Indo Blog Net

kesehatan

IDEC 2019, Wujudkan Produsen Industri Kedokteran Gigi Indonesia Mendunia

IDEC 2019

Sakit gigi sangat menyiksa, semua hal menjadi terasa tidak tidak nyaman, makan terasa tidak enak, tidur terasa tidak nyenyak, bahkan suara bising pun bisa bikin rasa sakit gigi terasa semakin menyiksa. Untuk itu, merawat kesehatan gigi memang sangat penting agar kita terhindar dari sakit gigi.

Ya, selain rajin menggosok gigi, kita pun sebaiknya selalu rutin mengontrol kesehatan gigi dan mulut kita ke dokter gigi, karena dengan cara tersebut, kita bisa meminimalisir segala permasalahan yang akan terjadi pada gigi dan mulut kita.

Dan zaman sekarang, kita tidak perlu takut ke dokter gigi untuk merawat kesehatan gigi kita, karena kini peralatan untuk perawatan gigi semakin canggih dan modern sehingga membuat proses perawatan gigi menjadi semakin cepat dan praktis.

IDEC 2019 adalah pameran dagang dan konferensi internasional kedokteran gigi terbesar di Indonesia

Hal ini pun terlihat di pameran Indonesia Dental Exhibition & Conference (IDEC) yang digelar oleh Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PB PDGI) bekerja sama dengan Koelnmesse Pte.Ltd dan PT Traya Eksibisi Internasional pada tanggal 13 – 15 September 2019 di Jakarta Convention Center – Jakarta.

IDEC 2019

Acara ini sungguh luar biasa besar, karena ternyata bukan hanya Indonesia yang ada di sini, tetapi melibatkan banyak negara lain juga yang turut meramaikan pameran kedokteran gigi yang berlangsung setiap 2 tahun sekali ini.

IDEC sendiri tahun ini menempati area seluas 5000 m2 di Assembly Hall dengan melibatkan sebanyak 232 ekshibitor brand dari 18 negara, dan 3 paviliun nasional dari Cina, Korea Selatan dan Jerman serta sejumlah pelaku usaha lokal siap menampilkan informasi terbaru perkembangan teknologi kedokteran gigi di dunia.

Sambutan Ketua IDEC 2019 drg. Diono Susilo, MPH

Dimana diakui oleh drg. Diono Susilo, MPH selaku Ketua IDEC 2019 bahwa “Ekshibitor dari sejumlah negara yang hadir di IDEC 2019 ini ingin melihat dari dekat kebutuhan pasar sekaligus menjalin kerja sama strategis dalam mengembangkan teknologi yang lebih solutif sesuai permasalahan gigi mayarakat di Indonesia.”

Jadi, dengan adanya IDEC 2019 yang merupakan pameran kedokteran gigi bertaraf internasional ini diharapkan bisa untuk meningkatkan perkembangan industri kedokteran gigi di Indonesia, dan mendorong upaya promosi dari dalam hingga luar negeri, sekaligus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut.

Dimana pemaran IDEC ini merupakan gelaran yang kedua kalinya dengan tetap melanjutkan tema IDEC sebelumnya tahun 2017 “The Premier Dental Exhibition and Conference for Indonesian Market”, IDEC ini diharapkan menjadi centre of excellence bagi para pelaku industri gigi mulai dari dokter, tenaga medis, dental supplier, pelaku  manufaktur alat kesehatan, bahkan masyarakat pada umumnya.

Peresmian Pameran IDEC 2019 oleh Sekretaris Jenderal Kemenkes RI, drg. Oscar Primadi

Dan acara pameran Indonesia Dental Exhibition & Conference (IDEC) ini sudah dibuka secara resmi oleh Sekretaris Jenderal Kemenkes RI, drg. Oscar Primadi pada Jumat 13 September 2019 silam. Dimana dalam sambutannya, beliau mengatakan tentang peran penting kedokteran gigi dalam peningkatan kualitas kesehatan nasional.

Sebab diakui oleh beliau bahwa tidak sedikit penyakit berbahaya dan kronis justru bersumber dari masalah gigi dan mulut. Sesuai dengan roadmap Rencana Aksi Nasional Kesehatan Gigi dan Mulut 2015 – 2030, melalui IDEC diharapkan menjadi momentum bagi semua pihak untuk saling bersinergi dan memberikan pelayanan maksimal pada kesehatan gigi dan mulut sehingga Indonesia bisa bebas karies gigi pada 2030 mendatang.

Selain itu, program-program capacity building terus dilakukan pemerintah untuk peningkatan skill dokter di wilayah Indonesia bagian timur, mengatur penyebaran dokter gigi di wilayah terpencil, pemberian beasiswa dokter gigi dan sebagainya. Hanya saja diakui Bapak Oskar Primadi, Indonesia punya keterbatasan peralatan kedokteran gigi.

DR.Dr. drg. Sri Hananto Seno, Sp. BM., MM., FICD (kiri) foto bersama Sekretaris Jenderal Kemenkes RI, drg. Oscar Primadi (tengah) dan drg. Diono Susilo, MPH selaku Ketua IDEC 2019 (kanan)

Hal ini senada dengan yang diungkapkan oleh DR.Dr. drg. Sri Hananto Seno, Sp. BM., MM., FICD, selaku selaku Ketua Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI)  yang mengungkapkan fakta bahwa industri alat kesehatan dan bahan baku kedokteran gigi baru 10 persen yang bisa memenuhi kebutuhan dokter gigi di Indonesia.

Sementara sisanya 90 persen masih bergantung pada bahan-bahan dan alat kedokteran gigi impor. Bahkan tidak sedikit masalah terhambatnya penanganan masalah gigi di Indonesia bukan karena kurangnya skill dokter gigi, tetapi karena terkendalan peralatan yang terbatas.

Tentu hal ini menjadi tantangan besar kepada para pelaku industri kesehatan di Indonesia agar terdorong memproduksi bahan baku dan alat kedokteran gigi sesuai dengan teknolog terkini. karena untuk pasar dalam negeri saja, potensinya sangat besar.

Bahkan menurut sebuah Riset Kesehatan Dasar 2018 yang lalu, disebutkan hanya 10,2 persen masyarakat yang mendapatkan pelayanan dari tenaga medis, dan 57,6 persen penduduk Indonesia masih mengalami gangguan kesehatan gigi dan mulut. Dan prevalensi masyarakat yang tidak memiliki masalah gigi hanya 7%. Padahal WHO mengamanatkan setidaknya 50%.

DR.Dr. drg. Sri Hananto Seno,selaku Ketua Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) menyerahkan cinderamata kepada Sekretaris Jenderal Kemenkes RI, drg. Oscar Primadi

Lebih lanjut Dr. drg. Sri Hananto Seno mengungkapkan bahwa kehadiran IDEC 2019 ini bukan sekadar pameran dagang alat kesehatan kedokteran gigi, tetapi sekaligus juga menjadi wahana peningkatan pengetahuan bagi para profesional dokter gigi di Indonesia agar lebih responsif terhadap perkembangan teknologi kedokteran gigi.

“Kami berharap IDEC menjadi agenda penting industri kedokteran gigi dan profesional dokter gigi untuk saling berbagi informasi dan berjejaring demi memajukan industri kedokteran gigi dan kualitas profesi dokter gigi Indonesia,” ujar Dr. drg Sri Hananto Seno.

Untuk itu, dalam IDEC 2019 ini akan ada serangkaian lokakarya ilmiah dan demonstrasi teknologi kedokteran gigi yang ditampilkan secara komprehensif oleh 18 narasumber ahli bukan hanya merupakan pembicara nasional tetapi juga dari internasioanl yang telah terbukti berpengalaman, diantaranya dalam rehabilitasi dan bedah mulut, endodontic, ortodontik, periodontologi, serta sejumlah inovasi dalam self litigation, fotografi gigi dan seputar kedokteran gigi anak.

Sedikit gambaran tentang susana dan produk yang hadir di IDEC 2019

Maka dengan terselenggaranya IDEC 2019 yang menghadirkan pameran dan juga lokakarya ilmiah dan demonstrasi teknologi ini diharapkan turut memberikan ilmu dan wawasan baru khususnya bagi para dokter gigi di Indonesia sehingga nantinya bisa melayani kebutuhan perawatan gigi dan mulut masyarakat semakin mudah dan menyenangkan.

Selain itu, Bapak Bambang Setiawan selaku Presiden Direktur Traya Eksibisi Internasional berharap IDEC 2019 ini bisa memberikan dampak yang lebih besar dari pelaksanaan IDEC sebelumnya, bukan hanya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, tetapi juga aksi bersama mewujudkan Indonesia menjadi pemain utama industri kedokteran gigi.

Hal ini bisa saja terjadi, mengingat saat ini Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk berkembang di bidang industri kedokteran gigi. Hal ini karena didukung oleh jumlah dokter gigi yang juga lumayan banyak. Dimana menurut data Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) sejak tahun 200 sampai 111 April 2018 tercatat ada 29.939 dokter gigi dan 3.584 dokter gigi spesialis sehingga totalnya ada 33.523 tenaga dokter di bidang kesehatan gigi ini.

Semoga Indonesia menjadi pemain utama industri kedokteran gigi.

Selain itu, optimisme serupa juga disampaikan oleh Managing Director Koelnmesse Pte. Ltd. Mathias Kuepper yang menemukan fakta bahwa telah terjadinya peningkatan jumlah peserta lokal pada IDEC tahun ini sebesar 15 % dari IDEC 2017 yang lalu.

Selain itu, Bapak Mathias Kuepper juga menambahkan “Kami melihat bahwa pada IDEC kali ini telah terjadi peningkatan dari wakil internasional dari 18 negara sebanyak 40% sejak IDEC 2017.”

Tentu dengan adanya peningkatan tersebut memberikan angin segar dan harapan kepada Indonesia agar kelak bisa menjadi negara produsen alat kesehatan kedokteran gigi yang bisa diperhitungkan di dunia Internasional.

Bagikan Jika Bermanfaat

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

Instagram has returned invalid data.

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top