Kesehatan

Jangan Sepelekan Virus Zika, Waspadalah!

Kemaren, teman baru pulang dari liburan dari negeri Singapura. Selama hampir sepekan disana, teman gue merasa aman-aman saja. Tapi, Sekembalinya ke tanah air, bahkan ketika masih di zona imigrasi check in, teman gue dan beberapa anggota keluargaya dibawa ke sebuah ruang pemeriksaan. Katanya, setiap orang yang datang dari luar negeri di periksa tubuhnya, apakah membawa virus Zika atau tidak.

“Gue pikir dicurigai membawa narkoba. Sempat mau protes juga waktu dibawa ke sebuah ruangan,” ucapnya senewen.

Tapi, setelah dijelaskan perihal pemeriksaan tersebt, akhirnya teman gue merasa plong dan dengan suka rela diperiksa. Apalagi Virus Zika sedang “happening” didunia kesehatan. konon katanya, sejak pertama kali ditemukan pada tahun 2007, sampai Agustus 2016 ini sudah ada 70 negara yang melaporkan adanya kasus zika. Kebanyakan terletak di kawasan Amerika Latin dan Karibia antara lain : Brasil, Barbados, Kolombia, Ekuador, El Salvador, French Guiana, Guatemala, Guyana, Haiti, Honduras, Martinique, Meksiko, Panama, Paraguay, Puerto Rico, Saint Martin, Suriname dan Venezuela, yang melaporkan adanya kasus infeksi virus Zika ini.

Mirip Demam berdarah

Virus Zika sebenarnya bersumber dari nyamuk Aedes Aegypti, nyamuk yang menyebabkan orang terkena demam berdarah. dengue. Bahkan gejala-gejalanya pun sangat mirip DBD dan Chikungunya Berawal dari demam yang datang secara tiba-tiba. Kemudian dibagian kulit terdapat ruam kemerah-merahan. ditambah lagi timbul rasa nyeri otot dan persendian. Kepala terasa pusing dan sakit serta badan mulai terasa lemas.

Hanya saja, yang membedakan antara orang yang terjangkit Demam Berdarah dengan Zika adalah kadar trombosit. Jika orang demam berdarah mengalami penurunan trombosit, sedangkan yang kerinveksi Zika justru trombositya normal. Sehingga susah terdeteksi dari tekanan darah. Oleh karena itu, jika sudah merasakan gejala-gejala seperti di atas, ada baiknya Anda langsung memeriksakan diri ke laboraorium. DIsana nanti darah Anda akan diperiksa, apakah terjangkit DBD atau Zika.

Melihat masyarakat masih belum begitu khawatir terhadap virus Zika, sementara Kementerian Kesehatan justru meminta agar warga tidak meremehkan virus Zika. Jika mendapati gejala-gejala tersebut, terlebih setelah bepergian dari negara yang sedang ada wabah Zika, maka diharapkan segera melapor ke petugas kesehatan.

Penularannya

Sama halnya dengan penyakit yang bersumber dari nyamuk lainnya, Virus Zika juga bisa menular pada manusia melalui gigitan nyamuk aedes. Jika seseorang yang terinfeksi digigit nyamuk, kemudian nyamuk tersebut kembali menggigit Anda, maka secara otomatis Anda langsung tertular oleh virus Zika. Itu sebabnya pemerintah bertindak tegas dan waspada terhadap virus Zika, karena dianggap bukan penyakit yang sepele. Bahkan, jika ada satu warga yang terjangkit Zika, maka lingkungan harus waspada.

Dugaan lain yang juga masih dipelajari secara mendalam tentang penularan virus Zika adalah dimungkinkan dapat terjadi melalui proses transfusi darah dari pasien yang telah terinfeksi atau melalui kontak seksual.

Hal ini disebabkan karena adanya satu laporan dari kemungkinan penyebaran virus Zika tersebut melalui transfusi darah dan satu laporan dari kemungkinan penyebaran virus melalui kontak seksual.

Meski dianggap masihpenyakit yang ringan, namun dampak infeksi dari serangan virus tersebutlah yang berbahaya, apalagi bagi perempuan yang sedang hamil. Karena infeksi tersebut membawa dampak pada bayi yang akan dilahirkannya kelak. Si bayi berisiko mengalami cacat lahir microsefali.

Pencegahan

Perdasarkan penyuluhan-penyuluhan yang diberikan dokter-okter dan ahli kesehatan, untuk mencegah Zika itu sama dengan pencegahan DBD, yakni dengan membasmi sarang sarang nyamuk, menguras air yang tergenang, menimbun atau mengubur barang-barang yang sudah tidak terpakai, serta menutup wadah yang bisa menampung air.

Beberapa langkah pengobatan penyakit Zika yang disarankan adalah : 

– Cukup beristirahat

– Banyak minum air putih untuk mencegah kemungkinan terjadinya dehidrasi ( kekurangan cairan tubuh )

– Bisa digunakan obat-obatan yang berfungsi untuk meringankan demam dan sakit, misalnya obat jenis Acetaminophen atau parasetamol.

– Sangat tidak disarankan untuk mengkonsumsi Aspirin dan obat anti-inflamasi non-steroid (NSAIDs), seperti ibuprofen dan naproxen.

Obat Aspirin dan NSAID harus dihindari untuk mengurangi risiko kemungkinan terjadinya perdarahan.

Very Barus

 

 

Image source: pixabay.com

Very Barus

Seorang penulis buku, blogger, fotografer dan Videografer. Menyukai dunia traveling dan adventure. Telah menjelajahi beberapa daerah dan negara di Asia. Mendaki beberapa gunung di indonesia Dan sangat menyayangi dan melindungi binatang dan tangan-tangan jahil manusia.

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • Assalamu'alaikum sahabat Indoblognet 😀
.
Selamat tahun baru Islam, 1 Muharram 1439 H ❤❤❤
.
Semoga di tahun ini kita bisa menjadi manusia yang lebih baik, lebih banyak memperoleh keberkahan, dan kesuksesan, Aamiin Ya Allah Ya Rabbal'alamin
.
#indoblognet #mbcommunication #islamicnewyear #muharram1439 #menjadibaik

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top