Opini

Inikah Politik Simbolisme di Negeriku?

Politik itu yang benar tidak nampak, yang nampak tidak benar. Idiom yang masih sangat lekat di benak saya. Meski mata kuliah Pengantar Ilmu Politik sudah saya lewatkan 24 tahun yang lalu. Tapi itulah realita yang kita hadapi saat ini. Para pemain politik begitu lihai memerankan peran masing-masing. Panggung negeri Nusantara yang begitu luas ini terkadang seolah tak sanggup menampung seluruh pemainnya.

Nila Sofianty dengan tulisan “Caketum Bertumpuk Dosa, Hanya Ada Di Golkar” itulah yang membuat saya greget. Tema politik yang tidak begitu saya sukai sebenarnya. Namun tiba-tiba saya pun ‘ngeh’ untuk melirik. Bukan tanpa alasan. Tulisan sahabat wartawati yang saya kenal 26 tahun lalu itu seolah menggugah rasa ke-Golkar-an saya. Kamu berhasil membangunkan lelap politikku, Nila. Sekaligus kita reunian di sini. Hahaha..

Bicara dosa dalam politik itu ibarat pepatah Jawa ‘sego jangan‘. Artinya, makan tak akan terasa nikmat jika tak ada kuahnya (jangan). Akan terasa garing dan mengurangi nafsu makan. Tidak ada makhluk suci dalam dunia politik. Jika ada yang beranggapan seorang politikus itu bersih suci seperti bayi, mungkin sesekali perlu dia memeriksakan diri ke psikiater atau psikolog.

Karena begitu gegap-gempitanya dunia politik, berapa ribu program studi, jurusan, fakultas, hingga sekolah tinggi ilmu politik dibuka. Belum lagi ilmu turunan politik berupa psikologi politik, antropologi politik, geopolitik, ekonomi politik, budaya politik, hingga filsafat politik. Berapa juta teori yang muncul dari berlaksa aktivitas politik yang dilakukan oleh manusia sebagaiΒ zoon politicon, mahluk yang tak bisa hidup sendiriΒ (Teori Aristoteles). Bicara politik pasti akan menelanjangi diri kita sendiri. Meski kadar ketelanjangan tersebut hanya orang lain yang bisa menilai.

Baiklah, back to topic. Singkat cerita, Setya Novanto (Setnov) dengan beragam track record ke-Golkar-annya dan karir politik di Senayan akhirnya terpilih sebagai Ketua Umum Partai Golkar. Meski hujatan di sana-sini oleh ‘orang luar’ dan ‘orang dalam’ Golkar, faktalah yang berbicara. Munaslub Golkar yang berlangsung di Nusa Dua Bali (14-17 Mei 2016) menasbihkan Setnov menggantikan Abu Rizal Bakrie (ARB) sebagai ketua umumnya.

Bagi saya, hal tersebut tidaklah mengherankan. Berbagai kasus yang ‘menghantamnya’ ternyata tak mampu ‘menjatuhkan’ dirinya dari singgasana politik. Setelah terkuak kasus ‘papa minta saham’, ternyata tak ada sanksi berarti untuknya. Setelah dengan terpaksa mundur dari kursi Ketua DPR-RI (16/12/2015), dia berhasil mendudukkan dirinya sendiri menjadi Ketua Fraksi Partai Golkar. Coba, partai mana yang tokohnya bisa melakukan akrobat politik seperti itu? Inilah salah satu bukti ‘kesaktian’ Setnov di panggung republik yang kita cintai ini.

Pun dengan kejadian terakhir saat pembukaan Munaslub Partai Golkar (14/5) kemarin. Di saat mengheningkan cipta yang diiringi lagu, di detik ke-13 terlihat Setnov akan jatuh ke depan karena ngantuk. Hal ini sebagaimana diakui olehnya bahwa memang saat itu dia dalam kondisi ngantuk. Hujatan dan risakan pun mengalir deras kepadanya. Menggambarkan sosok yang ngantukan tak pantas untuk menjadi seorang ketum sebuah partai besar. Bahkan ada rivalnya yang memanfaatkan momen ini untuk ‘menjatuhkannya’.

Sekali lagi, fakta bicara lain. Setnov tak terbendung meski sempat mendapatkan perlawanan yang lumayan dari Ade Komarudin. Angka 277 dan 173 untuk Setnov di putaran pertama sudah cukup menjadi sinyal ‘lemahnya’ posisi Ade Komarudin. Sehingga sebelum memasuki putaran ke-dua, Ade pun ‘tahu diri’ untuk menyila Setnov memimpin Partai Golkar sampai dengan tahun 2021 nanti.

Yes! Setnov dengan begitu cantiknya bermain peran. Panggung pertunjukan Partai Golkar adalah miliknya. Lihat saja ekspresi Setnov pasca kejadian hampir jatuh karena ngantuk. Tak nampak rasa bersalah. Dengan santainya dia cengar-cengir sebagaimana tertangkap kamera. Luar biasa!

Politik simbolisme berhasil dimainkan dengan cantik. Rasa kantuk yang tak dia tutupi menunjukkan begitu nyamannya dengan suasana Munaslub. Tak nampak ketegangan atau rasa gugup setelah peristiwa ‘papa minta bantal’ tersebut (video lihat di sini). Raut rasa percaya diri begitu nampak pada gesture tubuhnya. Tetap berdiri dengan nyaman pasca kejadian tersebut.

Partai Golkar adalah partai yang begitu nyaman meski hiruk-pikuk sempat mewarnai kondisi internal dalam tiga tahun terakhir. Hadirnya Agung Laksono dan ARB, dua pimpinan kubu yang berbeda sangat melegakan. Ini yang membuat Akbar Tanjung dan Presiden RI, Joko Widodo begitu mantap ikut menghadiri pembukaan Munaslub Partai Golkar kali ini. Presentasi kenyamanan dalam tubuh partai digambarkan dengan sempurna lewat senyuman Setnov sesaat hampir terjengkang saat mengheningkan cipta.

Ngantuk yang diwujudkan dalam simbol yang merefleksikan makna politik tertentu (Geertz,1973 dlm Gupta & Fergusson, 1993). Apakah ngantuk tidak diperbolehkan? Apakah ngantuk menjadi hal yang tabu? Apakah ngantuk tidak boleh terjadi pada suatu perhelatan acara yang besar? Jawaban Setnov yang ‘terus-terang’ dan bernas menunjukkan begitu nyamannya kondisi Partai Golkar. Mau ngantuk? Silakan. Tabu? No way.

Dalam konteks ngantuk tersebut, Setnov tak memposisikan ngantuk sebagai perbuatan yang tabu. Ngantuk di depan khalayak pada saat perhelatan acara besar tak selalu bermakna negatif. Isu ngantuk berhasil dimanipulasi sedemikian rupa sehingga menjadi viral yang justru menguntungkan dirinya. Perlu diingat juga bahwa Setnov ini tidak begitu asing dengan yang namanya media. Di tahun 1998, Setnov adalah komisaris di Nova grup. Sebuah perusahaan yang cukup berpengaruh saat itu.

Ada hubungan yang cukup erat dari: simbol politik – ngantuk – serta imajinasi kekuasaan (ketua umum). Bukan tidak mungkin, ke depannya jurus ini akan menjadi senjata andalan bagi Setnov. Ingat Gus Dur bukan? Mantan Presiden RI ini sangat identik dengan tidur dan ‘gitu saja kok repot’. Menjadi sebuah keniscayaan ketika beliau menjadi Ketum PKB, kemudian ‘diangkat’ menjadi seorang presiden.

Ini sekaligus mematahkan these yang disampaikan oleh Nila. ‘Dosa’ ternyata tak berbanding lurus dengan karir politik. Airlangga Hartarto yang relatif bersih dari ‘dosa’ (belum memiliki catatan di KPK) ternyata gugur dini pada voting tertutup. Pun demikian juga these oleh Pande Dwi Sinar dalam “Partai Beringin: Semakin Rindang Atau Bergugurankah?”. Mahasiswi yang mengaku masih ‘hijau’ dalam politik ini khawatir bila Golkar dipimpin oleh tokoh yang ‘penuh dosa’, maka akan semakin terpuruk kondisinya. Harapan mencari pemimpin yang mau untuk ngayah (Bali). Pemimpin yang mengabdi dengan tulus dan bertanggungjawab pada Tuhan serta tak mengharap imbalan, akan semakin absurd.

Nah, semua penilaian akan kembali kepada Anda. Apakah ‘orang berdosa’ layak dipercaya? Ataukah kita cukupkan dengan diam saja. Sambil tetap berdoa untuk Indonesia yang lebih baik. Semoga.

 

 

Editor: Indoblognet

Mas Nuz

Pecinta keluarga yang kadang suka nulis dan jalan-jalan.

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • Hai, haaai smart people 😍 Asyikkk ya weekend! Have fun ya, guys πŸ˜„
.
Guys, tau gak sih kamuuu, lebih dari 3,8 milyar orang di seluruh dunia menggunakan internet, dimana jumlahnya meningkat 38 juta orang sejak Januari 2017 😁
.
Kenaikan ini menandakan bahwa penetrasi internet di seluruh dunia mencapai 51%, atau bisa dibilang orang yang pakai internet udah lebih banyak daripada orang yang nggak pakai internet, hihi.. Memang sih, tahun 2017 ini sebenarnya peningkatan jumlah pengguna internet jauh lebih lambat daripada tahun 2016 πŸ˜†
.
Daaan, dari 3,8 milyar orang pengguna internet di seluruh dunia, 2,9 milyarnya aktif menggunakan media sosial, lho! Wawww πŸ˜‹ Pastinya kamu termasuk di dalamnya dong, heheee
.
Sumber: youthmanual.com
.
#indoblognet #mbcommunication #internet #survey #sosialmedia #socialnetworking #weekend #saturday #viral

Follow Me

Copyright Β© 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top