Indo Blog Net

Bisnis

7 Jenis Reksadana Syariah & Keuntungannya

investasi reksadana

Pada dasarnya reksadana syariah mirip dengan reksadana konvensional (non syariah), yang membedakan adalah reksa dana syariah ini dikelola dengan mengedepankan prinsip-prinsip syariat Islam. Pastinya reksadana syariah menjadi pilihan investasi yang menentramkan bagi umat muslim karena terjamin halal.

Lalu, apa saja jenis reksa dana syariah yang dapat Anda pilih? 

Nah, di artikel kali ini akan dibahas berbagai jenis reksadana syariah yang perlu Anda ketahui. Tak hanya itu, di bawah ini juga akan dulas mengenai keuntungan investasi reksa dana syariah. 

Keuntungan Investasi Reksadana Syariah

Supaya Anda semakin semangat untuk investasi reksa dana syariah, Anda wajib mengetahui apa saja keuntungan dari investasi syariah ini.

Ada beberapa keuntungan yang Anda dapatkan dari investasi reksadana syariah, yaitu:

  • Investasi reksa dana syariah halal

Reksa dana syariah terdaftar dalam DES (Daftar Efek Syariah) yang diterbitkan oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan), dan berdasarkan ketentuan syariah yang ditetapkan DSN – MUI (Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia).

Reksadana syariah tidak berinvestasi pada perusahaan yang tidak halal, seperti perusahaan yang memproduksi minuman beralkohol maupun rokok. Dalam investasi reksadana syariah juga terdapat sistem cleansing, yaitu proses pembersihan keuntungan reksa dana dari unsur pendapatan yang tidak halal. 

Jadi jika ditemukan portofolio perusahaan yang tidak sesuai dengan prinsip syariat Islam, manajer investasi akan menyisihkan pendapatan yang tidak halal ini untuk amal.

Setelah itu manajer investasi akan memperbarui portofolio investasi yang sesuai dengan syariah.  

  • Mempunyai banyak produk

Investasi reksadana syariah tidak kalah dari reksadana konvensional, lho. Terdapat lebih dari 200 produk reksa dana syariah yang dapat Anda pilih. Selain itu, transaksi produk investasi reksa dana syariah ini juga bisa melalui berbagai macam platform digital, sehingga Anda lebih mudah dalam melakukan investasi ini. 

  • Risiko lebih kecil

Perusahaan investasi yang terdapat dalam DES (Daftar Efek Syariah) disyaratkan untuk mempunyai total utang yang lebih kecil dibanding aset yang dimilikinya. Hal ini akan memperkecil risiko yang mungkin ditimbulkannya. 

  • Nominal investasi terjangkau

Ini sangat pas bagi Anda yang masih pemula dalam investasi reksadana syariah dan belum terlalu paham dunia investasi reksa dana.

Baca juga: 8 Rekomendasi Tempat Investasi Emas Paling Aman dan Terpercaya

Anda dapat memulainya dari nominal investasi yang kecil terlebih dahulu. Berbagai aplikasi keuangan digital ada yang menawarkan investasi reksadana syariah mulai dari 100 ribu rupiah saja. 

  • Diawasi oleh OJK dan DPS

investasi reksadana

Credit: republika.co.id

Keuntungan investasi reksa dana syariah yang terakhir adalah diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dan DPS (Dewan Pengawas Syariah), sehingga investasi ini jadi lebih aman dan terjamin kredibilitasnya. OJK dan DPS bertugas untuk mengawasi reksadana syariah yang merupakan investasi syariah dimana kehalalannya harus terjaga. 

7 Jenis Reksa Dana Syariah 

Jenis-jenis investasi reksadana syariah diatur dalam Peraturan OJK (Otoritas Jasa Keuangan) Nomor 19/POJK.04/2015 mengenai Penerbitan dan Persyaratan Reksa Dana Syariah.

Berikut ini beberapa jenis investasi reksa dana syariah yang dapat jadi pilihan tepat berinvestasi yang halal, aman, dan menguntungkan. 

1. Reksadana syariah pasar uang 

Investasi reksadana syariah pasar uang ini menempatkan modal Anda pada instrumen pasar uang syariah di dalam negeri. 

Portofolio reksadana syariah pasar uang berbentuk efek syariah pasar uang. Maksudnya, manajer investasi akan menginvestasikan dananya ke dalam efek syariah pasar uang, seperti Surat Perbendaharaan Negara Syariah (SPNS) maupun deposito di bank.

Investasi reksadana syariah pasar uang ini cocok untuk investasi dengan jangka waktu tak lebih dari 1 tahun. 

2. Reksadana syariah pendapatan tetap

Reksadana syariah pendapatan tetap ini mewajibkan manajer investasi untuk menginvestasikan minimal 80% dari Nilai Aktiva Bersih (NAB) dalam bentuk efek syariah yang berpendapatan tetap (obligasi syariah). 

Jika dibanding jenis investasi reksadana syariah pasar uang, reksadana pendapatan tetap memiliki risiko yang lebih besar, namun hasil keuntungannya juga lebih besar.

Reksadana syariah pendapatan tetap memungkinkan Anda untuk memperoleh keuntungan yang relatif stabil. 

3. Reksadana syariah campuran

Portofolio reksadana syariah campuran ini terdiri dari saham syariah, efek syariah pendapatan tetap, dan efek syariah pasar uang. Manajer investasi akan mengalokasikan dana maksimal 79% dari Nilai Aktiva Bersih (NAB) ke dalam salah satu dari ketiga pilihan investasi tersebut.

Baca juga: 6 Keuntungan Investasi Saham Syariah & Cara Memulainya bagi Pemula

4. Reksadana syariah terproteksi

Reksadana syariah terproteksi ini dana yang diinvestasikan minimal 70% dari Nilai Aktiva Bersih (NAB) dalam bentuk efek syariah berpendapatan tetap. Sedangkan sisanya sebanyak 30% ditempatkan pada saham syariah. 

Reksa dana syariah terproteksi ini umur reksa dananya terbatas selama periode tertentu dan otomatis akan terhenti bilamana jatuh tempo.

5. Reksadana syariah indeks

Pada jenis investasi reksa dana yang satu ini, manajer investasi akan menginvestasikan minimal 80% dananya pada efek syariah yang menjadi bagian dari suatu indeks syariah. 

Jenis investasi reksadana syariah indeks ini menawarkan kesempatan untuk para investor yang ingin berinvestasi dalam saham dengan komposisi serta bobot sesuai dengan indeks acuannya.

6. Reksadana syariah berbasis sukuk

Manajer investasi pada reksadana syariah berbasis sukuk harus menginvestasikan minimal 85% dananya dalam beberapa bentuk sukuk, seperti sukuk yang ditawarkan di Indonesia melalui penawaran umum, termasuk Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) ataupun surat berharga komersial syariah yang jatuh temponya 1 tahun atau lebih. 

7. Reksa dana syariah saham

Pada jenis reksa dana syariah ini dana yang diinvestasikan minimal 80% dari Nilai Aktiva Bersih (NAB) dalam bentuk efek syariah yang bersifat ekuitas.

Reksadana syariah saham mempunyai risiko yang lebih tinggi dibanding jenis investasi reksadana syariah lainnya, sebab mayoritas dana Anda ditempatkan pada pasar saham yang pengembaliannya cenderung fluktuatif.

Meski demikian, hasil keuntungan dari reksa dana saham ini juga paling tinggi dibanding reksa dana syariah lainnya. 

Itulah beberapa jenis investasi reksa dana syariah yang perlu Anda ketahui. Bagaimana, siap untuk investasi reksa dana syariah? 🙂 

Bagikan Jika Bermanfaat

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

Instagram did not return a 200.

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top