Agama

Inilah 10 Nasehat Luqman untuk Anaknya

Saat ini, kita banyak diberikan pertunjukkan-pertunjukkan yang tidak elok. Media cetak dan daring memberi banyak kabar tentang sesuatu yang membuat kita mengelus dada. Pejabat, tokoh masyarakat, selebritis, bahkan tokoh agama yang seharusnya menjadi panutan, malah berbuat kerusakan. Baik kerusakan fisik maupun kerusakan moral.

Kekuasaan, kekayaan, serta nafsu keduniaan seolah menjadi raja. Nilai-nilai moral tak lagi menjadi perhitungan serius dalam melangkah menapaki setiap jalan yang dilalui. Manusia seolah sulit mencari pegangan hidup. Tak ayal, sesuatu yang bersifat khayalan pun menjadi pegangan. Bagaimana seseorang yang sangat dipercaya mampu menggandakan uang. Atau seorang yang dipercaya mampu mengatasi semua permasalahan hidup dengan hanya menjadi pengikut taatnya. Tak hanya harta tergadaikan, kehormatan, bahkan bahtera rumah tangga pun dikorbankan.

Keluarga seolah kesulitan mencari figur contoh terbaik untuk anak-anaknya. Padahal sebagai seorang muslim, Al-Qur’an telah menjadi petunjuk yang jelas bagi umatnya yang percaya. Kisah dan profil para nabi serta rasul kekasih Allah Ta’ala telah diabadikan dalam nama-nama surat. Pun dalam ayat-ayat yang bertebaran tentang perjuangan orang-orang yang dimuliakan Allah ini. Masih belum cukup?

Profil ‘manusia biasa’ juga menjadi kisah abadi dalam Al-Qur’an. Mereka adalah Mariam dan Luqman. Luqman dijadikan oleh Allah menjadi nama salah satu surat dalam Al-Qur’an, yaitu surat ke-31, QS Luqman (Makkiyyah). Tentang siapakah sebenarnya Luqman ini, banyak versi yang menyebutkan asal muasalnya. Namun dalam sejarah yang masyhur adalah beliau bernama Luqman ibn Bau’raa ibn Nahur ibn Tareh. Tareh merupakan nama lain dari Azar, bapak Nabi Ibrahim ‘alaihissalam.

Asal-usul maupun apa pekerjaan sebenarnya dari Luqman(ul Hakim) seolah-olah menjadi rahasia Allah. Hanya kemuliaanlah yang ditunjukkan Allah Taa’la, saat beliau mengarungi bahtera kehidupan berumah-tangga. Sebagaimana termaktub dalam TQS Luqman[31]: 13-19. Ada 10 wasiat penting yang sudah seharusnya orang tua bisa mencontoh nasehat yang diberikan Luqman kepada anaknya.

Membaca dan belajar ilmu-ilmu yang tersurat dan tersirat. [dokpri]

Membaca dan belajar ilmu-ilmu yang tersurat dan tersirat. [dokpri]

Diantara 10 nasehat Luqmanul Hakim tersebut adalah:

  1.  Wahai Anakku yang kusayangi. Ketahuilah sesungguhnya dunia ini bagaikan lautan yang dalam, banyak manusia yang karam di dalamnya. Bila engkau ingin selamat, layarilah lautan itu dengan sampan yang bernama takwa, isinya iman dan layarnya adalah tawakkal kepada Allah Ta’ala.
  2. Wahai anakku yang kusayangi . Sesungguhnya orang-orang yang selalu menyediakan dirinya untuk menerima nasihat, maka dirinya akan mendapat perjuangan dari Allah. Orang yang insyaf dan sadar telah menerima kemuliaaan dari Allah.
  3. Wahai anakku yang kusayangi . Orang yang merasa dirinya hina dan rendah diri dalam beribadah dan taat kepada Allah, maka  dia bertawadhu’ Dia akan lebih taat kepada Allah dan selalu berusaha menghindari maksiat.
  4. Wahai anakku yang kusayangi. Seandainya orang tuamu marah kepadamu(karena kesalahanmu) maka marahnya orang tuamu itu adalah bagaikan pupuk bagi tanaman.
  5. Wahai anakku yang kusayangi . Jauhkanlah dirimu dari berhutang karena sesungguhnya berhutang itu bisa menjadikan dirimu hina di waktu siang dan gelisah di waktu malam.
  6. Wahai anakku yang kusayangi . Selalu berharap kepada Allah tentang segala sesuatu yang menyebabkan dirimu tidak durhaka kepada Allah. Takutlah kepadaNya dengan sebenar takut, tentulah engkau akan terlepas sifat putus asa dari rahmat Allah Ta’ala.
  7. Wahai anakku yang kusayangi. Seorang pendusta akan lekas hilang air mukanya karena tidak dipercaya orang dan seseorang yang telah bejat akhlaknya akan senantiasa melamunkan hal-hal yang tidak benar, ketahuilah memindahkan batu besar dari tempatnya semula itu lebih mudah dari mengembalikan nama baik atau kehormatan.
  8. Wahai anakku yang kusayangi . Engkau telah merasakan betapa berat memindahkan batu itu dan besi yang amat berat tetapi akan berat lagi dari semua itu, adalah apabila kamu mempunyai tetangga yang jahat.
  9. Wahai anakku yang kusayangi . Janganlah sekali-kali engkau mengirimkan seorang yang bodoh menjadi utusan. Jika tidak ada orang yang cerdas dan pintar, sebaiknya dirimu sendiri yang menjadi utusan.
  10. Wahai anakku yang kusayangi . Makanlah makanan bersama orang-orang yang bertakwa dan musyawarahkanlah urusanmu dengan para alim ulama dengan cara memohon nasihat kepadanya.

Nah, tidakkah 10 nasehat tersebut kita sudah mengetahuinya? Ataukah sengaja kita melalaikan ayat-ayatNya sehingga membuat kita terlena dengan kehidupan dunia? Semoga apa yang sampaikan ini bisa menjadi pengingat bagi diri saya sendiri sebagai orang tua. Berharap juga dapat bermanfaat bagi siapa saja yang mau belajar darinya. Sebab sesungguhnyalah nasehat tersebut bersifat universal.

Jika kita kita menginginkan menjadi manusia yang baik dan bermanfaat, mengapa tidak kita untuk belajar pada Luqman?

 

 

 

Mas Nuz

Pecinta keluarga yang kadang suka nulis dan jalan-jalan.

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • Ah, siapa sih ya yang gak suka dikasih produk gratis, seperti hampers product, goodie bag, tester product, maupun jenis promotional products lainnya. Ini lebih menarik perhatian konsumen dibanding iklan produk di internet 😁
.
#indoblognet #mbcommunication #hampers #goodiebag #testerproduct #iklan #produkgratis

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top