Gaya Hidup

Jadi Arek Suroboyo Asli di Kafe Heerlijk Gelato

Pernah nonton JTV?
Itu looo, stasiun TV lokal kebanggaan arek Jawa Timur 🙂
Nah, di JTV ini banyak program yang menggunakan bahasa Suroboyoan.
Salah satunya “Pojok Kampung”
Pasti hapal dong, dengan aneka kosakata “kasar-kasar-tapi-ngangenin” yang jadi ciri khas arek-arek Suroboyo?
Mungkin… ini mungkin loh yaaa… keberadaan program lokal itu semakin membangkitkan rasa bangga dalam diri arek-arek Suroboyo.
Sekarang, kita nggak malu menggunakan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari.
Termasuk, dalam memberi nama menu makanan.
Tahu sendiri kan, biasanya  kafe-kafe kekinian selalu pakai bahasa Enggresss untuk menunjukkan kelas mereka.
Ternyata, di Heerlijk Gelato Cafe, bahasa Suroboyoan ini yang dipakai.
Padahal, kafe bernuansa vintage ini ada di pusat kota loh!
Tepatnya, satu area dengan museum Bank Indonesia.
Begitu dateng, Jedheerrrrr!!
Kita diajak mBADHOG 🙂 🙂
mBADHOG itu artinya makan.
Tapi, ini kasaaaaaarrr banget ya, teman-teman, hahahah
Kalimat yang tidak sepatutnya disampaikan ke orang yang lebih tua,
ataupun diajarkan ke anak-anak kita. 🙂
Tapiii, gimana ya?
Ini kan all about differentiation. 
Tentang diferensiasi sebuah resto
Kalo enggak beda, nanti apa dong,
yang jadi ciri khas Heerlijk dibandingkan destinasi kuliner lainnya, ya kan?

Anda tahu, Heerlijk Gelato ini berdiri satu lahan dengan museum Bank Indonesia, yang dulunya berfungsi sebagai museum Mpu Tantular. Ini adalah cagar budaya kelas A. Bangunannya benar-benar khas zaman Belanda, dengan aneka ornamen yang bikin ternganga.

Ceritanya, tahun 2012, gedung yang menjadi properti Bank Indonesia ini sudah lama kosong. Sempat diisi Dewan Kesenian Surabaya, tapi kurang optimal. Properti ini kemudian direnovasi (tapi tidak menghilangkan unsur ‘cagar budaya’ yang begitu otentik), kemudian perpustakaan BI dipindahkan dari kawasan Jalan Pahlawan ke daerah Darmo-Diponegoro ini.

“Walaupun perpustakaan BI, tapi koleksi bukunya tidak semata-mata buku moneter. Kemudian, untuk lebih bikin hidup Ibu Risma (walikota Surabaya) meminta digelar FGC (Focus Group Discussion). Yang menghadirkan komunitas literasi hingga pengusaha kuliner. Kenapa? Karena perpustakaan hanya buka dari pagi sampai sore. Kalau nggak ada kafe, malam bakalan sepi, tidak ada aktivitas,” ungkap Didi, manager Heerlijk Cafe.

Nah, di sinilah Heerlijk bermula. Adalah Aditya Hayu Wicaksono (owner Heerlijk, yang sayang banget, hari itu tak bisa hadir menemani Konek) anak muda pecinta sejarah yang berinisiatif membuka spot kuliner di sini. Jadilah, Heerlijk Gelato, yang menambah hidupnya kawasan pusat kota Surabaya.

***

Heerlijk Gelato adalah restoran Heerlijk kedua. Adapun yang pertama, berlokasi di RS Darmo. Yap, RS premium yang juga merupakan bangunan bernuansa Belanda. Mengapa dipilih nama Heerlijk?

“RS Darmo kan tempatnya berbau kolonial, karena itu nama restonya juga dibuat kolonial. Heerlijk itu kan bahasa Belanda, yang artinya ciamso alias ciamik soro, atau enak banget,” lanjut Didi.

Ayolah kita bahas menu-menu yang tersaji di sana. O iya, sekedar info, Heerlijk Gelato mulai beroperasi sejak 4 Mei 2014. Awalnya, spot ini hanya untuk berjualan gelato.

”Pada perkembangannya, orang Indonesia kalau nggak mangan sego nggak wareg (kalau tak makan nasi tak kenyang). Apalagi, di perpustakaan BI ini  banyak event. Sehingga, selain menyajikan gelato, kami juga membuat beberapa makanan,” kata mantan penyiar radio ini.

Yang namanya usaha kuliner, persaingan kian ketat, ya kan? Maka harus ada strategi yang diterapkan supaya Heerlijk kian bercokol di hati pelanggan. Yang jadi ciri khas resto ini adalah, nama menunya diubah menjadi bahasa Suroboyoan. Yaaaa… rada kasar gimanaaaa, gitu. Tapi, justru ini yang membangkitkan rasa penasaran.

“Dulu, kami pakai nama menu yang sama dengan tempat lain. Pizza ya ditulis pizza. Tapi sekarang, pizza kami ubah jadi roti keluk. Pokoknya menjadi Suroboyoan dan ini menjadi strategi pasar kami. Mengapa? Karena suatu ketika, ada tamu dari Belanda yang sharing kepada kami, ’Di Belanda aja, yang laku makanan Indonesia. Heerlijk jual makanan Indonesia saja, tapi ubah namanya menjadi nama-nama Suroboyo, supaya lebih egaliter. Ternyata secara marketing, strategi ini berhasil,” kata Didi.

Tempat bagus, lokasi prestisius. Kesan bangunan kuno nan mentereng terkadang membuat kita “terintimidasi”. Waduh, harganya mahal nih. Tapi, tenang saja. Rupanya Heerlijk Gelato justru menerapkan harga yang amat sangat ramah di kantong. ”Lokasi perpus BI ini memang di pusat kota. Akan tetapi, lahan untuk parkiran mobil amat terbatas, 15 mobil aja udah sesek (penuh). Karena itu, kami nembak sasaran tidak bermobil. Kelas mampu, tapi pakai sepeda motor. Target market kami mayoritas komunitas mahasiswa.”

So… buat yang belum punya agenda berkuliner ria, yuk mampir ke Heerlijk Gelato!

 

 

nurulrahma

Blogger bukanbocahbiasa.com

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • YouTube saat ini bisa jadi lahan yang mendatangkan penghasilan lumayan, lho. Makanya makin banyak nih para YouTuber yang bermunculan. YouTube juga bisa jadi sarana promosi yang kekinian bagi para marketer 😀
.
#indoblognet #mbcommunication #youtube #youtuber #marketer #socialmedia #promotion

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top