Kesehatan

Ingin Melahirkan Ala Gentle Birth? Kenali Dulu Metodenya

Ayudia Bing Slamet, Dira Sugandhi, Oppie Andaresta dan beberapa selebritis Indonesia lainnya memilih mencoba melahirkan secara Gentle Birth ketimbang harus memalui proses cesar.

Tapi, masih banyak ibu-ibu muda yang tidak tahu apa itu Gentle Birth? Bahkan mereka menganggap itu metode baru proses melahirkan. Padahal, kalau mereka faham, Gentle birth adalah konsep persalinan yang sudah lama dilakukan oleh ibu-ibu pada jaman dulu. Dan sekarang pun sudah mulai banyak dilakukan ibu-ibu hamil. Karena melahirkan dengan cara Gentle birth merupakan proses yang melibatkan segala perasaan tenang dan alami.

Konsep ini melibatkan praktik senam hamil, olah pernapasan, serta self hypnosis yang rutin dilakukan sejak awal masa kehamilan hingga menuju persalinan. Karena semua itu dilakukan untuk mempermudah persalinan itu sendiri.

Sebelum Anda ingin melahirkan secara gentle birth, sebaiknya kenali dulu apa itu gentle Birth.

  1. Persalinan Natural

Melahirkan adalah peristiwa natural (alami), bukan peristiwa medis, sehingga intervensi medis seperti operasi sesar hanya dilakukan jika memang karena pertimbangan medis dan mendesak. Persalinan alami berarti persalinan dilakukan dengan cara natural atau spontan pervaginam alias bersalin normal. Inilah proses persalinan paling nyaman, aman, minim dampak negatif, ekonomis, dan membanggakan. Itulah mengapa, persalinan natural sebagai salah satu prinsip utama Gentle Birth (GB).

  1. Ibu Sang Penentu

Di sini, poros kekuatan, ritme, dan proses ada pada calon ibu, bukan pada prosedur baku mekanistik. Ini berarti ibulah yang dapat menentukan apakah proses persalinannya akan berjalan mudah atau sulit. Karena yang akan merasakan nikmatnya bersalin adalah ibu, maka seperti apa bentuk atau cara bersalinnya ada di tangan ibu. Pilihan dengan cara seperti, di mana, oleh dokter mana, dan lain-lain akan berpengaruh pada kesiapan dan keyakinan ibu dalam proses persalinan normal. Untuk persiapannya sendiri, ibu tidak perlu melakukan ritual khusus atau melakukan hal-hal yang justru bisa membuat ibu stres, tertekan, dan was-was. Jadi, cukuplah jalani kehamilan secara biasa sambil memasrahkan diri kepada-Nya. Pastinya, selalu buat sugesti pada diri ibu untuk bisa melakukan persalinan dengan cara yang diinginkan.

  1. Komunikasi Dengan si Bayi

Harus ada rasa cinta, terutama antara ibu dengan anak yang akan dilahirkan. Bukan rasa takut yang malah akan mempersulit proses persalinan. Untuk mencapainya, lakukanlah komunikasi dengan si jabang bayi secara rutin. Ingat, walau masih ada dalam kandungan, anak bisa merasakan adanya komunikasi ini dan dia bisa meresponsnya, lo. Juga, selama hamil berikanlah selalu yang terbaik bagi anak dan diri kita, mulai aktivitas, gaya hidup, makanan, minuman, dan lainnya.

Penting juga, berdoalah. Saat menjelang persalinan, jadikan momen tersebut acara yang menyenangkan, pasrah kepada-Nya, dan selalu berkomunikasi dengan si kecil, ”Sayang, kamu anak kuat, kamu pasti bisa, dan Bunda juga pasti bisa memperjuangkan kamu. Yuk, kita sama-sama saling membantu,” sambil memegang perut dan mengelusnya

  1. Minim Trauma

Ada banyak risiko trauma pada ibu hamil, baik trauma fisik maupun psikis. Meski begitu, ibu perlu menghindari atau meminimalkan berbagai trauma itu, pun bila telanjur  terjadi trauma maka harus segera disembuhkan. Dengan begitu, trauma tersebut tidak mengganggu persalinan berikutnya.

  1. Momen Sakral

Kelahiran  adalah momen tersakral sehingga harus ada persiapan dan perlakuan istimewa. Tentu di sini ibu harus bisa hidup nyaman dan tenang, menjelang persalinan pilihlah tempat bersalin yang sesuai dengan ibu, terus komunikasi dengan si kecil, bawa semua hal-hal yang bisa menguatkan ibu saat menunggu proses persalinan.

  1. Keterlibatan Suami

Suami harus terlibat penuh dalam proses persalinan demi membantu persalinan sang istri. Bahkan lebih jauh dari itu, sebelum atau saat istri hamil maupun pascamelahirkan, suami harus terus membantu dan memotivasi istri. Tidak bisa dipungkiri, suami yang selalu berada di samping ibu hamil, termasuk menemani setiap kontrol ke dokter dan  saat sedang melakukan persalinan, semua itu merupakan tenaga ekstra yang tiada bandingannya bagi ibu. Suami juga memiliki peran yang besar dalam menyukseskan ASI eksklusif.

Very Barus

Image source: pixabay.com

 

Very Barus

Seorang penulis buku, blogger, fotografer dan Videografer. Menyukai dunia traveling dan adventure. Telah menjelajahi beberapa daerah dan negara di Asia. Mendaki beberapa gunung di indonesia Dan sangat menyayangi dan melindungi binatang dan tangan-tangan jahil manusia.

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • YouTube saat ini bisa jadi lahan yang mendatangkan penghasilan lumayan, lho. Makanya makin banyak nih para YouTuber yang bermunculan. YouTube juga bisa jadi sarana promosi yang kekinian bagi para marketer 😀
.
#indoblognet #mbcommunication #youtube #youtuber #marketer #socialmedia #promotion

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top