Gaya Hidup

Inilah 5 Tips Bertahan di Tanggal Tua

Kadang saya berpikir mengapa orang senang sekali menamai hari-hari semaunya. Ada tanggal tua ada tanggal muda. Baru gajian, kantong dan dompet penuh, kondisi keuangan aman. Hati terasa tenang, bebas dari was-was dan kekhawatiran. Kondisi hepi begini disebut Tanggal Muda. Muda hatinya, muda semangatnya, muda kantongnya, spirit belanja masih membara. Tanggal Tua lain lagi nih. Saat kondisi bokek, uang tinggal recehan, tanggal gajian masih lama, kebutuhan pokok menanti ditunaikan maka tanggal tua benar-benar sebutan bagi hari-hari nan merana. Ih padahal sebutan “tua” itu seharusnya identik dengan bijaksana dan cukup sabar menjalani ujian hidup ya?

Bagi yang punya gaji masih mending bisa memprediksi kira-kira kapan tanggalnya muda kembali. Katakanlah andai berhutang bisa memperkirakan bisa melunasi saat terima gaji. Nah bagi yang mengais rezeki dengan bekerja lepas, serabutan pasti tak bisa memperkirakan kapan dapat penghasilan? Penulis buku tak bisa memastikan akan dapat royalti lagi. Karya tulis sudah tayang di majalah, koran tetapi fee menulis entah kapan dikirimkan. Blogger belum tau bisa memperoleh tambahan penghasilan dari hasil liputan atau artikel pesanan untuk ditayangkan. Pemburu hadiah yang telah memenangkan lomba tak dapat memastikan kapan hadiahnya dikirim atau ditransfer ke rekening (postingan ini jadi semacam artikel curhat terselubung hihihi). Bagi pengusaha kecil-kecilan yang mengandalkan hasil penjualan juga tak bisa menentukan kapan tanggal tua dan muda.

Sedang bokek atau banyak uang kebutuhan pokok manusia tetap jalan. Meski mungkin pekerja lepas, serabutan, pedagang tak bisa memperkirakan tanggal muda dan tanggal tua namun kondisi finansial menipis mungkin dirasakan hampir setiap orang. Bersyukurlah jika kondisi keuangan anda tak pernah mengalami kesulitan. Tetapi tak ada salahnya melanjutkan membaca artikel ini karena tak ada yang tahu apa yang terjadi kelak di masa depan.

Bagaimana cara bertahan hidup di tanggal tua atau saat mengalami kesulitan keuangan? Beberapa tips berikut ini mungkin bisa menjadi bahan pertimbangan

1. Mengolah menu sederhana menjadi istimewa
Berpengalaman sebagai emak rumahan kelas menengah nyaris pas-pasan membuat saya ingin berbagi pengalaman mengelola uang belanja dengan cara cerdas dan elegan. Uang belanja sisa sekian puluh ribu tapi hari gajian suami masih lama? Baiklah kita tinjau dulu bahan masakan yang ada. Tak mengapa belum bisa jajan steak daging. Kan masih ada tahu tempe untuk direkayasa menjadi steak tiruan? Tempe bisa dimasak ala steak atau berbagai variasi menu lainnya. Sudah pernah toba tempe bacem? Rasanya khas dan nggak kalah dengan steak orang Eropa

2. Mengumpulkan koran dan majalah atau barang bekas
Mau membuat kliping? Enggak juga, mau nambah penghasilan dari ngiloin barang bekas hahaha. Eh lumayan banget lo hasilnya. Saya pernah menerima uang 20 ribu dari hasil menjual koran bekas. Tergantung harga koran bekas juga sih. Kalau pas harga sekilonya naik tinggi penghasilan kita bisa lebih besar lagi. Atau sering ada tukang loak lewat, coba cek barang di gudang, magic com bekas, kipas angin patah atau apalah masih bisa dijual dengan harga cukup lumayan. Hape mati dan rusak pun masih bisa dijual seharga 150 ribu di counter servis HP. Tukan service hape melihat dulu tingkat kerusakan hape, kira-kira masih adakah elemen lain yang masih bagus dan bisa dipakai untuk hape lain yang sedang diperbaiki. Ganti ruginya lumayan banget untuk menyambung hidup

3. Hemat kuota dan pulsa
Kurangi deh sms-an atau telpon kecuali pentingg banget. “hidup serasa sepi kalau nggak facebookan” Kan ada fasilitas facebook free data. Buka facebook tapi ngga usah pakai lihat foto tak mengapa lah. Asal masih bisa menikmati aneka kabar di beranda dan chit chat tetapi tetap hemat kuota data hehehe.

4. Numpang teman
Kantong cekak tapi butuh keluar rumah. Ya numpanglah. Cari tau teman atau tetangga yang kira-kira akan pergi searah dengan tujuan kita. Tapi kalau pas lagi “kaya” jangan pelit traktir temannya.

5. Puasa
Hahaha yang ini sebenarnya tidak recommended. Puasa adalah urusan hamba dengan Pencipta. Kurang elok kalau puasa sunnah diniatkan untuk berhemat. Jadi lebih baik biasakan puasa sunnah dan rasakan sehat serta penghematan sebagai bonusnya.

Anda pasti punya tips sendiri agar mampu bertahan di tanggal tua. Mengapa tidak saling berbagi tips ringan dan mulai tuliskan di Indoblognet untuk saling bertukar pengalaman?

Source image: pixabay.com

Dwi Aprilytanti Handayani

Ibu dua anak, senang menulis dan berbagi pengalaman. Baginya menulis adalah salah satu sarana mengeluarkan uneg-uneg dan segala rasa.

Latest posts by Dwi Aprilytanti Handayani (see all)

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • Alhamdulillaah, Jum'at Mubarak 😍 Hari yang paling baik untuk melakukan amal kebaikan, termasuk beraktivitas yang bernilai ibadah 😉
.
Guys, ngomong-ngomong soal website nih ya, udah mobile responsive (mobile friendly) belum sih websitemu? 😎 Soalnya ini penting banget lho untuk diperhatikan
.
Berdasarkan survey, website yang gak mobile responsive bakal bikin pengunjung "gak jadi" mengunjungi websitemu 😆 Ya iyalahhh malesin kan ya kalau harus ribet dengan tampilan web saat kamu buka lewat hp 😅 Sementara saat ini, kebanyakan user menggunakan hp untuk mengakses internet, termasuk untuk membuka web..
.
Tuh guys, kalau kamu gak pengen web-mu sepi pengunjung gara-gara gak mobile responsive, buruan deh di upgrade supaya lebih mobile responsive 😁
.
#indoblognet #mbcommunication #jumatberkah #jumatmubarak #followme #tips #viral #website #survey

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top