Menulis Yuk

Inilah 5 Poin Kelayakan Transportasi Umum Impian Publik

Pernah dikecewakan pelayanan transportasi publik? Saya pernah. Hari Minggu 13 Agustus 2016 lalu saya dalam perjalanan dari Probolinggo ke Terminal Bungurasih Sidoarjo. Seperti biasa saya memilih bus di barisan awal tanpa perasaan fanatik terhadap nama bus tertentu. Anggapan saya bus yang berbaris di urutan paling depan tentunya paling cepat berangkat, ternyata asumsi saya keliru. Bus yang saya tumpangi ini terisi penumpang cukup banyak, kemudian melaju keluar terminal Bayuangga Probolinggo, memutar balik lalu mengambil barisan belakang, mundur lagi dan begitu terus hingga dua puluh menit berlalu dan tiga hingga empat bus dengan jurusan yang sama (Surabaya) mendahuluinya berangkat. Bus akhirnya berangkat pukul lima sore padahal saya duduk di dalam bus sejak pukul 16.30 WIB.

Kekecewaan saya tak terhenti hingga di sini. Saat menarik ongkos karcis kondektur menerapkan karcis di atas batas tertinggi tarif bus ekonomi yang ditentukan pemerintah. Hanya beda lima ribu saja dengan ongkos Bus Patas dengan alasan busnya istimewa karena ber-AC. Dan pelayanannya memang “sangat istimewa” karena sepanjang jalan bus berjalan dengan kecepatan setara dokar/kereta kuda (kata penumpang sebelah saya yang mengeluh pusing karena menempuh perjalanan terlalu lama plus sebal dengan tindakan kondektur yang semena-mena) dan disalip beberapa bus yang tadinya baris di belakangnya. Bahkan saat masuk tol pun bus tidak bisa berlari kencang. Nggak mengherankan kalau bapak-bapak setengah baya yang duduk di sebelah saya mengeluh pusing kepala dengan kelakuan kru busnya. Waktu saya turun saya catat nama bus dan nomor polisinya : Kurnia Jaya jurusan Banyuwangi – Surabaya No Polisi AA 1699 FM. Cukuplah buat saya sekali seumur hidup naik bus ini daripada sakit hati dan pusing kepala.
Mungkin kebijakan memungut tarif melebihi batas atas, sengaja tidak segera berangkat dari terminal, sengaja berjalan pelan di bawah batas kewajaran untuk mengumpulkan lebih banyak penumpang sekedar perilaku awak bus bukan kebijakan dari perusahaan. Namun sebagai konsumen setia transportasi publik saya tentu mendambakan pelayanan transportasi umum sesuai dengan biaya yang kita keluarkan.

Jika disebarkan angket mengenai poin-poin yang diharapkan dari pelayanan transportasi umum mungkin jawaban responden akan berbeda-beda, tetapi setidaknya poin-poin berikut ini akan menempati hasil survey teratas:

1. Tarif Sesuai Peraturan Pemerintah

Penerapan tarif angkutan umum seperti bus dan angkutan umum mungkin tergantung pada setiap perusahaan otobus tetapi batasannya tarif atas dan tarif bawah telah ditetapkan oleh pemerintah. Pengalaman saya naik bus yang saya ceritakan tersebut di atas tentu sangat menyebalkan karena saya sudah pernah merasakan pelayanan bus baik yang menerapkan tarif bawah maupun atas dengan sama baiknya. Entah apa yang ada di benak awak bus yang menerapkan tarif semena-mena, apakah mereka takut besok tidak kebagian rezeki mumpung lagi banyak penumpang di akhir pekan? Jika demikian alangkah menyedihkan, sebab tanpa disadari mereka telah mengabaikan kekuasaan dan janji Tuhan.

2. Kenyamanan dan keamanan

Naik bus berAC dan sepanjang jalan terkena tetesan air karena sistem pembuangan air AC yang bocor? Atau bangku yang rusak dan selalu bergoyang dangdut seiring irama bus yang sedang melaju kencang? Atau berdesakan di dalam bus sarat penumpnag hingga bernafas pun rasanya susah? Saya pernah merasakan demikian. Ah sebuah kenyamanan masih sangat mahalkah untuk transportasi publik Indonesia?

3. Ketepatan waktu

Seperti pengalaman saya di atas tentu penumpang berharap segera tiba di tujuan. Memilih bus urutan terdepan adalah pilihan terbaik. Sungguh menyebalkan jika asumsi tersebut keliru dan bus hanya berputar maju mundur untuk memberikan kesempatan bagi bus di belakang agar terlebih dahulu berangkat. Sementara bus yang jadi tumpuan harapan segera berangkat malah mengulur waktu demi mengumpulkan penumpang seorang demi seorang. Kadang saya berpikir apakah petugas di terminal tidak mencatat keberangkatan bus sesuai urutan atau mungkin kebijakan setiap terminal berbeda-beda?

4. Keramahan awak bus

Saya pernah naik bus patas jurusan Banyuwangi Surabaya dan turut mendoakan keberkahan reseki bagi awak bus dan keluarganya. Hal ini tak lain karena saya sangat terkesan dengan pelayanan mereka. Mulai dari kondektur yang ramah ketika menarik karcis kemudian membagikan snack gratis padahal saya naik dari tengah perjalanan rute bus tersebut dan menurut anggapan saya tidak mendapat bagian snack pun tak mengapa. Saat penumpang turun kondekturnya pun tak segan membawakan sebagian barang bawaan. Sungguh hingga saat ini kesan saya terhadap keramahan awak bus tersebut tak pernah hilang.

5. Perilaku di jalan raya

Perilaku sopir bus di jalan raya menjadi sorotan para pengguna jalan lainnya. Di Jawa Timur ada sebuah PO bus yang “ditakuti” pengguna jalan raya lainnya. Mendengar namanya saja seperti mendengar nama malaikat maut karena bus Antar Kota Antar Provinsi ini terkenal dengan hobi ngebut para sopirnya dan seringkali menyebabkan kecelakaan yang merenggut nyawa. Pilih mana naik bus yang sopirnya ngebut hingga membahayakan nyawa atau sengaja berjalan pelan demi mengumpulkan penumpang? Buat saya sama menyebalkannya. Naik bus yang berjalan wajar tentu akan lebih membuat penumpang merasa tenang.
BusSemoga slogan konsumen adalah raja tidak sekedar slogan belaka di Indonesia. Sebab angkutan umum adalah andalan dan harapan bagi rakyat yang tak memiliki kendaraan pribadi.

 

 

Source image: pulsk.com

 

Dwi Aprilytanti Handayani

Ibu dua anak, senang menulis dan berbagi pengalaman. Baginya menulis adalah salah satu sarana mengeluarkan uneg-uneg dan segala rasa.

Latest posts by Dwi Aprilytanti Handayani (see all)

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • Kabar bahagia nih khususnya bagi warga Tangerang Selatan dan sekitarnya. Sekarang ga susah lagi mencari kebutuhan oleh-oleh haji dan perlengkapan muslim, @bursa.sajadah sudah ada di BSD loh. Tepatnya di Ruko Tol Boulevard C No. 11-12. Jalan Pelayangan BSD, Tangerang Selatan.

Alhamdulillah Bursa Sajadah sejak didirikan tahun 1998, terus berekspansi. Bursa Sajadah di BSD ini merupakan cabang ke-9, setelah di  Bandung, Bekasi, Bogor, Jakarta, Malang, Solo dan Surabaya.

Tuk yang mau belanja2 kebutuhan lebaran atau ingin memberikan sesuatu yang spesial tuk orang2 tersayang, selagi masih grand opening di BSD, siapa tahu dapat harga yang spesial :) Tuk rekan2 blogger terpilih di wilayah Tangsel, kita nanti bersilaturahmi ya di Grand Opening Bursa Sajadah BSD, Kamis, 1 Juni 2017.  #BursaSajadah #bursasajadahBSD #skvgroup #Tangerangselatan

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top