Opini

Jero Wacik, Menanti Keputusan Banding


Menunggu adalah pekerjaan yang membosankan. Apalagi kalau menunggu, tanpa tahu kapan berakhir.  Menunggu sehari dua hari saja, sudah nggak sabar. lalu bagaimana dengan menunggu tanpa kepastian? Pasti menjengkelkan. Dan kalau sudah menjengkelkan akan membuat depresi lalu ujung-ujungnya fisik kian menua alias layu. Tapi tidak demikian dengan Jero Wacik, Mantan Menbudpar dan Men ESDM, masa kepemimpinan Presiden SBY era Kabinet Indonesia Bersatu Jilid I dan II.

Saat saya mengunjungi beliau di Lembaga Permasyarakatan Kelas I, Cipinang. Beliau nampak segar dan tetap semangat. Senyumnya merekah seolah tanpa beban. Beliau mengaku, kunjungan saya adalah kekuatan baginya. Padahal kalau mau jujur, saya yang mendapat suntikan semangat dan pencerahan dalam banyak hal. Saya pernah mendengar dan membaca mengenai kisah orang-orang yang mendekam dalam tahanan. Penulis senior dan budayawan Arswendo Atmowiloto dalam  kesempatan berbagi kisah, pernah menceritakan bagaimana penolakan diri untuk menerima kenyataan, membuatnya depresi dan berhalusinasi.

Hal itu tidak pernah terjadi pada seorang Jero Wacik. Bahkan beliau beranggapan, kelak di suatu masa, Rutan Cipinang menjadi salah satu alumni sekolah kehidupan yang pernah dijalaninya. Kuncinya sederhana, meyakini diri, Tuhan tidak pernah tidur. Terima dan jalani semua dengan ikhlas. “Saya yakin tidak melakukan kesalahan, jika mengabdi pada negara membuat saya harus dipenjara, saya akan terima dan menjalaninya”.

Kesehariannya dalam Rutan diisi dengan memberi banyak motivasi bagi sesama penghuni yang ditahan dengan kasus yang berbeda-beda. Mulai dari Narkoba, pemerasan hingga tertangkap tangan saat menerima uang. Ah, saya jadi teringat kasus Jero Wacik, mengikuti pejalanan kasus beliau, saya seperti diajak masuk labirin. Setiap ada jalan keluar tiba-tiba tertutup otomatis. Kasus Jero Wacik, seolah kasus yang diada-ada.

Jero Wacik, ditahan sejak 14 Sept 2014, dengan tuduhan pelanggaran pasal 12 E mengenai penyalahgunaan kekuasaan dan pemerasan pada rekanan Kemen ESDM. Pada perjalanan persidangan Tipikor, tuduhan tersebut tidak terbukti. Karena dana untuk menampung Kick Back dari rekanan sudah ada sejak tahun 2010, sedangkan Jero Wacik menjadi Me ESDM, Oktober 2011.

Namun entah mengapa, persidangan jalan terus, bahkan Feb 2015 dikeluarkan Surat perintah Penyelidikan Baru, kali ini dituduhkan penyalahgunaan DOM-Dana Operasional Menteri. Silahkan baca pada link berikut.

http://news.detik.com/berita/3129783/jero-wacik-dom-untuk-menunjang-kegiatan-kemenbudpar-bukan-foya-foya

Jero Wacik sudah menjawab lewat pledoinya, http://relawanjw.blogspot.co.id/2015/11/jero-wacik-menjawab.html 

dan  http://relawanjw.blogspot.co.id/2015/12/jero-wacik-menjawab.html

Proses persidangan berjalan setahun dan 9 Februari 2016, Hakim memutuskan JW tidak terbukti pada tuduhan-tuduhan Jaksa Penuntut Umum. Dari tuntutan JPU 9 tahun, denda Rp. 300 jt dan mengembalikan kerugian negara Rp. 18,7 M, Hakim memutuskan 4 tahun tahanan, Denda Rp. 150 jt dan mengembalikan uang negara sekitar Rp. 5 M. Jero Wacik dianggap bersalah karena tidak melakukan fungsi pengawasan.

Santai dan tersenyum adalah sikap yang ditunjukan JW saat Hakim mengetuk palu. Tidak demikian dengan JPU yang langsung menyatakan banding. Menurut JPU keputusan hakim melukai rasa keadilan masyarakat. Saya jadi bertanya masyarakat yang mana? Apakah Istri JW, anak-anak JW, kerabat JW, sahabat-sahabat JW dan masyarakat Bali bukan masyarakat? Bagaimana perasaaan mereka ketika 14 Sept 2014 JW diberitakan sebagai koruptor karena memeras?

Pada proses persidangan, tuntutan JPU nyaris terpatahkan dengan pengakuan para saksi, Bahkan seorang Wakil Presiden Jusuf Kalla, mau menjadi saksi yang meringankan bagi Jero Wacik. Akankah Jusuf Kalla mempertaruhkan jabatan dan reputasinya untuk seorang yang tidak baik? Kesaksian Jusuf Kalla tegas dan jelas mematahkan semua tuduhan JPU atas permasalahan DOM. Tapi kelihatannya ada kelompok-kelompok yang tetap berusaha menjebloskan JW ketahanan. JW sudah selesai menuliskan memori kontra banding atas banding JPU. Tinggal penasehat hukum JW berhadapan dengan para hakim di tingkat MA.

JW yang menghadapi kasusnya dengan tenang, saya yang gregetan. Begitu besarkah sifat politis atas kasus ini? Karena semua juga tahu, Menteri adalah jabatan politis bukan jabat karir. Tapi kok terkesan mengada-ada kalau tuduhan yang sebenarnya nggak ada. Lagi-lagi JW tersenyum ketika saya mengatakan hal itu. “Tuhan nggak tidur, saya menanti keputusan banding tetap dengan berkomunikasi denganNya”, ujar beliau mengakhir pertemuan.

Editor: Indoblognet

Elisa Koraag

I am a Mom, Wife, Writer, Traveller. I love my family and i am a blogger. I care about human, specially women and children isuues

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • Hellooo, sahabat Indoblognet 😉 Kamis manis nih, yuk perbanyak optimis 😍
.
Bagi seorang pebisnis atau penjual, memiliki banyak konsumen tentunya adalah hal yang sangat penting, ya 😁 Masalahnya konsumen gak akan datang sendiri tanpa dijemput, artinya penjual perlu melakukan berbagai cara untuk menarik konsumen 😄
.
Salah satu cara yang bisa dilakukan oleh penjual adalah dengan menerapkan konten marketing. Dengan konten marketing, kamu menarik perhatian konsumen dengan konten-konten berkualitas, menarik, dan disukai konsumen 😍
.
#instagram #indoblognet #mbcommunication #thursday #instadaily #followme #business #tips #viral

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top