Gaya Hidup

Ibu Rumah Tangga, Profesi atau…?

Ibu rumah tangga itu profesi, jabatan atau apa sih sebenarnya? Pertanyaan ini mengusik hati saya sejak membaca curhatan seorang teman di media sosial. Awalnya saya tak pernah terpikir menemukan jawaban yang tepat tentang “kedudukan ibu rumah tangga” di tengah masyarakat. Teman saya di zaman kuliah tersebut “mengeluh” saat harus mengisi formulir untuk suatu keperluan yang mengharuskan memilih profesi yang digeluti. Sayangnya kolom profesi tersebut hanya mencantumkan berbagai profesi dan jabatan seperti TNI, Polri, Pegawai Swasta, PNS, wiraswasta dan tidak ada item untuk ibu rumah tangga padahal si teman sehari-harinya adalah ibu rumah tangga murni, tidak berbisnis, tidak membuka toko kelontong dan aktivitas lain-lain yang mendatangkan pemasukan.

Curhatan si teman ini bukan berarti dia tidak bersyukur sebagai ibu rumah tangga. Justru pilihan menjadi ibu rumah tangga sepenuhnya adalah pilihan dan impiannya sejak masih muda. Acapkali pandangan meremehkan diarahkan pada ibu-ibu rumah tangga. Psst jangan salah, saya pun sempat mendapat perlakukan meremehkan dari beberapa orang setelah mereka tahu saya bukan wanita pekerja (setidaknya setelah saya berhenti dari kerja kantoran) Andai mereka yang memandang sebelah mata pada ibu rumah tangga bisa melihat kelebihan yang dimiliki “IRT biasa”, teman saya tersebut sebagai contoh. Saat kuliah dia kembangnya kampus, cantik, langsing dan prestasi akademiknya cukup bagus.

Meski mengantongi ijazah khusus untuk mengajar dia memilih tetap di rumah. Sejak saya berteman dengannya di dunia maya lidah ini tak berhenti berdecak. Dia yang kini merantau di seberang pulau mengikuti suami sangat ahli membuat aneka masakan, mulai dari cemilan hingga makanan utama dan cookies. Dia juga masih sempat menjahit, memanfaatkan aneka bahan bekas bahkan melakukan perbaikan-perbaikan kecil seperti mengecat rumah, membetulkan atap genting padahal anaknya tiga dan yang bungsu balita yang aktif bertingkah. Si teman tadi juga sering menulis untuk kegiatan amal. Beberapa buku antologinya pernah terbit dan satu novel anak yang ditulis bersama tiga penulis lainnya sempat menghias toko-toko buku di Indonesia.

Semula saya tak terlalu mempedulikan curhatannya. Namun ketika saya sendiri mengalami hal yang sama – alias tidak bisa mengisi formulir kolom profesi – jadi terpikir untuk mencari jawaban: ibu rumah tangga profesi atau bukan sih? Segudang aktivitas ibu rumah tangga masa iya tidak ada penghargaaan padahal seringkali kita mendengar dari bibir para motivator bahwa ibu rumah tangga adalah contoh wanita multitalenta, ia diharapkan bisa memasak seperti koki, ia wajib mengelola keuangan keluarga dengan bijak laksana manager keuangan, dia adalah tumpuan sang anak untuk menemani mengerjakan PR dari sekolah sebagaimana guru les privat, ibu adalah juga teman curhat si anak persis seperti orang membutuhkan sahabat.

Jika ditinjau dari Kamus Besar Bahasa Indonesia profesi diartikan sebagai bidang pekerjaan yang dilandasi pendidikan keahlian (keterampilan, kejuruan) tertentu. Menurut beberapa ahli kata “profesi” merujuk pada suatu pekerjaan yang memerlukan pelatihan khusus. Daniel Bell mengartikan profesi sebagai aktivitas intelektual yang dipelajari termasuk pelatihan yang diselenggarakan secara formal atau non formal dan memperoleh sertifikat dari badan atau instansi yang bertanggung jawab pada keilmuan tersebut. Seorang penulis buku-buku populer, Siti Nafsiah mengartikan profesi sebagai pekerjaan yang dikerjakan untuk mencari nafkah hidup sekaligus sebagai sarana untuk membantu orang lain dan harus memiliki keahlian khusus, tanggung jawab dan ketrampilan.

Jika melihat pengertian “profesi” menurut berbagai versi tersebut maka Ibu Rumah Tangga memang tidak dapat dikategorikan sebagai profesi. Sebab menjadi ibu rumah tangga tidak ada pelatihan khusus, tidak pernah saya menemukan kursus atua pelatihan “mempersiapkan diri menjadi IRT”, ibu rumah tangga tidak memerlukan titel dan gelar yang berhak disandang setelah menempuh jenjang pendidikan tertentu. Dan yang paling “mengagumkan” dengan sekian banyak tugas, tanggung jawab yang harus diembannya IRT tidak menerima gaji, uang saku atau mendapatkan fasilitas khusus.
Moment With Son

Ibu Rumah Tangga mungkin memang tidak bisa dikategorikan sebagai salah satu profesi. Tetapi ibu rumah tangga memiliki tanggung jawab yang lebih besar dari sebuah profesi apapun. Ibu rumah tangga bertanggung jawab langsung kepada Sang Maha Kuasa atas harta suaminya, atas akhlak dan perilaku anak-anaknya. Oleh sebab itu tak perlu berkecil hati jika IRT tak pernah dianggap sebagai profesi. Sebab menjadi IRT memang tak pernah mendapatkan penghargaan atau imbalan khusus dari sesama manusia atas segambreng pelerjaannya. Namun alangkah elok jika terdapat item “lainnya” dalam pengisian formulir tertentu entah itu untuk keperluan membuka rekening bank, pendaftaran di sebuah lembaga atau instansi atau sekedar mengisi survey sebagai pengganti item Ibu Rumah Tangga agar IRT-IRT biasa seperti saya tidak kebingungan dan garuk-garuk kepala.

 

 

 

 

Dwi Aprilytanti Handayani

Ibu dua anak, senang menulis dan berbagi pengalaman. Baginya menulis adalah salah satu sarana mengeluarkan uneg-uneg dan segala rasa.

Latest posts by Dwi Aprilytanti Handayani (see all)

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • Merdeka itu berani beragam dan bekerja sama. Kemerdekaan itu adalah Kerja Bersama.

Dirgahayu Indonesia ke-72. Semoga Indonesia menjadi bangsa yang maju dan bermartabat. Merdeka !

#hutri72 #kemerdekaan72 #kemerdekaanRI72

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top