lomba blog zakiah hijab

Ibu Idaman, yang Mendidik Anak untuk Mandiri

Prang!
Saya melongok ke dapur. Astaghfirullah, rupanya Saladin memecahkan gelas, bubuk susu berceceran di lantai. Sebelum setan menghembuskan amarah ke hati, Saladin tersenyum merayu sambil menunjuk sendok. Oalah, ternyata ia ingin membuat susu sendiri. Tapi tangannya tak sengaja menyenggol gelas hingga pecah.

Saya mengangkat bocah itu ke kursi, lalu membereskan pecahan gelas.Mungkin bagi banyak orang, metode mendidik saya itu aneh. Karena membiarkan anak berusia 3,5 tahun membuat susu sendiri (dengan air dingin). Biasanya kerabat jauh berkomentar, “Jangan! Nanti kotor!.Atau, “Anak laki-laki tidak boleh masuk dapur, pamali!”.

Padahal kemandirian adalah nilai kehidupan yang sangat penting. Bayangkan jika anak laki-laki tidak bisa (sekedar) membuat mie instan, padahal ia sudah 12 tahun! Mungkin jika ada pembantu rumah tangga atau ibu, masalah teratasi. Tapi bagaimana jika si Bibik mudik, atau Ibunda sakit?

Keterampilan masak juga tak melulu urusan anak perempuan. Jika anak laki-laki anda sudah berusia 10 tahun, ajarilah cara memasak nasi di rice cooker, dan menggoreng tempe. Memasak adalah basic skill, siapa tahu kelak ia diterima kuliah di luar negeri. Sehingga harus menghemat uang saku dengan cara memasak sendiri.

Jika anda sayang pada anak, singkirkan sedikit rasa iba. Anak balita suka meniru kelakuan ibunya. Ketika sang Bunda menyapu, ia lalu mengambil sapu itu, lalu mencontoh. Janganlah berkata, “kasihan, sapunya berat”, atau “jangan ikut ikut Mama, nanti tambah kotor!”. Bukankah ia sedang belajar untuk menjaga kebersihan?

Ajarkanlah anak untuk mencuci piring sendiri, sejak ia duduk di kelas 1 SD. Minimal ia belajar mencuci piring bekas makannya sendiri. Jika hasilnya kurang bersih, anda bisa membersihkan ulang saat ia tidur siang. Ia akan belajar bertanggung jawab, habis makan ya dibersihkan.

Semua pekerjaan rumah tangga (termasuk melayani keperluan si kecil) janganlah diserahkan pada Pembantu Rumah Tangga, atau sang Ibunda. Mungkin jika anak masih sekolah di TK, wajar jika sedikit sedikit minta tolong. Tapi jika sudah kelas 6 SD, dan terburu buru berangkat sekolah (karena terlambat bangun), pantaskah jika minta tolong disuapkan sarapan?

Nanti ia jadi terbiasa untuk selalu mengandalkan bantuan orang lain dan meremehkan kemampuannya sendiri. Saat SMP, buat apa susah susah menggambar? Upah saja seorang pelukis untuk menyelesaikan tugas kesenian. Nanti waktu kuliah, daripada capek dan pusing menulis skripsi, lebih baik beli saja.

Mindset seperti ini yang harus dihindari oleh anak. Mumpung ia masih kecil, mari ajari kemandirian sedini mungkin. Demi masa depan mereka sendiri. Buang jauh-jauh pikiran “nanti tidak bersih”, atau “aduh, tidak rapi kalau ia yang mengerjakan!”. Anak-anak akan bahagia jika kerja keras mereka membersihkan rumah dipuji dan dihargai.

Karena ibu idaman bukanlah ibu yang memanjakan dengan beragam fasilitas seperti gadget terbaru atau sepeda mahal. Bukanlah ibu yang menjejali dengan beragam kegiatan ekstra, misalnya les bahasa asing, bela diri, berenang, dll. Ibu idaman adalah ibu yang mengajari cara bertahan di tengah kerasnya kehidupan, dengan kemandirian.

Avizena_Zen

I love writing, reading books, and cooking.

Latest posts by Avizena_Zen (see all)

Bagikan Jika Bermanfaat

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • GOOD MANNERS Improve Customer Service 😍
.
They make your customers view you in a better light. They make your interactions with customers more PLEASANT. Here are just 4 ways good manners improve customer service 🤓
.
✔ Greetings
.
It means making eye contact, smiling and saying Hi 🤗 If the customer wants to talk or is needing help, that opening will prompt them to ask for help. It shows that you’re HAPPY to see them and available for help if needed
.
✔ How you address them
.
Addressing your customers BY NAME, and knowing how they prefer to be addressed (Roy, Mr Teddy, Dr Alex, etc) shows that you take notice and respect them as individuals 😁
.
✔ The tone you use
.
If you’re a young, hip business – a FORMAL TONE will appear out of place 🙈🙈 If you market yourself as a super-professional business, then a CASUAL TONE will strike a bum note with your customers. Whatever tone you use, it’s still easy to be kind, be polite and be someone you’d like to do business with
.
✔ Please and Thanks
.
If you’re talking to a customer and you ask for something don’t forget to say PLEASE. And if they offer you something, say THANK YOU. It’s that easy, right? 😜
.
Credit: sharynmunro.com.au
.
📧 For business inquiries please email us to mitrabranding@indoblognet.com
.
#MBCsosmedcontent #goodmanners #customerservices

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top