Blogging

Jadi Chef Blogger, Siapa Takut!

Sepanjang kegiatan blusukan ke blog sahabat, saya belum menemukan blog resep masakan yang dikelola oleh blogger laki-laki, khususnya di Indonesia. Demikian pula di media sosial, sepertinya belum pernah saya temukan status yang ditulis oleh blogger laki-laki berisi link tentang artikel makanan atau masakan karyanya. Hal ini berbeda dengan blogger perempuan. Mereka seringkali memamerkan hasil karya masakannya di media sosial dengan link ke blog miliknya.

Memang ada juga blogger laki-laki yang menulis tentang kuliner. Tetapi itu sih bukan artikel cara memasak melainkan reportase kegiatan traveling. Termasuk di dalamnya acara makan di sebuah restoran atau warung belaka. Sebelum makan di mulai biasanya mereka memotret dulu makanan dan minuman yang disajikan. Foto itulah yang menjadi pemanis dan pelengkap artikel traveling dan atau wisata kuliner di blog laki-laki. Itu pula yang saya lakukan ketika saya mengelola blog makanan dan minuman. Isinya mirip review setelah saya makan di restoran atau rumah makan.

Mengapa blogger laki-laki kurang suka menulis resep masakan? Berikut beberapa alasannya.

1. Memasak makanan atau minuman umumnya dilakukan oleh blogger perempuan. Barangkali blogger merasa risih jika diberi label sebagai blogger feminin atau laki-laki yang kurang macho. Jangankan menulis resep masakan, membuat header blognya berhias bunga saja barangkali mereka malu. “Masa blog cowok headernya berbunga-bunga, malu ach,” begitu mungkin pikirnya. Perasaan seperti itu seharusnya dihilangkan. Bukankah cukup banyak kaum laki-laki yang menjadi chef hebat.

2. Artikel resep masakan mengharuskan penulisnya mempraktekkan cara memasak sambil memotret dan menulis resepnya. Tanpa dipraktekkan maka dia tidak akan mengetahui dan merasakannya apakah hasil karyanya sudah benar, enak, dan tampil cantik jika dipotret. Setelah masak dia harus mencicipinya dulu guna mengetahui lezat atau tidaknya makanan tersebut. Tak elok donk ketika artikel resep sudah diterbitkan ada pengunjung yang komplen sambil menunjukkan foto wajahnya yang berem (njeber-njeber dan merem-merem) Hal ini karena pengunjung yang mencoba mengikuti resep nasi goreng rasanya nggak jelas heading ke mana. “Masbro, setelah mempraketkkan resepnya kok nasi goreng itu rasanya lebih pantas disebut ‘garam goreng.” Pasti pingsan  dengan sukses kan si blogger penulis resep. Mestinya di setiap akhir postingan itu diberi kalimat penutup. “Resep ini telah diuji oleh isteri dan ibu saya.”

3. Resep masakan yang tidak disertai foto yang bagus tentu juga kurang menarik. Penulis resep masakan harus memotret langkah-demi langkah cara masak yang meliputi foto bahan, bumbu, cara memasak, dan cara penyajiannya. Menurut pakar fotografi , memotret makanan harus cermat dalam segala hal agar hasilnya bagus sehingga mengundang selera. Ribet, bukan. Apalagi jika blogger kurang trampil memotret.

4. Memasak makanan memerlukan waktu yang cukup lama, apalagi harus dipotret langkah demi langkah segala. Di sini kecermatan penulis resep masakan diuji. Salah memasukkan ukuran bahan dan bumbu bisa berakibat pada hasil terakhir masakan tersebut.

5. Blogger yang tidak terbiasa memasak makanan tentu akan kekurangan ide untuk menulis resep masakan. Hal ini berbeda dengan para chef laki-laki. Karena setiap hari memasak makanan maka dia bisa menguji-coba aneka masakan sehingga semakin hari kreasinya semakin banyak.

Itulah lima alasan mengapa blogger laki-laki kurang suka menulis resep masakan. Mereka lebih senang menulis artikel tentang olahraga, traveling, film, fotografi, motivasi, pengembangan diri, blogging, dan artikel ‘how to’ lainnya

.Menurut pendapat saya, menulis artikel resep masakan sebenarnya termasuk mudah. Polanya hampir sama. Bahan, bumbu, cara memasak, dan cara menghidangkan. Hanya itu, bukan. Tak sulit memang teorinya, tetapi agak ribet ketika harus mempraktekkan, mencicipi, merevisi, dan memotretnya. Padahal jika blogger mau melakukannya maka dia akan memperoleh beberapa manfaat antara lain: pintar masak, pintar menulis resep masakan, pintar memotret hasil masakannya. Dari kerja kerasnya itu pula dia bisa menerbitkan buku resep masakan. Syokur jika diminta mengisi acara di televisi bertajuk “Masak Bersama Blogger Laki-Laki.” Lebih dari itu ada kemungkinan suatu saat dia bisa membuka usaha jasa katering atau membuka rumah makan.

Seorang motivator menyarankan: “Lakukan kegiatan yang kamu merasa tidak bisa melakukannya.”  Nah, kalau blogger laki-laki merasa tidak memasak maka perlu mencobanya. Siapa tahu yang semula ada rasa ‘keterpaksaan’ itu berubah menjadi ketagihan dan akhirnya dari hobi yang menjadi profesi. Tapi jangan lantas sikap dan tingkah lakunya jadi nyeleneh, melambai-lambai lebai loch ya.

Barangkali saya harus mengadakan lomba memasak khusus untuk blogger laki-laki seperti yang pernah saya gelar beberapa tahun yang lalu ya. Tentu saja juga ikut senang jika pada Hari Kartini atau Hari Ibu nanti para blogger laki-laki berkata kepada isterinya : “Adinda silakan istirahat hari ini. Saya akan membuat masakan spesial untuk kita santap bersama.” Wow..keren.

Abdul Cholik

Abdul Cholik adalah seorang purnawirawan TNI dengan pangkat terakhir Brigadir Jenderal TNI. Ngeblog sejak tahun 2009 dan mempunyai beberapa blog termasuk di kompasiana. Telah menerbitkan lebih dari 20 buku berbagai topik, termasuk buku antologi.
Selain menulis review buku, produk, dan jasa juga sering memenangkan lomba blog atau giveaway.
Pemilik www.abdulcholik.com ini dapat ditemui dengan mudah di Facebook/PakDCholik dan [email protected]

Latest posts by Abdul Cholik (see all)

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • Desain website yang menarik memang bikin pengunjung web jadi lebih betah sih, ya 😁 Makanya sebagian orang memilih untuk "bye-bye" saat berkunjung ke web yang desainnya "malesin" alias gak bikin pengunjung nyaman. Kalian gimana? 😀
.
.
.
#indoblognet #mbcommunication #desainweb #layout #website

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top