Indo Blog Net

Entrepreneur

Finally! Indonesia Hadir Perdana di Maison et Objet Paris

Indonesia unjuk kebolehan di Maison et Objet Paris. Sebuah pameran produk bergengsi. Lolos seleksi panjang, akhirrnya Indonesia bisa bersaing dengan negara lain.

Bagikan Jika Bermanfaat

Orang Indonesia itu pada umumnya sangat kreatif dan punya banyak talenta yang begitu mempuni, termasuk dalam urusan menciptakan berbagai produk untuk keperluan rumah tangga, namun sayangnya selama ini mereka seolah terpasung oleh keadaan, minimnya wadah untuk mereka mengekspresikan diri dan menunjukan segala kemampuan mereka menjadi salah satu kendalanya.

Untuk itu, campur tangan berbagai pihak tentu menjadi kunci yang akan membuka peluang itu menjadi semakin terbuka luas, sehingga para insan kreatif yang memiliki kemampuan mendesain dan memproduksi berbagai produk keperluan rumah tangga ini mampu menunjukan diri mereka kepermukaan, agar semua orang tahu bahwa mereka sejatinya mampu melahirkan karya-karya yang istimewa.

Dan kesempatan itu lah yang kini dibuka oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) yang memberi kesempatan emas kepada para professional di bidang desain interior dan kriya untuk menunjukan karya terbaik mereka kepada masyarakat dunia di ajang paling bergengsi Maison et Objet.

Apa itu Maison et Objet?

Indonesia Hadir di Maison et Objet Paris

Maison et Objet adalah sebuah pameran dagang (trade fair) khusus untuk para professional di bidang desain interior dan kriya dengan fokus pada produk-produk keperluan rumah, seperti: furniture, pernak-pernik rumah, dan lain sebagainya.

Dan Maison et Objet ini merupakan pameran berskala kelas dunia yang diadakan dua kali dalam setahun, yaitu pada setiap bulan Januari dan September tiap tahunnya dan bertempat di Parcdes Expositions de Paris Nord, Paris – Prancis dengan melibatkan banyak negara dari berbagai penjuru dunia.

Namun sayangnya tidak semua negara bisa tampil di pameran ini, karena hanya negara-negara yang memiliki produk-produk yang dinilai unik dan paling berkualitaslah yang bisa tampil di sini. Makanya menjadi satu kebanggan bagi kita semua, karena akhirnya Indonesia bisa juga berada di pameran yang luar biasa ini.

Pameran Maison et Objet ini merupakan pameran yang sangat bergengsi, karena mampu mencuri perhatian banyak orang dari berbagai negara. Bahkan di setiap gelarannya, pameran ini berhasil menyedot perhatian lebih dari 84 ribu pengunjung dan melibatkan 2.990 brand dari 65 negara dari seluruh dunia.

Makanya, kita patut bersyukur akhirnya Indonesia bisa juga melenggang di ajang Maison et Objet ini, karena ini merupakan satu gebrakan baru yang membuka kesempatan bagi kita untuk menunjukan kualitas kita kepada dunia setelah melalui berbagai persiapan panjang yang begitu ketat.

Persiapan Indonesia untuk Maison et Objet

Dengan hadirnya negara kita di ajang bergengsi Maison et Objet ini, Indonesia benar-benar berusaha memberikan yang terbaik. Dalam hal ini Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) berkolaborasi dengan berbagai pihak, seperti Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Prancis, merangkap Andorra, Monako dan UNESCO serta Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII) untuk bisa membawa Indonesia sampai di pameran berskala dunia ini.

Bapak Joshua Simandjuntak selaku Deputi Pemasaran Bekraf

Namun untuk sampai di titik ini bukanlah hal yang mudah. Bahkan diakui oleh Bapak Joshua Simanjuntak selaku Deputi Pemasaran Bekraf bahwa Maison et Objet sangat ketat dalam memilih produk-produk yang akan dipamerkannya.

“Keikutsertaan Indonessia dalam pameran Maison et Objet ini merupakan yang pertama kali selama 20 tahun sejak pameran ini dilaksanakan. Sebagai sebuah pameran yang paling bergengsi, Maison amat ketat dalam proses seleksi produk-produk yang akan dipamerkan. Tahun ini kita bersyukur Indonesia berhasil masuk.” Ujar Bapak Joshua.

Untuk memenuhi standar produk yang sesuai dengan kriteria Maison ini, maka Bekraf dengan dukungan Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII) membutuhkan waktu kurang lebih setahun untuk melakukan proses seleksi produk-produk yang akan diikutkan agar sesuai standar Maison.

Indonesia melalui berbagai tahapan dan proses panjang dalam menyeleksi produk yang akhirnya terpilih untuk dibawa ke Maison et Objet

Maka ada beberapa tahapan yang dilakukan oleh Bekraf dan HDII untuk menjaring produk-produk terbaik Indonesia yang akhirnya terpilih mewaliki Indonesia di Maison et Objet ini, yaitu:

  1. Pertama-tama dimulai dari proses pengumpulan data calon peserta yang sepenuhnya dilakukan via online, sehingga terkumpul sebanyak 86 peserta dari berbagai kategori yakni craft, unique decorative, furniture object, contemporary design, rugs, tableware, lighting, dan luxuary brand.
  2. Kemudian, diseleksi secara administratif sehingga yang lolos hanya menjadi 56 peserta, dengan mempertimbangkan diantaranya pada tema produk, penajaman target pasar, kesanggupan produksi dan adanya kerja sama dengan industri manufaktur.
  3. Maka dari 56 peserta ini kemudian disaring lagi sehingga terpilih hanya menjadi 36 peserta melalui proses yang tak kalah ketat, yaitu proses seleksi terkait produk. Jadi produk yang dipilih bukan hanya unggul pada sisi fungsional produk tetapi juga harus memenuhi aspek social (social impact) dalam proses pembuatannya.
  4. Kemudian dari 36 peserta kemudian akhirnya menyisahkan 24 peserta dengan penilaian terbaik yang kemudian didampingi langsung oleh desainer yang mengkurasi detil produk sehingga akhirnya mereka dinyatakan menjadi peserta atau brand yang akan diboyong ke Paris.

Sungguh proses yang panjang ternyata untuk memilih brand dan produk mana yang akhirnya bisa mewakili Indonesia di pameran Maison et Objet. Namun pada akhirnya, Bapak Rohadi Sumardi selaku Ketua HDII Nasional mengungkapkan bahwa HDII sangat bangga diberi kepercayaan oleh Bekraf untuk terlibat dalam pameran ini.

Dan pada gelaran Maison et Objet kali ini, adapun dukungan yang dilakukan oleh Bekraf, KBRI Paris serta HDII adalah dengan melakukan sewa lahan serta konstruksi paviliun, penyediaan kargo bagi produk-produk yang akan ditampilkan, promosi serta publikasi bagi produk-produk tersebut dan kegiatan business meeting serta business matching yang akan menghubungkan para delegasi peserta dengan para buyers luar negeri yang hadir dalam event ini.

Sehingga kini Indonesia yang telah berhasil menjaring 24 peserta terpilih siap untuk menunjukan pesonanya dan mendobrak pameran Maison et Objet di Paris pada bulan September mendatang dengan berbagai produk terbaiknya dengan kualitas yang unggul.

Ada 24 Peserta dari Indonesia yang hadir Maison et Objet

Ada 24 brand dari Indonesia yang hadir bersama produk unggulan mereka di Maison et Objet

Dalam dunia kriya internasional, nama Indonesia mungkin belum dikenal sebagai penghasil produk dengan nilai desain yang tinggi. Padahal banyak sekali produk karya anak bangsa ini yang sangat bagus dan layak bersaing di kancah dunia.

Untuk itu, melalui kesempatan pemaran ini, Indonesia akan menunjukan pada dunia, bahwa Indonesia punya produk yang tak kalah istimewanya dengan negara lain.

Bahkan diakui oleh Bapak Francis Surjaseputera selaku Ketua Dewan Kurator bahwa produk-produk yang dipilih telah melalui penilaian yang ketat sehingga diharapkan bisa masuk pasar Eropa.

“Tugas kami sebagai kurator adalah memilih produk yang tepat untuk pasar Eropa, khususnya Perancis yang dikenal sangat tinggi cita rasanya. Kami senang bahwa proses kurasi ini dilaksanakan dengan baik dan benar sesuai kaidah-kaidah kurasi yang berlaku.”

Makanya nanti ada 24 jenama lokal bersama produk unggulan mereka yang akan dihadirkan oleh Indonesia di bawah Identities, yang terdiri dari AIEVL Design Studio, Alfath Kurniadi, Budi Pradono, Djalin, Kayou, Du’Anyam, Threadapeutic, Bika Living, Vivere, Rattan of Indonesia, Keratons, DUA Lighting, Kandura, Conture, Bermock, Nouvwerks, Juno Home, Roa, SPEDAGI, Super Rattan, UMA Design, Siji, Moire Rugs dan Pala Nusantara.

Karya Bermock

Karya UMA Design

Karya Du’Anyam

Dimana ke 24 brand ini nantinya akan menempati Paviliun Indonesia yang mengusung konsep Tropical Living dengan lahan seluas 84 meter persegi yang terletak di lokasi yang strategis , yaitu berada di dekat pintu utama, tepatnya di Hall 5A, Stand R10 S9, Hell’s Gate Access L6 di sektor “Unique & Eclectic” selama tanggal 6 – 10 September 2019 mendatang.

Dan melihat produk hasil karya ke-24 brand ini membuat Pak Joshua bangga sembari berujar “Saatnya kita tunjukkan pada dunia, Indonesia punya desainer-desainer hebat yang didukung oleh manufaktur yang kuat.

Ini sekaligus juga menunjukkan bahwa industri mebel kita sudah move on, siap mengubah wajah baru kerajinan Indonesia ke pasar global. Indonesia bukan sebagai pembuat replica, melainkan mampu menciptakan dan menjadi trendsetter.”

Sketsa stand Indonesia di Maison et Objet Paris dengan konsep Topical Living

Kita berharap, semoga semua produk Indonesia ini nantinya bisa mencuri perhatian bagi pengunjung pameran di sana sehingga mereka banyak yang membeli produk kriya dan desain interior dari Indonesia sebagai produk keperluan rumah tangga yang istimewa.

Bekraf Targetkan Indonesia Transaksi Bisnis 2 Juta Euro

Dengan persiapan yang matang dan juga melihat produk-produk buatan Indonesia yang begitu istimewa maka tentu kita harus optimis Indonesia pun bisa berjaya dan mencuri perhatian banyak pengunjung di pameran Maison et Objet ini nantinya.

Untuk itu, Bapak Joshua pun optimis bahwa dalam pameran ini kita bisa mencapai target transaksi sebesar 2 juta Euro. Dimana optimisme Bapak Joshua ini merujuk pada keberhasilan pameran desain tahun sebelumnya di Salone del Mobile di Millan, Indonesia berhasil membukukan transaksi hingga 1,6 juta Euro.

Selain adanya target transaksi bisnis yang ingin dicapai ini, namun dengan mengikuti pameran di Maison et Objet seperti ini, maka Bekraf sekaligus berharap agar bisa meningkatkan nilai ekspor produk Ekraf lokal menuju pasar global sehingga pangsa pasar semakin luas dan memberikan banyak keuntungan bagi bangsa kita.

Bapak Arrmanatha Christiawan Nasir selaku Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Prancis, Andorra, Monako serta UNESCO.

Hal ini juga yang diungkapkan oleh Bapak Arrmanatha Christiawan Nasir selaku Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Prancis, Andorra, Monako serta UNESCO yang menyatakan bahwa diplomasi ekonomi merupakan salah satu prioritas dalam diplomasi Indonesia.

Oleh karena itu, KBRI secara terus menerus mencari peluang untuk meningkatkan akses pasar bagi produk ekspor Indonesia, yang salah satu diantaranya adalah produk ekonomi kreatif.

“Ekonomi kreatif merupakan sektor yang memiliki peluang besar di Prancis, mengingat masyarakat Prancis memiliki cita rasa serta apresiasi seni yang tinggi. hal inilah yang mendasari KBRI Paris mendukung keikutsertaan Bekraf di Maison et Objet,” ujar Bapak Arrmanatha.

Dan mari kiri semua rakyat Indonesia mengirimkan doa untuk mengiringi perjuangan para peserta dari Indonesia agar produk-produk mereka banyak dibeli oleh pengunjung yang datang di pameran ini, sehingga target transaksi yang diimpikan oleh Bekraf bisa tercapai nantinya. Aamiin…

Bagikan Jika Bermanfaat

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

Instagram has returned invalid data.

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top