Agama

Imam Nawawi, Separuh Hidupnya untuk Menulis

imam nawawi

“Ilmu itu buruan, dan tulisan itu pengikatnya. Maka, ikatlah itu dengan tali yang kuat.”

Pribahasa Arab yang saya dengar ketika sekolah dulu menggambarkan betapa pentingnya menulis. Salah satu media karya tulis adalah buku. Buku tidak hanya memperlihatkan pesan dan wacana yang dibangun oleh penulis dalam mengemukakan ide dan pikirannya, tetapi buku juga menawarkan berita, ilmu pengetahuan, keterampilan dan pendidikan.

Tidaklah heran bila buku disebut juga dengan jendela dunia. Karena dengan membaca buku, berarti kita telah berjalan-jalan dengan ide dan pikiran penulis. Bila tulisan sang penulis mampu menggugah dan membangun jiwa sang pembaca, maka tidak heran bila buku tersebut dapat mereformasi peradaban manusia di seluruh dunia. Tidak jarang kita temukan bahwa seseorang berubah, entah dalam paradigm ideologis, sosial atau budaya, karena telah membaca suatu buku. Itulah kekuatannya buku.

Namun seyogyanya, dalam membaca buku, kita dapat mengikat bacaan-bacaan tersebut dengan tulisan. Tulisan-tulisan yang tertuang dalam buku turut mengembangkan dan menambah wacana keilmuan. Maka, mari kita mengikat ilmu kita dengan menuliskannya dalam buku, media cetak ataupun blog, sehingga dengan tulisan tersebut, kita tidak hanya mencari ilmu pengetahuan, tetapi juga turut mambagikannya.

Imam Nawawi

Salah seorang ilmuwan atau cendikiawan Muslim yang konsen dalam menulis adalah Imam Nawawi. Bagi sebagian Muslim, nama Imam Nawawi sudah tidak asing lagi. Beliau adalah ulama besar yang terkenal dengan karya tulisnya. Imam Nawawi memiliki nama lengkap Yahya bin Syaraf an-Nawawi ad-Damasyqi. Adapun nama Nawawi sendiri diambil dari tempat tinggal beliau, yaitu daerah Nawa, Khauran, Damaskus Selatan. Kota Damaskus ini sekarang menjadi ibukota Negara Suriah.

Beliau juga sering dipanggil Abu Zakaria (ayah Zakaria). Beliau memperoleh gelar Muhyiddin (yang menghidupkan agama). Sosoknya terkenal sebagai seorang yang zuhud, wara’, sederhana, dan qana’ah. Beliau juga dikenal dengan ibadah dan menulisnya.

Karena kecintaannya dalam menulis, tak jarang beliau menghabiskan malam untuk menulis. Beliau pernah menulis, “Aku menulis dengan berbagai hal yang berhubungan dengan tulisan, baik penjellasan kalimat yang sulit maupun pemberian harakat pada kata-kata. Allah telah memberi berkah untuk waktuku.”

Beliau meninggal dalam usia relative masih muda, yaitu 45 tahun. Lahir tahun 631 H. dan meninggal tahun 676 H. Meskipun meninggal dalam usia muda, beliau telah menghasilkan sekitar 40 judul buku karya tulis, di antaranya:

  1. Hadis Arba’in (kumpulan hadis).
  2. Riyadush shalihin (kumpulan hadis).
  3. Syarah Shahih Muslim (Hadis Muslim).
  4. Syarah Shahih Bukhari (Hadis Bukhari).
  5. Minhajuth Thalibin (Fikih).
  6. Raudhatuth Thalibin (Fikih).
  7. Al-Majmu’ (Fikih, ijtihad Imam Nawawi).
  8. Tahdzibul asma’ wal lughat (Biografi ulama, dan arti dari kata-kata bahasa Arab).
  9. At-Tibyan di adab hamalatil Qur’an (Akhlak).
  10. Al-Adzkar (Akhlak).
  11. Al-Maqashid (Akidah).

Demikianlah biografi singkat Imam Nawawi. Semoga menjadi pembelajaran bagi kita semua, terutama saya dalam meningkatkan produktivitas belajar dan menulis.

Rasulullah Saw bersabda, “Manfaatkan lima perkara sebelum datang lima perkara, yaitu waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu, waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu, masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu, masa luangmu sebelum datang masa sibukmu, dan hidupmu sebelum satang kematianmu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Latest posts by Yulia Rahmawati (see all)

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • Kabar bahagia nih khususnya bagi warga Tangerang Selatan dan sekitarnya. Sekarang ga susah lagi mencari kebutuhan oleh-oleh haji dan perlengkapan muslim, @bursa.sajadah sudah ada di BSD loh. Tepatnya di Ruko Tol Boulevard C No. 11-12. Jalan Pelayangan BSD, Tangerang Selatan.

Alhamdulillah Bursa Sajadah sejak didirikan tahun 1998, terus berekspansi. Bursa Sajadah di BSD ini merupakan cabang ke-9, setelah di  Bandung, Bekasi, Bogor, Jakarta, Malang, Solo dan Surabaya.

Tuk yang mau belanja2 kebutuhan lebaran atau ingin memberikan sesuatu yang spesial tuk orang2 tersayang, selagi masih grand opening di BSD, siapa tahu dapat harga yang spesial :) Tuk rekan2 blogger terpilih di wilayah Tangsel, kita nanti bersilaturahmi ya di Grand Opening Bursa Sajadah BSD, Kamis, 1 Juni 2017.  #BursaSajadah #bursasajadahBSD #skvgroup #Tangerangselatan

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top