Berbagi Kasih Sayang

Kapsul Waktu Aku dan Ayah

ayah yang baik

 

Suara bel sepeda itu seperti masih bisa kudengar hingga sekarang. Ketika masih kecil, tiap pagi aku selalu sedia menunggu Ayah di dekat sepeda ontelnya. Saat beliau keluar dan hendak pergi kerja, Ayah pasti mengizinkan aku untuk mengantarnya. Memang tidak sampai tempat kerja Ayah, hanya sampai di dekat mushala kecil tak jauh dari rumah. Ya, aku turun di situ. Selanjutnya Ayah akan melambaikan tangan dan membunyikan bel sepeda, berpamitan padaku. Itulah yang setiap pagi aku lakukan.

Tentu setiap ayah istimewa bagi anak-anaknya. Seperti halnya ayahku. Beliau bukan orang yang kaku. Ia penuh kasih sayang, lembut, dan cukup sabar. Sejak kecil aku sangat dekat dengan Ayah. Dan ini adalah kapsul waktu yang kami isi bersama-sama.

Ayahku hobi memancing, hampir tiap sore beliau mengajakku pergi mancing di sungai yang letaknya ada di desa tetangga. Tentu saja aku bersemangat untuk ikut. Di benakku sudah terbayang banyaknya ikan yang akan kami dapatkan. Makan malam pakai ikan goreng dan sambal sedap buatan Ibu pasti enak sekali. Sampai di sungai, Ayah langsung mengeluarkan semua peralatan mancingnya. Pertama yang dilakukan Ayah adalah memasang umpan cacing. Aku geli melihatnya dan terkadang bersembunyi di balik tubuh Ayah. Cacing itu menggeliat-geliat, ingin meloloskan diri. Ayah meyakinkan aku bahwa cacing tidak menggigit, ia menyodorkan seekor cacing kecil setelah menunjukkan cara memasang umpan kepadaku. Apa, aku harus pasang umpan sendiri? Hiii … mulanya aku menolak, akan tetapi karena Ayah terus meyakinkan aku dan memberi semangat, aku pun memberanikan diri untuk pasang umpan sendiri. Itulah awal aku mahir memasang umpan pancing.

Kata Ayah aku pemarah. Memang, kuakui itu. Aku akan merajuk jika pancinganku tak disambar ikan satu pun. Rasanya jengkel sekali! Kalau itu terjadi aku akan meletakkan pancing begitu saja dan pergi bermain pasir di dekat sungai, tak peduli lagi pada pancingan. Ayah cuma geleng-geleng kepala dan segera merapikan semuanya. Ayah tahu betul caranya membuat suasana hatiku ceria lagi. Ayah mengajakku mencari batu-batuan berbentuk unik di sekitar sungai. Kalian tahu? Ada satu batu unik yang aku temukan saat itu, batu berbentuk mirip anjing duduk. Ukurannya kira-kira satu kepal tangan orang dewasa, warnanya putih, dan aku memberinya nama Moli.

Bagi Ayah liburan tidak harus pergi ke tempat wisata. Kami sering berpetualang ke sudut-sudut desa yang jarang dikunjungi orang. Entah darimana Ayah tahu lokasi-lokasi indah itu. Tetapi kalau Ayah mengajakku, aku tak lupa bawa buku gambar dan pensil untuk menggambar lokasi indah yang kami kunjungi. Sayang bila tidak diabadikan. Air terjun mini dengan sisi kiri kanan bebatuan besar berlumut, gua landak yang misterius, sampai dengan Telaga Ciwadas yang asyik untuk mandi-mandian.

Kalau aku nakal, aku ingat sekali jurus ampuh yang Ayah keluarkan. Di tengah tangisanku yang menjadi, Ayah akan masuk kamar dan mengambil celana panjang. Ayah bergaya seolah akan pergi jauh dan tidak mengajakku. Aduh, kalau senjata ampuh itu keluar, aku akan memegang kaki Ayah kuat-kuat dan memohon padanya untuk tak pergi kemana-mana. Ayah lalu merangkulku, kemudian menggendongku. Saat itu seketika tangisku berhenti. Aku peluk Ayah erat, seolah enggan melepasnya.

Aku paling susah kalau disuruh minum obat. Waktu sakit, Ayah dan Ibu akan membawaku ke halaman depan rumah, menggoyang-goyang daun pohon mangga, dan saat aku lengah, mereka meminumkan obat ke mulutku. Tangis pecah. Namun, itu belum selesai. Masalah baru kembali datang. Ayah tentu tahu, mataku yang tampak memerah setelah minum obat disebabkan oleh apa? Ya, seekor semut kecil bersarang di mataku. Ayah bergegas mengambil kapas yang dibasahi dengan air dan perlahan mengeluarkan hitam mungil itu dari mataku.

Hari demi hari, aku tumbuh makin dewasa. Sejak duduk di bangku SMP, aku berjanji pada diriku untuk tidak mengecewakan Ayah. Kalau soal Ibu? Saat itu Ibu tak lagi bersama kami karena memutuskan untuk jadi TKW di luar negeri. Sayangnya, janjiku tak bisa kutepati karena saat try out di kelas 3 SMP aku malah membuat beliau dipanggil wali kelas karena nilai try out yang buruk untuk pelajaran matematika. Wali kelas khawatir aku tidak dapat lulus, maka dari itu beliau meminta Ayah untuk mengawasiku dan mengingatkan agar terus belajar. Aku tahu Ayah malu, karena cuma Ayah yang dipanggil menghadap wali kelas. Ayah, maafkan aku, ya. Walau begitu Ayah tak lantas marah-marah padaku, beliau bahkan menemaniku belajar, kadang sampai larut malam dan terus meyakinkan bahwa aku bisa melewati ujian nasional dengan nilai baik.

Itulah ayahku. Sungguh aku tidak bisa tanpa Ayah. Meskipun Ayah terkadang mengomel, cerewet, menyuruhku belajar, mengaji, cuci piring, tapi … kini aku tahu. Amarah  dan omelan itu … bukan karena membenciku. Semua beliau lakukan karena sayang padaku dan ingin membekaliku untuk kehidupan yang akan kujalani di masa depan.

Sekarang aku sudah berkeluarga dan memiliki seorang putri cantik. Aku belum pernah pulang kampung lagi setelah menikah. Kuharap saat aku pulang, aku dapat memeluk Ayah, menikmati saat-saat bersama sambil mengenang masa lalu yang indah.

vandraichi

Ibu dari putri cantik bernama Raisya, suka nulis cerpen anak dan ngeblog.

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • Kabar bahagia nih khususnya bagi warga Tangerang Selatan dan sekitarnya. Sekarang ga susah lagi mencari kebutuhan oleh-oleh haji dan perlengkapan muslim, @bursa.sajadah sudah ada di BSD loh. Tepatnya di Ruko Tol Boulevard C No. 11-12. Jalan Pelayangan BSD, Tangerang Selatan.

Alhamdulillah Bursa Sajadah sejak didirikan tahun 1998, terus berekspansi. Bursa Sajadah di BSD ini merupakan cabang ke-9, setelah di  Bandung, Bekasi, Bogor, Jakarta, Malang, Solo dan Surabaya.

Tuk yang mau belanja2 kebutuhan lebaran atau ingin memberikan sesuatu yang spesial tuk orang2 tersayang, selagi masih grand opening di BSD, siapa tahu dapat harga yang spesial :) Tuk rekan2 blogger terpilih di wilayah Tangsel, kita nanti bersilaturahmi ya di Grand Opening Bursa Sajadah BSD, Kamis, 1 Juni 2017.  #BursaSajadah #bursasajadahBSD #skvgroup #Tangerangselatan

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top