Agama

Kala Doa Tak Kunjung Terkabul [Book Review]

 

Judul buku : Ya Allah…Please Kabulin Doaku
Penulis : Ust. DR. H. Miftahur Rahman El-Banjary, MA
Tahun terbit : Januari 2015
ISBN : 978-602-02-5786-6
Ketebalan : 205 halaman
Cover : Soft Cover
Penerbit : Quanta
Harga buku : Rp 48.000

Seringkali kita marah ketika doa tertunda. Menggerutui Allah yang mengabaikan doa-doa kita. Padahal tidak demikian adanya, tertundanya doa sesungguhnya mengandung pelajaran agar kita sabar dan tak tergesa-gesa dalam berdoa. Agar doa terkabul kita perlu memahami adab dan etika. Ucapkan dan yakini doa itu sepenuhnya seraya menadahkan tangan tatkala kita meminta. Jangan lupa memilih kata-kata yang tepat, yang singkat namun penuh makna diantara waktu-waktu yang mustajab. Hindari kata-kata yang menggurui dan mendikte Allah hanya untuk memenuhi ambisi dan nafsu semata. Libatkanlah Allah dalam setiap doa, mintalah Ia mengabulkan doa sesuai pilihan dan kehendak-Nya. Serahkan semua pada-Nya, sebab Allah ssungguhnya Maha Tahu apa yang pantas untuk kita. Hal itulah yang dibahas sang penulis diawal-awal bab-nya.

Yang tak kalah penting, penulis buku ini juga mengingatkan bahwa berdoa itu tak melulu saat musibah datang. Dekatilah Allah dan bermunajatlah kapan saja, saat susah atau senang. Bagaimanapun juga Allah sangat menyukai mereka yang mau mendekatinya, melibatkan Ia dalam hal-hal sekecil apapun. Jangan sampai kita kehilangan kemustajaban doa hanya karena kita mengabaikan-Nya atau hanya datang tatkala perlu saja. Doa bukan hanya bermakna sarana mengadu bagi mereka yang kesusahan tapi sebentuk permohonan dan penyerahan secara total kepada Allah apapun situasi dan kondisinya. Bahkan saat kita orang lain menyakiti kita. Hal semacam ini takkan merendahkan kita, tetapi justru bisa meninggikan derajat kita di mata Allah.

Jangan lupa untuk selalu berbaik sangka kala berdoa. Yakinilah bahwa Allah yang pemurah akan mengabulkan setiap doa, hanya kita tidak bisa memastikan kapan waktunya. Sebab hal itu adalah hak Allah. Bila ragu melanda ingatlah Allah telah berjanji dalam surat Al Baqarah 186 bahwa Ia akan mengabulkan doa siapapun yang memohon pada-Nya. Jangan lupa perbanyak istighfar dan memohon ampunan atas kealpaan diri kita sebab Allah mengasihi orang-orang yang berlaku demikian. Bisa dibayangkan betapa doa dan pinta akan lebih mudah dikabulkan jika Allah mengasihi kita. Akan tetapi, kita tak boleh lupa untuk mengucapkan syukur sebelum mengawali doa karena syukur adalah kunci bagi terkabulnya permohonan kita.

Dan yang tak boleh kita lupa, bermunajatlah hanya kepada Allah. Lakukan dengan cara yang benar dan sesuai dengan nilai-nilai Islam. Tinggalkan cara-cara yang sepertinya masuk akal namun sesungguhnya bertentangan dengan agama yang kita yakini, semisal dengan menuliskan nama pasangan di tugu Jabal Rahmah dengan harapan hubungan tersebut akan langgeng, karena cara ini justru tak membawa manfaat. Setelah itu yang harus kita lakukan adalah menunggu. Apabila pada akhirnya doa tak kunjung mendapat jawaban atau justru ditangguhkan, jangan keburu mengecam. Karena doa itu tak bisa instan, sekali minta langsung dikabulkan oleh Allah. Contohnya Nabi Nuh, permintaan beliau agar umatnya beriman baru dikabulkan Allah 950 tahun kemudian, itupun hanya 70 orang. Jika manusia semulia itu saja tak langsung dikabulkan, apalagi kita selaku manusia biasa, yang lebih banyak alpanya.

Dalam hal ini penulis menyinggung betapa pentingnya instrospeksi diri mengapa doa tak kunjung terjadi. Siapa tahu kita melakukan salah satu dari delapan kesalahan yang disebutkan Sayyidina Ali seperti berikut ini :

1. Beriman kepada Allah, namun tidak melaksanakan kewajiban kepada-Nya.
2. Mengatakan beriman kepada Rasul-Nya, tetapi menentang sunah dan mematikan syariatnya.
3. Membaca Al Qur’an namun tidak mengamalkan
4. Berkata “Sami’na wa athta’na (kami mendengar dan kami taat), tapi menentang ayat-ayah Allah
5. Menginginkan surga, namun setiap hari melakukan hal-hal yang dapat menjauhkan diri dari surga
6. Setiap saat merasakan nikmat Allah, tetapi tidak bersyukur pada-Nya
7. Allah memerintahkan kita memusuhi setan, akan tetapi kita malah bersahabat dengannya
8. Suka memperlihatkan cacat atau keburukan orang lain di depan mata, tapi sesungguhnya diri sendiri yang lebih patut dicela.

Ditutup dengan kumpulan doa para Nabi dan Rasul berdasarkan hadist dan Al Qur-an buku ini memang layak kita dapatkan. Menyorot masalah yang kerap dialami banyak orang dalam kaitannya dengan pengharapan kepada Allah yang Maha Segala, buku ini dituturkan dengan ringan. Terbagi menjadi empat puluh bab berisi tulisan-tulisan pendek sebanyak satu hingga empat halaman, membacanya takkan membuat kita terbeban atau mengerutkan kening karena sulit memahaminya. Yang lebih mengasyikkan kita bisa membuka buku ini dari bab mana saja, tak perlu takut kehilangan ketinggalan alur dan esensi buku “Ya Allah…Please Kabulkan Doaku”.

afin yulia

Afin Yulia
Blogger, crafter, writer
Penulis novel Sweet Sour Love, From Spring to Winter

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • Desain website yang menarik memang bikin pengunjung web jadi lebih betah sih, ya 😁 Makanya sebagian orang memilih untuk "bye-bye" saat berkunjung ke web yang desainnya "malesin" alias gak bikin pengunjung nyaman. Kalian gimana? 😀
.
.
.
#indoblognet #mbcommunication #desainweb #layout #website

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top