Agama

Jangan Takut Mati!

Penduduk yang tinggal di dekat tebing itu pasti tak akan menyangka bahwa ajal akan menjemput mereka. Pasalnya, tebing itu longsor waktu dinihari ketika mereka tengah terlelap tidur. Beberapa nyawa terenggut bersama dengan porak-porandanya rumah beserta isinya. Desa yang sebelumnya tenang itu mendadak jadi buah bibir, menjadi bahan pemberitaan di koran, radio, dan televisi. Semoga arwah mereka diterima di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Padahal, tak terlalu jauh dari tempat itu, di sebuah rumah sakit, puluhan atau bahkan ratusan manusia mungkin sedang mengerang-erang karena sakit yang dideritanya. Penderita kanker, demam berdarah, ginjal, jantung, dan penderita-penderita penyakit berisiko tinggi lainnya seolah menghitung hari menunggu sang malaikat maut menjemputnya. Famili dan sanakkadangnya juga bersedih hati atas penyakit yang diderita oleh saudaranya. Ada yang terus berdoa dengan penuh harap dan ada pula yang pasrah. Apalagi jika dokter sudah menyuruh agar pasien dirawat di rumah saja karena harapan sudah tipis.

Itulah hidup dan itu pula takdir. Rezeki, jodoh, dan kematian tak ada yang bisa memprediksi. Semua pasti tahu bahwa kematian akan datang jika tiba saatnya. Tak seorang pun yang mampu mengelakkan, memohon penundaan, atau percepatan kedatangannya.

Allah Swt. telah menuliskan kapan kematian manusia itu akan datang, namun tak seorang pun yang tahu. Ini sepenuhnya menjadi rahasia-Nya. Malaikat pencabut nyawa pun seolah mempunyai pedoman pokok kapan tugas itu harus dilaksanakan yang saya istilahkan menjadi “3 tak peduli” yaitu:

1. Tak peduli berapa umurmu

Kakak saya meninggal dunia pada usia 2 tahun. Sedangkan ibu yang melahirkannya sampai sekarang alhamdulillah masih sehat wal afiat. Demikian pula keponakan, sepupu, serta tetangga-tetanggga ibu yang usianya lebih muda sudah dipanggil Yang Maha Kuasa. Ini berarti giliran mati bukanlah berdasarkan urutan tahun kelahiran. Belum tentu yang usianya lebih tua meninggal dunia lebih dulu daripada yang muda.

Jakut takut mati

2. Tak peduli siapa kamu

Ajal juga tak memandang derajat, pangkat, kedudukan, maupun tingkat sosial manusia. Seorang kopral tidak harus mati duluan sebelum Jenderal walaupun di derah pertempuran si kopral tugasnya paling depan, dekat musuh. Panglima yang bersenjata lengkap dan dikawal ratusan kendaraan berlapis baja tetap tidak bisa menghindar dari kematian. Kematian dini juga bukan monopoli orang-orang miskin yang mungkin sedang kelaparan dan kehausan. Pembantu juga belum tentu mati lebih dulu dari sang majikan, demikian pula sebaliknya.

3. Tak peduli sedang apa kamu

Dari peristiwa tanah longsor di atas sudah jelas bahwa kematian datang kapan saja. Mereka yang sedang terlelap tidur pun ternyata bisa mati tanpa didahului sakit. Sementara yang sedang sakit dan tergeletak di rumah sakit mungkin masih hidup hingga kini.

Seseorang bisa mati ketika sedang sujud dalam shalatnya. Orang kaya raya bisa saja meninggal dunia justru ketika sedang berada di mobil mewahnya. Tak jarang kisah sedih, namun memalukan menimpa sebuah keluarga ketika sang kepala rumah tangga meninggal dunia di sebuah kamar hotel bersama teman wanitanya.

Kita tentu masih ingat beberapa prajurit meninggal dunia ketika pesawatnya jatuh dan terbakar beberapa waktu yang lalu. Sementara ribuan prajurit yang sedang bertempur masih dalam keadaan segar bugar dan kembali dengan selamat dari daerah operasi. Kita juga tak bisa melupakan begitu saja korban-korban tsunami dan korban peledakan bom di Kuta beberapa tahun yang lalu. Semuanya membuktikan bahwa kematian tak memandang tempat, waktu, dan sasarannya.

Tentang kematian setiap manusia dan bahkan setiap makhluk yang bernyawa telah difirmankan Allah Swt. dalam QS. Ali Imran [3]: 185 “Kullu nafsin dzaa-iqatul mauut …,” yang artinya: setiap yang bernyawa akan merasakan mati .”

Karena kematian datangnya tidak kita ketahui maka sudah wajib hukumnya bagi kita untuk menyiapkan bekal sebelum menghadap Sang Pencipta. Anehnya, masih banyak yang menganggap enteng masalah ini. Mungkin mereka menganggap bahwa kematian masih lama datangnya sehingga masih tersedia waktu untuk bersiap diri.

Kadang manusia tidak ingat bahwa ajal akan tiba. Ketika mereka ikut mengantar jenazah ke kuburan juga tak menjadikan peristiwa itu sebagai peringatan bahwa sebentar lagi mereka juga akan menyusulnya. Mereka masih tetap bercanda dan tertawa manakala jenazah dimasukkan ke liang lahat. Kata seorang ustadz, mereka ini mirip kambing qurban. Pada saat di depan matanya ada teman yang disembelih masih ada kambing jantan yang asyik bercumbu dengan kambing betina yang lainnya.

Kita bukanlah kambing qurban. Kita mesti bertadabur ketika sebuah kematian melintas di depan mata. Entah kapan, di mana, dan sedang apa kita pasti akan mati.

Pesan

Pesan ini utamanya untuk saya bahwa kematian adalah rahasia Tuhan dan tak seorang pun yang akan tahu kapan datangnya ajal. Kita tak boleh takut akan kematian sepanjang telah menyiapkan sebaik-baik bekal, yaitu ketakwaan.

Ber-bekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepadaKu hai orang-orang yang berakal.” (Al-Baqarah: 197)

Image source (featured image): pixabay.com

 

Abdul Cholik

Abdul Cholik adalah seorang purnawirawan TNI dengan pangkat terakhir Brigadir Jenderal TNI. Ngeblog sejak tahun 2009 dan mempunyai beberapa blog termasuk di kompasiana. Telah menerbitkan lebih dari 20 buku berbagai topik, termasuk buku antologi.
Selain menulis review buku, produk, dan jasa juga sering memenangkan lomba blog atau giveaway.
Pemilik www.abdulcholik.com ini dapat ditemui dengan mudah di Facebook/PakDCholik dan [email protected]

Latest posts by Abdul Cholik (see all)

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • Alhamdulillahirobbil'alamiin..kita masih dipertemukan Allah dengan Ramadhan  dan Idul Fitri.

Semoga Allah menerima segala amal puasa kita dan mengembalikan jiwa ini pada kesucian. Aamiin ya robbal'alamiin.

#MBCommunication #indoblognet #MBNetwork

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top