Berbagi Kasih Sayang

Kasih Sayang Ibuku Seluas Isi Dunia

kasih sayang ibu

Ini kisah tentang Ibu saya. Kisah dari seorang perempuan yang tanpa pamrih dan tak kenal lelah dalam menghidupi anak anaknya.

Sepeninggal Ayah saya 16 tahun yang lalu, Ibuku lah yang menjadi tulang pungung keluarga. Untuk memenuhi kebutuhan sehari hari, Ibuku berdagang bumbu dapur di pasar. Setiap hari ia harus pergi pagi dan pulang siang dengan sepeda onthelnya beserta barang bawaan yang tak jarang beratnya lebih dari 50 kg. Sore harinya adalah waktunya ke ladang untuk mencari barang dagangan yang harus di jual esok. Dan malamnya masih harus lembur bahkan sering hingga larut malam. Sedangakan paginya lagi ia harus memasak dan menyiapkan barang dagangan untuk di bawa kepasar. Begitulah yang ia lakukan setiap harinya, dari semenjak gadis hingga sekarang. Tak terbayangkan betapa lelahnya dia.

Seiring bertambahnya usia, tubuhnya sudah tidak kuat lagi mengayuh sepeda karena penyakit yang menderanya. Pernah saat Ibu saya sakit dan tidak bisa pergi ke pasar, saya harus menjual apapun yang bisa di jual seperti pisang dan padi untuk membeli bahan makanan dalam beberapa bulan. Namun beruntunglah karena akhirnya dengan berbagai usaha kami membawanya berobat, Ibu saya pun bisa sehat kembali, walau tidak 100%. Dengan kondisi yang β€œsehat-sehatan” pun ia masih tetap bekerja, ia tidak mau berdiam diri di rumah karena nanti siapa yang akan mencari nafkah menghidupi keluarga.

Saya sendiri bekerja sebagai buruh lepas di rumah, beruntunglah saya karena dengan saya bekerja di rumah, saya bisa dekat dengan Ibu saya. Sementara adik saya bekerja di perantauan, dan kakak kakak yang lain sudah pada menikah.

Ibuku adalah sosok yang kuat, tidak ada yang ia minta dari anak anaknya terkecuali sebuah kebahagian. Ibuku adalah pejuang 45 bagi keluarga kami. Pernah juga suatu kali kakak saya tersandung masalah dengan sebuah dealer sepeda motor, yang singkat ceritanya kakak saya harus mengeluarkan uang hingga 12 juta, sementara ia tidak memiliki uang sebanyak itu. Dari masalah tersebut, kakak saya sempat stress berat. Ibu saya tak tega melihatnya, bingung harus bagaimana sampai sering kali ia menangis menghadapi masalah tersebut. Akhirnya dengan terpaksa demi anaknya, ia melunasi pembayaran tersebut dengan menjual sebagian tanahnya. Bisa di bilang itu adalah masalah terberat dalam keluarga kami dan sangat mengkhawatirkan, dimana jika tidak di atasi, entah apa yang terjadi pada kakak saya.

Masalah lain yaitu saat ibu saya sedang di opname di sebuah rumah sakit dan belum bisa pulang karena belum sehat. Di saat itu pula kakak perempuan saya akan mengadakan acara selamatan mupati (selamatan dalam rangka 4 bulan kehamilan). Di tengah kedaan tersebut, harusnya sudah siap segala sesuatunya di rumah untuk keperluan acara esok harinya, namun ternyata belum, karena kebetulan suami kakak tersebut yang sedang ada di perantauan belum bisa mengirimkan uang untuk keperluan acara.

Melihat kondisi itu, Ibu saya yang harusnya masih terbaring di rumah sakit terpaksa pulang agar bisa menyaksikan dan membantu acara selamatan walaupun harus menahan sakit di badan. Parahnya lagi, baik ibu yang otomatis agak macet perekonomianya karena sakit, atau pun saudara saudara saya yang lain pun juga sedang kehabisan biaya. Namun syukurlah karena dengan berbagai cara akhirnya selamatan bisa berjalan lancar.

Anda bisa lihat, betapa besar rasa kasih sayang seorang ibu kepada anaknya walaupun terpaksa harus bekerja siang dan malam, bahkan sampai harus menjual tanah dan menahan sakit di tubuhnya. Sebuah rasa kasih sayang dari semua Ibu dimanapun yang tanpa pamrih dan tidak bisa tergantikan dengan apapun di dunia ini.

Dalam keseharianya pun, Ibu saya tak pernah diam. Ia selalu melakukan hal hal yang berguna sekiranya tubuhnya masih kuat. Selain dari cerita di atas, masih banyak cerita lainya tentang pengorabanan Ibu saya. Sejatinya, tak ada Ibu di dunia ini yang tidak sayang kepada anaknya, semua Ibu sayang kepada anaknya tanpa pamrih dan tanpa imbalan. Dan kita sebagai anak wajib hormat kepada orang tua kita terutama Ibu, karena surga ada di telapak kaki ibu.

Latest posts by Amir Mahmud (see all)

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • Hellooo, sahabat Indoblognet πŸ˜‰ Kamis manis nih, yuk perbanyak optimis 😍
.
Bagi seorang pebisnis atau penjual, memiliki banyak konsumen tentunya adalah hal yang sangat penting, ya 😁 Masalahnya konsumen gak akan datang sendiri tanpa dijemput, artinya penjual perlu melakukan berbagai cara untuk menarik konsumen πŸ˜„
.
Salah satu cara yang bisa dilakukan oleh penjual adalah dengan menerapkan konten marketing. Dengan konten marketing, kamu menarik perhatian konsumen dengan konten-konten berkualitas, menarik, dan disukai konsumen 😍
.
#instagram #indoblognet #mbcommunication #thursday #instadaily #followme #business #tips #viral

Follow Me

Copyright Β© 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top