cobaan sempat mendera jamaah haji dari Indonesia di tahun 2006. Mereka mengalami kelaparan ketika di Arafah dikarenakan pihak catering yang tidak dikordinasi dengan baik. Ya Dhoorru, Semoga rasa lapar yang mereka alami dapat diambil hikmahnya dengan sebaik-baiknya bagi hamba-Mu semua. Termasuk kami yang tidak berada disana saat kejadian.

Memang apa yang kita alami secara pribadi walaupun di satu tempat dan di satu waktu belum berarti sama dengan orang lainnya. Apalagi jika waktunya berbeda. Mendengar dan membaca berita mengenai jama’ah haji Indonesia yang kelaparan di Arafah melempar ingatan saya ketika saya berada di Arafah.

Ketika itu tanggal 8 Dzulhijah. Sore hari rombongan  bertolak ke Arafah dari Mekkah. Jalanan sudah mulai ramai, namun Alhamdulillah kami yang terbiasa menghadapi kemacetan di Jakarta jadi tidak merasakan bahwa kemacetan sore itu begitu menyiksa. Bahkan kami termasuk yang cepat sampai di Arafah. Tenda jamaah haji Indonesia masih kosong. Kami rombongan pertama yang sampai di tenda tersebut.

Bagaikan petugas inspeksi saya berkeliling di sekitar tenda. Ada rasa ingin jajan seperti kebiasaan di Indonesia apabila sedang berkeliling perumahan. Aaahh…tapi saat ini  sedang berada di Arafah. Lucu banget kalau tiba – tiba ada tukang jualan berkeliling.

Dan “kelucuan” itu memang terjadi! Begitu saya melintasi pagar kompleks tenda untuk melihat Jabal Rahmah ternyata ada wanita yang sedang berjualan. Berwajah khas Indonesia dan saya melihat keranjang jualannya.

“Gado – gado,Mbak.” Wanita itu menawarkan dagangannya.

“Gado – gado??” Saya  menegaskan. Masih belum percaya. Benarkah saya berada di Arafah?

Setelah diyakinkan oleh wanita itu saya langsung memesan gado – gado lontong dagangannya. Sedap! Penjual gado – gado tersebut berasal dari Madura. Tak seberapa lama temannya yang pedagang makanan khas Indonesia datang. Saya membeli makanan yang dia jual juga. Membungkusnya dan makan di dalam tenda bersama beberapa rekan yang terheran – heran melihat saya membawa makanan khas Indonesia seperti saya baru saja belanja di pasar Indonesia.

Mengingat kejadian yang saya alami sore itu di Arafah saya jadi terheran – heran dengan peristiwa kelaparan yang melanda jamaah haji tahun 2006. Bukankah di Arafah banyak penjual makanan Indonesia dan pedagang itu menjualnya juga dengan harga yang murah??  Hanya Allah SWT yang Maha Mengetahui.

Image source: pixabay.com

Anna R Nawaning S

http://odysseygemini.blogspot.com(Kuliner)
http://odysseygemini.blogspot.com (Wisata Indonesia)
http://57odysseygemini.blogspot.com (Lifestyle)

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • Hai, haaai smart people 😍 Asyikkk ya weekend! Have fun ya, guys 😄
.
Guys, tau gak sih kamuuu, lebih dari 3,8 milyar orang di seluruh dunia menggunakan internet, dimana jumlahnya meningkat 38 juta orang sejak Januari 2017 😁
.
Kenaikan ini menandakan bahwa penetrasi internet di seluruh dunia mencapai 51%, atau bisa dibilang orang yang pakai internet udah lebih banyak daripada orang yang nggak pakai internet, hihi.. Memang sih, tahun 2017 ini sebenarnya peningkatan jumlah pengguna internet jauh lebih lambat daripada tahun 2016 😆
.
Daaan, dari 3,8 milyar orang pengguna internet di seluruh dunia, 2,9 milyarnya aktif menggunakan media sosial, lho! Wawww 😋 Pastinya kamu termasuk di dalamnya dong, heheee
.
Sumber: youthmanual.com
.
#indoblognet #mbcommunication #internet #survey #sosialmedia #socialnetworking #weekend #saturday #viral

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top